Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 53 - Laga Kedelapan Belas!


__ADS_3

Seminggu sudah Reza sejak kepulangannya dari Jakarta. Dia terus menerus berlatih bersama timnya kembali.


Reza juga sudah menghubungi beberapa kali agen pemain Bryan. Menurutnya, beberapa waktu lagi untuk mengontrak agen. Lagipula saat ini belum ada tawaran yang mendekat walaupun dia sudah membuka peluang besar.


Saat ini Reza bersama timnya sedang berlaga dalam lanjutan Youth Tournament pekan kedelapan belas. Timnya saat ini menghadapi SMKN Lumpoknyo. Mereka harus tandang ke sana.


***


Di lapangan dengan tribun yang hanya muat 500 saja. Reza dan setimnya sedang berlaga dalam lanjutan Youth Tournament.


Reza sedang berdiri di bawah mistar gawangnya. Dia menatap bola yang sedang dikendalikan oleh Bagus. Bagus melirik ke kanannya, di sana ada Ari Dwi yang melakukan pergerakan tanpa bola menyusur sisi kanan lapangan.


Bagus kemudian memberikan bola itu kepada Ari Dwi. Ari yang mendapatkan bola mulai menggiring bola hingga melewati garis tengah lapangan tanpa kawalan sedikit pun.


Hingga ketika dia melewati garis tengah lapangan, sontak dua pemain dari SMKN langsung mendekat dan mengawal pergerakan dari Ari Dwi. Tak ayal, Ari yang kesulitan pun kembali mengoper bola ke belakang.


Dia memberikannya pada Teguh. Teguh yang mendapatkan bola pun sedikit tersenyum. Dia melihat sebuah kelengahan jauh di dalam jantung pertahanan SMKN Lumpoknyo. Teguh yang pengamatannya semakin tajam pun segera melambungkan bola.


Di depan, Cipto mendapatkan bola tepat di jantung pertahanan SMKN Lumpoknyo. Sisa tiga pemain saat ini yang berada di lini belakang, sehingga kelengahan ini membuat Teguh memanfaatkannya tanpa sia-sia.


Cipto yang mendapatkan bola, dia mencoba mengecoh seorang pemain dengan melakukan gerakan tipuan sehingga pemain lawan pun mati langkah dan dilewati oleh Cipto cukup mudah.


Dari sisi kanan, Bagus juga mulai maju bersama Ari Dwi. Jaka yang sebagai gelandang pengangkut air, segera bersiap untuk sesuatu hal seperti kekacauan di kotak penalti.


Danar dan Dennis juga masih setia di sisi kiri serta kanan. Mereka berdua berniat terus mengawal sisi kiri dan kanan agar tak ada yang melewatinya saat serangan balik dari SMKN Lumpoknyo ketika bola direbut mereka.


Kali ini, Cipto melirik Bagus yang langsung berlari melewati seorang pemain bertahan. Bagus pun menunjuk ke depan meminta bola terobosan agar dia bisa langsung menendang secara first time.


Cipto yang menyadari niat Bagus pun segera menendang bola mendatar tanah ke arah diagonal. Saat berada di kotak penalti, Bagus pun langsung menyambar bola dengan gesit hingga kiper SMKN Lumpoknyo tak sempat bereaksi.


Alhasil gol pun tercipta pada menit ke 25. Bagus yang mencetak gol membuat keunggulan sementara bagi SMA Harapan. Selebrasi singkat mereka lakukan.


Reza yang berada di gawangnya kembali mengingat beberapa aksi ajaibnya saat di Kualifikasi Piala Asia U-17. Dia ingin menunjukkannya di depan penggemar SMA Harapan dan di depan rekan-rekan setimnya saat ini.


“Solo run?” gumam Reza mencoba memikirkan kejutan apa yang akan dia lakukan.


Reza kemudian menuju tiang gawang, di atas tanah sudah ada sebotol minuman mineral. Dia meminumnya seraya terus menatap ke depan.

__ADS_1


“Wah … begitu, yaa!”


Dia mendapatkan aksi yang akan dia lakukan. Itu aksi yang akan dia lakukan pertama kali. Dalam benaknya, jikalau dia melakukan kesalahan dalam aksi ini, maka karirnya bisa saja hancur dengan blunder terburuknya.


“Scorpion kick khas Higuita,” gumam Reza kemudian mempersiapkan diri.


Tanpa diduga, sistem miliknya langsung memberikan misi dadakan yang membuat Reza agak terkejut.


...[Sistem mendeteksi misi dadakan!]...


...[- Lakukan Scorpion Kick semampu yang Tuan lakukan.]...


...[Hadiah jika berhasil :]...


...[- Pamor akan naik 10%]...


...[- Scorpion Kick asli akan tertanam kepada Tuan.]...


...[Hukuman jika gagal :]...


...[- Sistem akan tak berfungsi selama sebulan, semua atribut akan kembali ke setelan asli –Atribut Lev Y. dan L. Messi akan hilang selama waktu hukuman–]...


Tentunya Reza akan kembali seperti saat sebagai kiper SMP Bina Karya dulu. Terlalu banyak kesalahan, kemampuan kiper yang sangat rendah. Itu benar-benar memalukan.


“Ini …”


Reza hanya bisa pasrah. Misi dari sistem wajib diselesaikan selama pertandingan berlangsung. Jika pertandingan berakhir sebelum menyelesaikan misi, maka misi itu dinyatakan gagal dan hukuman telah menantinya.


Saat memikirkan itu semua, tiba-tiba saja sebuah serangan dari SMKN Lumpoknyo terjadi. Lini pertahanan dari SMA Harapan langsung turun begitu cepat.


Reza pun segera mengarahkan teman-temannya untuk merapatkan pertahanan dan harus tetap fokus. Dia tak mau kebobolan, dia juga sebenarnya berniat segera menyelesaikan misi itu sebelum babak pertama berakhir.


“A–Awas!” teriak Reza menunjuk ke Adi Satria.


Ketika Adi Satria melirik ke depan, dia begitu terkejut tiba-tiba saja seorang pemain melewatinya sangat cepat sambil menggiring bola.


“Ah! Bocor!”

__ADS_1


Reza pun langsung maju perlahan sambil berwaspada. Kali ini one on one kembali terjadi, jadi Reza akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya.


Setelah bola ditendang, Reza sontak menepis bola yang hendak melewatinya di sisi kanan tepat di atasnya.


Bola melambung kembali ke lini tengah. Namun, hal yang tak terduga pun terjadi. Benar-benar seperti takdir bagi Reza untuk mencoba menyelesaikan misi dadakannya.


Pemain tengah SMKN Lumpoknyo langsung menendang bola yang mendatanginya. Teguh yang hendak mem-block bola pun hanya menabrak pemain tersebut.


Wasit melanjutkan permainan untuk melihat kondisi bola yang melambung menuju gawang.


Reza yang sedikit terlambat mundur ke mulut gawang, tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyelesaikan ataupun mencoba misi dadakannya dengan taruhan karirnya bisa saja hancur akibat blunder memalukan.


Dengan tolakan kedua kakinya, dia membuat lompatan besar kemudian tubuhnya cenderung condong ke depan sehingga membentuk horizontal di udara.


Kedua kaki Reza pun disiapkan untuk diangkat ke atas bagai sebuah kalajengking dalam menyerang mangsanya. Bola mendekatinya pun lantas menyentuh kedua kakinya yang dihempaskan ke atas menyerupai kalajengking.


Bola terbang kembali ke lini tengah dan dikendalikan oleh Teguh. Reza mendarat dengan kedua tangannya dan segera bangun untuk bersiap di bawah mistar gawang. Jantungnya berdegup kencang saat ini.


“Terlalu nekat hingga kepalaku sedikit pusing, tapi cukup memuaskan,” gumam Reza sedikit senang sambil melihat layar hologram di depannya.


...[Misi selesai, cara Tuan dalam melakukannya hanya menyerupai 60% saja!]...


...[Hadiah misi sudah langsung diterima Tuan!]...


“Tidak kurasa Higuita akan lebih sempurna lagi melakukan itu.”


Teguh yang mendapatkan bola sempat terdiam sejenak. Seisi lapangan pun juga terdiam dengan aksi nekat dan gila Reza yang membuat penyelamatan ajaib kembali.


“A–Apa-apaan itu?!” Pelatih Sofyan menyeru.


Dia mulai mencoba mengingat beberapa momen dalam masa mudanya. Hingga sebuah momen dari kiper Higuita yang melakukan tendangan kalajengking pun dia mengingatnya.


“Kau … terlalu gila,” celetuk pelatih Sofyan.


Teguh kemudian kembali mengontrol bola dan memberikan serangan balik sambil merasa takjub dengan penyelamatan gila Reza.


***

__ADS_1


Pertandingan pekan kedelapan belas bagi SMA Harapan pun diakhiri dengan skor 2-0. Reza pada menit 89 mencetak skor dari tendangan bebas ikoniknya yang membentuk kurva menukik.


__ADS_2