Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 158 - Indonesia Vs. Prancis (2)


__ADS_3

Pada malam yang cukup panas, itu karena malam ini adalah bagian dari musim panas itu sehingga suasana cuaca memang cukup panas.


Namun, meskipun begitu, di sebuah stadion BC Place, Vancouver, Kanada, yang berkapasitas sekitar 60.000 penonton begitu meriah, teriakan dari para penonton hingga terdengar keluar stadion.


Ini adalah perempat final terbaik dalam sejarah, mau bagaimana pun, Prancis harus bermain seimbang dengan Indonesia, tim yang baru pertama kali masuk pada turnamen piala dunia modern, sejak terakhir kali saat bernama Hindia-Belanda tahun 1930.


Namun, untuk mewakili Garuda, tahun itu bukanlah bagian dari jati diri Indonesia sendiri, hal itu karena saat tahun tersebut, Indonesia sedang dalam masa penjajahan oleh Belanda sehingga masuk sebagai tim bernama Hindia-Belanda bukan Indonesia!


Tidak memikirkan hal yang sudah berlalu, sekarang di lapangan, bola terbang jauh keluar lapangan hingga nyaris mengenai salah satu pendukung di kursi tribun.


Lemparan ke dalam untuk Indonesia, Marselino melempar ke dalam yang mana Todd Ferre segera mengendalikannya.


“Menembus pertahanan Prancis bukan hal yang mustahil, tapi seperti terlalu sulit daripada lawan-lawan sebelumnya,” gumam Reza.


Reza saat ini sedang memikirkan cara, misalnya dia main terobos seperti yang sudah pernah terjadi, tetapi rasanya permainan seperti itu pasti telah ditebak oleh Prancis.


Senjata-senjata khas tim Garuda seperti telah dibuat jinak, hal ini yang membuat Reza mengusap tengkuknya, merasa merinding sekaligus terkesan dengan permainan Prancis yang penuh kebebasan, tetapi disatu sisi masih sangat terkoordinasi.


“Frederic berbahaya!” ungkap Reza seraya segera menunjuk rekan-rekannya.


Reza segera mengarahkan rekan-rekannya untuk bergeser sesuai formasi yang telah diberikan oleh Pelatih Tae-yong, formasi di mana para pemain Indonesia akan mengandalkan kecepatan sayap-sayap mereka dalam menerobos jantung pertahanan Prancis.


“Oke, sisi kanan cukup kosong!” teriak Reza.


Saat ini, yang mengendalikan bola adalah Arhan, dengan segenap tenaga, dia mengangkat bola secara parabola menuju di mana Kwateh sedang mengambil posisi menjorok ke depan.


Bola berhasil dikendalikan, telah benar-benar melewati tengah lapangan, tetapi Kwateh lantas tak bisa dilepaskan begitu saja, dua pemain Prancis segera mendatanginya, Tchouameni dan Fofana mendatanginya.


“Wah, setiap kita mengendalikan bola, dua sampai tiga pemain segera mengawal, terlalu sulit,” gumam Reza sambil melihat papan digital stadion yang menunjukkan telah tepat 30 menit sejak kick-off.


“Kwateh, sini, jangan terlalu memaksa!” teriak Marselino di tengah sambil mengangkat tangan.


Namun, dalam sekejap, seorang pemain Prancis langsung terjun mengawal pergerakan Marselino, dia adalah Camavinga.


Dari sudut mata Kwateh, dia melihat Reza mengangkat tangannya, dia pun segera melambungkan bola kembali ke belakang di mana Reza segera mengontrolnya dengan dada dan menjatuhkannya di tanah.

__ADS_1


Menatap seluruh penjuru lapangan, tak satu pun rekannya bebas sekarang, matanya begitu cepat bergerak mencari posisi kosong, tetapi ketika baru ditemukan, lantas langsung terisi oleh para pemain Prancis.


Dari mata segelap malamnya itu pun melihat Frederic terus mengatur pertahanan, teriakannya dan isyarat tangannya adalah yang utama.


“Oke, kiper muda melawan kiper muda,” gumam Reza.


Dia yang masih fokus ke depan, secara langsung didekati Mbappe, tetapi Reza tak peduli dan langsung melakukan putaran yang membuat Mbappe hanya mati langkah dan tak percaya.


“Maaf, jangan rebut bola saya!” seru Reza, matanya menatap datar ke arah Mbappe. “Daripada menerka-nerka, lebih baik maju dulu, kalau gagal berarti jelas sulit!”


Reza yang sudah tak menemukan cara lainnya, akhirnya memilih maju seperti sebelumnya, dengan teknik luar biasanya, Reza akan maju menerobos sepuluh pemain Prancis yang begitu saling terhubung.


“Bantu saya!” teriak Reza.


Tiga bek, segera mundur dan berdiri di dalam kotak kecil penalti, mereka akan menjaga gawang dengan bayaran yang juga sulit, sebuah ganjaran kartu merah jelas akan mereka dapat jika menjadi kiper pengganti yang tentu akan memegang bola.


“Jangan sia-sia latihan dariku, saya akan maju!” seru Reza.


Para gelandang Indonesia juga segera membuka ruang, mereka bergerak ke sana ke mari demi mengganggu penjagaan yang ada pada mereka, ini cara demi membuyarkan fokus pada pemain Prancis.


“Tiga, ya?” gumam Reza.


“Reza, di sini kosong!” seru Marselino sembari maju berakselerasi demi melepas penjagaan dari Camavinga.


Reza tersenyum, fokus tiga pemain Prancis padanya sempat goyah hingga dengan cepat Reza mengambil langkah besar dengan hentakan kuat, mengangkat bola dengan kedua tumitnya, menunjukkan kelas dari sebuah skill di depan tiga pemain ini secara langsung.


Rainbow flick membawa Dembele dan Coman sempat bertabrakan, kemudian Fofana mati langkah karena dia sangat terkesan melihat skill milik Reza tepat di depan matanya.


Reza berakselerasi, meninggalkan tiga pemain Prancis, sekarang, lawannya ada pada bek dari Prancis yang kuat-kuat dan tentu akan sulit ditembus dengan sendirinya, apalagi bek ini menempatkan posisi sesuatu arahan Frederic.


Kounde dan Upamecano maju secara serentak, mereka langsung menjepit Reza tanpa kompromi, dengan duel fisik yang di atas rata-rata, Reza sempat kesulitan.


Beruntungnya, dengan skill dan penglihatan Mata Masa Depannya, Reza bisa segera melepas penjagaan itu dengan langkah tipuan yang membuat Upamecano jatuh tersungkur karena begitu fokus ke bola dan kaki Reza.


Kemudian, Kounde lantas mencoba menarik Reza, tetapi teriakan dari Frederic membuatnya sadar.

__ADS_1


“Oke, jangan buat pelanggaran, ya?” ucap Reza pelan.


Dengan atraksinya, dia mengangkat bola di udara sesaat Kounde hendak menabrakkan dirinya.


Reza berputar membelakangi gawang, menatap bola di udara yang kemudian melompat dengan ayunan kaki ke arah gawang, Bycicle Kick adalah cara yang tepat mengatasi ini.


Bola melesat kencang ke sudut kiri atas gawang, Frederic mendengus kesal, lagipula ini adalah tendangan cepat yang mengandalkan kekuatan dan juga akurasi.


Satu hal yang pasti, kekuatan dan akurasi jika digabungkan menjadi sebuah tendangan kuat yang mampu menarget secara tepat di mana keinginan sang penendang.


Reza mendarat dengan baik, segera menoleh ke arah gawang, Frederic melompat hendak menerkam bola, tetapi kesialan itu datang pada Reza.


Tangan panjang Frederic berhasil menepis bola!


“Tidak gol, ya? Itu sih belum pakai Mata Masa Depan,” gumam Reza dan segera berdiri.


Seluruh stadion bergemuruh, hal ini membuat Reza bangkit dan langsung berakselerasi tinggi kembali ke gawangnya, menabrak siapa saja yang menghalanginya bahkan rekannya sendiri.


Duel fisik itu tentu dibiarkan wasit, tetapi satu hal yang mengejutkan, tendangan parabola Frederic secara cepat melewati tengah lapangan.


Reza berakselerasi terus menambah kecepatannya hingga kakinya jika direkam menggunakan kamera biasa benar-benar sulit untuk tertangkap, karena interval ayunannya sangat singkat.


“Itu! 50 kilometer per jam, benar-benar cepat!!!” seru komentator internasional, hal ini karena di bagian rekamannya sendiri telah dipasangi pendeteksi kecepatan pemain.


Reza sampai lebih dahulu daripada bola dan segera menepis bola hingga melewati atas mistar gawang, tetapi imbasnya, Reza menabrak Haikal dan membuat keduanya memasuki gawang secara lucu.


“Anjirlah, gila!” seru Reza.


“Kau … Kau itu manusia, kah?!!” pekik Haikal dengan mata yang masih terkejut.


“Manusia,” jawab singkat Reza.


Pertandingan kembali dilanjutkan setelah tendangan penjuru dilangsungkan, hanya saja tak begitu membahayakan gawang.


Satu hal yang pasti, empat puluh lima menit pertama, Indonesia dan Prancis masing-masing melakukan shoot on target satu saja yang benar-benar membahayakan gawang keduanya, meski Mbappe sempat melakukan tendangan, tetapi tendangan itu sama sekali tak membahayakan dan mudah saja dimentahkan.

__ADS_1


Tendangan yang benar-benar berbahaya pun tercipta dari kiper muda mereka!


__ADS_2