Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 30 - 7 Penyelamatan Memukau


__ADS_3

Setelah selebrasi yang akan menjadi ikoniknya di masa depan, Reza berdiri dan memberikan buku itu kepada pelatih Sofyan.


“Terima kasih sudah memberi buku tentang cinta ini,” ucap Reza dengan nada jahilnya.


Ya, buku itu ada buku yang berjudul 1001 cara dalam menghadapi pasangan!


Mulut pelatih Sofyan pun berkedut. Dia ingin segera memiting anak asuhnya tersebut, tetapi tak mungkin disaat laga masih berlangsung.


Setelah gol indah yang baru saja terjadi. Pertandingan terlihat begitu hidup kembali.


David yang juga telah mendapatkan perawatan intensif pun sudah kembali ke lapangan. Dia juga saat ini dijaga oleh 2 orang sekaligus, salah satu di antaranya Adrian.


Adrian tak ingin membuat kesalahan seperti tadi, sekarang dia akan begitu fokus dengan pemain yang dia jaga.


Ketika setelah gol itu tercipta, bola terus bergulir ke sana kemari dari pertahanan SMA Harapan dan juga SMAN 1.


Kedua tim mulai tampil terbuka, khususnya SMAN 1 yang sebelumnya parkir pesawat. Mereka sudah tak cocok parkir bus, yang ada parkir pesawat karena sangking dalamnya pertahanan tersebut.


Sekarang bola sedang berada di kaki-kaki pemain SMAN 1, disana ada Willy si penyerang yang sedang mengolah bola di kakinya.


Dia melirik ke sana kemari, tetapi tak ada ruang kosong sama sekali.


“Tutup disana! Itu kosong.


Nah itu juga, segera tutup sebelum mereka sadari. Awas juga meninggalkan posisi!”


Reza terus memberi arahan yang cepat sebagai kapten. Dia tak ingin gawang kesayangannya harus kebobolan. Namun, rasa kesal muncul.


Willy dengan mudah menggocek Haikal sebagai pemain bertahan terakhir sebab ruang kosong yang dibuat Haikal dimanfaatkan Willy. Sekarang Willy sudah benar-benar berhadapan dengan Reza.


Reza yang tak mau ambil pusing pun mulai sedikit demi sedikit maju sambil tangan membentuk huruf W. Itu ada posisi waspada miliknya.


Willy kemudian mengayunkan kaki kirinya. Bola yang langsung ditebak Reza pun melesat ke arah kirinya.


Reza dengan refleks menakjubkannya menepis bola hingga keluar lapangan permainan. Willy mendengus kesal.


“Jaga pertahanan! Terlalu longgar!” seru Reza begitu kesal.


Semuanya bersiap untuk tendangan penjuru. Sesaat bola dilambungkan, Willy berduel udara dengan Haikal.


Tubuh Haikal yang sedikit besar dan tinggi pun memenangi duel udara tersebut walaupun ledakan lompatan miliknya sedikit terlambat, tetapi dia mampu menyundul bola menjauhi gawang.


Haikal menyundul ke arah depan. Dia akan menjauhkan bola sejauh mungkin.


Namun, seorang pemain lawan telah bersiap melakukan tendangan first time dari luar kotak penalti.


“Bahaya!”


Reza langsung melompat ke kanan. Tangan kanannya terulur rapi. Bola hasil tendangan first time sempat mengenai ujung jari tengahnya yang membuat bola bergeser dan menabrak tiang.


Bola terpantul dan kembali ke kotak penalti.


Bola rebound terjadi. Kekacauan di kotak penalti tak dapat dihindarkan.


Ketika seorang pemain lawan mendapatkan bola, dia segera menendang sekuat tenaga bola tersebut ke arah gawang yang terlihat kosong.

__ADS_1


Namun, sesaat dentuman tendangan terdengar, sosok tubuh telah bersiap menghalau tendangan itu dengan memberikan telapak tangannya.


Bola terpantul dan didapatkan kembali oleh pemain lawan.


Kekacauan itu membuat pertahanan SMA Harapan begitu panik. Pelatih Sofyan di pinggir lapangan hanya menahan napas begitu kuat. Para pemain cadangan berdiri seraya berdoa sebanyak mungkin.


Bola pun dilesatkan ke sudut gawang. Namun, tangan kembali muncul yang membuat siapa saja begitu takjub.


Gerakan demi gerakan yang begitu cepat dan gesit ditunjukkan Reza sebagai kiper ajaib.


Sekali lagi bola ke arah pemain lawan, seakan bola ingin sekali membobol gawang Reza. Maka bola itu terus mendatangi pemain lawan.


Sekarang, Adrian mengangkat bola dan berputar membelakangi gawang. Dia melompat, dalam momentum menegangkan itu, dia mengayunkan kaki kanannya dan membuat bola melesat.


Tendangan salto milik Adrian membuat siapa saja akan menganggap bahwa gawang Reza akan kebobolan.


Bola yang hendak masuk ke gawang dihalangi oleh sesosok wajah. Wajah itu terhempas ketika mendapatkan tendangan keras tersebut.


Itu Reza, hidungnya mengeluarkan darah. Wajahnya membentuk area merah muda sebab sangking kerasnya tendangan itu.


Namun, bola untuk sekali lagi menghampiri pemain lawan yang membuat para penggemar SMA Harapan mengeluh begitu keras terhadap situasi tersebut.


Bola yang didapatkan oleh Willy, dia tak menyia-nyiakan kesempatan. Dia menggocek sedikit Haikal yang mencoba menghalanginya, ketika bola diluar penguasaannya, dari belakang Adrian kembali berlari dengan langkah raksasanya.


Kaki kanannya dihempaskan ke depan, bola pun melesat secepat mungkin. Namun, refleks mutlak milik Reza sekali lagi menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.


Dia dengan sedikit meringis kesakitan setelah tendangan pertama Adrian tadi susah payah berdiri dan langsung mengulurkan tangan kirinya sehingga bola terbang ke atas gawang.


Bola masih di area permainan. Duel tak terhindarkan antar pemain SMA Harapan dan SMAN 1.


Reza juga terlihat melompat dengan sedikit goyah sebab rasa sakit dari wajahnya.


Dia memetik bola di udara dan menjatuhkan diri dengan begitu sempurna. Reza meringkuk di atas rumput sambil memeluk bola begitu erat.


“Arrghh! Sakit!” rintih Reza sontak didengar semua pemain yang berada di kotak penalti.


“Medis!” teriak Haikal begitu lantang.


7 penyelamatan ajaib dari Reza membuat siapa saja yang sebelumnya menahan napas langsung menghirup udara segar begitu rakus.


Bahkan pelatih Sofyan yang terlihat berkeringat dingin hanya terduduk lemas di bangku pemain. Di sampingnya ada pelatih Berto yang menyiram wajahnya dengan air segar.


Para pemain cadangan juga duduk dengan lega.


“Baiklah, anak-anak ada yang sudah lelah. Kamu Arkhan gantikan Haikal, kemudian Ari Dwi gantikan David, Asgar gantikan Teguh sebagai playmaker.


Nah, formasi disisa 10 menit terakhir ini hanyalah bertahan, tetapi sesekali menyerang jika kalian anggap aman!”


Rotasi pun diberlakukan setelah Reza mendapatkan perawatan medis. Hidungnya yang mengeluarkan darah juga sudah tidak lagi mengeluarkan cairan merah itu, wajahnya juga sudah dikompres dengan es batu.


3 pemain SMA Harapan langsung diganti saat itu juga. Ketiga pengganti itu adalah anak kelas 10. Asgar yang tak mendapatkan jatah bermain sejak pertama masuk klub sepakbola sekolah pun menjadikan pertandingan ini adalah perdana baginya.


Dia akan menunjukkan bahwa pelatih Sofyan salah menilainya yang sebagai gelandang serang tidak kreatif.


Ketiga sudah berada di dalam lapangan. Bola kembali bergulir dari Reza terlebih dahulu. Rasa nyeri di wajahnya berangsur-angsur menghilang.

__ADS_1


“Tendangan Adrian si Tembok Raksasa sih tidak main-main,” gumam Reza setelah dia melambungkan bola ke depan.


Bola itu dicoba Asgar untuk mengejarnya. Dia mendapatkan bola setelah berduel sedikit dengan pemain lawan. Dia melirik kanan dan kiri, di sisi kanan ada Dennis yang menunggu begitu kosong.


Dengan lirikan mata, Dennis menyadari juniornya meminta bola umpan satu-dua. Lantas ketika Asgar memberi umpan kepada Dennis, ia dengan segera mencungkil bola ke depan melewati satu pemain lawan.


Asgar pun langsung berlari dengan membawa bola. Kontrol bolanya terbilang biasa saja, tetapi dia seperti tak tergoyahkan ketika berduel dengan Adrian.


Asgar akhirnya tahu betapa sulitnya David berduel dengan Adrian. Namun, tubuh Asgar yang sedikit lebih besar dari David pun menyulitkan Adrian untuk melakukan duel tubuh.


Adrian yang menganggap duel kali ini sia-sia dengan segera mengulurkan kaki ke depan. Karena ambisi Adrian yang dibutakan oleh kekesalan tadi, dia akhirnya kembali melakukan kesalahan.


Dia bukannya menyentuh bola, malah menyentuh kaki Asgar yang membuat pemuda bernomor punggung 11 tersebut terjatuh dan berguling-guling.


Wasit sontak meniup peluit. Dia mendatangi Adrian dan langsung memperingatinya jika sekali lagi dia lakukan, maka kartu kuning kedua bisa keluar!


Asgar pun berdiri dengan sedikit meringis. Walaupun sudah pemanasan sebelum pergantian pemain, rasanya persendiannya belum dibilang panas dan masih sedikit kaku.


Tendangan bebas kembali dilakukan dalam jarak 30 meter.


Reza mendekati bola, di sana sudah ada Ari Dwi yang bisa dibilang jago dalam umpan jarak jauh di tendangan bebas kali ini.


Mereka berdua berdiskusi.


“Apa saya lagi?”


“Terserah Reza, tetapi alangkah baiknya umpan saja. Ini terlalu jauh.” Ari Dwi menjawab.


Tendangan bebas pun dilakukan oleh kedua pemuda tersebut yang bersedia di belakang bola. Pagar pemain sejauh 9 meter di depan juga telah bersiap.


“Saya maju!” Ari Dwi maju setelah peluit dibunyikan.


Namun, dia melewati begitu saja bola dan Reza kemudian menyusulnya.


Kaki kanannya dihentakkan begitu kuat di tanah sebagai tumpuan. Kaki kirinya kembali berayun indah, dia berniat memberi umpan assist.


Bola melambung pelan yang membuat kiper menganggap bahwa ini adalah bola umpan. Para penggemar SMA Harapan berdiri.


Mereka melihat bola yang tidak menukik dan langsung berpikir bahwa ini adalah bola umpan, begitu juga pikir pelatih Sofyan.


Bola melambung melewati pagar pemain. Dengan tingkat akurasi bola menukik yang mengerikan membentuk lintasan yang mirip pelangi, bola langsung menargetkan kepala Cipto yang telah lepas dari jebakan offside.


Cipto menyundul bola. Sayangnya sundulannya melenceng beberapa centimeter dari targetnya.


Sontak seluruh penggemar mengeluh kecewa, umpan menakjubkan itu tak dapat membuat Cipto mencetak gol.


“Tak apa, itu usaha terbaikmu!” Reza memberi jempol para Cipto.


Dia juga segera kembali ke gawangnya.


Ketika permainan kembali dengan tempo lambat akibat kelelahan, wasit yang melihat jam tangan miliknya sudah menyentuh angka menit 2 tambahan waktu pun meletakkan peluit di mulutnya.


Ketika para pemain melihat wasit meletakkan peluit di mulutnya, mereka semua langsung terkapar begitu saja dengan napas memburu. Peluit panjang dibunyikan.


Tepuk tangan penonton terdengar semakin ramai. Bahkan penggemar SMAN 1 mengapresiasi tim mereka yang bermain bagus, sayangnya harus kebobolan juga.

__ADS_1


__ADS_2