Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 70 - Babak Kedua Melawan Banská Bystrica


__ADS_3

Setelah gol tendangan bebas milik Reza, Banská Bystrica mencoba bermain terbuka lebih jauh pada sisa-sisa menit babak pertama.


Dimulai dari para pemain sayap mereka yang melakukan overlapping menyusur sisi kiri pertahanan AS Trenčín. Kozlovsky yang mengawal pergerakan pemain sayap Banská Bystrica, Adam Hanes.


Kozlovsky begitu ketat mengawal pergerakan Hanes. Namun, satu kesalahan terjadi, Hanes yang mencoba mengecoh dengan pergerakan tipuan, Kozlovsky termakan tipuan itu dengan mudah. Alhasil Hanes berhasil melewatinya dan menusuk ke kotak penalti.


Lazar Stojsavljevic mencoba melakukan seluncuran memotong untuk menghalau bola. Namun, sekali lagi, Hanes menggeser bola sehingga Stojsavljevic hanya memotong rumput dalam alurnya.


Hanes langsung melakukan cut inside, dia menatap sejenak posisi Reza kemudian menghempaskan bola sekuat tenaga.


Reza yang melihat bola mendekat ke arahnya, dengan cepat bergeser ke sisi kanan. Dia langsung melakukan tolakan dengan kuat sehingga penerbangannya bisa membuat tangannya meraih bola.


Tangan kanannya menepis bola yang menghasilkan sepak pojok. Penyelamatan memukau dari Reza sekali lagi dipertontonkan, tak habis-habisnya para penonton dan juga staf kepelatihan kedua tim merasa terpukau.


“Tidak salah saya menawar dia,” gumam Marian Zimen.


Setelah sepak pojok, Reza meninju bola ke tengah lapangan. Wasit pun meniup peluit sebagai tanda babak pertama telah berakhir. Seluruh pemain berjalan ke lorong stadion dengan tampang kelelahan.


Reza pun demikian, udara di Eropa cukup dingin, apalagi setelah musim dingin. Namun, hal inilah yang menjadi tantangan baginya, untuk pertama kali merasakan musim dingin, maka tubuhnya akan mengalami penurunan performa.


Reza berharap untuk segera dia mampu beradaptasi dengan iklim dan cuaca Eropa agar penampilannya tidak menjadi hal buruk bagi timnya dan menjadikan dirinya dia sebagai alat penghangat bangku cadangan.


Di dalam ruang ganti tim tamu, AS Trenčín. Mereka sedang menunggu pelatih kepala untuk datang. Seraya menunggu, mereka mulai sedikit melontarkan puji-pujian kepada Reza, melihat penampilannya yang memukau pada awal debutnya.


“Ahaha! Itu masih kurang kok!” ucap Reza memakai bahasa Inggris.


Witan sendiri yang menyimak pujian itu hanya tersenyum senang. Pertama kali dia datang, memang seperti itulah rasanya. Dianggap remeh, kemudian ketika menunjukkan kemampuan mumpuni maka sikap remeh mereka menjadi menghormatimu sebagai rekan tim. Pujian juga tak jarang mereka lontarkan.


Di tengah mereka berbincang, pintu ruangan terbuka dan menampakkan Marian Zimen bersama asisten pelatih, Pavol Mlynar. Mereka berdua menghampiri tempat paling depan ruangan.


“Sesuai ekspektasi. Pertahankan keunggulan, bila perlu tambah lagi,” ucap Marian Zimen dengan lantang.


Reza mencoba memahami perkataannya satu persatu dan akhirnya memahaminya. Intinya, sang pelatih ingin timnya mempertahankan keunggulan atau bisa saja menambah keunggulan.

__ADS_1


Pelatih Marian Zimen kembali menerangkan beberapa taktik yang harus dilakukan pada babak kedua agar timnya bisa lebih fokus lagi, jangan sampai lengah dan berujung malapetaka.


Reza terus fokus, dia sesekali memiringkan kepalanya sebab beberapa kosakata Marian Zimen tak dipahaminya. Beruntung ada rekan setim yang menerjemahkan menggunakan bahasa Inggris kepada Reza.


Untuk Witan sendiri, dia hampir sama seperti Reza. Memahami, tak memahami, rata-rata lah untuk persoalan kemampuan bahasa asing khususnya bahasa Slowakia.


***


Para pemain mulai menyebar di lapangan, mereka sudah siap untuk menjalani babak kedua. Apalagi Banská Bystrica yang tertinggal satu gol pun berniat untuk menyamakan kedudukan dan mencari kemenangan.


Bola dimulai dari kaki para pemain Banská Bystrica. Mereka membangun serangan dari bawah dan mencoba sesekali melakukan overlapping, akan tetapi percobaan itu selalu gagal karena dihadang pemain AS Trenčín yang disiplin.


Banská Bystrica mencoba terus menyerang, pelatih Marian Zimen agak khawatir dengan timnya saat ini. Kelelahan telah melanda sejumlah pemain di lapangan, menit masih menunjukkan tepat 60.


Masih ada 30 menit lagi, dan itu belum tambahan waktu yang kira-kira sekitar antara 3 sampai 5 menit. Pelatih Marian Zimen yang berdiri di pinggir lapangan menoleh ke belakang, dia melihat beberapa pemain yang saling berbincang tentang pertandingan tersebut.


“Matúš Kmet, kamu bersiaplah, kamu akan mengganti Artur Gajdos.” Marian Zimen menunjuk Kmer agar segera melakukan pemanasan kecil.


Kmet bersiap, sementara itu di lapangan, gawang milik Reza sedang dalam bahaya besar. Seorang pemain sayap kiri Banská Bystrica berhasil melewati penjagaan.


Lavrincik yang seorang gelandang bertahan mencoba juga membantu pertahanan, di saat lini pertahanan yang agak terpecah. Ada secercah kepanikan di antara mereka, hingga Reza mengambil keputusan.


Polievka yang semakin menusuk ke kotak penalti dan mendekati area penjaga gawang, tanpa kompromi langsung melakukan sepakan keras menyusur tanah. Rerumputan lapangan sedikit terpotong ketika bola melewatinya.


Reza langsung melakukan gerakan antisipasi. Dia menekuk kaki kanannya ke arah samping, tubuhnya seperti melutut, kaki kirinya menumpu memakai lutut dan menjaga keseimbangan.


Bola menghantam kaki kanan Reza dan kembali ke area kotak penalti yang beruntungnya, Lavrincik mendapatkannya dan segera melakukan serangan balik ke depan. Namun, serangan itu harus terpotong di lini tengah pada kaki pemain Banská Bystrica karena para pemain terlalu dalam bertahannya.


Setelah penyelamatan ke sekian kali untuk Reza helaan nafas beberapa pemain dan juga penonton. Mereka hanya bisa mengangguk ringan, terlihat sudah biasa Reza mampu menyelamatkan gawang. Hal yang tak biasa adalah jika Reza tak menyelamatkan gawang, mereka jelas akan terkejut sekaligus kesal.


Bola sekarang terus bergulir di antara kaki para pemain Banská Bystrica. Ketika bola keluar, Kmet masuk menggantikan Gajdos. Ini jelas menambah daya serang sisi kanan bagi AS Trenčín.


Itu terlihat ketika AS Trenčín menyerang lebih dominan ke sisi kanan. Melalui Kmet, bola terus bergulir hingga ke kotak penalti. Umpan satu-dua dari mereka tercipta melewati beberapa pemain Banská Bystrica.

__ADS_1


Namun, serangan itu harus berhenti ketika umpan kunci untuk Kmet malah terlalu kencang sehingga bola keluar lapangan.


Reza saat ini masih terus menjaga gawangnya. Dia belum ingin maju, tetapi sesekali Witan melambaikan tangan untuk Reza maju.


Menjawab lambaian tangan, Reza hanya menggelengkan kepalanya. Dia belum yakin untuk maju, dia masih ragu melawan fisik para pemain lawan. Ketika melakukan konfrontasi fisik, takutnya dia akan terhempas ke tanah dan bola berhasil direbut.


Witan kembali melakukan kode untuk Reza maju. Reza akhirnya mencoba yakin, dia mendapatkan umpan dari Kozlovsky. Reza pun maju hingga mendekati area tengah lapangan.


Marian Zimen langsung berdiri dari bangkunya. Dia nampak antusias melihat Reza yang akhirnya berani maju seperti apa yang ditontonnya saat Kualifikasi Piala Asia U-17 waktu itu.


“Ini dia …”


Reza terlihat dengan lihainya mengolah bola. Ketika Polievka mendekatinya, Reza menggeser bola ke belakang dan melakukan putaran 360° sambil terus membawa bola untuk memutari dirinya.


Putarannya itu mengecoh Polievka sekaligus mengejutkan banyak pihak. Terutama pihak Banská Bystrica yang cukup terkejut melihat kiper baru dari AS Trenčín tersebut.


Reza ketika berhasil memutar badan, dia langsung melakukan akselerasi. Dia melirik kanan depan dan begitu sebaliknya. Di sana ada Witan yang berlari menyusuri sisi kanan, kemudian di sisi kiri ada Azango. Di bagian tengah beberapa rekan timnya juga sedang melakukan pergerakan tanpa bola.


Reza sedikit bingung, itu karena pertahanan tim lawan terlalu terkoordinasi dengan baik. Dia tidak bisa melakukan aksi yang lebih berisiko. Alhasil dia melakukan umpan diagonal ke arah Witan dan segera turun kembali, tetapi tak langsung di area penjaga gawang, hanya di dekat lingkaran kotak penalti.


Witan yang mendapatkan bola kesukaannya, bola daerah pun tak menyia-nyiakan kesempatan. Dia melakukan sentuhan pertama yang berhasil membuat bola terkendali. Dia melakukan duel dengan bek lawan.


Witan berhasil melewati bek lawan dengan kecepatannya, setelahnya Witan menusuk ke kotak penalti dan memberikan umpan tarik atau yang biasa disebut dengan cut-back.


Umpan tarik itu disambar dengan baik oleh Okunola yang membuat jala gawang bergetar. Hruska sendiri hanya bisa mati langkah menghadapi tap-in ala Okunola yang langsung merubah skor menjadi 2-0.


Skor itu pun tak berubah hingga akhir laga. Segala upaya Banská Bystrica untuk memperkecil ketertinggalannya tak bisa berbuah manis. Alhasil, berkat kemenangan itu, AS Trenčín naik posisi menjadi 6 menggeser secara berturut, yakni Žilina, Banská Bystrica dan Zemplín Michalovce.


Ketiga tim itu berada pada posisi 7 hingga 9. Posisi mereka bergeser secara jelas akibat kemenangan AS Trenčín.


Namun, AS Trenčín harus menunggu hasil dari dua tim lain yang dia geser posisinya, sebab kedua tim masih sementara berlaga di waktu yang sama dan tempat berbeda.


Žilina melawan Skalica mengalami ketertinggalan dengan skor langsung 1-0 pada menit 78.

__ADS_1


Untuk Zemplín Michalovce sendiri juga sedang tertinggal dengan skor 1-0 dari Ružomberok secara langsung pada menit ke 87.


Mungkin, jika posisi skor saat ini tak berubah, maka dipastikan AS Trenčín akan menetap di posisi ke-enam sampai pekan ke-dua puluh yang berlangsung seminggu lagi.


__ADS_2