Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 59 - Agen Bryan Adams


__ADS_3

Setelah pengurusan beberapa jam bersama Pencari Bakat Radko dan juga pihak klub, akhirnya Reza telah resmi menjadi anggota tim AS Trencin sebagai status Prospek Bagus.


Walaupun ini masih kontrak awal, jika saat transfer musim dingin Januari mendatang dan Reza juga secara langsung dipercayai menjaga gawang. Kemudian penampilannya memukau sang pelatih dan staf klub, maka kontrak profesional akan benar-benar datang kepadanya.


Kontrak awal berbeda dengan kontrak profesional. Kontrak awal hanya membuat pemain dikontrak maksimal setengah musim untuk melihat performanya dalam beberapa pertandingan. Kemudian jika setengah musim itu belum berakhir, tetapi penampilan seorang pemain bagus.


Maka peluang mendapatkan kontrak profesional sudah bukan impian lagi. Kontrak profesional akan menekan pemain untuk memperkuat tim selama paling tidak dua musim atau satu musim selanjutnya saja.


Kontrak profesional juga sudah ada beberapa hal tambahan. Seperti bonus pemyelamatan dan lain sebagainya. Peluang gaji yang naik dan juga nilai transfer juga besar, tetapi gaji turun serta nilai transfer tak kalah besarnya juga.


Baik itu Reza dan Citra telah pergi meninggalkan Radko sendirian yang sedang menikmati cerutu di tangannya. Reza dan Citra secara langsung dengan cepat mengurus beberapa berkas khususnya KTP yang memang menjadi hal paling mendasar dalam pengurusan dokumen identitas.


Walaupun umur Reza masih berusia 16 tahun beberapa bulan, tetapi dia sudah dapat mengurusnya. Itu karena dari peraturan baru pemerintah yang baru disahkan beberapa waktu lalu agar warga negara Indonesia mampu mengurus dokumen identitas pada saat berusia tepat 16 tahun.


Setelah memenuhi persyaratan dan lain sebagainya, mereka harus menunggu setidaknya beberapa hari kerja untuk menyelesaikan pembuatan KTP. Ingin cepat, maka cukup pakai uang peli– Uhuk, bukan apa-apa.


Reza dan Citra saat ini mengendarai motor menuju rumah tepat pukul 13.30 siang.


Di sana, mereka mulai membersihkan diri dan beraktivitas seperti biasa. Khususnya Citra yang harus segera kembali ke kantor karena izin datang lambatnya tak lama lagi berakhir pukul 14.00.


“Bu, Eca sepertinya butuh agen pemain. Tapi … Eca sudah punya target, agen dari Kak Fajar!”


Ibunya, Citra hanya mengangguk ringan sambil memakai high heels nya dengan cukup terburu-buru. Citra kemudian hanya merespon dengan tatapan yang mengartikan ‘itu terserah padamu’. Citra beranggapan anaknya sudah dewasa untuk mengurus hal-hal tersebut dan memilih jalan sendiri. Citra pun pergi menaiki motornya.


Lagipula Reza yang memilih menjadi pemain abroad daripada di liga lokal, itu adalah keputusannya sendiri tanpa diganggu oleh keputusan lainnya.


“En …”


Reza duduk di kursi teras. Dia menatap smartphone miliknya dan mencari nomor telepon Bryan Adams, Si Agen Pemain.


“Pasti sekolah sudah mendapatkan kabar bahwa saya akan segera berlabuh bulan Januari nanti. Oh, iya! Saya juga sih harus mengurus surat pindah sekolah juga!”


Benar-benar banyak hal yang merepotkan, tetapi itu semua demi mencapai sebuah impian di depan. Pasti akan ada jatuh bangun untuk mencapai sebuah impian, mana ada yang tiba-tiba mampu mencapai impian itu sendiri. Mungkin ada, hanya kemungkinan kecil dari banyaknya peluang.

__ADS_1


Ceklek!


Panggilan diangkat dari seberang. Bryan membuka suara terlebih dahulu. “Halo! Reza, yaa? Saya akan berbicara dahulu! Menurut Cahyo, kau sudah meneken kontrak awal di AS Trencin?”


Reza sedikit terkejut. Lagipula kabar tentang meneken kontrak benar-benar secepat itu sampai di telinga kepala sekolah Cahyono dan sekaligus merangkap sebagai Penanggung Jawab klub sepakbola.


Reza menarik nafas dalam-dalam kemudian dihembuskan. “Ya, Pak. Maaf jika saya melakukan keputusan sepihak.” Reza cukup ragu jika jawaban mengenakkan akan didengarnya.


Dari seberang, Bryan tertawa begitu lugas tanpa hambatan. Setelah puas tertawa beberapa detik, dia melanjutkan. “Sepihak? Mana ada, itu kan keputusanmu. Cahyo sebagai Penanggung Jawab klub yang dipilih langsung oleh federasi juga hanya bisa mengirimmu dengan doa.”


“Dan … sepuluh ribu Euro benar-benar masuk di pendapatan klub, sialan!” lanjutnya dengan nada kesal tapi cukup senang.


Reza sedikit bergidik. “Wah! Secepat itu masuk nilai awalku? Benar-benar tak terduga! Yaa … berarti mereka benar-benar bersungguh-sungguh atas karirku.”


Bryan Adams kemudian terdiam sejenak. Beberapa waktu di antara keduanya saling terdiam tanpa suara Hanya ada suara latar belakang dari lingkungan saja yang terdengar. Bryan dengan suara latar riuhnya suasana sekolah saat istirahat. Sedangkan Reza suara lingkungan rumahnya yang agak ramai.


Hingga Bryan kembali berbicara dengan cukup serius. “Lebih baik kau menjadi klienku. Akan saya urus segalanya yang bersangkutan dengan kepindahanmu ke sana!” Dengan serius, membuat Reza cukup antusias. “En … kemudian saya hanya meminta komisi 5% dari gajimu. Nilai awal kontrakmu itu tidak termasuk untuk sekarang,” lanjutnya.


Reza beranjak dan segera masuk ke dalam rumah. Dia menutup pintu sambil terus terdiam.


“Sekolah dan tempat tinggal. Saya butuh itu di sana, tak mungkin kan saya yang sebagai pelajar tiba-tiba berhenti begitu saja.”


Dari seberang, Bryan kembali tertawa. Setelah tertawa puas, dia. melanjutkannya. “Haa … itu mudah. Jaringanku sudah berada di mana-mana! Ada lima klienku yang berkancah di Eropa, ada tiga klien yang berkancah di Asia khususnya seperti Jepang!”


“Jadi … andalkan agen ulung ini. Agen ini akan memperlancar impianmu, yaa, untuk sisanya tergantung kamu sendiri!”


Setelah keduanya berbincang-bincang pembahasan hal-hal yang bersangkutan dengan kemudahan Reza dalam berkancah di Eropa. Seperti terasa mimpi, akhirnya Reza akan menginjakkan kakinya di Benua Biru nanti saat transfer musim dingin terbuka.


Reza kemudian menelpon Fajar. Namun, seketika dia urungkan. Dia mengingat bahwa ini masih waktu efektif pembelajaran. Dia tak mau mengganggu waktu belajar Fajar.


Di tengah kebosanannya, akhirnya Reza mulai melihat status antarmuka miliknya.


Status antarmuka yang sudah lama tak dia buka seperti benar-benar menandakan demikian. Pada layar hologram bagian sudut atas terdapat jaring laba-laba, begitupun di beberapa titik.

__ADS_1


“Siste– Ah! Namamu akan menjadi Kiper saja!”


...[Kiper siap melayani Tuan Rumah!]...


Sudah berapa bulan bersama sistem, baru menamainya sekarang. Itu sungguh terlalu.


Reza kemudian melihat jaring laba-laba pada layar hologram mulai menghilang. Dia berpikir bahwa ini adalah kode dari sistem itu sendiri bahwa Reza tak memerhatikan hal yang membuatnya bisa menjadi seperti saat ini.


“Kip, kira-kira apa tidak ada seperti menu pembelian gitu? Seingat apa yang saya pernah baca dulu, ada gituannya!”


Reza awalnya berpikir sistem pada dirinya sangat jadul dan tak memiliki teknologi demikian. Namun, dia juga tak ingin serakah akan hal itu. Lagipula kartu Atribut Lev Y. membuatnya bisa menjadi kiper andal saat ini.


...[Fitur {Shop} hanya dapat terbuka pada suatu kondisi tertentu]...


Bagai mendapatkan jerami di dalam tumpukan jarum, situasi yang begitu membahagiakan benar-benar terdengar. Entah persyaratan apapun itu, tetapi selama akan ada kondisi menu {Shop} muncul sudah sangat beruntung.


...[Misi terpicu!]...


...[Menurut pengamatan Kiper, Tuan Rumah sedang memajukan karirnya ke Eropa, tepatnya AS Trencin di liga Slovakia.]...


...[Maka dari itu, debut gemilang harus didapatkan oleh Tuan Rumah!]...


...[Hadiah :]...


...[- Kepercayaan klub AS Trencin kepada Tuan Rumah sebesar 80%]...


...[- Pada kondisi tertentu, kontrak profesional bisa tercapai.]...


...[Hukuman : Ada tidaknya, Kiper tidak peduli.]...


...[Waktu dimulai misi : Pada 10 Februari 2023 saat AS Trencin tandang ke kandang Dukla Banska Bystrica]...


Tiba-tiba saja Reza mendapatkan misi yang sebenarnya menurutnya itu seperti mustahil. Lagipula dia akan sulit beradaptasi di Eropa dan kemungkinan besar dimainkan lebih awal akan kecil.

__ADS_1


...[Tuan Rumah pesimis? Dasar!]...


Bagai dihujani pedang di seluruh tubuhnya, Reza benar-benar tertohok akan perkataan sistem.


__ADS_2