Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 63 - Tes Medis dan Kontrak Agen


__ADS_3

Setelah pertandingan yang melelahkan fisik dan mental, para pemain SMA Harapan segera pulang ke penginapan mereka dan rencananya besok akan balik ke Palu.


Rencananya juga Reza akan melakukan tes medis di Palu, karena dari email klub yang perantara oleh Pencari Bakat Radko, Reza harus segera tes medis di Rumah Sakit Umum Palu agar hasil tes medis segera dikirim ke sana melalui email juga.


Jika hasil tes medis sangat memuaskan, klub AS Trencin akan segera mengumumkan ke media tentang kedatangan pemain baru pada transfer musim dingin dengan atas nama Reza Kusuma dari Indonesia sebagai kiper.


Reza tentunya akan senang dengan hal itu. Maka beberapa persen kecil pamornya mungkin saja akan naik. Pamornya saat ini menyentuh 32%, dan itu masih sangat lama untuk benar-benar penuh.


Di kamar penginapan Reza. Di sana ada Bagus yang sedang mencatat sesuatu. Karena hari masih sore menjelang malam, maka beberapa pemain hanya beraktivitas masing-masing.


Pelatih Sofyan sendiri memang berniat mengistirahatkan anak didiknya. Dia tidak mau fisik dan mental anak didiknya akan tergerus oleh serangan gila dari tim milik Saktiawan yang mengandalkan serangan mental tersebut.


“Kak … kira-kira gimana yaa, jika di media ada berita seperti ini ‘Jebolan Youth Tournament, seorang kiper muda berlaga di Eropa!’. Menurut Kakak …?”


Reza bertanya sambil berbaring di ranjangnya tanpa melihat Bagus yang memang sedang fokus menulis sesuatu di atas meja kecil.


Bagus menoleh sejenak Reza sebelum dia sedikit menghela nafas. “Saya rasa itu ajaib. Mari kita tunggu siapa yang bisa seperti itu,” jawab Bagus dengan senyuman misterius.


Beberapa alasan, Bagus telah mengetahui adik juniornya itu dikontrak awal oleh klub AS Trencin dari eropa atau lebih khususnya liga Slovakia. Bagus sendiri tidak masalah, malah dia berharap adik juniornya akan bisa beradaptasi di sana.


“En …”


***


Keesokan harinya, Reza dan teman-temannya pulang menggunakan pesawat. Entah mengapa, pihak sekolah ingin segera memulangkan mereka dan tak ingin 15 jam perjalanan darat memakan waktu.


Pesawat hanya menggunakan waktu sejam lebih saja. Itu efisensi waktu yang kuat.


Setelah menunggu sekitar sejam lebih di udara, akhirnya pesawat mendarat di bandara Mutiara Sis Al-Jufri. Seluruh tim turun yang segera menarik atensi banyak pengunjung di bandara.


Tanpa memerdulikannya, segera mereka pulang menuju rumah masing-masing untuk istirahat sehari Senin ini. Maka mereka wajib datang sekolah besok Selasa tanpa terkecuali.


Reza sendiri bisa memanfaatkan waktu ini untuk segera melakukan tes medis bersama perantara klub di Palu.


Reza bersama perantara klub yang bernama Luthfy Ardhani, dia ada pria berusia 40 tahunan dan bertugas sebagai perantara pemain kontrak awal untuk melakukan tes medis di negara asalnya.


Memasuki rumah sakit untuk melakukan tes medis. Reza sedikit canggung bersama Luthfy, karena tak ada pembicaraan apapun hingga sampai di ruangan melakukan tes medis dalam dunia sepakbola.

__ADS_1


Reza memasukinya setelah dipersilahkan oleh Luthfy. Di dalam, seorang dokter sedang duduk di belakang mejanya untuk menunggu pasiennya melakukan tes medis yang sudah diarahkan oleh klub AS Trencin.


“Kamu kiper itu?”


Setelah Reza mengangguk, dia pun diajak dokter itu untuk ke pintu lain yang berada di ruangan itu. Ketika dokter bernama Ahmad membuka pintu dan memperlihatkan isi ruangan, seketika Reza takjub.


Alat-alat medis dengan beberapa treadmill telah menghiasi ruangan itu.


Setelahnya, Reza dicek segalanya pada tubuhnya. Mulai dari fisiknya, kesehatannya dan lain sebagainya.


Klub tidak ingin kontrak awal mereka akan sia-sia dan diputus hanya karena pemain itu sakit-sakitan.


Setelah beberapa jam melakukan segala prosedur tes medis, Dokter Ahmad tersenyum ramah. Dia baru melihat pemain bola yang didatangkan padanya benar-benar sehat secara fisik dan mental tanpa kekurangan yang cenderung merugikan pemain serta klub itu sendiri.


“Fisik dan mentalmu bagus. Tinggimu seratus delapan puluh tiga centimeter membuat kau terlihat seperti bukan anak seumuran. Namun … intinya kau sehat!”


Mendengar hal itu, Reza semakin yakin bahwa klub AS Trencin tak akan kecewa kepadanya. Kesempatan untuk debut gemilang pun semakin tinggi.


Keluar dari ruangan, Reza dan Dokter Ahmad disambut Luthfy dan juga Agen Bryan Adams.


“Ha?”


“Ku akan membawanya,” ucap Reza dalam bahasa yang tak dimengerti Reza.


‘A–Apa?! Itu … bahasa Slovakia kah?’ pikir Reza sambil mengikuti Bryan.


Reza dan Bryan menuju kantin rumah sakit untuk membahas beberapa hal.


Di sana, Bryan langsung ke intinya yang membuat Reza sedikit terkejut. Dia tidak menyangka kontrak bersama agen didepannya akan terjalin erat.


Dengan tanda tangan wali atas nama Citra, dan juga pemain itu sendiri. Kontrak agen dengan beberapa persyaratan seperti 5% dari gaji akan didapatkannya, beberapa sponsor dan lain sebagainya.


Kemudian 7% tanda tangan kontrak disebuah klub akan menjadi gajinya. Itu tak termasuk tanda tangan kontrak awal bersama AS Trencin. Nantinya tanda tangan kontrak profesional, maka agen wajib mendapatkan nilai 7% itu.


Kontrak ini berjalan sampai batas waktu yang tak ditentukan. Tapi ada keuntungan bagi Reza, jika sudah dua tahun bersama menjalin kontrak agen, dia bisa saja memutus kontrak sepihak tanpa tanggungan lainnya.


“Ini …”

__ADS_1


“Segera tanda tangan atas nama pemain itu. Saya sudah mendapatkan tanda tangan ibumu. Jika kau tidak percaya, hubungilah ibumu!”


Mendengar itu, Reza segera menghubungi ibunya. Dengan beberapa kalimat percakapan, akhirnya Reza mempercayai tanda tangan milik ibunya itu.


Sekarang tanpa berpikir panjang lagi, Reza meletakkan ujung pena di atas area untuk tanda tangan miliknya. Dia berpikir, jika tanda tangannya tercantum di kertas kontrak itu, maka tak ada kata kembali lagi ke depannya dan akan maju terus.


“Baiklah.”


Tanda tangan yang indah pun tercantum dalamnya. Hal itu membuat Bryan tersenyum puas, dia akhirnya mendapatkan klien yang ke-tiga belas.


Setelah tanda tangan pemain itu, maka semua tentang kontrak agen pun berakhir. Maka Reza akan mendapatkan agen pertama baginya, agen yang menurutnya sudah terbaik untuk kelasnya saat ini.


Reza dan Bryan pun kembali ke tempat Dokter Ahmad. Di sana Luthfy sudah menunggu dengan map coklat di tangannya.


“¹Toto pre vás,” ucap Luthfy dengan bahasa Slovakia.


Tahu akan Bryan yang paham, dia tak ragu berkata dalam bahasa aslinya.


Bryan pun yang ingin menerjemahkan kata itu kepada Reza, tiba-tiba terkejut atas jawaban Reza.


“²Dobre.” Reza menjawabnya dengan bahasa Slovakia yang sangat kaku, tetapi masih bisa dipahami.


“Kau sudah bisa, yaa?” Dalam bahasa Inggris, Luthfy bertanya.


“Sedikit,” balas Reza sambil menggaruk kepalanya.


Mendengar hal itu, Bryan semakin yakin bahwa Reza ingin segera membela klub barunya tersebut.


Kemudian Reza mengambil map coklat itu. Di dalamnya akan terisi salinan dari rekam medis bagi Reza. Itu akan menjadi bukti jikalau pihak klub memainkan hal-hal kecil untuk Reza.


Namun, bagi Reza, klub tak mungkin melakukan hal aneh selama dia menunjukkan prospek bagus.


...----------------...


Catatan kaki :


¹Toto pre vás \= Ini untukmu

__ADS_1


²Dobre \= Baiklah


__ADS_2