Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 65 - Rekap Setengah Musim


__ADS_3

Hari demi hari Reza jalani, latihan yang dia hadapi tak membuatnya gentar. Beberapa pertandingan diakhir setengah musim ini terus dijalankan tanpa henti hingga akhir November.


Sejak diumumkan kontrak awal untuk dirinya, dia juga perlahan mulai mendapatkan penggemar setia. Dengan pengikut sebanyak lima puluh ribu lebih, beberapa postingannya juga semakin terus direspon positif. Reza selangkah menuju ketenaran.


Kemudian, hari yang ditunggu-tunggu oleh semua murid di seluruh Indonesia, pada awal Desember, ujian semester akan dijalani oleh para murid. Reza tentunya harus mendapatkan nilai terbaik agar saat kepindahannya tak bermasalah dalam perolehan nilai akhir.


Di bulan Desember ini, tak ada yang istimewa dalam perjalanan Reza. Dia hanya belajar dan terus belajar, kemudian sesekali latihan walau hanya beberapa menit agar otaknya juga masih dapat dipakai saat ujian semester.


Di bulan Desember ini juga fase Piala Dunia berada menuju puncaknya. Dari pertengahan November hingga laga final tanggal 18 Desember.


Reza yang mengikutinya juga terus memberikan dukungan pada tim kesayangannya –Jepang, meski harus gugur di babak 16 besar– sambil bermimpi kelak Indonesia benar-benar berada di panggung itu menemani tim Asia lainnya, setidaknya bisa menginjakkan kaki di fase grup.


Reza juga tak terlalu berharap jika kelak tercapai mimpinya, bisa saja Indonesia akan jadi gudang tempat penyimpanan gol dari tim lawan.


Melihat keadaan tim Indonesia sekarang, setidaknya Piala Dunia 4 tahun mendatang bisa saja berkesempatan walau sekecil apapun. Apalagi … Reza begitu yakin dengan dirinya 4 tahun berjalan ke depannya. Dia bersama sistem dan bersama tim Indonesia, Garuda Asia akan mengguncang dunia dan mencetak sejarah baru.


Pada tanggal 5 Desember, Reza saat ini berada di kelasnya sedang dalam pemikiran mendalamnya. Ujian Matematika, dengan soal berbentuk esai berjumlah 20 nomor.


“Sstt … nomor lima belas bagaimana?” bisik Haikal dari belakang.


Reza yang mendengar itu menutup telinganya sejenak menandakan dia tak terima pertanyaan sedikitpun. Alhasil Haikal hanya mendengus kesal melihat sikap Reza yang acuh tak acuh terhadap bisikannya.


Reza terus menjawab soal hingga seketika mata pensilnya patah yang membuatnya sedikit berteriak.


“Eh! Ma–Maaf, Bu Guru! Mata pensil saya patah dan kaget sendiri, hehe~”


Melihat seorang guru wanita yang mengawas menatapnya tajam, membuat Reza langsung melakukan klarifikasi lebih awal agar tak bermasalah.


***


Pada tanggal 12 Desember, berakhir pula ujian mereka. Para murid sekarang hanya menunggu nilai atau juga memperbaiki nilai mereka yang belum tuntas pada masing-masing guru bidang studi.


Reza sendiri saat ini sedang berkomunikasi dengan agen Bryan.


“Pak! Tak lama lagi …”

__ADS_1


Bryan mengangguk ringan sembari menyeruput teh hangat di cangkirnya. Reza yang melihat itu hanya bisa menghela nafas, minuman itu adalah yang paling dia benci dan sekarang secara tak langsung disindir.


“Heh … orang sepertimu tak suka teh? Agak lain-lain,” celetuk Bryan.


Celetukan itu membuatnya tersedak sesaat dia menenggak sebotol minuman isotonik bernutrisi penambah stamina tubuh. Dia lebih suka itu, lagipula minuman itu adalah baterai baginya dalam suatu pertandingan.


Dan saat ini, SMA Harapan seperti sudah tak terkejar lagi pada perolehan klasemen di pertengahan musim.


22 pertandingan sudah dilaksanakan dan dengan kemenangan 18 kali serta 4 kali seri. Kemenangan besar, tetapi 4 laga terakhir mengalami kebuntuan mengejutkan. Hal itu membuat beberapa spekulasi dari para penggemar menyatakan SMA Harapan sedang kehabisan bahan bakar.


Laga setelah melawan SMA Jaya Bangsa, saat itu Reza dan teman-temannya menjamu SMAN 1 Palu. Bertanding di hadapan penggemar sendiri, SMA Harapan harus ditahan seris tanpa tercipta gol.


Kemudian angka seri ketiga diraih oleh SMA Harapan saat tandang ke SMKN 2 Palu. I Nyoman dan teman-temannya menahan seri tanpa skor sama halnya seperti sebelumnya.


Seminggu kemudian, SMA Harapan menjamu SMKN 1 Palu. Saat itu, Reza dan teman-temannya telah unggul 1-0. Namun, kesalahan lini belakang, pelanggaran tercipta hingga terjadi penalti. Reza mampu menebak arah ditendangnya bola, tetapi jangkauannya tak bisa. Penalti itu benar-benar menargetkan sudut atas gawang. Alhasil skor 1-1 terjadi dan hasil seri ke empat bagi SMA Harapan.


Para penggemar berharap setengah musim selanjutnya yang berlangsung Januari nanti bisa segera mendapatkan kemenangan lagi. Namun, ada satu yang mereka sayangkan.


Kesedihan mendalam bagi mereka ketika Reza akan segera pindah dalam kontrak awal ke AS Trencin. Itu sebenarnya pencapaian terbesar Youth Tournament, khususnya tim SMA Harapan. Namun, penggemar menjadi khawatir terhadap tim SMA Harapan saat ini.


“Klub meminta kamu paling lambat berada di sana sebelum liburan musim dingin berakhir. Pertandingan pekan ke sembilan belas pada tanggal 11 Februari kemungkinan debutmu terjadi.


Karena masih kontrak awal, maka istilah debut profesional bagimu hanya setengahnya. Jika kamu sudah dipercaya dan meneken kontrak profesional, debut profesional penuh akan datang!”


Reza saat ini sejenak termenung. Segala hal tentang perjalanannya hingga diminati dan tanda tangan kontrak awal bersama AS Trencin kembali teringat.


Bermula dari SD yang menjadi kiper terpercaya walaupun banyak kebobolan, kemudian beranjak ke SMP, Reza harus menghadapi bully-an terhadap dirinya yang sebagai kiper terlalu buruk performanya.


Setelahnya, Reza saat itu yang agak depresi, mendapatkan kehidupan cerahnya kembali. Sebuah berkah datang entah dari mana, sosok entitas yang disebut Sistem tiba-tiba datang dan langsung memberikan kemampuan menakjubkan.


Mulai dari itu lah Reza menjadi seperti sekarang. Dia telah melangkahkan kakinya ke karir yang lebih maju dengan segala macam cobaan menghadangnya.


“Melamun membuatmu mati.”


“Huergh!” Reza tersedak kembali.

__ADS_1


Dia menatap agen Bryan yang menutup mulutnya menggunakan telapak tangan sambil tubuh bergetar menahan tawa.


“Oh, iya! Sesi foto bersama klub baru juga sesaat kau telah datang di sana. Saya akan mendampingimu sementara waktu hingga kau bisa mengurus sisanya.


Saya hanya akan mengurusnya dari balik layar membantumu sebisa dan sekuat mungkin. Beberapa sponsor atau apapun yang tertarik, akan saya hubungi segera setelah datang hal itu.”


Penjelasan dari agen Bryan membuat Reza menganggukkan kepalanya. Dia kemudian beranjak dari kursinya dan berjalan menuju salah satu tempat sampah yang tak jauh dari meja kafe mereka.


Reza membuang botol bekas minuman isotonik, setelahnya dia berpamitan kepada agen Bryan untuk dia menemui teman-teman setimnya.


Laga ke dua puluh dua adalah yang terakhir bersama mereka. Reza akan segera merangkak naik mencapai karir yang lebih maju bersama salah satu pemain asal Palu juga, Witan.


Dia bertemu teman-temannya yang saat ini berada di kantin sekolah. Satu tim sepakbola itu berkumpul bercanda ria setelah ujian semester selesai.


Reza mendekati mereka, dia berdiri di ujung meja panjang itu. Reza menoleh ke sisi kiri dan kanan meja. Di sana, semua teman-temannya terdiam menunggu hal yang ingin dikatakan Reza.


“En … saya akan–”


Sebelum selesai berkata, Bagus segera memotongnya. “Ayolah, Za! Tidak perlu canggung gitu. Ayo! Kita bersenang-senang untuk melepas kamu dari tim ini. Tentu kamu akan menjadi legenda di tim ini!”


Apa yang dikatakan Bagus tak serta-merta adalah sebuah kebenaran. Dia pasti akan selalu dikenang di klub sekolahnya saat ini. Apa yang dia perjuangkan, apa yang dia raih telah membuat tim ini menjadi tak terkalahkan selama setengah musim.


Pencapaian yang tak pernah mereka raih sejak pertama kali terbentuk klub sepakbola ini.


“Terima kasih semuanya, mulai sekarang, mari kita meniti karir terbaik kita. Semoga kita akan bertemu kembali sebagai rival atau rekan di masa depan!”


Sambil mengangkat segelas kopi di tangannya, Reza segera menyerukan untuk bersulang sederhana. Sontak semuanya menyeru bahagia dan segera Bersenang-senang diakhir sekolah saat itu.


Tentunya keesokan hari mereka akan bertemu kembali, tetapi euforia pelepasan ini tak akan seramai yang pertama.


...----------------...


...Arc 4 Start...


...Match In Slovakia...

__ADS_1


__ADS_2