Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 45 - Konferensi Pers Pasca Pertandingan


__ADS_3

Reza saat ini bersama Iqbal dan juga pelatih Bima menuju suatu ruangan. Dari pintu depannya saja sudah terlihat begitu banyak orang berkumpul untuk menunggu konferensi pers dimulai.


“Kita lewat pintu samping.” Pelatih Bima mengajak kedua pemain pentingnya tersebut.


Ketiganya menuju pintu samping, di sana sudah ada beberapa staf stadion dan juga staf kepelatihan yang menyambut kedatangan mereka. Melihat bahwa konferensi pers pasca pertandingan akan segera dimulai, ketiganya segera membuka pintu kayu dengan ukiran indah tersebut.


Saat ketiganya memasuki ruangan, sontak cahaya dan juga suara kamera saling bersahutan. Cahaya dari kamera begitu menyilaukan mata. Ketiganya menuju panggung atau titik tertinggi di antara semua orang.


Ketiganya duduk dalam siap saling berjejer. Pelatih Bima sendiri berada di tengah dan Reza serta Iqbal di kanan-kirinya. Karena tak ada suara dari pelatih Bima, sontak para wartawan berita mulai terdiam untuk memberi ruang bagi pelatih Bima membuka konferensi pers pasca pertandingan.


“Oke, saya rasa kali ini akan ada sesuatu yang menarik. Baik, sesuai permintaan kalian para wartawan, tanyakan apa yang kalian ingin tahu dari pertandingan kali ini atau saat melawan Malaysia nantinya.


Ingat! Dibatasi sebanyak lima pertanyaan untuk kali ini.”


Ketika pelatih Bima selesai berkata, sontak hampir semua wartawan dan para jurnalis itu mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Mereka seperti saling berebut untuk menanyakan hal yang akan membuat paling tidak mereka dinaikkan gaji sebab mendapatkan berita menarik.


“Oke, anda dari TVSatu.” Tunjuk pelatih Bima pada wartawan paling depan.


Wartawan itu pun senang. Dia pun dengan segera menyiapkan pertanyaannya dan merekam apapun yang keluar dari mulut pelatih Bima, khususnya bintang baru Indonesia U-17, yaitu Reza Kusuma.


“Saya akan bertanya, bagaimana kesiapan tim dalam melawan Malaysia pada laga terakhir, kemudian apakah bintang baru itu mampu membuat kejutan baru lagi?”


“Wah … pertanyaan menarik. Baik akan saya jawab. Kesiapan kami telah matang, kami yakin untuk setidaknya meraih hasil seri. Namun, kami haus akan kemenangan, kesiapan kami sangat matang.


Untuk selanjutnya, mungkin Reza Kusuma sendiri yang akan menjawabnya.” Pelatih Bima melirik Reza di sisi kanannya.


Reza sendiri sedikit gugup. Ini pertama kalinya ia berada pada suatu konferensi pers. Sebelumnya setiap konferensi pers pasca pertandingan, hanya ada pelatih Bima dan juga Iqbal sang kapten tim. Namun, kali ini Reza mengikutinya.


Reza kemudian sedikit berdehem. Dia mulai membuka suara, sementara para wartawan yang merasa terwakili atas pertanyaan wartawan TVSatu pun segera menyiapkan buku kecil untuk menyimpan apa yang dikatakan Reza.

__ADS_1


“Hmm … bintang baru, ya? Saya rasa julukan itu tak begitu buruk. Nah, lagipula saya sendiri telah menunjukkan kejutan demi kejutan. Kalian bertanya, apakah saya akan menunjukkan kejutan baru?


Itu sih jelas. Akan ada kejutan lagi. Namun, tentunya saya tidak akan mengungkapnya disini. Saya masih fokus untuk berlatih dan menyiapkan segalanya. Saya 'kan masih pemain biasa dan masih butuh banyak pengalaman.


Euum … saya rasa cukup jawaban dari saya.”


Reza menjelaskannya dengan begitu lantang dan tak ada keraguan dari perkataannya. Para wartawan pun sejenak terdiam untuk mencerna penjelasan Reza yang terdengar mampu menyihir mereka.


Rasa penasaran. Itulah yang mereka rasakan dari perkataan misterius Reza tentang kejutan apakah itu.


Kemudian para wartawan kembali mulai mengangkat satu persatu tangan mereka. Pelatih Bima pun menunjuk siapa yang berhak memberi pertanyaan kali ini.


“Anda dari Indonesian News.”


Wartawan tersebut segera menyiapkan pertanyaannya. Kali ini benar-benar khusus untuk Reza seorang saja.


“Menurut rumor, anda sedang diminati beberapa tim di Indonesian Super League, apakah anda tahu itu?”


Pelatih Bima berbisik, “Memang benar. Katanya Persib dan juga Persija berminat mendatangkanmu musim transfer Januari nanti. Nilai jualmu meningkat, loh!”


Reza sendiri terkejut. Informasi sepenting itu untuk dirinya sama sekali tak terdengar langsung. Reza kemudian menatap wartawan yang menanyainya.


“Entahlah, saya juga masih masuk dalam skuad utama Youth Tournament sektor Sulawesi Tengah di tim SMA Harapan. Jadi … saya masih belum terpikirkan hal itu.”


Akhirnya Reza hanya memberikan jawaban menggantung. Dia sendiri bingung harus menanggapi bagaimana. Dia masih ingin segera mengulik apapun tentang dirinya dari luar sana. Entah itu masalah diminati atau apapun.


Kemudian setelahnya, seorang wanita berambut pirang dengan cekatan mengangkat tangan mendahului belasan wartawan lainnya.


“Ya, anda. Dari … Triple-A News? Ah! Media asal Inggris?!”

__ADS_1


Wanita berambut pirang itu terlihat sangat menawan. Dia pun segera menanyai Reza dalam bahasa Inggris yang begitu fasih.


“Menurut rumor dari kami wartawan magang asal media luar, katanya anda sedang diminati sebuah klub di Inggris.”


Sontak para wartawan mulai ribut. Sebuah rumor gila, bagaimana bisa kiper yang baru berkancah dan debut dalam Indonesia U-17 saja sudag diminati klub luar Indonesia. Itu sangat ajaib dan hampir mustahil.


“Anu … saya tidak tahu menjawabnya bagaimana. Namun–”


“Baiklah, sepertinya kalian membingungkan anak didikku. Dia untuk saat ini belum terpikirkan rumor apapun itu. Dia sendiri masih fokus di Youth Tournament nya dan juga untuk saat ini pada tim Indonesia U-17!”


Pelatih Bima dengan begitu mudah menginterupsi Reza dan membungkam para wartawan yang mulai sedikit ramai. Tanpa aba-aba pamit, pelatih Bima dengan segera berdiri.


“Untuk konferensi pers pasca pertandingan kali ini berakhir. Sepertinya pertanyaannya terlalu membebani anak didikku.”


Pelatih Bima segera mengajak Reza dan juga Iqbal untuk segera beranjak pergi. Para wartawan pun hanya diam. Mereka merasa bersalah juga, terlalu banyak rumor yang ditanyakan dan itu juga belum tentu benar adanya. Hanya rumor.


“Huft … rumor, yaa? Kenapa aku tidak katakan kebenarannya,” gumam wartawan magang, wanita berambut pirang tersebut.


Dia pun segera beranjak meninggalkan ruang konferensi pers. Wanita itu menuju keluar stadion sambil terus menatap smartphone nya.


Kembali ke Reza, Iqbal dan juga pelatih Bima menuju ke bus para pemain. Di sana tentunya semua pemain sedang menunggu ketiganya dalam melakukan konferensi pers.


“Ah, kalian berdua akhirnya datang!” Nabil Asyura menghembuskan nafas leganya.


“Oh, iya! Gimana debut konferensi pers nya?” lanjut Nabil seraya merangkul Reza.


Reza sendiri hanya menghela nafas. Konferensi pers itu benar-benar membebani pikirannya. Dia memikirkan segala rumor yang dikatakan para wartawan. Dia juga sebenarnya ingin debut profesional, tetapi rasanya masih terlalu dini. Lagipula dia masih harus bersama rekan-rekannya di SMA Harapan pada Youth Tournament.


“Oke, lusa kita akan tanding dengan Malaysia. Itu … intinya kita harus tetap fokus. Taktiknya dan rotasi pemain akan saya bicarakan besok saja. Entah mengapa saya merasa tidak harus seperti saat pra-pertandingan Palestina.

__ADS_1


Saya masih optimis dan yakin kalian mampu menghadapi Malaysia yang memenangi pertandingan melawan Guam dengan skor 8-1.”


Alhasil bus pun berangkat dan menuju asrana para pemain untuk memberikan kesempatan beristirahat nantinya.


__ADS_2