Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 164 - Puncak Panggung Dunia!


__ADS_3

Pertandingan Indonesia menghadapi Belanda telah usai, Indonesia berhasil mengukuhkan kemenangan secara tipis dengan skor 1-0 untuk kemenangan bagi Reza dan kawan-kawannya.


Semua itu tentu perlu perjuangan yang berat, dan … Akhirnya mereka pun telah sampai pada titik akhir panggung dunia.


Titik akhir panggung dunia yang mereka impikan saat kecil dahulu, sekarang mereka berdiri di atasnya membela negara tercinta mereka demi sebuah piala bergengsi bagi persepakbolaan di dunia.


Piala dunia, adalah piala yang jelas diimpikan banyak orang di seluruh dunia, mereka sangat ingin membela negaranya demi mengangkat piala ini diakhir panggung dunia nantinya.


Sementara itu, semifinal lainnya yang mempertemukan antara Jepang dan juga Korea Selatan berakhir dramatis, banyak pelanggaran yang membuahkan total 12 kartu kuning dengan masing-masing memegang 6 kartu kuning.


Kemudian pertandingan tak berakhir di 90 menit pertama saja, masih harus sampai babak adu penalti lagi.


Di saat babak adu penalti inilah momen paling emosional terjadi, kesedihan bercampur kesenangan mampu membuat seisi stadion tempat berlangsungnya laga ini benar-benar terasa berbeda.


Semuanya, semua pendukung Korea Selatan bersedih, tangisan mereka memenuhi stadion dibarengi teriakan kesenangan oleh para pendukung Jepang.


Untuk pertama kalinya dalam sejarah piala dunia, dua tim asia bersanding dalam puncak piala dunia, ini adalah sejarah baru yang mampu mengejutkan banyak pihak tanpa terkecuali.


Sementara itu, di pusat pelatihan tim nasional Indonesia, saat ini mereka sedikit berbahagia, tidak, bahkan sangat bahagia karena telah memegang tiket emas final.


Semua perjuangan mereka tidak sia-sia, semuanya terbayarkan dengan bisa bersanding bersama tim lain pada akhirnya di panggung dunia.


Dan, Indonesia juga merasa bahagia, jika walaupun mereka kalah nanti, tetapi Jepang masihlah tim Asia, sehingga untuk pertama kalinya juga, piala dunia selesai dengan pemenang baru dari regional Asia mau bagaimana pun skenario yang terjadi.


“Kalian, Jepang itu juga sudah naik tingkat dari empat tahun lalu, mengalahkan Korea Selatan dengan skema adu penalti yang cukup menjanjikan,” ucap Reza sambil terus bergerak.


“Ya, begitulah, kita juga jangan lengah hanya karena Jepang itu tim Asia, di stadion SoFi nanti kita buktikan!” sahut Witan.


“Semuanya! Kemari ….” Pelatih Tae-yong memerintahkan anak didiknya untuk berkumpul.

__ADS_1


Semuanya berkumpul dan berbaris rapi menghadap ke Pelatih Tae-yong, menunggu arahan seperti apa yang akan diberikan oleh pelatih paling revolusioner di tim nasional Indonesia ini.


“Saya kecewa saja dengan pertandingan sebelah yang mempertemukan Korea Selatan dan Jepang, saya ingin menunjukkan kepada negara saya di final nanti bahwa burung Garuda bisa terbang tinggi!”


Para pemain hanya terdiam, sepertinya Pelatih Tae-yong sangat ingin sekali bahwa final itu terjadi dengan mempertemukan antara Indonesia dan Korea Selatan. Semua skenario yang dibentuk Pelatih Tae-yong untuk mencoba menjatuhkan negaranya dalam sepakbola hancur lebur.


“Hmm … Bagaimana jika setelah final ini, kita bentuk FIFA Matchday dengan sistem turnamen kecil, mempertemukan empat besar piala dunia?” usul Reza mencoba menenangkan Pelatih Tae-yong yang agak kecewa untuk saat ini.


“Ah, begitu, ya? Untuk sementara, kita tidak usah perlukan, saya juga meski kecewa, ya, tetap fokus kepada kalian untuk menghadapi Jepang!” jawab Pelatih Tae-yong.


Semuanya pun bergumam dalam hati kecil mereka, ‘Baguslah, mood Pelatih Tae-yong membaik.’


***


Hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh dunia, semuanya memfokuskan perhatian mereka pada pertandingan super penting antara Indonesia dan Jepang di final piala dunia.


Semua kekuatan akan diterjunkan, Indonesia dengan berbagai macam sayap-sayap ganas dan agresif mereka, kemudian Jepang dengan sistem pantang menyerah mereka hingga Samurai Biru ini sangat layak berdiri di medan pertempuran.


Ketika Ultras Garuda yang memakai kostum hitam-hitam menggila bertemu dengan La Grande, bagian suporter lainnya yang juga terus menyuarakan yel-yel mereka dengan kostum merah-putih.


Ketika suporter Jepang yang berjulukan Samurai Biru, mereka juga tak kalah menyuarakan yel-yel penuh antusias, bersanding bersama Ultras dan La Grande benar-benar situasi yang panas.


Tak ada yang bisa mengatakan apa-apa, ini adalah fenomena sepakbola terbaik dan paling memorial dalam sejarah dunia.


Ketika kedua kesebelasan memasuki lapangan, teriakan meriah meledak dari seisi stadion yang membuat bulu kuduk berdiri tegang, Reza sendiri hanya bisa menelan ludahnya secara kasar, perasaannya benar-benar tak bisa berkata-kata lagi.


Semua kejadian ini, akan menjadi sejarah baru, Indonesia dengan skuad utamanya yang terkenal akan kecepatan diturunkan, kemudian Jepang dengan skuad utamanya yang juga terkenal akan kecepatan serta keuletan mereka benar-benar diturunkan secara penuh.


Pertempuran mental telah terjadi, ketika lagu kebangsaan dari keduanya dinyanyikan, stadion menggema, jika diukur dalam ukuran suara desibel (dB), maka ini sudah terukur kira-kira 135 desibel yang bisa-bisa rekor dunia baru lagi.

__ADS_1


“Amjir, kuat, ini kuat sekali! Gendang telinga berdengung!” gumam Reza.


Sementara itu, rekan-rekannya sendiri juga hanya bisa terus menyanyikan lagu kebangsaan, ketika lagu selesai, ukuran suara tiba-tiba naik hingga 137 karena sorakan dan tepukan tangan dari para pendukung.


Lagu kebangsaan Indonesia Raya selesai, dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Kimigayo dari Jepang dikumandangkan.


Tak begitu berbeda, seruan dari para penonton juga membuat benar-benar stadion ini sangat bising.


“Reza? Oi, Reza! Reza!” teriak Marselino yang tak terdengar sama sekali.


Selepas lagu kebangsaan itu, salam-salaman sportif dilakukan dan sesi foto yang akan dikenang banyak orang pun juga dilakukan, kemudian koin tos yang mana Reza bersama kapten dari Jepang, bek tengah Itakura.


Melakukan koin tos bersama wasit asal Inggris bernama Alexander Archard, Reza memenangkan sisi koin yang membuatnya memilih bola sebagai kick-off pertama.


Keduanya bersalaman dan berfoto bersama wasit, hingga kembali ke posisi dengan suara hati yang sama, ‘Dia tinggi dan kuat.’


Tinggi Reza yang sudah mencapai 190 cm, bersanding bersama Itakura yang tingginya mencapai 189 cm, tak berbeda jauh.


“Semuanya! Bersiaaap laaaah!” teriak Reza penuh penekanan di tengah sorakan seisi stadion.


“Iya!” balas Rekan-rekannya dengan teriakan dan juga anggukan kepala.


“INDONESIA!!!”


“Kuyakin~ Kita pasti menang~ Hadapi lawanmu, hadapi ketakutanmu~! Kami berada di sisimu!” Nyanyian dari pendukung Indonesia tiada henti.


Ini benar-benar pertandingan terpanas dalam abad ini hingga ketika kick-off, seruan dari mereka pun meledak kembali.


Sananta yang melakukan kick-off pertama hanya bisa termenung setelahnya, kemudian bola yang diberikannya kepada Marselino saat ini sedang diolah untuk mencari posisi rekan-rekannya yang lain agar bisa terjamin umpannya.

__ADS_1


Akhir dari panggung dunia telah dimulai!!!


__ADS_2