Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 111 - Road to 16 & Undangan Timnas!


__ADS_3

Aktivitas yang bertahap tentu akan dialami oleh banyak orang bahkan seluruh manusia di muka bumi.


Tidak ada aktivitas yang tiba-tiba berada pada akhirnya, semua harus melewati beberapa tahapan, entah itu dari angka nol hingga angka tertinggi.


Permasalahan ini telah dilewati oleh tim sepakbola asal Slowakia, yaitu AS Trenčín.


Awalnya mereka hanya bisa menempati posisi lima ke bawah pada liga. Hingga datangnya suatu keajaiban, Reza masuk sebagai pemain transfer awal.


Hingga transfer profesional dan Reza pun menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kemampuan yang mungkin saja hanya satu dari jutaan orang.


Apapun itu, saat ini Reza sedang menunggu hasil tim di grup lain pada liga Champions.


Persoalan timnya yang bermain di liga Champions, mereka memenangi 4 pertandingan dan 2 hasil imbang.


Setelah hasil imbang menghadapi Milan, AS Trenčín lanjut pada pertemuan kedua liga Champions menghadapi Bayern, AS Trenčín balik kandang.


Saat itu, Reza dan rekan-rekannya berhasil memenangi laga dengan skor tipis AS Trenčín 1 - 0 Bayern. Pencetak gol itu adalah Witan yang melakukan pergerakan lihai dari sisi kanan, kemudian melakukan cut inside dan melepaskan tendangan terukur.


Laga kelima, mereka menghadapi Barca pada dua minggu selanjutnya, menjalani perjalanan jauh ke Spanyol demi pertandingan tandang.


Saat itu, meski AS Trenčín terlihat mendominasi jalannya pertandingan, tetapi ter-Stegen benar-benar membayar tuntas kebobolannya pada laga pertama. Dia bisa menahan gempuran, bahkan dari tendangan terukur Reza.


Awalnya, Reza ingin menggunakan Mata Bijak Mode Serius, tetapi Sistem Kiper memeringatinya dan menyarankan memakai Mata Bijak Mode Biasa untuk menerobos.


Sesaat Reza ingin menendang, ada suatu kabut yang menghalangi penglihatan masa depannya, dan hanya menghasilkan tendangan sudut dari hasil halauan sang kiper Barca.


Apapun itu, Sistem Kiper hanya diam setelahnya. Sebuah misteri baru terus bermunculan masalah kemampuan Sistem Kiper dan juga misteri identitasnya.


Reza yang mulai merasa keberadaan Sistem Kiper semakin rumit dalam kehidupannya hanya mencoba untuk menjalaninya saja mulai saat ini hingga dia mampu membongkar seutuhnya.


Pertandingan menghadapi Barca berakhir imbang tanpa gol.


Pada laga terakhir babak grup, Reza dan rekan-rekannya menghadapi Milan yang saat itu menahan imbang AS Trenčín.

__ADS_1


AS Trenčín yang balik kandang, dengan dukungan penuh hingga tiket habis bahkan sekitar ribuan orang mempertanyakan tiket yang habis, mereka jelas tak mendapatkan apa yang dimaksud.


Saat itu, Milan dengan niat mencoba mengalahkan AS Trenčín, beberapa bekal dari pertemuan pertama seperti tendangan Zlatan yang secara jelas membuat Reza kesulitan.


Hal itu menjadi bahan evaluasi mereka hingga saat ini Milan datang dengan bekal cukup baik. Pemahaman mereka jelas sudah meningkat daripada saat pertemuan pertama.


Namun, Milan memiliki sebuah kesalahan yang tak disadari mereka. Reza yang saat itu telah diizinkan oleh Sistem Kiper menggunakan Mata Bijak Mode Serius 80% lantas bergerak begitu bebas seperti sebuah kemustahilan.


Reza nyaris tak tersentuh dan terus melakukan overlap, teknik-tekniknya dikeluarkan hingga membuat wasit yang memimpin jalannya pertandingan agak bimbang dalam menentukan sebuah toleransi bagi Reza.


Dalam aturan FIFA, jangan mencoba memprovokasi lawan dengan pergerakan yang mengundang kekesalan lawan.


Hal ini jelas menjadi bahan pertimbangan sang wasit dalam menentukan keputusan. Alhasil, karena itu jelas skill dan juga pergerakan spontan serta kerja sama yang apik antara Reza dan rekan-rekannya, maka sang wasit tak memberi apapun itu.


Pertandingan yang saat itu agak sulit dinalar oleh pemikiran logis membuat pandangan penikmat sepakbola terbuka bahkan pengamat-pengamat yang sok tahu itu menjadi terdiam.


Reza dengan kemampuannya, berhasil mencetak brace, atau yang berarti mencetak dua gol dalam satu pertandingan.


Namun, untuk mencoba menyempurnakan babak grup tanpa kekalahan, Reza dengan tegas segera langsung tancap gas.


Meski harus mengalami dua kali seri, tetapi Reza tak ingin seri yang ketiga. Begitulah pemikiran Reza.


Setelah pertandingan terakhir grup C tersebut, AS Trenčín melaju ke babak enam belas besar dalam Liga Champions yang merupakan pencapaian terbesar mereka dalam beberapa dekade terakhir.


AS Trenčín yang datang sebagai tim kuda hitam mengejutkan publik dunia. Apapun itu, AS Trenčín menjadi salah satu tim yang paling sedikit kebobolan dalam fase grup, yaitu hanya kebobolan satu gol saja.


Dengan beberapa pencapaian pertama itu, AS Trenčín menjadi tim yang patut diperhitungkan keberadaannya. Dan … Itu karena keberadaan Reza yang membawa angin segar.


Tak dapat dipungkiri, Reza adalah pemain yang paling berkontribusi pada tim, di bawah nama besar Pelatih Marian.


Ya, tanpa Pelatih Marian yang meminati Reza, AS Trenčín tak akan menjadi seperti ini yang bisa berjalan menuju enam belas besar Liga Champions.


26 November 2023.

__ADS_1


Reza saat ini secara mengejutkan mendapatkan panggilan dari Timnas Senior Indonesia untuk turnamen Piala Asia AFC 2023 yang akan berlangsung pada tanggal 15 Desember 2023 hingga 15 Januari 2024.


Hal yang memang ditunggu-tunggu olehnya pribadi demi mencetak beberapa rekor baru untuk dirinya dan juga tentu Timnas Senior yang belakangan ini agak menurun.


“Wah … capek dah! Pekan ini ada tiga pertandingan anjir!” Reza berbaring di atas kasur empuknya.


Dia menatap sebuah surat bermaterai yang bisa dibilang itu adalah undangan Timnas Senior Indonesia, dia juga sebenarnya mendapatkan email serta akunnya langsung di tag oleh akun Instabook resmi federasi sepakbola Indonesia mengatasnamakan Pelatih Shin.


“Yaah … Makasih deh, Pak Bryan, berkat bantuanmu selama ini saya bisa seperti ini. Tawaran dari klub lain terus menghujanimu, semoga kamu baik-baik saja.”


Reza pun berkemas-kemas demi kepulangannya ke Indonesia sejak terakhir kali saat liburan musim panas beberapa bulan lalu.


Reza akan pulang ke Indonesia tepat besok, setelah pengurusan beberapa berkas bersama klubnya yang jelas mengizinkannya pergi membela Timnas Indonesia bersama Witan.


Pihak AS Trenčín jelas ingin melihat seberapa jauh pemainnya ini dalam berkarir, apakah dia bisa memenangi Piala Asia AFC 2023 untuk pertama kalinya.


Reza sendiri sudah memegang beberapa penghargaan dan gelar. Seperti yang baru-baru ini adalah Piala Asia U-17 AFC 2023, kemudian sekitar enam bulan lalu ada Piala Slowakia.


Untuk masalah penghargaan, dia sudah cukup banyak. Seperti Pemain Terbaik Piala Asia U-17 AFC 2023, Kiper Terbaik Piala Asia U-17 AFC 2023 dan Kiper Terbaik Piala Slowakia, dan juga juga topscorer Piala Asia U-17 AFC 2023.


Pelatih Marian ingin melihat Reza menjadi Bintang Paling Terang dalam Timnas Indonesia, dia ingin memberi kesan kepada Reza bahwa itu adalah kemampuannya yang terbaik selama berseragam klub AS Trenčín.


Pelatih Marian juga tak bisa menahan secara sepihak Reza di klub AS Trenčín. Lagipula dalam klausul kontrak yang terbilang fatal bagi klub, yaitu mengizinkan pemain untuk berhak pindah klub.


Alasannya adalah Reza saat itu belum se-ajaib ini, sehingga klausul kontrak ini sebuah kesalahan besar untuk sekarang.


Jadi, AS Trenčín hanya bisa pasrah saat transfer musim panas depan, apakah Reza berniat bertahan dengan negosiasi sekuat tenaga dari AS Trenčín demi mendapatkan Reza kembali atau mengembara kepada banyaknya klub yang meminatinya untuk saat ini.


Salah satu klub yang bisa dibilang paling tinggi dalam penawarannya adalah Aston Villa.


Kembali ke pembahasan Reza yang mendapatkan undangan untuk membela Timnas Indonesia, dia benar-benar siap seratus persen!


“Wahahah! Anjirlah, gak saya sangka bisa bermain di Timnas Senior dalam usia segini, tujuh belas tahun!”

__ADS_1


__ADS_2