
Kembali melakukan hari seperti biasa, Reza juga sesekali melatih knuckle shoot nya di tengah kesibukan sekolah dan juga latihan bersama rekan setimnya.
Reza sudah mulai bisa mencetak beberapa gol dari belasan percobaan. Sayangnya gol-gol itu belum terbentuknya jati diri dari knuckle shoot itu sendiri. Efek melayang ke kiri dan kanan belum terlihat jelas dan masih mudah ditebak oleh Kukucka maupun Vozinha.
Sedangkan tendangan lengkungan menukik yang biasa dia lakukan malah lebih sulit dijangkau oleh mereka. Namun, beberapa tendangan sejenis ini juga tak jarang berhasil ditepis.
Reza saat ini bersama rekan setimnya melakukan latihan penguatan fisik. Mereka melakukannya begitu giat, butiran keringat tak membuat mereka gentar, kelelahan juga adalah minuman mereka.
“Ayo! Lakukan!” seru Pelatih Marian Zimen, dia mengarahkan para pemain.
Laga kedua puluh satu akan segera dimulai. Itu tepat dua hari dari sekarang, laga ini akan dimulai Sabtu, 25 Februari 2023 pukul 21.00.
Tentunya Pelatih Marian Zimen tidak ingin anak asuhnya mengalami kekalahan. Spartak Trnava adalah salah satu tim kuat di liga. Maka dari itu Pelatih Marian ingin anak asuhnya berlatih segiat mungkin dan memahami segala macam taktik yang dia berikan.
Reza juga terus melatih tendangannya. Dia sudah merasa tak lama lagi knuckle shoot ala miliknya akan muncul. Pelatih Marian Zimen juga hanya membiarkannya, dia ingin melihat Reza membawa kejutan lagi dan lagi.
Selepas latihan bersama hingga menjelang malam, seluruh pemain pun satu persatu berkumpul dan diberi arahan oleh para pelatih agar mereka menjaga tubuh dari makanan yang tak sehat dan membuat performa menurun.
Arahan lainnya ialah tentang taktik yang mereka telah rangkai harus dipahami sebaik mungkin.
Semuanya pun satu persatu pulang ke rumah masing-masing, beberapa pemain lainnya juga masih di lapangan latihan dan berlatih dengan keahlian mereka yang dirasa kurang. Reza sendiri masih melatih tendangan bebas knuckle shoot nya dibantu kiper Kukucka.
“Ayo, Reza!” kata Kukucka dengan bahasa Slowakia.
Reza pun melakukan posisi yang sudah semakin dia pahami. Pergerakan dari waktu ke waktu semakin baik. Reza mencoba melesatkan bola ke arah Kukucka.
Mendekatinya gawang, tiba-tiba gerakan aneh terjadi. Arah bola hendak menuju sisi kiri Kukucka, akan tetapi tiba-tiba bola itu mirip bergoyang-goyang ke kiri dan kanan yang kemudian titik jatuhnya ke sisi kanan Kukucka yang sudah mati langkah dan malah ingin menangkap bola itu ke kirinya.
Bola nyaris tanpa putaran, menyerupai melayang, bergerak ke kanan dan kiri yang membuat Kukucka mati langkah.
“Wah! Tendangan itu!”
__ADS_1
Pelatih Marian Zimen mendatangi Reza. dia mulai semakin penasaran dengan tendangan yang sedang terus dilatih Reza.
“Iya, Pelatih. knuckle shoot!”
Kukucka yang mati langkah tadi mendekati Reza hendak menanyai tendangan macam apa itu yang membuatnya salah tanggap.
Reza hanya bisa tersenyum bahagia. Ini adalah tendangan knuckle shoot terbaiknya untuk saat ini. Dia sebenarnya masih kurang puas, gerakan bolanya masih belum seperti yang terlihat di banyak rekaman.
***
Pekan kedua puluh satu liga saat ini sedang berlangsung sengit. AS Trenčín terus ditekan oleh Spartak Trnava, tetapi AS Trenčín masih begitu solid menjaga pertahanan. Walaupun beberapa kali mengalami kebocoran, masih ada Reza yang tangguh di bawah mistar gawang.
Laga ini sudah berlangsung selama 20 menit lamanya. Total Spartak Trnava sudah melakukan shoot on target sebanyak 6 kali dan tak satupun membuat skor akibat Reza cukup tangguh.
AS Trenčín pun mencoba bermain terbuka. Mereka mulai perlahan tapi pasti menyusun skema serangan mengandalkan sisi sayap untuk saat ini. Witan yang bermain dari awal juga diturunkan dan saat ini sedang berkutat dengan bola di kakinya, mencoba menerobos sisi sayap yang dijaga ketat.
Sesekali dia berlari dan berhenti kemudian melakukan gerakan tipuan. Namun, karena masih lebih solid pertahanan, akhirnya Witan memberi bola kembali ke belakang.
Ketika mereka menyerang, Kozlovsky segera mendekati siapa yang mengendalikan bola. Dia mencoba meraih bola dengan melakukan konfrontasi fisik, itu terbilang berhasil.
Kozlovsky kemudian mencoba menurunkan intensitas, dia menahan bola di lini belakang, memainkan bola bersama Reza dan tiga bek lainnya; Pires, Stojsavljevic, dan Micuda.
Mereka menahan bola untuk merangkai skema serangan, tak ingin tergesa-gesa dan mengalami kesalahan fatal nantinya.
Reza mendapatkan bola dari Pires, dia mulai perlahan maju hingga ke depan kotak penalti. Melihat pergerakan baik dari Witan di sisi sayap kanan, Reza melambungkan bola dengan akurat jauh ke sana.
Visi yang sangat baik dari Reza. Bola pun langsung menusuk jantung pertahanan sisi kanan. Di sana Witan mendapatkan bola daerah, mencoba mengendalikannya pun cukup berhasil, walaupun agak sempat kehilangan keseimbangan.
Witan berhasil, dia melakukan tusukan ke dalam kotak penalti seraya dikawal oleh seorang pemain Spartak Trnava, Bolaji.
Pertahanan cukup solid, Bolaji mencoba melakukan konfrontasi fisik mengandalkan tubuhnya yang bagus untuk melawan Witan yang memang agak ramping.
__ADS_1
“Ini sulit!” gumam Witan.
Sambil mencoba menusuk ke kotak penalti, dia susah payah melakukan konfrontasi fisik terhadap Bolaji. Hingga Witan berhasil melewati Bolaji dan melakukan umpan tarik brilian.
Bola itu hendak di tap-in oleh Emeka. Namun, umpan tarik ini masih terlalu cepat dan melewatinya ke sisi lain. Di sisi kiri penyerangan, di sana sudah ada Soares yang mendapatkan kesempatan menendang.
Soares menendang dengan kuat, akan tetapi kiper Spartak Trnava, Takac masih berhasil menepisnya dengan baik. Bola berhasil dihalau dan sepak pojok dilakukan.
Namun, serangan sepak pojok itu tak membuat peluang terjadi bagi AS Trenčín.
Setelah serangan itu, Spartak Trnava mencoba menyerang lagi, akan tetapi tak membuahkan peluang besar juga. Memang terlihat jelas, kedua tim memiliki pertahanan yang sama-sama solid.
Meski kedua tim terus saling menyerang, pertahanan juga masih terangkai dengan baik dan benar membentuk kerjasama para bek.
Sesekali Spartak Trnava mencoba menendang dari luar kotak penalti, sang penendang antara lain Taiwo dan beberapa pemain lain. Tendangannya cukup akurat, tetapi Reza masih dalam keadaan terbaiknya.
Ketika di menit 45+1, pelanggaran terjadi tepat di depan kotak penalti Spartak Trnava. Itu terjadi ketika Emeka mencoba menerobos, para bek terlihat cukup lalai membuat Emeka bergerak bebas. Hingga bek tengah Spartak Trnava, Stetina melakukan pelanggaran.
Jaraknya sekitar 24 meter dari garis gawang. Reza mencoba menendangnya, melakukan pergerakan seperti yang sudah dia latih. Reza berharap knuckle shoot nya kali ini bisa membawa keberuntungan baginya.
Reza melepas tendangan. Bola itu terlihat melayang melewati pagar pemain, tetapi sayang bola malah melambung sekitar dua meter di atas mistar gawang yang membuat peluang itu cukup terbuang.
“Wah … akan kucoba lagi, sepertinya gerakannya agak salah tadi,” kata Reza kepada rekan setimnya menggunakan bahasa Inggris.
Rekan setimnya pun hanya mengiyakan. Mereka memang ingin melihat tendangan seperti fiksi itu, jadi harus mengalami proses panjang juga.
“Reza … kuharap di babak kedua saat ada pelanggaran, kau bisa mencetak gol menggunakan tendangan yang kau terus latih itu. Saya tahu kau akan terus mencoba,” gumam Pelatih Marian Zimen.
Babak pertama pun berakhir saat itu juga ketika Reza melambungkan bola ke atas mistar gawang.
Reza berjalan sambil berpikir keras. Wajahnya terlihat serius, tangannya bergerak-gerak mencoba melakukan gerakan lanjutan dari knuckle shoot.
__ADS_1
Kedua tim memasuki ruang ganti masing-masing. AS Trenčín sendiri memasuki ruang ganti tim tamu dan beristirahat di sana sembari menunggu arahan dari Pelatih Marian Zimen.