Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 98 - Lolos Semifinal!


__ADS_3

“Cepat! Lakukan taktik parkir bus dengan segera!” teriak Pelatih Bima memberi arahan langsung.


Lantas Reza dan para pemain Indonesia lainnya mulai mengendurkan serangan dan memperkuat pertahanan tanpa kompromi. Serangan demi serangan dari Vietnam terus dipatahkan oleh solidnya pertahanan.


Ada juga Reza yang masih sangat kokoh sejauh ini dalam turnamen tak kebobolan satupun. Ya, meski secara keseluruhan, Indonesia sudah mengalami satu kebobolan saat menghadapi Qatar beberapa hari lalu.


Karena bukan Reza yang main saat itu, otomatis jumlah kebobolannya adalah nol atau tak ada.


Kembali ke pertandingan, saat ini dua puluh menit terakhir, Vietnam sendiri semakin menguatkan serangan mereka dan terus mengurung Indonesia tanpa belas kasihan.


“Mereka menyerang? Kita menyerang juga!” seru Reza saat menangkap bola hasil tendangan jarak jauh Duy Hoang Nguyen.


Reza menjatuhkan bola, dan dengan segera menggiring bola hingga keluar area kotak penalti. Hoang Nguyen mencoba mengambil kendali bola, tetapi dia hanya dipermalukan dengan teknik nutmeg dari Reza.


Reza memasukkan bola di celah antara kedua kakinya. Reza melewatinya, sementara itu, Hoang Nguyen hanya menendang rumput dengan sangat kesal.


Reza terus berlari, dia juga mengarahkan kedua tangannya mengayun ke depan untuk membuat rekan-rekannya juga maju.


“Apa lagi yang kamu mau, Reza?” gumam Pelatih Bima yang melihat Reza terus menggiring bola.


“Ini!”


Reza memberi bola datar kepada Iqbal yang kemudian Reza langsung berlari di antara pemain Vietnam, kemudian Iqbal melihat kode tangan Reza yang meminta kembali bola.


Iqbal lantas mengembalikan bola lagi, Reza menerimanya dan segera menggiring di sisi kanan penyerangan.


“Nabil!”


Reza menggeser bola kepada Nabil yang saat itu di depannya, Reza dengan cepat berlari hingga nyaris menabrak seorang pemain Vietnam yang menghadang.


Namun, beruntungnya Reza menghindarinya dan segera terus melangkahkan kakinya, dia kemudian mengarahkan kode tangan untuk meminta kembali bola dari Nabil.


“Oh! Reza terus maju! Dia maju, bekerja sama dengan rekan-rekannya!” Tubagus nampak antusias.


“Femas!” Reza menunjuk ke sisi tengah pertahanan Vietnam.


Femas lantas maju dan segera menempati posisi terbaiknya jikalau Reza memberi bola nantinya. Tebakannya pun benar, Reza memberi bola.

__ADS_1


Reza yang lepas dari bola pun langsung berlari di antara pemain Vietnam, para Vietnam tentunya tak tinggal diam dan mencoba menghadangnya.


“Tch! Awas kau!” decak kesal Reza.


Reza pun berdiri bebas tepat di tengah busur lingkaran kotak penalti. Dia mengangkat tangannya kepada Narendra yang saat itu telah menerima bola dari Femas.


Dalam interval sekitar satu menit, Reza telah benar-benar berada di area pertahanan Vietnam. Para pendukung Indonesia semakin bergemuruh dan menunggu kejutan baru dari Reza.


“Sini!”


Narendra yang memegang kendali bola sedikit kesulitan karena dikawal oleh seorang gelandang Vietnam, Phi Vuong Nguyen.


Alhasil Narendra nyaris direbut bolanya, tetapi segera diberikannya kepada Arkhan yang ada di sisi kirinya.


Lantas Arkhan yang menerima bola, tanpa mengendalikannya langsung nelambungkan bola ke arah Reza yang saat itu sudah menunggu di kotak penalti.


“Bagus! Di belakang garis pertahanan!” gumam Reza dan langsung berbalik.


Melihat ke atas, bola datang dan terpantul di depannya. Para bek Vietnam mengangkat tangan tanda bahwa itu adalah sebuah off-side, tetapi asisten wasit sendiri tak mengangkat bendera.


Bola membentuk kurva menyamping yang terlihat indah meski target kali ini telah sangat dekat.


Dinh Viet Nguyen, hanya mati langkah ketika Reza melesatkan tendangan super keras miliknya. Dia sudah terlebih dahulu tak fokus yang menghasilkan ketidakmampuan dalam melakukan refleks cepat.


Srak!


Benda bundar itu bergesekan dengan jala gawang yang menciptakan gemuruh hebat dari para pendukung Indonesia, ini dia, Reza menghasilkan gol pertamanya dalam turnamen Piala Asia AFC U-17 2023.


Meski saat melawan Thailand maupun Jepang, Reza sebenarnya memiliki kesempatan membuat pundi-pundi gol, tetapi sayang tendangan bebas miliknya beberapa kali diselamatkan pagar pemain atau kiper itu sendiri.


Reza juga masih belum berani mengambil keputusan maju ke depan saat itu karena beberapa kali rekannya masih tak jarang memiliki kesalahan dalam umpan akurat.


Namun, setelah latihan terus menerus di antara mereka, umpan yang semakin akurat mulai muncul. Hal itu membuat Reza dengan taruhan besar maju untuk menyerang.


Kembali ke lapangan, kali ini Reza melakukan selebrasi ikoniknya, yaitu duduk bersila sambil membaca buku.


Seusai selebrasi itu, mereka kembali mengatur posisi untuk mempertahankan skor, sebenarnya jelas Indonesia U-17 telah mengunci permainan. Keunggulan dua gol itu akan sulit terkejar dalam lima belas menit terakhir, apalagi dengan Reza yang mengawal di bawah mistar gawang.

__ADS_1


“Ayo, sedikit lagi! Tetap fokus! Tanpa kalian, saya juga bisa kebobolan nih!” seru Reza sambil menenggak minuman yang diletakkannya di samping tiang gawang.


Disisa-sisa menit pertandingan, Vietnam justru semakin menguatkan serangan dengan drastis.


Hal itulah membuat sebagian pemain Indonesia di lapangan mulai kelelahan, lantas Pelatih Bima melakukan pergantian sebanyak tiga sekaligus.


Tiga pemain yang dimasukkan adalah pemain yang lebih fokus pada pertahanan. Ini membuat Indonesia U-17 telah benar-benar dimata orang banyak telah memakai formasi bertahan penuh.


“Itu … di sana!” tunjuk Reza.


Dia terus mengarahkan rekan-rekannya demi terus mempertahankan skor kali ini. Satu hal yang pasti, nyatanya memang mereka tak ingin kebobolan, apalagi Reza yang mencoba menahan total kebobolannya selama ini.


Selama waktu terakhir, tak ada yang berubah dari perolehan skor. Ketika wasit meniup peluit panjang, Indonesia telah dinyatakan maju ke semifinal yang akan menantang Australia.


Semifinal di pertandingan lain juga telah ditentukan, yaitu Jepang berhadapan dengan Iran.


Entah siapa yang akan masuk ke final nantinya, tetapi banyak orang mendukung dua tim sama grup yang akan lolos, yaitu Indonesia dan juga Jepang.


Mereka ingin melihat rematch terjadi di antara kedua tim ini. Bagaimana kelanjutannya nanti. Hal itulah yang ditunggu-tunggu oleh banyak pendukung.


Pada konferensi pers pasca pertandingan, Reza dan Pelatih Bima melakukannya.


Dihujani banyak pertanyaan mulai dari performa baik di Timnas U-17 yang mengundang banyak klub nantinya, atau juga Timnas U-20 maupun Timnas Senior nanti yang turnamennya belum dimulai.


“Ingat, saya sudah meneken kontrak satu musim lagi bersama AS Trenčín, saya ingin memenangi Piala Champions League bersama mereka!


Kudengar, mereka telah berhasil memenangi laga play-off.


Kemudian kualifikasi pertama juga telah mereka jalani, tinggal menunggu kualifikasi kedua hingga ketiga sampai mereka bisa tembus ke fase gugur UEFA Champions League 2023/2024!” jelas Reza dalam bahasa Inggris.


Pernyataan dari Reza pun telah diingat-ingat oleh media serta para penonton dari siaran konferensi pers pasca pertandingan ini.


“Reza! Apakah kamu memiliki kesempatan pindah ke klub-klub kuat liga Inggris atau Spanyol?” Seorang jurnalis asal Indonesia benar-benar seperti tersesat di negeri Sakura.


“Kesempatan, ya? Tergantung … Nanti dilihat!”


Selepas itu, Pelatih Bima dan Reza langsung beranjak dan meninggalkan ruang konferensi pers dengan senyuman cerahnya.

__ADS_1


__ADS_2