Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 165 - Pelajaran Terakhir dari Tae-yong


__ADS_3

Stadion SoFi, Amerika Serikat, akan menjadi saksi ketika piala dunia dimenangkan oleh tim dari Asia, pemenang baru dan jelas ini akan mengejutkan banyak pihak.


Pastinya akan menjadi sebuah turnamen piala dunia terbaik dalam sejarah ketika dua calon juara baru bertemu di titik akhir demi meraih julukan Juara Baru dari Asia.


Saat ini, seisi stadion sedang bergemuruh ketika Indonesia sedang melakukan serangan kilat pada menit-menit awal, dari kaki ke kaki, umpan-umpan pendek ala Indonesia benar-benar ditunjukkan tanpa keraguan sama sekali.


Dari kaki Marselino, kemudian dia mengumpannya ke sayap kanan di mana saat itu ada Witan yang bergerak bebas dalam radius yang cukup dekat sehingga Marselino memilihnya.


Bola bergulir indah, tetapi pemain Jepang jelas tak membuat alur bola itu nyaman untuk datang kepada Witan, mereka dengan cerdiknya memotong alur bola dengan sliding tekelnya.


Tanaka berhasil memotong alur bola hingga menghasilkan lemparan ke dalam, Robi pun mengambilnya untuk melakukan lemparan jauh ke jantung pertahanan Jepang.


Para pemain Indonesia lainnya mulai maju, melakukan pergerakan licin benar-benar membuat para pemain Jepang harus sangat tekun dalam menjaga betapa licinnya gerakan dari para pemain Indonesia.


Ketika Robi melempar bola, jalur parabola di udara tercipta dan Sananta berhasil menerimanya dengan baik di dalam kotak penalti dengan dada, setelahnya dengan tolakan dada, dia mengangkat bola hingga dia bisa membuat gerakan akrobatik mengayuh sepeda.


Bycicle Kick, itu adalah gerakan yang cukup umum dalam sepakbola saat menyerang, saat ini Sananta melakukan aksinya hingga kiper Osako langsung mengambil posisi terbaiknya.


Bolanya berhasil ditangkap, serangan dari Jepang pun tercipta ketika umpan lambung cepat dari Osako ke depan, bola melewati garis tengah lapangan dan memasuki sepertitiga lapangan Indonesia.


Saat itu, Ueda menerimanya dengan mengontrol bola itu agar tak menjauh, sementara itu, Robi hingga Marselino yang mengawal tengah terlambat melakukan transisi pertahanan.


Di lini belakang, menyisakan Haikal, Ferrari dan Arhan serta Reza, hal ini pun dimanfaatka. Jepang yang langsung membentuk formasi serangan balik yang pastinya dan tentu membahayakam gawang Reza.


Dari Ueda, dia mengumpan terobosan melewati Haikal ke sisi kanan yang mana Kubo sedang berakselerasi dengan kecepatan tinggi.


Kubo mendapatkan bolanya, Haikal mati langkah hingga Kubo pun masuk dan menusuk ke dalam kotak penalti, kemudian Ferrari pun mencoba melakukan pengawalan.


Namun, Kubo yang berkemampuan tinggi tersebut mampu mengecoh Ferrari, padahal Reza sendiri sudah mengarahkannya agar terus bergerak mengikuti Kubo.

__ADS_1


“Memang susah, ya, kecepatan melawan kecepatan, kemarin-kemarin mah kecepatan melawan kekuatan,” gumam Reza sambil menempatkan posisi yang tepat.


Menit pertandingan sudah menunjukkan 17 menit berlalu sejak kick-off, serangan dari kedua tim cukup aktif hingga lima menit terakhir benar-benar sangat aktif dan saling menyerang balik.


Kubo yang saat ini menatap gawang, menemukan ruang tembak yang menurutnya sangat baik untuk dia gunakan, lagi pula kiper mana yang tak akan pernah membuat kesalahan, semua kiper pasti pernah melakukan kesalahan sekecil apapun.


Kubo yang berpikiran begitu benar-benar mendapati kesialan, dia yang telah melesatkan bola tiba-tiba terkesiap atas refleks Reza yang menakjubkan, rasanya posisi Reza tadi sudah cukup keluar atau istilahnya out of position, tetapi sekarang dia melompat begitu cepat dan akurat ke arah bola.


Hingga Reza pun berhasil mengamankan bola dengan cukup mudah.


Setelahnya, serangan dari kedua tim agak menurun, itu disebabkan oleh kendala dari beberapa pelanggaran maupun gangguan atas teriakan di stadion.


Para pemain jelas merasa terganggu, hanya saja di satu sisi merasa bahwa api semangat mereka terpancing hingga menghasilkan energi lebih demi melakukan serangan.


“Di sini! Jangan di sana, posisi itu terlalu lebar!” seru Reza.


“Mundur! Woy, Haikal!” teriak Reza.


Reza pun memiliki ide, lebih baik dekati satu persatu rekannya dan berikan arahan yang sudah dia bentuk bersama Pelatih Tae-yong.


Ide ini memang cukup brilian, hanya saja benar-benar baru teringat saat itu hingga dia hanya bisa tersenyum kecut atas kebodohannya.


Reza pertama mendekati Haikal, kemudian berkata, “Mundur, agak ke belakang dan lihat pisisi Ueda.”


Satu persatu rekannya bagian belakang telah dia berikan arahan, selanjutnya ketika menit terus berjalan, nampaknya caranya sangat efisien dan lebih fleksibel dalam perencanaan suatu hal.


Semuanya bisa dikoordinasikan bersama rekannya empat mata tanpa ada jarak di antara mereka sehingga hubungan di lapangan terjalin rapi seperti seutas tali yang terikat bersama seutas tali lainnya.


“Bagus, lima menit lagi, saya akan menunjukkannya!” teriak Reza ketika seisi stadion sempat tak begitu terlalu bising.

__ADS_1


Lima menit kemudian, Reza menunjukkan kelasnya, dengan berakselerasi kencang saat mengendalikan bola, satu persatu pemain Jepang dilewati olehnya dengan mudah tanpa stagnasi.


Mulusnya pergerakannya membuat dia bisa langsung berada di lini tengah bersama rekan-rekannya yang juga bergerak.


“Oke, saya akan buat cepat di menit ke-40 ini!” seru Reza.


Berakselerasi dengan kecepatan tinggi, Reza mampu melewati para pemain Jepang yang tersisa dengan baik, beberapa skill ditunjukkan olehnya hingga wasit Alexander sempat bingung.


Ini jelas seperti provokasi, hanya saja dia akan biarkan sejenak dan menunggu hasil selanjutnya.


Ketika Reza berada di depan kotak penalti, dis langsung melepaskan tendangan tanpa ragu ke arah kiper Osako.


Bola melesat lurus hingga ketika tiga meter dari garis gawang, bola bergerak ke kiri dan kanan yang membuat Osako benar-benar kebingungan.


Hingga … Sebuah gol lagi dari Reza tercipta, tak ada yang bosan, tak ada yang tak senang, semuanya, semua penonton di stadion berseru senang.


Penonton dari pihak Jepang pun hanya berteriak kesal bercampur takjub, kali ini mereka bisa melihat secara langsung bagaimana mengerikannya tendangan knuckle shoot Reza.


Reza melakukan selebrasi ikoniknya, kali ini benar-benar di depan kamera langsung sembari menunjukkan punggungnya yang bernomor 99, ini seperti memberikan ultimatum bahwa ingatlah angka ini, maka kamu akan mengingat kiper bertalenta asal Indonesia.


Semuanya bersuka cita atas gol itu, Pelatih Tae-yong menganggukkan kepalanya dengan puas, kali ini dia akan memberikan pelajaran terakhir kepada anak didiknya sebelum dia pensiun.


Pelajaran terakhir, bersenang-senanglah dengan baik tanpa kehilangan hati nuranimu, bersenang-senanglah dengan baik tanpa membuat kesalahan yang mampu memutarbalikkan situasi menjadi buruk.


Kemudian, jadilah burung yang bebas dengan segala kelebihan ataupun kekurangan, pikirkan masa depan hingga bisa segera menorehkan prestasi.


Semuanya bisa jika kamu berusaha, semuanya bisa jika kamu berusaha, kalimat-kalimat ini diulangi terus-menerus hingga kamu bisa.


Coba dan coba lagi, kelak kamu akan seperti tim nasional Indonesia yang mampu mencetak sejarah baru sebagai tim perdana yang masuk piala dunia, tetapi benar-benar bisa berada di final.

__ADS_1


__ADS_2