Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 145 - Perjalanan Panjang


__ADS_3

Suatu pagi di mana salju yang mulai turun menutupi permukaan tanah, seorang pemuda yang memakai syal sedang berlari sembari mendengar musik dari smartphonenya.


Pemuda ini bernapas dengan berat, rasa dingin tentu ada, tetapi dirinya tak ingin tubuhnya malah kaku karena tekanan udara dingin ini, maka dari itu dia lebih memilih bergerak cepat.


“Woahah! Musim dingin di Italia terasa lebih dingin!” celetuk pemuda itu yang ternyata Reza.


Dirinya sudah benar-benar merasa betah di Italia, hingga dirinya seperti melupakan beberapa hal di luar sana, bahkan urusan rumahnya di AS Trenčín dirinya serahkan kepada Agen Bryan sebagai yang bertanggung jawab.


Reza terus berlari sambil mengedarkan pandangan, di taman yang masih sepi itu, bahkan kendaraan bermesin saja tak ditemukan di jalanan membuat kondisi ini benar-benar mencekam.


“Makin lebat saljunya, saya harus cepat-cepat ke apartemen!”


Reza, yang awalnya hendak ke apartemen malah berbelok arah dan menuju gedung klub Milan di mana dirinya masih sangat penasaran akan ayahnya yang kemungkinan bagian dari Milan itu sendiri.


Di gedung utama, petugas kebersihan Theo sedang duduk-duduk santai sambil menyesap kopi hitam panas.


“Pagi, Pak Theo!” sapa Reza.


“Wah, kamu selalu yang paling rajin di sini!” sahut Pak Theo sambil meletakkan cangkirnya.


“Saya masuk dulu ke ruang gym, dingin di luar, brrrrr!”


Pak Theo hanya menganggukkan kepala sembari menyunggingkan senyuman hangat hingga Reza sempat tersentak akan hal itu.


Perasaan familier lantas melanda pikirannya, dirinya mulai menunjukkan kesan ada sebuah perkenalan pada Pak Theo.


Mencoba tak memikirkan itu, Reza memasuki ruang gym dan segera melakukan beberapa aktivitas yang menurutnya akan menghangatkan tubuhnya.


Di lobi gedung utama, Pak Theo berdiri sambil menatap sebuah foto di mana dirinya memeluk seorang anak laki-laki yang ceria sembari memegang sarung tangan kiper.


Mata Pak Theo berbinar, mencoba mengenang beberapa pecahan ingatan. “Re–”

__ADS_1


“Pak Theo! Ada kecoak!” pekik Reza dari dalam ruang gym.


Pagi yang harusnya damai malah menjadi kehancuran karena ketika kecoak dalam mode terbang, maka lebih baik anda menjauh saja.


**


Hari demi hari, Reza yang kegiatannya nyaris sama seperti saat dirinya di AS Trenčín hanya terus mencoba meningkatkan kemampuannya hingga menembus di mana tak akan ada yang bisa capai.


Sesekali Reza juga mencoba melakukan berbagai macam aktivitas baru, entah itu bermain bersama kucing liar atau pun bersama anak-anak kompleks yang bermain di taman.


Reza juga sempat dipanggil Timnas Indonesia Senior untuk melakoni laga babak kualifikasi kedua menghadapi Vietnam, dan seperti apa yang orang-orang pikirkan adalah Reza dan rekan-rekannya mampu menghabisi Vietnam dengan skor mencolok 5-0.


Reza mencetak dua gol, kemudian Marselino dengan dua golnya dan Witan dengan gol akrobatik ajaibnya di dalam kotak penalti, gol-gol indah itu menghiasi jalannya pertandingan babak kualifikasi kedua Piala Dunia 2026.


Babak kualifikasi kedua Piala Dunia 2026 memiliki format fase grup, maka dari itu, Indonesian dikumpulkan bersama empat tim lainnya, seperti Thailand, Vietnam, Singapura dan Uni Emirat Arab.


Mencoba menjalani hari-hari yang seperti biasa, dalam proses kualifikasi piala dunia, Reza benar-benar membawa Indonesia berjaya di babak kualifikasi kedua, Indonesia memenangi seluruh pertandingan tanpa kekalahan bahkan kebobolan.


Grup berisi tim seperti Jepang, Iran, Korea Selatan dan juga Arab Saudi. Empat tim yang pernah menyentuh Piala Dunia 2022 berkumpul demi mendapatkan dua tiket langsung ke Piala Dunia 2026.


Indonesia tentu akan menjadi tim kuat lainnya karena berisi berbagai macam pemain yang mulai menunjukkan kelasnya dengan tersebarnya mereka ke Eropa meski bermain di kasta terendah, atau ada yang pergi ke liga Jepang.


Kepengurusan PSSI terbaru mengorbitkan pemain-pemain muda untuk menciptakan amunisi andal yang mampu membawa Indonesia semakin berjaya.


Ini juga adalah keinginan Reza yang membuat PSSI berbenah dan melakukan banyak manuver demi merubah segalanya tentang persepakbolaan Indonesia.


“Hari yang berat, sedikit lagi hingga lolos ke Piala Dunia 2026 Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko!” seru Reza.


Dirinya menjadi kiper yang paling banyak dicari lagi, dia telah dikenal seluruh dunia sebagai kiper muda yang berbakat dan mampu membuat banyak perubahan bagi negaranya.


Pergeseran hari terus terjadi, kualifikasi piala dunia semakin panas hingga memperdebatkan ratusan pertanyaan atas beberapa aksi Reza yang terkadang kontroversi.

__ADS_1


Aksi Reza seperti melakukan putaran mengejek di depan pemain Jepang, tetapi banyak pihak menganggap itu hanya sebuah skill mumpuni dari Reza.


Selain mengurus kualifikasi piala dunia, Reza juga mengurus kepentingan klubnya yang mana Milan juga tak terkalahkan sepanjang puluhan pekan terakhir.


Reza juga menjadi pemain yang paling banyak mencetak gol di Serie-A dengan total 26 gol. Cukup banyak, hingga banyak pemain tentu akan terkejut bahwa yang mencetak itu adalah kiper seorang diri.


Kemudian, Reza juga mampu membawa Milan menjuarai Piala Italia dan juga Serie-A Italia serta UEFA Champions League keduanya yang menghadapi Man City.


Milan, treble winner ketika Reza datang membawa puluhan perubahan yang menandakan kebangkitan Rossoneri yang akan memuncaki Eropa kembali.


Reza mendapatkan banyak penghargaan juga saat berseragam Milan, menjadi kiper kondang pertama Milan, dirinya mampu menunjukkan harganya yang fantastis.


Ketika Desember 2025, penghargaan prestisius Eropa dilaksanakan, dan Reza yang benar-benar mendominasi nominasi.


Itu karena Reza, untuk sekitar 60 tahun terakhir, mampu mengangkat Ballon d’Or sebagai kiper kedua setelah Lev Yashin asal Uni Soviet atau Russia. Reza mampu mengangkat ini karena mampu mengubah gaya permainan kiper, menjadi salah satu pemain yang paling berbahaya, dan berkontribusi besar pada penghasilan gol suatu tim.


Reza, saat ini benar-benar kiper terbaik dunia, perjalanan panjangnya selama semusim di Milan cukup baik dan konsisten bahkan meningkat drastis.


Dirinya memegangi Ballon d’Or dan juga penghargaan pemain muda terbaik dunia, dua penghargaan ini akan membuat lengkapnya musim 2024/2025 dengan berbagai penghargaan prestisius.


Reza juga mulai mengorbitkan untuk menikah muda, dan juga tanpa mengganggu performanya di lapangan, targetnya adalah Vera Saskia yang sudah lama diidamkan olehnya.


Reza merencanakan pernikahannya kelak sesaat setelah Piala Dunia 2026, satu rencana besarnya adalah meraih piala terkemuka di dunia, piala paling diidam-idamkan ribuan pemain sepakbola.


Di dalam pesawat yang menuju langsung ke Amerika, Reza saat ini sebenarnya sudah bergelimang harta dengan berbagai macam sponsor yang masuk.


Hanya saja, dirinya masih sangat sederhana dan tak begitu memedulikan harta miliknya, dan hanya diberikan kepada ibunya atau bahkan teman-teman sekolahnya dulu saat di SMA Harapan.


“Wahh … Perjalanan panjangku akan segera mencapai puncak! Piala Dunia 2026, saya datang!” seru Reza tanpa sadar.


“Eh! Maaf, semua!” ucap Reza.

__ADS_1


Seisi pesawat hanya tertawa, lagi pula siapa yang tak tahu Reza, kiper paling lucu jika dalam lapangan, aksi-aksi tengilnya mewarnai pertandingan menjadi begitu menarik untuk dinikmati.


__ADS_2