
Ilmu, suatu hal yang dibutuhkan oleh setiap orang di muka bumi. Tanpa ilmu, mungkin saja kita bisa disetarakan seperti makhluk tak berakal lainnya.
Apapun itu, setiap manusia berhak menerima ilmu sesuai kemampuan mereka, atau bahkan melebihi kemampuan mereka demi mencapai pengalaman yang terbilang menantang.
Reza yang saat ini sedang berada di lapangan latihan yang telah tersedia, Pelatih Shin terus memberi arahan kepada para pemain lainnya demi mencapai tujuannya sendiri.
Pelatih Shin, salah satu pelatih profesional yang mumpuni dan tak diragukan lagi kemampuannya dalam melatih suatu tim.
Terbilang sejak ditangani oleh pelatih ini, Timnas Indonesia perlahan tapi pasti mulai merangkak dari jurang kegagalan yang berulang.
Ilmu yang diberikannya telah banyak, telah diserap oleh semua pemain yang dilatihnya. Ilmu itulah yang membuat Indonesia bisa merangkak dan perlahan patut diperhitungkan keberadaannya di sebuah turnamen.
Sananta, penyerang asal Makassar yang memberi dampak besar di depan, terus digembleng oleh Pelatih Shin demi mencapai kekuatan penyerang-penyerang andal.
Marselino, salah satu wonderkid asal Indonesia yang sedang diperhitungkan keberadaan terpentingnya. Gelandang serang yang serba bisa, mampu bergerak tanpa henti dengan stamina penuhnya, memiliki kemampuan mumpuni diusianya sekarang.
Jordi, bek tengah naturalisasi yang diperuntukkan demi membawa Timnas Indonesia bisa semakin gemilang di kancah dunia, khususnya Asia untuk terlebih dahulu meski usianya tak mudah lagi, sekitar 31 tahun.
Kemudian, semua untuk satu, ada pada Reza Kusuma, kiper yang sedang naik daun karena performa apiknya di klub AS Trenčín, membawa klub ini hingga putaran enam belas besar Liga Champions.
“Ayo! Gerakkan kakimu!” Seorang translator Pelatih Shin memberi arahan sesuai apa yang dijelaskan oleh sang Pelatih.
Masing-masing posisi terus digembleng demi mendapatkan kesan bahwa chemistry akan terbentuk. Pertandingan pertama masih ada sekitar sepuluh hari, Timnas Indonesia sudah lebih dahulu berada di Qatar untuk persiapan.
Ini adalah turnamen sepakbola terbesar di Asia, apapun itu harus benar-benar diperhatikan.
“Kamu! Ajak saya ke Eropa dong! Rekomenin saya ke pelatihmu!” Sananta tampak akrab dengan Reza.
“Ahaha~ Boleh saja, tetapi–”
“Bayar! Gajimu sebulan!” sahut Witan dengan tegas.
Sempat hening, tetapi ketiganya lantas tertawa bersama di tengah istirahat setelah latihan panjang dan berat mereka.
“Ada apa ini?” Evan, salah satu gelandang kreatif Indonesia untuk saat ini ikut berkomentar.
“Hahaha! Hanya sedikit penyegaran dari latihan keras pelatih!” ucap Reza mencoba mengakrabkan diri agar chemistry terjaga.
Datang lagi beberapa pemain lainnya yang cukup tertarik dengan pembicaraan para pemain muda ini.
__ADS_1
“Kamu, gerakanmu, refleksmu dan beberapa hal lain sangat bagus. Mungkin saja saya yang biasa starting akan tergantikan!” Nadeo memberi senyuman merekah yang manis.
“Ah, saya tergantung pelatih, jadi … Ada kemungkinan juga saya bakalan duduk di bangku cadangan,” jawab Reza.
Semuanya saling bertukar pandang, ada kesan bahwa menghormati seorang pemain terpatri jelas pada raut wajah mereka.
“Ayolah, kamu bahkan bisa mencetak dua digit gol di sana, kiper mana yang bisa di zaman sekarang?”
Stefano, salah satu pemain yang masih sering dipanggil sejak era Boaz dahulu yang sudah lebih dahulu pensiun dari Timnas.
“En …”
Reza agak canggung untuk saat ini, dia pemain termuda di tim, meskipun ada Marselino yang berusia 19 tahun ataupun Sananta yang 21 tahun.
“Hoi! Istirahat selesai, kembali berlatih!”
Sontak setelah mendengar suara Pelatih Shin yang menggunakan bahasa Indonesia kaku, para pemain berhamburan dan mengambil tempat untuk berlatih sesuai yang diberikan oleh mereka.
“Lagi!”
Sebuah bola melesat kencang, Reza melompat dan menerkam bola layaknya seekor cheetah!
“Sekali lagi!”
Dash!
Reza berakselerasi, dia berlari ke arah kiri demi meraih bola yang dilepaskan oleh Pelatih Shin tanpa kompromi diusianya yang sekarang.
Tendangan akurat itu, benar-benar berada di sudut kiri atas gawang.
Reza melompat, mencoba meraih menggunakan tangan kirinya, lompatannya tinggi, tubuhnya proporsional sesaat melayang di udara.
Lompatannya, tinggi bola yang nyaris menyentuh mistar gawang mampu dimentahkan oleh Reza dengan menepuk bola hingga menjauh dari mulut gawang.
Dengan tinggi 185 centimeter, sudah sangat ajaib untuk seusianya saat ini, lompatannya juga sangat baik dan mampu menghalau bola dengan baik.
“Bagus, teruskan!” ucap Pelatih Shin yang langsung diterjemahkan oleh translatornya.
Selesai meninjau latihan Reza, Pelatih Shin kembali mengelilingi beberapa pemain yang masih begitu keras berlatih demi mencapai tujuannya.
__ADS_1
Ilmu yang mereka dapatkan sedang dipraktekkan.
Reza sendiri saat ini sedang menenggak sebotol minuman isotonik bernutrisi spesial, minuman yang hanya ada pada Sistem.
Reza selalu membeli minuman itu di fitur {Shop} Sistem Kiper, satu lusin seharga 1.000 Euro, ini disesuaikan dimana Reza dalam berkancah di Eropa.
Kembali kepada Reza yang menatap langit cerah di atas kepalanya, matanya begitu tegas.
“Eumm … Sudah sekitar setahun setengah saya memanfaatkan Sistem Kiper, rasanya cepat sekali,” gumam Reza.
Perjalanan demi mencapai tangga karir sepakbola tertinggi, menguasai segala ilmu yang telah diberikan oleh Sistem Kiper, hingga tak terasa waktu terus bergerak begitu cepat.
Hari demi hari, bulan demi bulan, Reza terus mencari ilmu demi melengkapi kemampuannya, target pencapaiannya tanpa batas, selama masih ada yang harus dicapai maka dia akan terus mencoba.
Ilmu tak akan ada habisnya, begitulah pemahaman bagi orang yang haus akan ilmu. Apalagi atlet sepakbola seperti dirinya, yang mana pengalaman adalah salah satu ilmu terbaik.
Latihan terus dilakukan, hari demi hari mendekati pembukaan turnamen Asia ini.
Hingga 15 Desember telah tiba, yang mana Qatar sebagai tim pembuka dan tuan rumah akan menghadapi Thailand yang secara mengejutkan ditahan imbang Teerasil dan kawan-kawannya, dengan skor 1-1.
Pertandingan selanjutnya dihari yang sama dan grup yang sama –Grup A–, Bahrain menghadapi Irak yang saat itu, Irak memenangi laga dengan skor 3-1.
Pada hari kedua, 16 Desember 2023, giliran grup B yang akan memainkan dua laga.
Indonesia akan menghadapi lawan yang sangat berat pada laga pertama ini, yaitu menghadapi Iran!
Mungkin kebanyakan orang akan beranggapan, Indonesia akan menjadi lumbung gol bagi tim-tim Timur Tengah dan juga Asia Timur yang didominasi oleh Iran, Arab Saudi, Qatar hingga Jepang dan juga Korea Selatan.
Pada laga pertama grup B, Indonesia akan menghadapi Iran dengan formasi 3-4-3.
Reza akan melakukan debut perdananya di Timnas Indonesia Senior, dia masuk starting eleven!
Lini pertahanan, diperkuat oleh Jordi pada posisi bek tengah yang kemudian Asnawi sebagai full-back kanan, dan Shayne yang bertugas di sisi kiri sebagai full-back yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi wing-back.
Lini tengah, diperkuat oleh nama-nama beken, seperti Sandy, Evan Dimas, kemudian ada Marc Klok dan juga Marselino.
Meski sedikit tumpang tindih, tetapi mereka saling melengkapi dan bisa sewaktu-waktu saling bertukar posisi.
Di depan, Lilipaly di sisi kanan, sementara Sananta berdiri sebagai ujung tombak yang sisi kirinya dikawal oleh Saddil.
__ADS_1
“Ya! Dimana pun anda berada! Saat ini, lagu kebangsaan Indonesia Raya akan dikumandangkan!”
Indonesia vs Iran, selanjutnya akan menjadi sebuah pertandingan revolusioner penggerak dalam sepakbola Asia!