Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 90 - Timnas U-17 Jepang yang Kuat


__ADS_3

Bola hasil halauan kiper Wataru menghasilkan tendangan penjuru. Beberapa pemain Indonesia yang cukup tinggi dan juga mahir dalam duel-duel udara mulai maju ke kotak penalti.


Narendra, melambungkan bola ke arah tiang jauh, mencoba membuat alur bola yang melengkung dan berharap pada keberuntungan.


Bola yang melengkung tajam, mencoba masuk ke dalam gawang. Namun, sedikit saja beberapa centimeter, bola membentur mistar gawang dan berakhir keluar lapangan. Kiper Wataru sendiri telah mati langkah.


“Lihat itu saudara-saudara sekalian! Narendra melambungkan bola, oh! Nyaris masuk!”


Setelah serangkaian kecil serangan itu, Jepang mulai melakukan rangkaian yang mungkin akan lebih berbahaya lagi. Satu sentuhan, dua sentuhan dari para pemain Jepang, mereka saling memberi umpan pendek yang cepat.


Hal itu membuat kesulitan pemain Indonesia untuk merebut bola. Beberapa di antaranya bahkan dipecundangi, terkecoh dengan gerakan tipuan.


Gerakan indah dari para pemain Jepang menandakan bahwa mereka benar-benar tim kuat, skuad kali ini bisa saja akan ada di masa depan untuk memperkuat Jepang di Piala Dunia masa mendatang.


Secara langsung, memberitahu bahwa mereka telah menjadi kandidat juara Piala Asia U-17, kemudian kelak dengan generasi-generasi muda ini akan membawa negara mereka berjaya di Piala Dunia.


“Sana, lakukan sapuan!” titah Iqbal yang mengarahkan rekan-rekannya.


“Ini!”


“Woy! Kawal dia!”


Mereka saling berteriak, benar-benar terlihat panik ketika para pemain Jepang semakin mendekati area pertahanan Indonesia.


“Semuanya, tetap fokus. Jangan sampai lengah! Lengah sedikit saja … habis kita!” teriak Reza.


Dia menambah keseriusannya. Ryunosuke Sato, seorang gelandang sayap mencoba merangsak masuk ke dalam kotak penalti.


Sementara itu, beberapa pemain Jepang lainnya telah menunggu tepat di kotak penalti. Satu hal yang agak mengerikan, pertahanan Indonesia benar-benar bocor tak terkendali.


Rizdjar, Iqbal dan juga Habil agak lambat turun. Iqbal yang mencoba menghalau hanya dapat sisa-sisa dari serangan.


Sato, segera mengangkat bola menuju Yutaka yang sudah menunggu untuk menyundul bola.


Reza dengan cepat keluar dari areanya dan segera meninju bola hingga ke tengah lapangan kembali. Aksinya cukup berani, karena bisa saja Yutaka lebih dahulu menyentuh bola.

__ADS_1


“Tch!” decak kesal Yutaka kemudian kembali ke posisinya.


Serangan balasan dari Indonesia kembali dirangkai, Narendra yang mendapatkan bola hasil tinjuan bertugas untuk mengalirkan bola saat ini. melirik kanan dan kiri, rekan lainnya pun maju dengan cepat.


Skema serangan balik yang cukup berhasil, tetapi peluang konversi gol masih sangat sedikit.


Narendra, melakukan umpan terobosan ke sisi kanan penyerangan. Di sana, Nabil berlari melewati seorang pemain Jepang, Yamamoto Joi.


Joi memiliki kelengahan yang membuatnya dengan mudah melepaskan Nabil bergerak bebas.


Nabil mencoba terus berlari, melirik ke kiri. Rekan-rekannya sangat terlambat untuk naik. Alhasil, dari arah depan, sapuan bola langsung membuatnya keluar lapangan.


Terbilang pertandingan kali ini agak berat sebelah dengan Jepang yang cukup mendominasi. Umpan-umpan kreatif mereka lebih terbuka dan sulit untuk dihalau.


Namun, satu hal yang nampaknya menjadi momok menyebalkan bagi mereka, itu karena adanya Reza di bawah mistar gawang. Tentunya kesal, berapapun peluang yang mereka ciptakan, selalu dimentahkan oleh Reza.


Sekian kali mencoba, Reza masih begitu kokoh. Reza sebenarnya terlihat santai, tetapi keseriusan di dalam otaknya yang berpikir dan memvisualisasikan segalanya adalah hal yang tak santai.


Napas naik-turun, butiran keringat membasahi sekujur tubuhnya, mata segelap malamnya menatap tajam ke arah bola. Mengelap keringat yang mengalir di dahinya menggunakan jersey lengan, Reza cukup menikmatinya.


Satu hal yang pasti, kecenderungan menyerang berada dipihak Jepang. Mereka total melakukan 12 tendangan percobaan, dengan delapan di antaranya shoot on target yang berhasil dimentahkan Reza.


Untuk Indonesia sendiri, mereka baru melakukan 5 kali tendangan percobaan. Dua di antaranya adalah shoot on target.


Untuk dalam beberapa menit ke depan, para pendukung Indonesia di mana pun mereka berada, mereka akan sesak napas melihat Indonesia yang terus menerus ditekan dipenghujung babak pertama.


“Ha! Oh, tidak! Tendangan dari Yutaka! Dan … bam! Sepertinya Reza dalam keadaan paling primanya!” Sang komentator berpendapat.


Sementara itu, di Indonesia, saat ini mereka sedang menonton yang memang telah tersedia. Pukul 18.30 Waktu Indonesia Barat, atau pukul 19.30 Waktu Indonesia Tengah di Palu.


Citra dan teman-teman kantornya menonton pertandingan yang disiarkan. Bersama beberapa orang lain, melakukan nonton bersama disalah satu gedung penyedia layanan umum.


“Aahh! Bah! Mantap Reza!” seru beberapa orang ketika Reza berhasil menangkap bola.


“Kak Bagus! Seberapa gregetnya melihat Reza?” tanya Haikal yang saat itu ikut menonton, tentunya bersama hampir seluruh skuad sepakbola SMA Harapan.

__ADS_1


“Seberapa gregetnya saya? Hei, membobol ke gawang Riyandi lebih mudah daripada ke gawang Reza!” balas Bagus.


Riyandi yang disinggung pun hanya mendengus kesal. Dia tak bisa membantah, generasi muda, Reza telah berada ditingkat yang sulit dicapai baginya saat ini.


“He … he! Itu! Yaa! Tembak!” seru serentak semua orang.


Nabil, yang saat itu memegang kendali bola, berdiri bebas di depan kotak penalti karena mendapatkan bola muntah hasil kesalahan seorang bek Jepang.


Nabil mencoba tak menyia-nyiakan kesempatan, dia menendang dengan keras. Seorang bek Jepang mencoba menghalau dengan mengangkat kakinya tinggi, tetapi tak sampai meski juga dengan lompatan.


Bola terbang cepat ke arah Wataru, tetapi Wataru juga bukanlah kiper sembarangan. Dia berhasil menangkap bola sembari terbang ke arah kanan. Bola melengket ditelapak tangannya.


“Yaaah!” lirih para pendukung Indonesia.


“Haa … haa! Ini melelahkan!” keluh Nabil kemudian perlahan turun untuk menjaga kedalaman lagi.


Wataru, dia mengulur sedikit waktu untuk memberi rekan-rekannya napas lagi. Dia tak ingin intensitas permainan yang begitu tinggi membebani rekan-rekannya.


Keberuntungan juga didapatkan oleh para pemain Indonesia, yang memanfaatkan Wataru mengulur waktu.


Setelah beberapa detik, Wataru kembali melambungkan bola ke depan yang langsung duel udara tak terelakkan.


Femas yang diplot sebagai pemecah alur bola, mencoba mengganggu Nishihara Motoki.


Motoki yang mendapatkan gangguan pun menjadi goyah dan tak berhasil menyentuh bola dengan kepalanya. Femas sendiri berhasil mendapatkannya, tetapi sayang seribu sayang, bolanya diintersep begitu saja dengan pemain Jepang lainnya.


Langsung dilambungkan, Homare Tokuda, rekan penyerang Yutaka, berhasil mengontrol bola didalam kotak penalti dengan punggung kakinya.


Setelahnya, ketika bola terangkat, dia segera menghempaskan kakinya untuk menendang bola. Bola yang ditendang dengan kekuatan, membentuk lengkungan indah.


Reza melompat kuat bagai elang yang menerkam buruannya.


Sang Garuda alias Reza, dengan tangannya, dia berhasil menepis bola tepat diwaktu yang benar-benar tepat sasaran.


Bola yang hendak masuk ke sisi atas kiri gawang, berhasil ditepis Reza yang tepisannya didapatkan oleh Rizdjar yang lantas menyapu bola ke depan.

__ADS_1


Di saat itu juga, peluit tanda babak pertama berakhir, dengan skor yang masih kacamata.


__ADS_2