
Drawing hasil grup UEFA Champions League musim 2023/2024 telah diumumkan.
Dari sekian banyak klub, banyak nama-nama baru, salah satunya AS Trenčín yang pertama kali memasuki fase grup UEFA Champions League.
Sebelumnya klub ini terbilang langganan kualifikasi, tetapi selalu saja mentok kualifikasi putaran dua atau tiga di UEFA Europa League maupun diturnamen yang lebih besar lagi –UEFA Champions League.
26 Agustus 2023, sehari sebelum laga pertama dari UEFA Champions League musim 2023/2024.
Sudah 7 pekan sejak musim liga dimulai, AS Trenčín menjadi klub terkuat saat ini di liga dengan menyapu bersih 7 kemenangan beruntun tanpa kebobolan.
Tentunya keajaiban dari Reza adalah apa yang dipikirkan banyak orang. Selama tujuh pertandingan itu, Reza sudah mencetak sebelas gol dan menjadi topscorer Liga Super Slowakia.
Seorang kiper, mampu menjadi topscorer. Dia adalah Reza.
Kembali ke pembahasan UEFA Champions League, AS Trenčín saat ini berada di grup neraka.
Grup C, berisi tim-tim papan atas dan langganan Liga Champions bahkan sempat beberapa kali juara.
Mereka adalah Barca, Milan, dan juga Bayern.
Tim-tim mengerikan siap membantai AS Trenčín. Begitulah apa yang dipikirkan oleh nyaris seluruh penikmat Liga Champions.
Namun, jangan cepat menyimpulkan terlebih dahulu, ketiga klub ini sudah melihat rekam jejak AS Trenčín di liga, bahkan anggota tim mereka yang menjuarai piala Asia U-17.
Pemain yang digadang-gadang menjadi salah satu kiper terbaik di dunia, bahkan bisa berdiri lebih tinggi dari jajaran kiper terbaik dunia saat ini.
Di gedung serba guna saat ini, seluruh pemain dan staf pelatih berkumpul untuk membahas masalah penting. Klub yang akan mereka hadapi di fase grup nanti benar-benar berat.
“Jadi … Apakah kita akan menarget posisi … Terakhir dengan minimal satu poin?”
“Ayolah, Pelatih! Jangan pesimis, pasti kita bisa!” timpal Reza tak setuju Pelatih Marian Zimen menjadi pesimis.
“Saya tahu kamu kuat, saya tahu kamu terampil, tetapi tanpa–”
Reza berdiri dan mengagetkan semuanya.
Reza berjalan ke depan Pelatih Marian Zimen dan menatapnya lekat, kemudian berkata, “Pelatih, ada saya, kiper terbaik Indonesia atau … Bahkan dunia!”
Perkataan dari Reza sontak membuat beberapa perbincangan pelan terhenti. Witan yang melihat seberapa tinggi ambisi Reza menunjukkan senyum tipisnya, dia tak berharap banyak sebenarnya kepada kemampuannya untuk bisa bersaing di Liga Champions.
“Ayo! Kita harus fokus! Pelatih … Mohon bimbingannya dalam memberi arahan!” Reza menunduk sejenak dan kembali ke bangku miliknya.
Alhasil Pelatih Marian hanya bisa menarik napas dalam-dalam dengan pasrah, pemain penting timnya saat ini sedang dalam keadaan optimis besar dan tak bisa diganggu gugat.
Pelatih Marian juga hanya bisa diam. Lagipula timnya diuntungkan dengan keberadaan Reza yang membuat tujuh pertandingan liga menjadi mudah.
Tanpa sebelas gol Reza dan tujuh puluh sembilan penyelamatan, AS Trenčín bisa saja bertengger di posisi lima ke bawah.
Memikirkan semuanya, Pelatih Marian pun kembali fokus ke papan taktik miliknya. Arahan super detail diberikannya, bahkan apa yang hampir selalu tak diberikan kepada anak asuhnya, sekarang diberikan sekaligus.
__ADS_1
Sekitar dua jam bersama membahas taktik yang harus dipakai dalam menangani kekuatan tiga tim besar, menurut Pelatih Marian, dia bisa saja memenangi laga, tetapi dengan segenap tenaga dan keberuntungan besar.
Meski Reza mencetak tujuh gol dari sebelas miliknya dilakukan dengan solo run, Pelatih Marian masih ragu membuat Reza melakukannya di turnamen sebesar dan bergengsi ini.
“Semangat! Kalian istirahat lah! Besok kita akan menghadapi Barca di kandang kita!”
***
27 Agustus 2023, hari pertandingan pertama dari grup C dimulai. AS Trenčín akan menjamu Barca di stadion na Sihoti yang berkapasitas 10.000 penonton.
Stadion ini telah dipenuhi oleh para fans AS Trenčín dan juga Barca. Sayang saja stadionnya kecil, jika besar maka kemungkinan fans kedua tim bisa ditampung lebih banyak lagi.
Di ruang ganti AS Trenčín.
Brak!
“Mana Reza?!”
“Buang air besar!” ucap Witan tanpa sadar karena juga terkejut akan gebrakan papan taktik pelatih.
Pelatih Marian lantas keluar ruangan dan menuju toilet yang terletak berhadapan dengan ruangan ganti tim.
“Reza! Kenapa lama? Apa kau kurang sehat?”
“Itu … Saya hanya … Gugup!” teriak Reza dari dalam toilet.
“Hei! Kau sudah mengangkat piala Asia! Kau sudah … Arrghh! Lupakan, kalau sudah menenangkan diri, segera ke ruangan taktik!”
Sementara itu, di dalam toilet, Reza bukannya gugup. Dia saat ini hanya sedang berbincang dengan Sistem Kiper.
“Kau yakin, Sistem Kiper? Ada pemain … yang memiliki entitas sepertimu juga?”
...[Tergantung. Saya tak bisa menjawab banyak.]...
“Ayolah, kalau ada, boleh juga penyerang supaya saya tertantang!”
...[Tergantung. Saya tak bisa menjawab banyak.]...
Reza hanya menghela napas pasrah, dia pun keluar dengan wajah cerah berharap apa yang dibeberkan Sistem Kiper dari awal bisa terwujud bahwa ada pengguna entitas menyerupai sistem di tempat lain selain dirinya.
***
Kedua kesebelasan berjalan di lorong stadion secara bersamaan, diiringi teriakan dari para fans yang begitu antusias.
“Wah! Stegen … Wah! Ada Gavi! Eeeehh! Babang Lewa!”
Seperti sebuah kosa kata Kaili, ¹natolare, sebutan ini sangat cocok untuk diberikan kepada Reza. Melihat sikap Reza, para pemain Barca hanya memasang wajah datar, Gavi seorang yang tersenyum tipis.
Kedua kesebelasan saat ini berada di lapangan dengan tujuan mengangkat Piala Kuping Besar, Piala Liga Champions!
__ADS_1
Lagu anthem dari Liga Champions didengarkan, setelahnya tepukan tangan dari seluruh penonton di stadion terdengar begitu bergemuruh.
Saling bersalaman, Reza bergetar hebat, dia pertama kali menyentuh tangan para bintang Barca.
“Yo! Kak Gavi!” seru Reza dalam bahasa Inggris saat Gavi bersalaman dengannya.
Dari Indonesia, stasiun televisi TripleTV menayangkan siaran langsung Liga Champions.
Seluruh penikmat sepakbola di tanah air menontonnya demi melihat bintang mereka saat ini, yaitu Reza yang akan menjadi pemain Indonesia pertama berlaga di Liga Champions.
Meski ada Witan, tetapi saat ini dia masuk dalam jajaran bangku cadangan, jadi tak dihitung menjadi pemain pertama Indonesia yang berlaga di Liga Champions.
Di depan televisi di rumah Reza, saat ini Citra dalam kondisi mengantuk parah mencoba melihat anaknya untuk beberapa menit saja.
Saat ini di Indonesia, tepatnya di Palu, sudah tanggal 28 Agustus pukul 02.00 AM.
Berbeda 7 jam, Palu lebih cepat, sehingga di Trenčín masih tanggal 27 Agustus pukul 19.00 PM.
“Lima menit saja, ya Nak! Ibu sudah mengantuk, mana sebentar pagi masuk kantor,” gumam Citra.
***
Prit!
Bola kick-off dimulai dari para pemain Barca, tepatnya kaki Depay. Dia mengumpan ke belakang kepad Gavi yang saat itu langsung memberikan bola jauh ke depan sisi kiri.
Fati mendapatkan bola dan langsung bergerak mencoba melewati Duriska yang mengawal pergerakannya.
“Awas stepover!” seru Reza.
Duriska terlambat menyadarinya saat berhadapan langsung dengan Fati. Alhasil, Duriska mati langkah dan tanpa sadar membiarkan Fati menusuk ke kotak penalti.
“Huft!”
Reza mulai menutup matanya, dia mencoba memvisualisasikan segala masa depan apa yang terjadi dalam sepuluh detik ke depan. Mendapatkan jawabannya, Reza langsung bertindak.
“Merapat! Tutup di sana!” titah Reza menunjuk ke arah Fati.
Reza menggeser posisinya sedikit demi sedikit, hingga Stojsavljevic mencoba menghadang Fati yang melakukan cut inside dari sisi kiri.
Karena Fati terdesak, lantas dia langsung menendang bola.
Reza langsung melompat secara vertikal dan menangkapnya dengan mudah karena penempatan posisinya sudah sangat tepat.
“Ini terlalu overpower sih, tapi yaa tak apa!” gumam Reza.
...----------------...
Catatan kaki
__ADS_1
¹Natolare \= orang yang bersifat kampungan, terkadang mereka terlalu berlebihan dalam mengekspresikan suatu hal.