
Arkhan memberikan bola kepada Kafiatur di belanang. Kemudian Arkhan secara cepat maju bersama Gilang dan juga Nabil.
Ketiganya bersiap melakukan serangan lebih awal seperti yang telah diarahkan oleh pelatih Bima. Kafiatur juga melihat tiga penyerang itu sudah maju, tentunya dia segera memberikan umpan datar kepada Nabil di sisi kanan.
Nabil mendapatkan bola, tetapi dia dengan cepat didatangi seorang pemain Palestina, Nouri. Nabil mencoba mengecoh dengan membuat tarian kaki, tetapi Nouri tak begitu mudah terkecoh.
Alhasil Nouri mampu merebut bola dari Nabil. Nouri dengan gesit mulai menggiring bola meninggalkan Nabil di belakangnya. Nouri melirik ke kanan, di sana sudah ada Manassra di tengah sedang berdiri dan dikawal oleh Achmad Zidan.
Nouri kemudian melirik ke depan, di sana ada Tareq yang berdiri cukup bebas. Alhasil Nouri memberikan umpan lambung yang berhasil diterima dengan baik oleh Tareq.
Figo Dennis juga tak ingin lini tengah diporakporandakan, dia dengan cepat mencoba mendekati Tareq. Dengan kawalannya yang ketat, Tareq tentunya kesulitan. Di sekelilingnya juga telah ada penjagaan zonasi yang dilakukan Kafiatur bersama Gilang dan juga Arkhan yang sedikit mundur.
Tareq yang kebingungan sempat melihat rekannya berlari dan luput dari penjagaan milik Indonesia U-17. Tareq dengan lihai langsung memberikan umpan datar ke arah sisi kanan, rekannya Radi. Radi langsung berlari menggiring dengan begitu cepat.
Tentunya Seva Aditya yang diberi kepercayaan oleh pelatih Bima untuk menggantikan Abdillah dengan segera mengawal pergerakan Radi. Seva mulai mencoba menggiring Radi hingga mendekati garis luar lapangan.
Radi yang kesulitan pun dengan segera langsung memberikan umpan silang sebelum dia kehilangan kontrol bola itu hingga keluar lapangan. Karena tubuhnya yang kurang stabil, alhasil umpan silang itu dengan mudah dipetik oleh Reza kali masih lebih dekat pada Reza.
Reza melompat begitu tinggi dan memetik bola di udara. Reza kemudian mendarat dan segera berlari kecil sebelum menendang bola melambung kencang ke lini depan.
Di depan, Arkhan yang mendapatkan umpan manis juga langsung memanfaatkan situasi itu begitu cepat. Arkhan yang mendapatkan bola di dekat kotak penalti tentunya tak menyia-nyiakan kesempatan, dia dengan segera mengayunkan kaki kanannya dan melambungkan bola.
Bola melesat dengan cepat, para pemain bertahan Palestina mencoba menghalau bola dengan tubuh mereka, tetapi nyatanya bola melewati tubuh.
__ADS_1
Bola melesat semakin mendekati mulut gawang. Abushaqra, kiper Palestina mencoba melompat ke arah kanan. Dia mengulurkan tangan kanannya sebisa yang dia lakukan.
Namun, bola hanya membentur tiang gawang dan memantul ke arah kotak penalti. Di dalam kotak penalti, Nabil Asyura datang tiba-tiba dan dengan mudahnya menendang pelan bola ke arah gawang yang tak terkawal.
Abushaqra, masih berada di atas permukaan tanah. Dia yang hendak beranjak hanya bisa melihat bola telah masuk ke dalam gawang. Abushaqra yang terlambat bertindak hanya menggemeretakkan giginya begitu kesal.
Gol itu pun tercipta. Selebrasi sederhana pemain Indonesia U-17, mereka hanya melakukan sujud syukur sembari saling berpelukan hangat. Reza sendiri hanya bisa melihat selebrasi itu, dia hanya berteriak seraya mengangkat kedua tangannya.
Pada menit 8, Indonesia dengan cukup mudah unggul 1-0 dari Palestina. Meski pelatih Bima mewaspadai Palestina, nyatanya Palestina tidak begitu membahayakan pada menit-menit awal seperti ini.
Palestina yang menang telak terhadap Malaysia harus segera kebobolan lebih awal dari Indonesia U-17. Gemuruh seisi stadion juga mengiringi keunggulan sementara Indonesia atas Palestina.
Pertandingan kembali dilanjutkan. Kali ini Palestina dengan berani tampil terbuka. Mereka mulai merancang serangan. Menit demi menit, kedua tim secara bergantian terus menyerang.
Keduanya memeragakan umpan satu-dua yang indah melewati Kafiatur. Seva Aditya yang didekati dua pemain Palestina juga dengan tegas segera merapatkan pertahanan tanpa terlalu memerhatikan kedua pemain ini.
Iqbal dan juga Sulthan Zaky terus mengawal beberapa pemain Palestina. Sulaiman dan juga Hawamda terus dikawal kedua pemain belakang tersebut. Radi yang melihat Sulaiman sedikit lepas dari penjagaan Iqbal pun dengan segera memberi umpan datar.
Sulaiman mendapatkan bola, kali ini dia berdiri membelakangi gawang. Dia berdiri tepat di garis busur luar kotak penalti. Sulaiman yang merasa di belakangnya masih ada Iqbal pun mengangkat bola ke atas.
Sulaiman dengan tolakan kakinya, dia membuat pergerakan indah di atas tanah beberapa detik. Ayunan kaki kiri sebagai awalan, kemudian kaki kanan untuk mengeksekusi bola. Punggung kaki kanan mengenai bola dan langsung membuat benda bulat itu melesat ke arah gawang.
Tendangan kejutan dari Sulaiman mengagetkan Iqbal dan semua pemain Indonesia U-17. Sontak mata mereka langsung menghadap ke Reza yang saat ini segera melompat ke sisi kanan.
__ADS_1
Bola terus bergerak ke sudut atas kiri gawang. Reza mengulurkan tangan kirinya, dengan sentuhan cukup besar dia berhasil menyelamatkan gawang dari tendangan indah tersebut. Bola langsung keluar lapangan.
Helaan nafas dari para suporter cukup terdengar. Bagaimana tidak, mereka sangat tidak ingin tendangan indah itu membobol gawang tim nasional mereka. Pendukung Palestina yang bisa terhitung pun juga mulai melantangkan suara dukungan mereka, walaupun cukup kecil di antara belasan ribu penonton dan suporter Indonesia U-17.
Tendangan sudut kemudian segera dilesatkan oleh Husam. Bola membentuk parabola dan jatuh di atas kepala Sulaiman.
Sulaiman melakukan duel udara bersama Sulthan Zaky yang cukup tinggi. Namun, keduanya terkejut ketika sebuah kepalan tangan yang terbalut sarung tangan segera meninju bola itu menjauhi kepala keduanya.
Reza dengan berani keluar dari area kekuasaan kiper. Dia tidak ingin momentum tercipta bagi Palestina dari sundulan kepala milik Sulaiman. Jadi dia dengan segera meninju jauh bola keluar dari kotak penalti hingga sampai ke tengah lapangan.
Di tengah lapangan, Nabil Asyura mendapatkan bola. Tak menyia-nyiakan kesempatan emas. Kali ini kesempatan emas berpindah pada Indonesia. Nabil Asyura dengan larinya yang cepat pun langsung menggiring bola.
Lini pertahanan Palestina yang tersisa 4 pun hanya terus berlari mundur. Arkhan juga sudah mendekati Nabil, Gilang pun demikian.
Ketiganya semakin mendekati area kotak penalti. Arkhan memasuki kotak penalti sembari dikawal oleh pemain bertahan Palestina, Ibrahim. Gilang sendiri dikawal rekan Ibrahim sebagai bek tengah, Barra.
Nabil yang tak memiliki pilihan pun melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Sayang tendangan jarak jauhnya harus dibendung dengan mudah oleh Abushaqra. Sang kiper dengan baik memeluk bola hasil tendangan lurus milik Nabil.
Serangan dari Indonesia U-17 pun terhenti. Kali ini, Palestina yang akan kembali menyerang dan bermain terbuka lagi. Palestina tanpa memikirkan pertahanan yang cukup bocor, terus bermain spartan dan membuat para pemain Indonesia U-17 cukup kesal.
Di pinggir lapangan, pelatih Bima sendiri mondar-mandir di area yang telah dibatasi. Dia cukup gugup karena Palestina juga terus menekan yang membuat anak didiknya merasa tertekan.
Dia menatap Reza di bawah mistar gawangnya. Dari pandangannya, Reza begitu serius dan terus menatap bola yang bergulir di antara para pemain Palestina.
__ADS_1
“Reza … terus semangat. Kau adalah tembok kami,” gumamnya kemudian kembali ke bangku pemain dan duduk sambil menenangkan diri.