Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 157 - Indonesia Vs. Prancis (1)


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Indonesia dan dunia, mereka menunggu perempat final yang menentukan apakah tim runner-up Piala Dunia 2022 bisa mengalahkan tim baru yang kuat ini.


Indonesia yang masih mengemas formasi 3-4-3 menyerang dengan lini belakang diisi oleh Haikal, Ferrari, dan juga Arhan.


Ketiganya diplot sebagai bek yang siap mati, atau bisa dibilang bek yang siap mendapatkan ganjaran kartu merah disaat Reza menyerang, tetapi bola terlepas, maka mereka bertiga akan menjadi kiper pengganti bagi Reza.


Lini tengah diisi oleh Marselino sebagai gelandang serang yang harus kreatif di lapangan tengah, kemudian masih dengan Robi sebagai gelandang bertahan yang harus memotong segala alur serangan Prancis.


Di sisi kanan, ada Kwateh yang bermain lebih ke gelandang sayap, dengan kecepatannya dia diharuskan menjadi bahaya kedua setelah para penyerang. Di sisi kiri, Todd Ferre diplot sebagai gelandang pengangkut air, box to box yang bisa maju mundur membantu serangan maupun pertahanan.


Di depan, dengan perubahan lagi, sebagai ujung tombak ada I Nyoman yang wajib bisa menggantikan peran Hokky mau pun Sananta, kemudian di sisi kanan ada Fajar yang kembali dimainkan dan Samir di sisi kiri membantu penyerangan.


Pertandingan yang telah ditunggu-tunggu pun dimulai, di mana bola kick-off dipegang oleh Prancis, dari Mbappe, dia memberi bola ke belakang di mana gelandang Prancis mengendalikan bola, Camavinga.


Camavinga melakukan pemindaian area, hingga dia memgerutkan dahinya, formasi Indonesia amat ketat, sungguh solid dan sangat sulit untuk ditembus dengan umpan-umpan terobosan.


Namun, satu hal yang terlihat jelas, duel udara bagi Indonesia adalah hal yang sulit, akhirnya, Camavinga memberikan umpan parabola yang membuat Pelatih Tae-yong menggigit bibir bawahnya dengan kesal.


Prancis mampu melihat kelemahan para pemain Indonesia yang akan kalah tinggi jika duel udara, bola hasil umpan parabola dari Camavinga diambil oleh Dembele di sisi kanan penyerangan.


“Awas, sisi kiri, Dembele lagi panas-panasnya! Duel udara, tidak, kecepatannya juga mantap!” seru Reza sambil menunjuk.


Haikal yang seorang bek dengan tubuh cukup besar dan tegas langsung mencoba mengawal pergerakan Dembele, meski dengan tubuh itu, Haikal bisa bergerak lincah juga.


Alhasil, Dembele kesulitan, entah mengapa kelas para pemain Eropa mulai turun di hadapan para pemain Indonesia, rasanya mereka benar-benar dalam bayang-bayang paruh dan cakar yang tajam dari Garuda.


Ketakutan itu pasti ada, karena bagaimana pun, Indonesia adalah tim perdana dalam piala dunia modern, dan datang sebagai mimpi buruk bagi kebanyakan tim, sehingga kemampuan mereka seperti terhambat kekhawatiran tersebut.


Dembele yang cukup baik di Barca terasa lemah di hadapan Haikal, tetapi dia tak habis pikir, Dembele segera melakukan tipuan dan langsung melambungkan bola ke dalam kotak penalti.

__ADS_1


Bola parabola terjadi, Ferrari mencoba berduel dengan Mbappe yang sudah maju ke depan, ada juga beberapa pemain Prancis seperti Coman dan juga Fofana.


Para pemain Prancis lainnya juga maju menyerang, tetapi masih menyisakan banyak juga pemain di pertahanan, satu hal yang pasti, mereka telah belajar banyak tentang seberapa baik Indonesia dalam suatu pertandingan.


“Oh, mereka sudah mengetahuinya, ya, teknik serangan balik mengandalkan kecepatan, dan kemudian meletakkan bek-bek atau gelandang tipe kecepatan di belakang,” gumam Reza.


Bola hasil parabola tadi di dapatkan oleh Mbappe dengan dadanya, berduel bersama Ferrari, Mbappe layaknya pria yang tangguh dan lepas dari penjagaan Ferrari.


Dengan posisi yang nyaris jatuh, Mbappe mencoba menendang bola, itu adalah tendangan lemah yang jelas tidak membahayakan gawang karena Reza sudah lebih dahulu menerbangkan tubuhnya ke sudut kiri atas gawang.


Reza mendapatkannya, kemudian dia segera berdiri dan berlari ke tepi kotak penalti, tetapi perasaan aneh pun terjadi.


Dari matanya, Reza melihat secara jelas bagaimana Frederic bekerja mengatur rekan-rekannya dalam pertahanan, Frederic benar-benar menyerupai dirinya yang sejak debut dulu dilakukannya.


“Sial, apa dia salah satu pengguna sistem? Sebenarnya … Memang ada yang aneh dari debutnya saat itu, dia juga mampu mencetak gol debut dan menyelamatkan banyak tendangan,” gumam Reza.


“Reza, sini kosong!” teriak Marselino dari tengah lapangan sambil mengangkat tangannya.


“Bagus!” seru Reza.


Reza pun melambungkan bola tepat di depan Marselino yang saat itu berakselerasi, dalam sekejap, Marselino pun bisa melewati seorang pemain Prancis.


“Lakukan transisi cepat, atau–” Hendak mencoba berkomunikasi, Reza hanya bisa terbelalak. “Apa itu mungkin?!!”


Tiga pemain Prancis langsung mendatangi Marselino, dari matanya saja dia sudah melihat Frederic sempat menunjuk terlebih dahulu kepada Marselino untuk menjaganya.


“Dia … Memang bagus, hanya saja tenggelam karenaku, oke, ini adalah pertandingan yang jelas sengit!” gumam Reza.


Marselino pun harus pasrah ketika melakukan duel fisik bersama tiga pemain Prancis, jelas kekalahan mendatanginya dan bola itu direbut oleh para pemain Prancis.

__ADS_1


Dalam proses ini, Prancis juga langsung maju menyerang tanpa menunggu para pemain Indonesia untuk sadar telah kehilangan bola.


“Tengah benar-benar kosong, awas, Robi!” pekik Reza.


Meski begitu, teriakannya tenggelam di puluhan ribu pendukung yang terus saja berseru dan bernyanyi dengan sangat meriah, alhasil suara Reza benar-benar teredam dengan baik.


“Akh, benar-benar, ya!” Baru kali ini Reza merasakan suatu kesulitan.


Kelas para pemain Prancis yang sebelumnya nampak agak rendah, sekarang melesat naik setelah arahan demi arahan dari kiper Frederic.


“Kau mau main seoerti itu, ya?” gumam Reza.


Bola yang dipegang oleh Dembele di sisi kanan penyerangan atau sisi kiri pertahanan dari tim Indonesia, mencoba melakukan gerakan tipuan kepada Haikal yang mendatanginya.


“Haikal, mundur, jangan sama dia!” teriak Reza.


Meski hanya terdengar sayup-sayup, Haikal masih begitu tajam soal pendengaran, alhasil dia melepas penjagaannya dari Dembele, dan dengan segera Reza menyuruh Todd Ferre untuk mundur membantu serangan.


“Bagus, dengan ini formasi transisi pertahanan cukup solid,” gumam Reza sambil mengedarkan pandangannya.


Kali ini, benar-benar kesadaran taktis dan visi permainannya akan segera teruji, semua serangan Prancis dan juga pertahanannya jelas-jelas dikontrol hanya oleh seorang saja, yaitu Frederic.


“Kiper itu jelas mengerikan, baiklah, saya juga akan menantangmu!”


Di tengah, Reza yang melihat memang agak kosong segera menggeser Robi dan juga Haikal untuk agak ke depan, hal itu dilakukan demi melakukan pergerakan alternatif dalam penjagaan.


Dengan semua itu, Reza berharap formasinya dan juga arahannya mampu menahan gelombang serangan yang diatur oleh Frederic bersama pelatih timnas Prancis.


“Oke, sekarang menit lima belas, Prancis jelas-jelas bermain terbuka,” gumam Reza sambil menatap layar digital di stadion. “Bertahan ada gunanya, itu seharusnya.”

__ADS_1


__ADS_2