
Pernahkah kalian melihat sebuah tim kesebelasan bermain dengan santai dan penuh akan kebahagiaan? Apakah itu terjadi sangat sering?
Entah apa yang membuat pertandingan kali ini lebih terlihat benar-benar hidup, tak ada perasaan benci atau apapun itu, tim nasional Jepang yang sudah tertinggal satu gol masih bermain dengan pantang menyerah tanpa wajah yang begitu serius.
Dari wajah mereka saja terlihat, kebahagiaan menghadapi tim kuat yang baru bangkit akhir-akhir ini, yaitu tim nasional Indonesia.
Mereka masiu begitu cerah, terus berjuang hingga menit benar-benar berakhir, inilah momen yang paling emosional, betapa berjuangnya mereka menghadapi Indonesia yang sudah berubah banyak.
Sementara itu, di tribun khusus para pemain-pemain pensiunan dan beberapa pemain terkenal dari tim nasional lainnya, mereka sedang menonton begitu antusias, bahkan beberapa di antaranya meletakkan taruhan bahwa Indonesia akan memenangi piala dunia untuk pertama kalinya.
Messi dan Ronaldo saat ini duduk bersama, tersenyum bersama di tengah masa senja mereka yang tanpa beban, mereka hanya bisa menikmati hidup yang telah diraihnya sejak dahulu.
Kemudian, di tribun VVIP, beberapa politisi dan juga bahkan pemimpin negara dari Jepang dan Indonesia duduk bersama, mereka menikmati dua tim Asia yang sedang berlaga.
“Mereka hebat, pemuda Indonesia sangat hebat,” ucap Kaisar Maruhito.
“Ya, pemuda Jepang juga sangat hebat, pantang menyerah,” jawab Presiden Prawibawa.
Kejadian ini cukup langka, dua pemimpin paling tinggi di negara masing-masing duduk bersama saling melepas pujian tanpa henti, sementara itu, kondisi di belakang mereka sendiri sedang terjadi perang dingin antar para pengawal.
Di lapangan, menit yang sudah menyentuh angka 78 saat ini membuat Reza mengarahkan rekan-rekannya untuk menurunkan intensitas serangan, ini diperuntukkan agar semuanya bisa lebih tenang dalam pertahanan.
“Semuanya, ayo kita lakukan perayaan besar setelah ini!” teriak Reza.
Rekan-rekannya mengangguk ringan, wajah mereka penuh suka cita dan menurut mereka Reza jelas telah memegang kemenangan secara tak langsung, saat ini, tak banyak pemain profesional yang bisa membobol gawang Reza.
“WOOOOO!!!” Seisi stadion bergemuruh, mereka benar-benar menunggu menit-menit terakhir hingga wasit Alexander akan meniupkan peluitnya.
Puncak panggung dunia sepakbola akan segera berakhir, momen paling emosional tercurahkan di satu titik. Di mana pun mereka berada, mereka akan menyempatkan diri untuk menatap layar apapun itu yang menayangkan tayangan piala dunia.
Ini adalah yang ditunggu-tunggu, semuanya menunggu dengan harap-harap cemas, di satu sisi orang-orang yang hanya tahu taruhan pun mulai berseru senang, Indonesia adalah negara yang mereka unggulkan.
__ADS_1
Menit terus berjalan, saat ini ketika menginjak menit 86, Jepang melakukan serangan dari sayap kanan, disisa-sisa tenaga mereka mencoba menerobos pertahanan Indonesia yang saat ini telah benar-benar bertahan penuh.
“INDONESIA~!!!” Seruan dari para penonton bergemuruh.
Mereka menunggu serangan ini, di menit-menit terakhir, Jepang pun harus tersungkur dalam satu serangan ini karena Haikal masih begitu solid menjaga pertahanan meski harus sempat jatuh bangun terlebih dahulu.
“Semuanya, jangan lengah, ini adalah menit-menit krusial, apa saja … Ya, apa saja bisa terjadi!” teriak Reza sembari menatap layar digital yang sudah menyentuh menit ke-89.
Dari luar kotak penalti, tiba-tiba Kubo melepaskan tendangan jarak jauh, mereka yang gagal menerobos memilih memberikan efek kejut saat ini, di mana konsentrasi dipertaruhkan.
“Ah!” Reza melompat ke sisi kanan, mengulurkan tangan kanannya begitu tegas, wajahnya sangat serius menangani tendangan ini.
Bola terhempas akibat tamparan keras Reza, bola itu melayang kembali ke arah para pemain Jepang, tepatnya Ueda yang melepas tendangan first time sebelum bola jatuh ke tanah.
Reza yang berdiri kembali pun langsung melompat ke kiri, tangan kirinya begitu tegas, sementara itu, rekan-rekannya cukup khawatir akan Reza yang menurut mereka pasti telah kelelahan karena sudah banyak menyelamatkan tendangan-tendangan pantang menyerah Jepang.
“Aarrrghh!” pekik Reza sebagai penyemangatnya.
Menit sudah menunjukkan 92, tambahan waktu sekitar 4 menit, maka tak lama lagi, ya, tak lama lagi Indonesia bisa mengangkat piala dunia.
Seisi stadion terus bergemuruh, bahkan semakin meledak tanpa memedulikan kenyamanan para pemain di lapangan, selama mereka berteriak begitu keras, hal ini bisa saja memantuk api semangat yang ada dalam tubuh pemain.
Tendangan sudut dilakukan dengan cepat oleh Jepang, mereka melakukan umpan silang, tetapi Reza dengan mudahnya memetik bola di udara.
Kemudian, Reza melempar bola ke depan, bola parabola tercipta hingga melewati tengah lapangan, Sananta menerimanya, kemudian memberikan umpan terobosan kepada Witan.
Witan berakselerasi, melewati seorang pemain Jepang yang tersungkur karena salah langkah, kemudian Witan memberi bola kembali kepada Sananta.
Proses serangan balik di detik-detik terakhir pertandingan sungguh amat penting, apakah Indonesia bisa mengunci serangan atau hanya sebagai efek kejutan untuk Jepang.
Sananta berlari, dan saat ini berhadapan dengan kiper Osako yang menutup ruang tembak Sananta.
__ADS_1
Sananta memilih tendangan mendatar tanah ke sisi kanan kiper, hal paling beruntung bagi Jepang, mereka tak begitu dipecundangi, mereka bisa menutup laga dengan skor 1-0 untuk kemenangan Indonesia.
Bola itu berhasil ditepis oleh Osako, dan disaat itu juga wasit Alexander meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
“AAARRRGHHH!!!” teriak semua pemain Indonesia, mereka melompat-lompat bahagia.
Saling berpelukan, dengan tangisan haru yang jelas tak tertahankan, tak ada yang tak menangis, ini adalah momen yang paling bersejarah dalam dunia sepakbola.
Sementara itu, Reza hanya duduk bersandar di tiang gawang, menatap rekan-rekannya yang melompat dan berlari begitu bahagia, dirinya tak percaya, benar-benar tak percaya bisa seperti ini sejak dia mendapatkan sistem empat tahun silam.
“Hei, Reza, boleh tukar jersey?” tanya Kubo yang mendatanginya.
“Boleh,” jawab Reza langsung membuka jersey nya.
Keduanya bertukar jersey dan saling berpelukan, jelas kameramen mendapatkan foto yang sangat bagus, foto di mana Reza begitu hangat berpelukan bersama pemain sayap Jepang.
Setelahnya, Reza langsung dikerumuni oleh para pemain Indonesia dan staf kepelatihan, merayakan bersama Reza, dilemparnya ke udara kemudian ditangkap kembali.
26 Juli 2026, pemenang resmi Piala Dunia 2026 Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko adalah Indonesia yang menjadikan mereka sebagai tim Asia pertama pemenang piala dunia.
Berkeliling lapangan sembari menunggu panggung mewah di lapangan, para pemain Indonesia mengarak Reza.
Reza hanya bisa tertawa, ini adalah momen bersejarah dalam dirinya, empat tahun sejak dirinya menerima berkah sebagai pengguna sistem, dia bisa segera membuat mimpi Indonesia terwujud.
Lima menit kemudian, para pemain Indonesia dipanggil, mereka berbaris menunggu untuk menaiki panggung yang telah disiapkan.
Penghargaan pribadi pemain terlebih dahulu diumumkan, Reza mendapatkan Golden Boots Award karena berhasil mencetak 6 gol dengan tambahan satu assist.
Setelahnya, Reza juga mendapatkan Golden Ball Award World Cup 2026 yang mana dia menjadi pemain terbaik Piala Dunia 2026.
Reza, untuk sekali lagi memborong penghargaan, satu lagi, yaitu Golden Gloves Award World Cup 2026, sebagai penghargaan kiper terbaik Piala Dunia 2026.
__ADS_1
Sementara itu, untuk pemain muda terbaik, atau Young Player Award World Cup 2026 dipegang oleh Marselino, pemain dengan paling banyak melakukan umpan-umpan kunci, atau juga pergerakan kreatifnya di lapangan, dengan nilai pertandingan rata-rata 4,5 dari 5, itu terpaut 0,1 dari Reza yang memegang nilai 4,4 dari 5.