
“Hyaaaaat!”
Bola membentuk alur lengkungan di udara, tetapi lengkungannya tak terlalu terlihat. Bola itu hendak memasuki gawang dan tepat menyasar sudut atas kiri gawang.
Namun, sebuah uluran tangan berhasil menepisnya keluar. Bola itu terbang keluar lapangan.
“Wah … kau terlalu sulit dibobol!” celetuk Witan.
Dalam latihan kali ini, Reza ditantang oleh semua pemain untuk menahan banyaknya tendangan dalam satu perjalanan waktu, setiap lima detik masa intervalnya antar pemain.
“Dua tendangan dari tiga puluh tendangan masuk. Itu Emeka dan Kmet, mereka sangat cerdik,” ungkap Reza.
Sontak seluruh rekannya hanya saling tertawa renyah. Kegiatan ini telah mereka lakukan sejak lama. Ya, itu sekitar seminggu lalu. Mereka terus berlatih menggunakan metode ini disela-sela latihan yang memang diatur oleh para pelatih.
Melatih refleks bagi Reza, sekaligus melatih akurasi tendangan bagi para pemain lain. Untuk kiper lainnya juga melakukan hal yang sama. Kukucka dan Vozinha cukup bagus, dari tiga puluh tendangan, sekitar dua puluh hingga dua puluh dua ditepis ataupun ditangkap.
“Reza, ikut saya!” ajak Pelatih Marian Zimen di tengah kesenangan tim.
Reza pun mengikuti Pelatih Marian Zimen menuju gedung staf kepelatihan. Di sana, Reza masuk ke ruangan manajer. Dipersilahkan duduk, Reza agak kebingungan.
“Hei, Reza. Nilaimu meningkat drastis, kamu tahu?”
Reza mengerutkan keningnya. Dia menggelengkan kepalanya. Reza pun diperintahkan mendekat ke laptop yang sedang dipakai oleh Pelatih Marian.
Pada layar laptop, beranda Transfermarkt terlihat. Di sana, identitas Reza yang sebagai kiper utama AS Trenčín terlihat jelas. Pada informasi nilai transfer miliknya, pupil matanya mengecil sempurna sangking terkejutnya.
“Ini … kenapa bisa?”
Tertera sejumlah nilai sebanyak €200.000 –Dua ratus ribu Euro– atau sekitar 3,32 miliar rupiah. Nilai yang fantastis dalam kenaikannya. Jelas dia sangat terkejut.
“Menurut Kepala Analisa Transfer kami, nilaimu naik secepat itu karena tingkat performamu juga yang menakjubkan. Kamu tahu, karena klausul kontrak, saya menahan beberapa kontrak pinjaman.”
“Ah … seperti itu yaa.”
“Pinjaman dari siapa saja?” lanjut Reza agak penasaran.
__ADS_1
“Gillingham FC, kemudian ada Colchester dari liga yang sama, yaitu Liga Dua Inggris.”
“Satu hal yang saya tahu, keputusan saya adalah keputusan pelatih juga. Mau bagaimana pun, pelatih tidak akan melepasku dengan status pinjaman apalagi pembelian untuk saat ini, kan? Berarti saya bisa tenang.”
Pelatih Marian Zimen tertawa renyah. Betapa jujurnya dan ceplas-ceplos dari Reza. Dia malah menyukai kejujuran Reza yang menambah suasana juga.
“Nah … tujuanku memanggilmu juga bukan hanya itu. Sesuai klausul kontrak, kenaikan gaji di awal musim nanti akan datang padamu. Pastinya … kenaikan itu akan tinggi, jadi tunggu saja setelah negosiasi dengan agenmu!”
Semua dialog itu menggunakan bahasa Inggris. Walaupun Reza paham bahasa Slowakia, dia masih sangat sulit untuk memakainya dalam berdialog. Akhirnya, Reza dan timnya setuju berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Setelahnya, Reza dipersilahkan untuk kembali berlatih dengan tujuan laga terakhir Liga Super Slowakia musim 2022/2023 yang akan menjamu Podbrezová di kandang sendiri pada tanggal 4 Maret 2023 nanti hari Sabtu.
***
Reza melakukan kesehariannya dengan giat. Tak pernah satupun hal yang terlewat, dia ingin tetap konsisten hingga masa keemasannya kelak berakhir. Reza sendiri sudah mematok kapan gantung sarung tangan nanti ketika berusia 40 tahun.
Reza merasa itu masih baik. Selagi hidup normal dan tak mengonsumsi makanan tak menyehatkan, maka Reza bisa yakin tubuhnya masih akan bugar sampai di usia saat itu.
Tinggalkan dulu pemikiran masa depan itu, saat ini Reza sedang bersiap di ruang ganti bersama timnya untuk segera bertanding melawan Podbrezová pada laga terakhir liga.
Formasi dan taktik sendiri tidak banyak berubah, hanya beberapa nama yang dirotasi. Cukup yakin Pelatih Marian Zimen mengalahkan Podbrezová. Ya, meski menang maupun kalah sudah tak penting bagi Podbrezová, karena mereka sudah mutlak di posisi keempat.
“Ayo, ayo, ayo! Tetap seperti biasa!” seru Pelatih Marian Zimen.
Semuanya pun berbaris membentuk lingkaran dan saling berangkulan. Mereka melakukan sejenis ‘ritual’ sebelum pertandingan. Mereka saling memberi semangat, berkata dengan suara yang cepat dan menggetarkan jiwa.
Setelahnya, mereka pun segera menuju lorong stadion dan bersiap. Kesebelasan dari Podbrezová juga telah siap. Pandangan mereka terlihat tak bersemangat, itu menandakan bahwa mereka tak peduli lagi pada laga ini.
Ketika wasit memimpin langkah, kedua kesebelasan pun mengikutinya hingga ke lapangan. Kedua tim berbaris menghadap tribun utama. Beberapa di antaranya sembari melompat-lompat untuk memanasi persendian mereka.
Reza menatap tribun. Beberapa bendera Indonesia terbentang. Bahkan ada suporter Indonesia yang memberi semangat. Ini terlihat bermain untuk tim asing rasa tim Indonesia.
Segala hal dilakukan sebelum laga dimulai. Pertama, mereka akan bersalaman dan berfoto ria dengan papan liga di hadapan mereka.
Kemudian koin tos dari masing-masing kapten. Bainovic dari AS Trenčín dan Ludha dari Podbrezová. Ludha sendiri berposisi sebagai kiper.
__ADS_1
Tim Podbrezová yang memenangkan koin tos. Mereka memilih bola terlebih dahulu.
Laga terakhir bagi kedua tim di Liga Super Slowakia musim 2022/2023 pun dimulai.
Bola pertama berada di kaki-kaki pemain Podbrezová. Mereka cukup lihai memainkan bola, tetapi satu hal yang disadari banyak orang. Mereka bermain tak begitu intens. Skema mereka terlihat bermain-main saja.
Hal itu membuat sebagian pemain AS Trenčín agak kesal hingga langsung menekan pada menit-menit awal ini. Mereka malas melihat tim yang bermain bermalas-malasan. Itu … sepertinya satu hal yang memang benar adanya. Seseorang malas melihat orang lain yang malas dalam melakukan sesuatu.
Baik. Kembali ke laga. Holly mendapatkan bola, dia pun segera memberi bola itu kepada Bainovic yang agak maju ke depan.
Bainovic melihat posisi. Dia pun memberi bola dan kembali mundur sesuai posisi semestinya. Bola itu diterima dengan baik oleh Matus Kmet di sisi kanan menggantikan posisi Witan yang memang tak dimainkan.
Kmet mencoba menyusuri sisi kanan lapangan. Namun, dua pemain menjaganya dengan ketat.
Akhirnya Kmet hanya kembali menggeser bola ke belakang untuk mencoba merangkai serangan dari belakang.
Di lini belakang, keempat bek saling mengumpan sambil menatap jauh ke depan mencari celah untuk memberikan bola.
Reza mendapatkan bola dari Stojsavljevic. Sambil perlahan maju hingga depan kotak penalti, Reza melihat pergerakan kecil dari Azango yang menggantikan posisi Emeka saat ini.
Azango berlari menusuk sekitar area lini belakang Podbrezová. Reza pun semakin maju kemudian melambungkan bola secara terukur kepada Azango.
Azango melihat bola itu, dia tersenyum. “Umpan yang bagus!”
Azango pun berbalik dan langsung berlari di antara kedua gelandang lawan. Dia mendapatkan kontrol bola, dengan kelihaian kakinya memainkan bola, Azango mencoba melakukan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti.
Bola itu melesat ke arah gawang. Namun, sayang seribu sayang, bola malah melambung beberapa centimeter di atas mistar gawang dan hanya sedikit membahayakan bagi Ludha saja.
“Nice try!” ucap Kmet kepada Azango.
Azango sendiri memberi acungan jempol kepada Reza di sisi lain garis lini, tepatnya jauh di gawangnya.
Azango sendiri masih berlari tanpa bola di sekitaran area Podbrezová.
“Hmm … kali ini apa yang akan saya lakukan?” gumam Reza.
__ADS_1