Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 64 - Terlalu Dilebih-lebihkan


__ADS_3

Setelah melakukan beberapa hal penting seharian, bahkan Reza juga bersama Citra sudah dapat hasil dari pembuatan KTP dan juga paspor milik Reza.


Hari berlalu cukup cepat, sekarang saja sudah pukul 14.00. Reza sendirian di rumah dengan memainkan smartphone miliknya dan mencari sesuatu hal yang bisa saja sudah muncul.


Rekam medis sudah didapatkan, maka bisa saja kontrak awal bagi Reza dari AS Trencin bisa segera diumumkan. Dengan itu, Reza secara langsung bisa menaikkan pamornya yang telah tertahan di angka 32% sejak beberapa hari lalu tanpa berubah.


Ketika Reza membuka pengumuman di salah satu website khusus dalam hal transfer awal maupun transfer profesional, tiba-tiba muncul nama Reza Kusuma yang telah resmi meneken kontrak awal untuk AS Trencin.


Reza yang melihat itu, membukanya dan melihat beberapa biodatanya. Bahkan gambar-gambar penyelamatannya tercantum pada bagian visual. Penyelamatan saat timnas usia muda dan Youth Tournament.


Menunggu hingga beberapa menit, dia memperbaharui beranda website nya. Setelahnya, respon dari itu cukup tinggi.


Respon tanda suka sebanyak seribu seratus dua puluh satu dan beberapa komentar menghiasi pengumuman itu. Reza membaca komentar, matanya tak henti-hentinya bergetar.


...[Pamor Tuan naik menjadi 34%]...


“Kiper asal Indonesia main di Eropa?! Aku dukung nih~”


“Wah mantap nih, satu lagi pemain abroad!”


“Dia bersama Witan akan menggetarkan liga Slovakia!”


“…”


Komentar demi komentar Reza baca. Dukungan untuk dirinya terus berdatangan, bahkan akun resmi SMA Harapan berkomentar.


“Murid kami telah keluar dari rumahnya untuk menimba pengalaman di Eropa!”


Kemudian salah satu akun resmi dari klub Indonesia yang meminati Reza berkomentar. Akun itu dari Persik Kediri.


“Sayang sekali, yaa! Tapi kami segenap tim akan mendukung talenta muda ini dari jauh!”


Pemberitahuan dari sistem juga terus menghujani pikirannya. Apa yang diberitahu sistem hanyalah pamornya yang terus naik dan sampai mentok di angka 37% saja, setelah itu tak menambah lagi.


Setelah diperbaharui terus laman websitenya, Reza mendapati responnya semakin meningkat drastis. Kali ini tanda suka berjumlah dua puluh ribu tujuh ratus. Selisih sekitar dua ribu tiga ratus dari salah satu pemain lain yang juga melakukan kontrak awal di salah satu tim Premier League.

__ADS_1


Itu semua berkat para netizen maha benar dari Indonesia. Mereka terus berkomentar dan merespon tiada henti yang membuat server milik Transfermarkt mengalami penurunan daya tahan hingga terlihat sangat lambat prosesnya.


Ratusan ribu rakyat Indonesia melihat itu. Benar-benar mengejutkan bagi mereka. Di tengah tim Indonesia yang mulai merangkak dari dasar, Reza menjadi pembicaraan oleh banyak orang dan media seperti bunga kembang api yang tersebar ke mana-mana.


Media sepakbola resmi asal AS Trencin juga memberitahu beberapa hal tentang klub dan salah satunya Reza Kusuma yang datang. Informasi mereka cukup dingin dan rak seramai media asal Indonesia.


Media di Indonesia mulai gila akan informasi. Tiba-tiba saja Reza semakin terkenal. Awalnya Reza tak ingin terlalu dilebih-lebihkan, dia hanya meneken kontrak awal, dan kemungkinan besar lainnya kontrak profesional akan sulit datang dan malah membuat media dan rakyat Indonesia mulai melakukan keahliannya.


“Ini … terlalu tiba-tiba! Sa–Saya bisa mati …!”


Hal yang dimaksud mati bagi Reza adalah dia bisa kesulitan menangani media yang terus mengikutinya kemanapun berada. Entah apapun itu, Reza akan terus berada di dalam rumah selama masa-masa ramai pembicaraan tentangnya.


Dalam keheningannya, Reza tiba-tiba diteleponnya oleh Fajar. Reza menatap layar smartphone nya, dia berpikir pasti Fajar akan menghubunginya masalah yang sedikit dilebih-lebihkan oleh rakyat Indonesia dan media.


“Ecaaaa! Kau harus tetap di rumah!”


Teriakkan dari Fajar membuat Reza menjauhkan smartphone nya dari telinganya. Mendengar kekhawatiran dari Fajar, Reza tersenyum sejenak sebelum menjawabnya kemudian.


“Ya, Kak!” Setelahnya ditutup begitu saja oleh Fajar.


Kemudian ada panggilan lagi dari pelatih Sofyan. Kemudian pesan online dari agen Bryan dan juga beberapa teman setimnya, bahkan teman dari timnas usia mudanya.


“Lah, anjir! Ini … terlalu memusingkan!”


Reza mengangkat panggilan pelatih Sofyan. Dari seberang pelatih Sofyan menjelaskan tentang bagaimana Reza harus menghadapi ini, yaitu berdiam diri sampai waktu menjadi tenang.


Setelahnya panggilan dari agen Bryan membuat Reza sedikit berharap agen itu bisa memberikan solusi atau bahkan mengerjakan sesuatu untuk bisa media dan rakyat Indonesia yang terlalu melebih-lebihkan Reza Kusuma.


Ciri khas dari orang Indonesia. Mendapatkan kabar tentang pemain sepakbola Indonesia yang berlaga di luar Indonesia, segera dipuji-puji dan diberikan dukungan yang terdengar munafik. Hingga ketika pemain itu tidak sesuai ekspektasi mereka, mulut netizen maha benar langsung mulai melakukan keahlian mereka, hujatan 1001 jenis.


Hal ini yang tidak ingin terjadi bagi Reza. Dia yang masih terbilang belia dalam dunia sepakbola profesional merasa jikalau karirnya sewaktu-waktu mengalami penurunan, mulut netizen maha benar bisa membunuhnya saat itu juga.


“Pak Bryan~” lirih Reza mulai ketakutan dengan kelakuan rakyat media sosial dari Indonesia.


Bryan di seberang sejenak terkekeh. Dia awalnya ingin memberikan suatu solusi jitu tanpa permintaan Reza, tetapi kali ini Reza benar-benar memintanya secara merengek bagai anak kecil.

__ADS_1


“Buat sosial media, entah itu di Instabook, Facegram atau Burung Biru. Terus kau katakan beberapa hal, lampirkan juga laman Transfermarkt atau bisa melakukan tanda pagar hashtag,” jelas Bryan.


Reza menyimak penjelasan itu. Dalam layar split, dia segera membuat sosial medianya secepat mungkin. Dia membuat di Instabook saja, itu lebih sederhana.


Setelah beberapa tahap pendaftaran sosial media, dari seberang Bryan hanya menunggu betapa sibuknya Reza saat ini.


“Kemudian lakukan terserah kau, kalau butuh bantuan, saya stand by!” ucap Bryan kemudian ditutupnya panggilan.


Reza saat ini dalam keadaan berkeringat dingin. Kelakuan dari rakyat media sosial terasa merinding baginya. Layaknya dihantui sosok paling menakutkan bagi dirinya.


...[Tuan ketakutan ヽ⁠(⁠(⁠◎⁠д⁠◎⁠)⁠)⁠ゝ]...


Reza hanya bisa menghela nafas. Dia kemudian melakukan postingan perdananya setelah memasang foto profil dan bio nya. Foto profil sederhana dari sarung tangan miliknya yang tertulis bordir namanya.


Dalam pemikiran keras, Reza menyusun kata-kata untuk meyakinkan rakyat media sosial Indonesia dan media yang melebih-lebihkan dirinya untuk tak demikian.


Dia masih ingin menimba pengalaman tanpa tekanan dari pihak luar. Setelahnya hashtag yang sedang naik daun dicantumkan dan juga lampiran dari laman website Transfermarkt dicantumkannya.


Tanpa menunggu berjam-jam, hanya dalam dua puluh menit pemberitahuan akan pengikutnya yang terus meningkat dan balasan komentar dari postingannya membuat smartphone nya mengalami kematian perlahan.


Smartphone itu beberapa kali stuck yang membuat Reza harus mematikan paket data berkali-kali kemudian dinyalakan lagi.


Total sebanyak lima ribu lebih pengikut terkumpul dan tanda sukai ala Instabook sebanyak tiga ribu lebih serta ratusan komentar menghiasi Instabook nya.


Komentar positif membuat Reza tenang. Seperti istilahnya, akhirnya dia bisa menjinakkan singa yang tiba-tiba bebas, sehingga Reza kembali memasukkan singa itu ke dalam kandang.


...[Pamor Tuan naik menjadi 50%!]...


...[Setengah perjalanan menuju hadiah!]...


...----------------...


...Arc 3 End...


...Perjalanan Karir yang Mulai Maju...

__ADS_1


__ADS_2