Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 105 - Bersama Kita Pasti Menang


__ADS_3

Babak pertama berakhir, meski begitu, AS Trenčín menjadi semakin tak nyaman, serangan dari Barca menjadi lebih gencar hingga Reza harus terus jatuh bangun dalam interval jarak yang dekat.


Walaupun performa Reza sebaik apapun, kekhawatiran tentu ada dan wajib ada pada setiap orang, khususnya staf pelatih AS Trenčín dan rekan-rekannya yang semakim gugup.


Reza yang saat ini duduk di bangku ruang ganti tim, dia menatap lantai dengan tatapan serius. Matanya sesekali bergetar dan nyaris tak berkedip.


“Kenapa kamu?” tanya Pelatih Marian yang menyentuh pundaknya.


“Ahahaha! Ini baru seru! Banyak tantangan!” seru Reza.


Menyadari sikapnya yang membuat rekan-rekannya sekaligus staf pelatih merasa takut, dia pun berdiri dan segera meminta maaf.


“Maaf! Saya terlalu antusias!”


“Sepertinya kita tak perlu khawatir, ada Reza!” Holly menambahkan.


“Maaf, ingat! Bersama kita pasti menang. Bukan hanya saya, kalian juga telah bekerja keras hingga saat ini!” sanggah Reza.


Kalimat yang langsung membuat rekan-rekannya menyadari kesalahan pemahaman mereka. Apa yang mereka pikirkan awalnya adalah Reza itu superior dan harus diberikan ruang gerak miliknya.


Pemikiran itu tercipta ketika Reza kembali dari turnamen Asia U-17, sepulangnya Reza dari sana, mereka sudah melihat dengan jelas kemampuan Reza berkali-kali lipat semakin baik lagi hebat.


“Baiklah, kita akan tetap melakukan taktik yang sama. Tarik para pemain Barca hingga ke pertahanan dan lakukan serangan kejutan.


Meski lari kalian tak secepat mereka, lakukan sekuat tenaga dan memiliki tujuan yang jelas!”


Mereka pun bubar dan keluar menuju lapangan, di lapangan sendiri sudah ada pemain Barca yang menatap datar.


Banyak tatapan dari mereka terpaku pada Reza. Ada perasaan kesal disertai perasaan menghormati lawan. Mereka baru kali ini, atau bahkan memang pertama kalinya menemukan pemain antah-berantah yang hebat.


“Lakukan seperti biasa!”


***


Srak!


Sekali lagi gawang Barca jebol. Teknik umpan satu-dua antara para pemain AS Trenčín mengiringi proses gol itu tercipta.


Dibantu dengan Reza, bahkan Reza menjadi pencetak gol kedua untuk AS Trenčín saat ini.


Dari sisi kiri saat Gajdos melakukan pergerakan tanpa bola, Reza segera mengumpan bola daerah ke depan beberapa meter dari Gajdos.


Apa yang Reza lihat jika dia mengumpan memakai cara itu adalah Gajdos mampu membaca arah bola dan bisa mengendalikannya sebelum direbut oleh Alonso yang bergerak mengawal Gajdos.

__ADS_1


Setelah Gajdos berhasil menerima bola, dia lantas langsung melakukan terobosan ke depan kepada Soares.


Soares mendapatkannya, melakukan potongan ke dalam, Soares sempat melirik gawang, tetapi niatnya diurungkan sepersekian detik kemudian.


Soares hanya memberi umpan ke belakang kepada Reza yang saat itu seperti seorang gelandang pengatur serangan.


“Ambil ini, dan teruskan ke ke arahku!”


Reza mengembalikan kembali bola, Christensen yang mencoba merebut bola tak jadi karena dia terkecoh pergerakan Reza.


Soares kembali mengendalikannya, sekitar sedetik kemudian, dia langsung memberi bola menyamping di depan kotak penalti yang saat itu tiba-tiba Reza datang dari arah belakang.


Kounde yang hendak mengintersep bola terperdaya. Reza berhasil menarik bola dan berputar Marseille Turn demi bermanuver yang setelahnya langsung dilesatkan melewati samping Bellerin.


Ter-Stegen yang saat itu mencoba mempelajari tendangan atau juga teknik Reza, mulai mempercayai akan kekuatan ledakan kakinya untuk membuatnya melompat menyamping.


Bola yang membentuk busur menyamping, jarak antara permukaan tanah hanya beberapa centimeter saja sehingga beberapa rumput bersentuhan dengan benda bundar tersebut.


Bola menyusuri rumput, bukan menyusuri tanah.


Tang!


Bola membentur tiang gawang yang kemudian masuk. Ter-Stegen sendiri seperti dipecundangi lagi saat ini, nyaris menyerupai kemampuan sebelum masa primanya.


Menit 61, itu adalah menit yang mana gol kedua telah disarangkan oleh Reza digawang ter-Stegen.


Walau begitu, Barca semakin dipermalukan, mereka yang melakukan 34 percobaan, 28 di antaranya shoot on target tak bisa membobol gawang Reza.


Berbanding terbalik dengan AS Trenčín yang hanya menyentuh 10 percobaan dan 3 di antaranya shoot on target serta dua di antaranya berhasil menjadi gol.


Satu keajaiban akan menciptakan belasan hingga tak terbatas keajaiban lagi. Memiliki suatu hal menjadi bintang yang paling terang adalah mutlak.


Meski dibantu oleh entitas yang perlahan mengungkap jati dirinya, Reza berharap diakhir karirnya kelak, dia akan mengetahui identitas pembantunya selama masa karirnya.


“Sistem … Akan saya tunjukkan seberapa niat saya demi mengungkap identitasmu itu.”


...[Manusia memanglah menarik. Maka dari itu, saya Sistem Kiper memiliki minat menjadikan anda Bintang Paling Terang!]...


“Ya, ya, ya! Apa katamu!” Sembari berjalan kembali ke posisinya, Reza menatap Pelatih Marian yang memiliki isyarat tangan.


Pelatih Marian melakukan gerakan kedua telapak mengarah ke bawah dan lengannya digoyangkan ke bawah dan atas secara pelan.


“Turunkan intensitas, ya?” gumam Reza.

__ADS_1


Di pinggir lapangan juga, pemain kedua Indonesia yang akan bermain di Liga Champions sedang disiapkan. Witan melompat-lompat dengan antusias untuk sedikit memanaskan persendian otot kakinya.


Pertandingan kembali dilanjutkan, Lewa yang melakukan scanning segera melakukan umpan lambung ke sisi kanan, tetapi di sana sudah ada Holly yang melakukan duel udara bersama Pedri.


Bola keluar, pergantian pemain dari AS Trenčín disiapkan sebanyak dua. Witan dan seorang lagi akan menggantikan secara berturut, Kmet dan Emeka.


Memang jelas, dua penyerang digantikan oleh dua penyerang juga yang memiliki masing-masing kemampuan tersendiri.


Meski Pelatih Marian mencoba menurunkan intensitas, dia masih tak ingin membuat anak asuhnya tak bisa mencetak gol.


Malah dia berharap Reza masih melakukan banyak gerakan lebih kreatif demi membantu pemain-pemain depan yang saat ini sedang kelaparan akan gol karena kontribusi mereka sedang perlahan tergantikan oleh Reza.


“Ayo! Bersama kita pasti menang!” seru Witan sesaat memasuki area permainan.


Lemparan ke dalam dilangsungkan, Dembele yang saat itu mendapatkan bola sempat berduel dengan Witan.


“Wooo!”


Witan nyaris kehilangan keseimbangan saat berduel. Namun, dia masih bisa bertahan dan dengan segera menendang bola menjauh dari kendali Dembele.


Saat itu, Gajdos mendapatkannya. Dia langsung menggeser bola ke belakang.


Kali ini, AS Trenčín terlihat jelas menurunkan intensitas permainan, meski begitu beberapa overlap dari para pemain mereka tak jarang mengagetkan pemain Barca.


***


Waktu pertandingan sudah menyentuh menit 89, semenit waktu normal akan segera berakhir. Tak ada perubahan skor, masih dengan skor 2-0.


AS Trenčín sendiri menjadi cenderung semakin merapat pertahanan, lagipula sudah terlihat siapa yang akan menjadi pemenang di laga pertama kedua tim di grup C.


“Tiga menit! Tambahan waktu tiga menit, terus bertahan! Saya lama-lama lelah juga!” seru Reza.


Hingga tiga menit berlalu, dia sudah menyelamatkan lima tendangan shoot on target. Reza masih bisa menangkap bola bahkan lebih mudah karena telah melihat arah bola.


“Oh, yeaaah~”


Seluruh pemain AS Trenčín berseru senang ketika wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.


Ini adalah kemenangan yang membuat kepercayaan diri semakin kuat untuk saat ini.


“Ingat slogan kita, bersama kita pasti menang! Ayo terus bersama hingga kontrak klub memisahkan kita!” ucap Reza yang saling berangkulan dengan Witan dan juga Gajdos.


“Ah! Kau ada-ada saja, Za! Tapi … Bener juga, kontrak klub yang memisahkan kita!” sahut Witan.

__ADS_1


__ADS_2