Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 142 - Klub Profesional Reza Kedua!


__ADS_3

Perayaan tiada henti dilakukan oleh tim AS Trenčín dan para pendukungnya, bahkan ketika AS Trenčín hendak bertolak ke kotanya, seluruh pendukung menunggu dengan setia di bandara.


Benar-benar diiringi dengan suka cita, bahkan Reza diangkat-angkat di udara dengan tinggi, sangat memuji penampilan ajaib dari Reza.


“Woho~ Takut oi! Jatuh, tulang ane retak, ” pekik Reza dengan gusar.


“Retak? Jatuh bangun di lapangan tidak tuh,” celetuk Witan.


Reza turun dan segera merangkul Witan, dan segera membisikkan sesuatu.


“Bang Witan, ini apa yang kita injak? Marmer, ‘kan? Kalau di lapangan tanah dengan rumput, masih lumayan empuk, kemudian juga ada ancang-ancangnya!” jelas Reza.


“Yaaa gak gitu juga jelasinnya, Za!” Witan melepas rangkulan tangan Reza dan menjitaknya pelan.


Kedua pemain Asia ini benar-benar dalam keadaan yang sangat bahagia, hidup mereka benar-benar sampai puncak untuk sementara waktu.


[Selamat buat Tuan, sistem Kiper yang berjanji akan memberikan hadiah, segera mengirimkannya!]


[Ding! Ayah Tuan berada di tim Milan, bukan sebagai pemain, tetapi ada sesuatu hal yang harus Tuan coba!]


Reza hanya bisa tertegun, dan memilih Milan sebagai tempat dirinya berlabuh nantinya. Itu adalah tekadnya sekarang demi mencari ayahnya yang putus hubungan tersebut.


Di bandara, keseluruhan pemain dan staf pelatih AS Trenčín menaiki pesawat untuk segera lepas landas menuju AS Trenčín, di sana akan ada beberapa hal penting yang dilakukan.


Semisal AS Trenčín akan melakukan foto bersama untuk mendokumentasikan bahwa skuad ini adalah skuad legendaris karena berhasil memenangkan UCL.


Skuad ini akan sulit menang lagi pada musim-musim selanjutnya, apalagi beberapa pemain yang sudah tua dan ada yang berniat hengkang demi mencari ilmu tambahan di klub-klub yang besar.


Masalah setia, sebenarnya tidak begitu dipikirkan, itu karena pemain memiliki banyak impian dan tidak hanya berkutat di klub itu terus menerus, mereka akan mencoba mencari pengalaman demi meraih hal itu di klub lain.


Hal ini yang akan dilakukan Reza dan juga Witan, keduanya memiliki rencana untuk hengkang dari klub karena masa kontrak mereka berakhir 10 Juni yang mana itu adalah waktu penandatanganan kontrak dari Witan, sedangkan Reza sudah tepat satu setengah tahun.


“Bang Witan, kira-kira mau ke mana?” tanya Reza yang kebetulan kursi pesawatnya bersebelahan dengan Witan.


“Saya sih mengandalkan agen, hanya saja jelas masih memilih untuk yang terbaik lah, tapi kata agenku, saya diminati klub EFL Championship, Sunderland!”


“Itu bukannya klub kasta kedua liga Inggris, ya? Eh, kasta berapa sih?”

__ADS_1


“Iya, kasta kedua, di bawah Premier League!”


Reza pun terdiam, penyerang sayap kanan sepertinya lagi dicari-cari, tetapi menurut Reza, Witan juga akan berjaya bersama Sunderland jika menerima tawaran itu.


Reza sebenarnya masih juga berpikir, ada sekitar tujuh klub yang menawarinya untuk menjadi bagian dari tim, semuanya dari liga-liga top Eropa.


Seperti dari Premier League ada Aston Vil, kemudian ada West ham dan juga yang paling tinggi tawarannya di Premier League adalah Crystal Pal.


Pindah ke Prancis, di sini, secara mengejutkan, kata agen Bryan, sehari setelah memenangi UCL, Reza ditawari oleh tim yang mengalami kekalahan di final, yaitu PSG.


Entah apa maksud dan tujuan dari PSG, tetapi mereka tampaknya berjuang untuk mengeluarkan dana tambahan dengan total sebesar 8 juta Euro.


Untuk sekelas kiper muda macam Reza yang karir profesionalnya masih terbilang dini, itu sudah sangat mahal dan patut dipertimbangkan.


Kemudian dari negara yang sama, Marseille menjadi penantang dari PSG, dengan tawaran seharga 7,5 juta Euro.


Tawaran dari klub-klub Prancis amat besar dari klub liga Inggris hanya berkisar di antara harga transfer Reza yang sekitar 5 juta Euro, bahkan Crystal Pal saja Cuma 6 juta Euro.


Dari negara tetangga, Jerman, klub Bundesliga menyumbangkan sebuah klub yang tertarik dengan jasa kiper milik Reza.


Salah satu tim yang pernah dikalahkan AS Trenčín pada fase gugur UCL, yaitu Bayern dengan tawaran seharga 7,4 juta Euro.


Dua kali lipat dari harga pasar Reza, sangat membuat publik tercengang, tetapi di satu sisi, pembukaan harga secara terang-terangan membuat Reza semakin diincar.


Hari demi hari, sudah berada di Kota Trenčín untuk melakukan beberapa hal, termasuk kepindahannya secara tiba-tiba ke klub yang juga menawarinya secara tiba-tiba, yaitu AC Milan.


AC Milan, atau yang biasa disebut Milan, klub ini menggelontorkan dana sebesar 11 juta Euro untuk mendapatkan kiper kelas dunia tersebut, bersaing dengan tim-tim papan atas lainnya.


Dalam suatu wawancara kontrak, Reza ditanyai oleh jurnalis khusus.


“Mengapa kamu memilih Milan untuk tempatmu berlabuh sebelumnya?”


“Sebelumnya, saya ingin mencoba terbuka, ayah saya pemain bola, hanya saja entah dia ada di mana sekarang dan … Ibu saya mengatakan bahwa ayah saya mengimpikan untuk berseragam Milan.”


“Jadi anda mencoba membuat perasaan memorial pada dirinya anda pribadi.”


“Perasaan memorial tidak, tetapi saya hanya ingin menunjukkan pada ayah saya, bahwa dia akan menyesal meninggalkanku bersama ibu!” Nada suara Reza mulai naik, ada kesan emosi kuat di dalamnya.

__ADS_1


“Bagaimana tujuan anda ke depannya bersama Milan dan juga khususnya Timnas Indonesia?”


Reza sempat terdiam, tetapi setelahnya, auranya yang kuat membuat sang jurnalis khusus ini agak mundur.


“Bersama Milan, saya akan memenangkan Serie-A, Piala Italia, Piala Super Italia, UEFA Champions League dan … Beberapa penghargaan lainnya.


Kemudian untuk Timnas saya sendiri, saya akan mengincar Piala Dunia 2026!”


Apa yang dikatakan Reza benar-benar akan mengejutkan banyak pihak, lagi pula dalam musim kemarin, Milan sempat terseok-seok hingga bisa lolos langsung ke fase grup UEFA Champions League.


Itu pun hanya bisa menempati posisi keempat dengan beberapa kali rekor buruk, beruntungnya mereka bisa mencapai posisi terakhir demi lolos ke UEFA Champions League tersebut.


“Haaa … Akhirnya selesai sudah wawancara kontrak, saya akan meninggalkan Trenčín dan segera ke Italia! Negara Pizza, saya datang!”


‘Ayah, akan saya temukan kau bagaimana pun caranya dan meminta jawaban dari semua ini, ketika kau meninggalkanku dan ibu!’ batin Reza sambil memandang langit biru yang cerah.


“Reza, terima kasih untuk selama ini,” ucap Pelatih Marian yang menepuk pundak Reza, menyadarkannya dari pandangannya ke langit.


Reza pun menoleh kepada Pelatih Marian, lantas dengan sigap langsung memeluk Pelatih Marian dengan suasana yang begitu haru.


“Saya yang harusnya berterima kasih kepada Pelatih karena telah memungut anak muda ini,” ungkap Reza tanpa ada hal yang harus disimpan.


“Memungut? Lebih lengkapnya adalah memungut berlian dari tumpukan sam–”


“Pelatih, tumpukan sampah jangan! Itu seperti mengumpamakan teman-teman sekolah saya di Indonesia sebagai sampah!” sela Reza.


“Haha! Terserah kamu, intinya kamu adalah berlian paling mahal yang kami poles menjadi lebih mahal lagi.”


Keduanya masih saling berpelukan, hingga Witan dari belakang berdehem sejenak.


“Ah! Witan! Kamu juga akan ke Sunderland, ya! Saya harap kamu bisa menangani seberapa intens liga Inggris!” jelas Pelatih Marian.


“Selamat berkarir kalian berdua,” ungkap Pelatih Marian menggunakan bahasa Indonesia yang sudah lancar.


Reza dan Witan saling melirik, keduanya melepas senyuman sebelum mereka berbalik dan berjalan ke tujuan masing-masing yang akan membawa perubahan pada dunia pesepakbolaan Indonesia.


Hari itu, 12 Juni, keduanya resmi berpisah dengan klub AS Trenčín, klub yang mereka bantu untuk mengangkat Si Kuping Besar.

__ADS_1


Keduanya akan diingat sebagai legenda klub, nama keduanya akan dituliskan dalam tugu memorial pemain-pemain yang berkesan di hati seluruh pendukung AS Trenčín, Reza dan Witan, nama ketujuh dan kedelapan di tugu tersebut.


__ADS_2