Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 136 - Menang, Tetapi Ricuh!


__ADS_3

Malam yang gelap nan dingin, di sebuah stadion yang sedang ramainya dengan pertandingan panas antara AS Trenčín dan Manchester Unity.


Kedua tim saling serang, tak ada yang hendak mengalah, menit demi menit, membuat seisi stadion bergemuruh hebat karena pertandingan ini jelas sangat seru.


Reza yang memang berniat maju, menjadi semakin ragu, karena MU terlalu ganas dalam menyerang dan juga menekan pertahanan.


Terlalu berisiko untuk meninggalkan gawang dalam posisi tertekan. Mau bagaimana pun, dari segi teknik, AS Trenčín agak di bawah Manchester Unity.


Dari sisi kanan, dari sisi kiri hingga tengah dicoba untuk diterobos, tak ada kesempatan sama sekali MU menyerang AS Trenčín.


AS Trenčín yang terus ditekan tak memiliki kesempatan untuk menyerang, berapa kali dicoba, mereka sering kehilangan bola.


Sepertinya gol pada awal menit itu adalah keberuntungan dari AS Trenčín yang telah terpakai penuh.


“Ugh … Lautan putih sih putih, tetapi di belakangku fans Setan Merah menggila!” gumam Reza sembari menoleh ke belakang.


Yang mana belakang gawangnya adalah tribun yang disediakan untuk para suporter Manchester Unity.


Para suporter ini terus berteriak, memberi semangat kepada tim kesayangan mereka, di satu sisi memberi sorakan merendahkan kepada Reza.


Mereka menyebut segala macam kata-kata mutiara, segala merendahkan ras Reza yang Asia atau apa pun itu. Mereka semakin lama semakin menjadi hingga terkadang penyiar stadion mengumumkan untuk tetap tenang.


Menit telah menyentuh angka 38, tak lama lagi babak pertama berakhir. AS Trenčín yang tertekan tak kunjung-kunjung bisa menyerang, itu karena terlalu sulit.


Manchester Unity meski para pemainnya sudah mulai memasuki usia 30 tahun ke atas, jelas mereka pemain profesional yang mampu terus bersaing walau sudah berumur.


“Awas, dari kanan!”


Fernandes, melakukan over lap yang mencoba menerobos jajaran pertahanan AS Trenčín, antara lain Kozlovsky maupun Gajdos yang turun ke belakang.


Fernandes yang mengendalikan bola memberi ke belakang, di sana ada Martial yang mencoba bergerak menusuk dari tengah.


Martial mendapatkan bola, tetapi kakinya dijegal secara sengaja oleh Pires yang menghasilkan tendangan bebas tepat di tepi kotak penalti, berjarak 23 meter dari mulut gawang.


“Siapa? Fernandes, ya?” gumam Reza.


Posisi tubuhnya agak turun, bersiap siaga, menyiapkan daya ledak tepat di kakinya untuk mengantisipasi bola tinggi ataupun mendatar demi mendapatkan momentum lompatan.

__ADS_1


Fernandes bersiap, Reza yang telah mengatur pagar pemain juga memilih berdiri tepat di tengah gawang menunggu datangnya bola dari Fernandes.


Wasit meniup peluitnya, Fernandes bersiap dan melakukan eksekusi terbaiknya.


Menghempaskan bola, benda itu terbang di atas pagar pemain yang melompat tinggi, bola mencetak garis lurus menuju sudut kiri atas gawang.


Reza melepas momentum, daya ledaknya aktif, kakinya langsung menjadi layaknya pegas yang terlempar keras. Reza melompat dengan manuver di udaranya yang baik.


Postur tubuhnya terlihat melayang tanpa stagnasi di udara, bahkan nyaris seperti benar-benar terbang beberapa detik saja, hingga tangan kirinya mampu menampar bola menjauh dari gawang.


Reza mendarat, berguling-guling dan langsung berdiri menatap bola yang dikendalikan rekannya.


“Kemari!” Stojsavljevic mendengar kalimat dari Reza, alhasil dia memberi kepada Reza.


Reza menangkap bola, berlari dengan cepat hingga tepi kotak penalti, melemparkannya dengan begitu akurat dan cepat menuju lapangan depan. Di depan, Emeka mendapatkan bola tepat di titik 67 meter dari mulut gawang!


Emeka berakselerasi, sekarang dua lawan dua yang mana Emeka dikawal Witan, sedangkan dari Manchester Unity ada Shaw dan juga Varane yang kalah lari.


Emeka berhasil melewati Varane, sementara itu Witan juga ikut melewati Shaw dari sisi kanan.


Emeka memberi umpan sesaat sebelum Witan melewati garis terakhir dari pertahanan Manchester Unity. Witan mendapatkannya, hingga dia terus berlari mendekati kiper De Gea.


Sementara itu, seisi stadion sedang begitu meledak, mereka menunggu momentum menakjubkan dari serangan balik ala lemparan Reza.


Witan bergerak mendekati kiper De Gea, menggeser bola ke kanan meninggalkan De Gea yang terjatuh demi meraih bola.


Witan mudah saja, tinggal menendang kecil bola dan jelas masuk tanpa kawalan.


“Mantap!!!” Reza bersorak gembira, benar-benar paham akan keadaan timnya yang tak lepas dari kekurangan.


Namun, ini adalah tim terbaik racikan terbaik menurutnya dari Pelatih Marian. Tak hanya mengandalkan dirinya, Pelatih Marian mementingkan keadaan klub juga jika Reza hengkang nantinya.


Witan mengekspresikan kesenangannya dengan membuka bajunya, menunjukkan otot-otot perut yang six-pack.


“Kartu kuning!”


“Alah! Bang Witan terlalu ekspresif, ya, tapi sih jelas! Itu gol di UCL! Pemain kedua Indonesia setelah saya yang mencetak gol!”

__ADS_1


Pertandingan kembali dilanjutkan, babak pertama juga telah berakhir dengan keunggulan AS Trenčín 2-0 Manchester Unity.


Sementara para pemain sedang sibuk di ruang ganti, situasi stadion sedang ricuh, suporter Manchester Unity mengamuk tak jelas hingga mengobrak-abrik fasilitas tribun tempat mereka berada.


Petugas stadion mencoba meredamnya, tetapi kesulitan hingga drama terjadi membuat pertandingan ini secara sah dihentikan dengan kemenangan penuh AS Trenčín.


Manchester Unity dijadikan dalang dari kericuhan ini, membuat mereka langsung ditendang keluar dari UCL dan dihukum atas suporter yang tak berdamai.


Pertandingan empat puluh lima menit yang secara langsung dimenangkan oleh Reza dan rekan-rekannya tanpa empat puluh lima menit selanjutnya.


Manchester Unity akibat suporternya yang merusak dan membuat pertandingan tak kondusif, mereka dihukum didiskualifikasi dari perempat final UCL, istilahnya ditendang secara paksa.


FIFA, hingga federasi sepakbola Eropa turun tangan, kericuhan itu juga mengakibatkan tiga orang korban jiwa dari pihak suporter AS Trenčín karena dijadikan bahan penganiayaan.


Kejadian ini langsung menjadi trending topik di seluruh media sosial, Manchester Unity hanya menanggung malu dan hukuman akibat kelalaian mereka dalam mengelola organisasi suporter mereka.


Reza yang belum puas bertanding hanya bisa mengeluh saat itu, tetapi di satu sisi AS Trenčín langsung melaju ke semifinal tanpa putaran kedua perempat final.


Di semifinal, AS Trenčín menunggu antara Bayern VS PSG, Livpool VS The Blues, dan juga Ajax VS Manchester Blue.


Lawan selanjutnya dari AS Trenčín jelas antara Livpool VS The Blues. Dua tim raksasa Inggris jelas akan menjadi lawan kuat Reza dan rekan-rekannya selanjutnya.


5 April adalah hari yang akan menentukan putaran pertama semifinal, siapakah yang menang antara AS Trenčín dan satu dari dua tim tersebut.


“Haaa … Sepertinya bentar lagi final, ini adalah pencapaian terbesarku sejauh ini!” Reza bermonolog.


Langit biru cerah benar-benar mengumpamakan hatinya yang juga cerah, hari-hari yang sebelumnya dilewati dengan bosan, sekarang menjadi lebih berwarna.


“Anu … Es krim tanpa gulanya satu!” pesan Reza di kantin fasilitas klub.


...[Sistem Kiper menanti sesuatu dari Tuan! Piala Dunia 2026 akan mengungkap semuanya!]...


“Oke! Saya akan bertekad!” gumam Reza dengan mata yang berapi-api.


“Ini es krimnya, Reza Kusuma!” ucap pelayan kantin memakai bahasa Slowakia.


Reza mengangguk ringan dan langsung menyantapnya dengan lahap karena begitu lezat.

__ADS_1


...[Es terus!]...


__ADS_2