
Di ruang ganti tim Indonesia U-17, saat ini Pelatih Bima sedang terdiam mengamati anak asuhnya yang benar-benar kelelahan. Badan mereka naik turun untuk mencoba mengendalikan napas.
“Jadi … bagaimana?” tanya Pelatih Bima.
“Mereka kuat, Pelatih!” Nabil yang lebih dahulu bersuara.
“Mungkin … tahan imbang adalah sebuah keberuntungan.” Pelatih Bima langsung menusuk mereka dengan perkataan yang menohok.
Para pemain Indonesia pun terhenyak dalam sekejap, tak ayal beberapa di antaranya terduduk lemas sambil memvisualisasikan segala peluang Jepang yang telah Reza selamatkan.
“Tahan imbang, yaa … nanti lihat,” celetuk Reza yang mengejutkan seisi ruangan.
Entah bagaimana, sebuah keberanian muncul dari Reza. Auranya membuat seluruh pemain dan staf pelatih merasa kembali menemukan semangat baru.
Tekad yang membara dari Reza menjadi acuan bagi mereka-mereka yang terlihat putus asa.
“Ya, kita … harus … MENANG!”
***
Srut!
Sebuah seluncuran memotong menghempaskan bola hingga keluar area permainan. Bola yang awalnya dikendalikan oleh para pemain Jepang, menjadi keluar jalur.
Ketika lemparan ke dalam dilangsungkan, Rizdjar yang memang berada dekat dari sana langsung menghalau bola dan menendangnya sekuat tenaga keluar area permainan.
Lemparan dilakukan, dari tengah Iqbal berduel untuk memperebutkan bola. Iqbal mendapatkannya, tetapi dia langsung menendangnya keluar area permainan untuk kesekian kalinya.
Apa yang tak diketahui para pemain Jepang, mereka saat ini sedang diuji kesabarannya. Hal ini adalah rencana Pelatih Bima.
Kembali ke saat di ruang ganti tim. Pelatih Bima menerangkan sesuatu hal yang akan menjadi cara demi membuat pemain Jepang lengah.
“Buat mereka kesal.”
“Wah! Kalau ini keahlianku!” seru Reza.
Seruannya itu menjadi tolak ukur kali ini, seberapa baik cara mengganggu permainan bagi mereka.
Kembali ke masa sekarang, saat ini para pemain Jepang yang telah sepenuhnya jatuh ke dalam lubang jebakan tanpa bisa keluar kembali.
Hal itulah yang membuat mereka seketika lengah dan beberapa kali dari mereka kehilangan kendali atas bola. Otak mereka tak mampu menjadi beban emosi dan juga pikiran mereka saat ini. Emosi yang bercampur aduk dengan pikiran akan kemenangan, menjadi pedang bermata dua.
Ada kalanya dengan emosi mampu menyelesaikan masalah, tetapi lebih banyak hal yang menyelesaikan masalah tanpa emosi. Perbaiki sikap, jadilah sabar seperti air yang tenang, maka masalah yang kau hadapi bisa ditangani dengan mudah.
__ADS_1
Mereka, para pemain Jepang, sudah masuk dalam fase gelombang air yang berhamburan dan terpecah belah. Gelombang pasang ini menabrak pemecah gelombang.
Sebagai definisi, para pemain Jepang adalah gelombang pasang yang bergulung-gulung dengan kuat, tetapi pemecah gelombang, yaitu Indonesia berhasil menanganinya dengan cara yang berbeda.
Hal inilah yang menjadi bencana bagi Jepang. Serangan-serangan dari tim Indonesia terus digencar pada babak kedua ini dengan memanfaatkan kelengahan.
“Maju!” seru Iqbal mendapatkan kepercayaan dirinya kembali.
Reza juga mulai perlahan maju dan meninggalkan mulut gawangnya. Situasi kali ini membuat kebingungan antara dua pendukung.
Pendukung Jepang, mereka bingung sekaligus takut akan ancaman berbahaya dari tim Indonesia.
Sementara itu, pendukung Indonesia juga bingung, tetapi mereka malah lebih senang melihat permainan Indonesia yang berangsur-angsur membaik
Dari sisi kanan, Nabil mencoba melewati Nakajima Yotaro, gelandang bertahan dari Jepang.
Dengan kegesitan miliknya, Nabil mampu meletakkan bola satu langkah ke depan yang membuat Yotaro kewalahan dan berakhir tertinggal.
Nabil kemudian berlari, melirik ke kiri, ada tiga rekan setimnya juga yang sekarang skema serangan menjadi lebih baik.
“Ambil ini!”
Bola dilambungkan ke tengah kepada Narendra yang kemudian dengan sentuhan tipis, menggeser bola ke belakang kepada Achmad Zidan.
Achmad yang mendapatkan bola langsung melakukan umpan diagonal ke sisi kiri depan.
Arkhan kemudian berbalik dan langsung menggeser bola melakukan cut inside di dalam kotak penalti. Kedua bek ini entah mengapa menjadi mudah ditipu dengan gerakan yang terkesan masih kasar tidak sempurna.
Arkhan tak mendapatkan momentum bola, melihat gawang yang ketat dijaga oleh Wataru juga tak membuatnya kehilangan harapan atas peluang ini.
Lantas Arkhan mengangkat bola membentuk parabola hingga jatuh ke dada Riski yang membelakangi gawang.
“Oh, itu! Serangan dari sisi kanan! Wah! Sebuah bola umpan cantik dari Achmad kepada Arkhan.
Arkhan bergerak! Cut … cut inside yang ciamik!! Dan … ah! Umpan atas!
Ada Riski … Riski mengangkat bola dengan hasil pantulan di dadanya! Melompat dan …!”
Riski melompat dengan membelakangi gawang, kakinya diayunkan begitu tegas. Meski dia diapit dua bek Jepang lainnya, tak membuatnya tidak bisa mencetak peluang sedikit pun.
Riski berhasil mengangkat bola dengan melesatkannya dengan kaki yang diayunkan. Saat ini, semua perhatian berpusat pada Riski, gaya tendangan salto miliknya membuat nyaris seluruh stadion terdiam.
Bam!
__ADS_1
Bola hasil tendangan membentuk jalur peluru. Sangking cepatnya dan kuatnya tendangan itu, bola yang membentur tiang langsung bersuara dengan sangat nyaring.
Tang!
Untuk hari ini saja, keberuntungan yang telah terkumpul selama hidupnya telah terpakai. Riski, bola yang terlihat hanya membentur tiang gawang, memantul hingga memasuki gawang dan keluar kembali melewati samping Wataru.
Riski dan rekan-rekannya pun melakukan selebrasi ketika melihat bola sudah berhasil masuk tanpa melihat pantulan baliknya.
Wasit pun dengan tegas menyatakan bahwa hal itu bukanlah gol, menyatakan bola belum sepenuhnya melewati garis gawang.
Ya, jelas maka para pemain Indonesia langsung mengerubungi wasit bagai semut mengerubungi gula.
“Itu gol, Wasit!” seru Riski menggunakan bahasa Inggris.
Beberapa pemain Jepang membuat situasi menjadi sedikit tak terkendali. Mereka menganggap keputusan wasit memanglah benar dan insiden saling dorong pun terjadi.
“VAR!” teriak Nabil. “Lihat VAR, Pak Wasit!” lanjutnya.
Alhasil, kondisi lapangan menjadi senyap sembari menunggu wasit mengambil keputusan untuk meninjau kembali tayangan VAR.
Asisten Wasit Video atau VAR adalah asisten wasit sepak bola yang bertugas meninjau keputusan wasit kepala dengan melihat rekaman video instan dan headset sebagai alat komunikasi.
Ini adalah Piala Asia AFC U-17 2023 yang telah menggunakan alat canggih, yaitu VAR.
Sekitar semenit melihat tayangan instan dari layar VAR di pinggir lapangan, wasit kemudian kembali memasuki lapangan sambil membuat isyarat tangan membentuk persegi dan menunjuk titik tengah lapangan.
Gol disahkan, para pemain Indonesia bersorak senang, seluruh pendukung Indonesia bergemuruh dan sangat bersemangat atas gol Indonesia yang disahkan.
Skor berubah untuk keunggulan Indonesia pada menit kelima puluh empat.
“Nanti lihat, ya? Kau membuat kejutan bagi kami,” gumam Pelatih Bima.
Pertandingan pun kembali dijalankan, Jepang saat ini dalam keadaan dirugikan atas gol yang baru saja terjadi. Mau tidak mau mereka harus keluar menyerang demi hasil imbang atau bahkan menang, lagipula waktu masih cukup banyak.
Namun, mau sekuat apapun mereka mencoba, Indonesia mulai meletakkan pemain-pemainnya lebih mundur ke belakang. Bahkan jika diperhatikan, formasi mereka berubah yang dari 3-5-2 menjadi 5-4-1 bertahan.
Indonesia akan mengukuhkan skor ini demi meraih hasil positif dan kepercayaan diri nantinya untuk melawan Thailand dan juga Qatar.
Hingga pertandingan berakhir, Indonesia yang digempur habis-habisan, benar-benar telah menghabiskan kesempatan pergantian pemain.
Para pemain Indonesia yang saat seusai wasit meniup peluit panjang berakhirnya pertandingan, mereka terkapar kelelahan.
Siapa yang paling kelelahan? Dia adalah Reza, dia harus jatuh bangun dengan lebih banyak dari biasanya.
__ADS_1
Total 23 percobaan tendangan dari Jepang, 15 di antaranya shoot on target yang berhasil dimentahkan Reza.
Secara langsung, Reza menjadi Man of the Match pada pertandingan ini.