Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 77 - Spartak Trnava (2)


__ADS_3

Di ruang ganti tim tamu, AS Trenčín. Pelatih Marian Zimen sedang memberikan arahan agar anak asuhnya jangan sampai lengah. Semakin memperkuat pertahanan, kemudian lini tengah harus semakin kreatif dan juga lini depan juga harus efektif dalam membuat peluang.


Semua arahan itu agar AS Trenčín setidaknya mampu menahan gempuran tiada henti dari Spartak Trnava.


“Reza, apa kamu bisa menunjukkan beberapa hal?” tanya Pelatih Marian Zimen menggunakan bahasa Inggris.


“Mungkin ada, Pelatih. Untuk menggiring–”


“Jangan itu. Konfrontasi fisikmu saya rasa masih kurang, meski tubuh atletis, ada yang memang kurang!”


“Atau … hmm, nanti saya pikirkan selama pertandingan!”


“Kemudian kamu, Emeka!”


“…”


Pelatih memberi semua arahan kepada masing-masing pemain. Dia tidak ingin ada kecemburuan di antara mereka. Lagipula arahan ini untuk menunjang keberhasilan tim dalam menghadapi gempuran Spartan Trnava.


Setelah 15 menit tanpa dirasa, semuanya pun pergi kembali ke lapangan dan mempersiapkan posisi. Belum ada pemain yang dirotasi, hanya saja itu akan ada pastinya di sekitar menit enam puluh ke atas.


Para pemain Spartak Trnava juga sudah bersiap. Mereka terus menatap Reza yang bagi mereka sangat tangguh untuk ditembus.


Pertandingan pun dimulai kembali. Kali ini Spartak Trnava lagi dan lagi mulai menggempur pertahanan AS Trenčín.


Dari sisi kiri, Oseni sedang melakukan penyisiran. Dia bergerak tanpa bola sambil menunggu lini tengah yang kreatif mengolah bola. Ketika Oseni berhasil melewati Stojsavljevic dengan gerakan tipuan, Oseni lantas mendapatkan bola lambung dari tengah.


Oseni mencoba meraih bola, dia mendapatkannya meski sempat jatuh. Bola bergulir ke arah kotak penalti setelah dia menahan sebelum keluar lapangan tadi.


Dari dalam kotak penalti, Pires mengawal pergerakan Oseni. Ketika Oseni mencoba memberikan umpan datar tepat di kotak penalti, Pires dengan tenang langsung menghalau bola.


Bola mengenai kakinya dan terpantul ke sisi samping lapangan yang membuat lemparan ke dalam terjadi.


Serangan demi serangan dilakukan. Ini sebagai perumpamaan, AS Trenčín adalah Indonesia dan Spartak Trnava adalah Jerman. Ya … sepertinya perumpamaan itu terlalu jauh. Intinya AS Trenčín terkurung akibat dominasi Spartak Trnava.


Menit terus berjalan dan menyentuh menit kelima puluh lima. Terlihat AS Trenčín yang menggunakan taktik bertahan mulai kelelahan. Terlalu cepat karena Spartak Trnava benar-benar tak memberi nafas bagi AS Trenčín.

__ADS_1


Reza yang kesal dia sudah menyelamatkan lebih dari 10 tendangan shoot on target di pertandingan ini. Dia masih cukup bertenaga, tetapi perlahan tapi pasti nafasnya mulai naik dan turun secara cepat.


Tap!


Reza mendapatkan bola hasil tendangan jarak jauh dari Daniel. Reza pun segera berlari dan langsung melambungkan bola ke depan.


Di depan, sisi kanan, Witan berhasil mengontrolnya dan segera berlari dengan bola. Dia benar-benar cepat, hingga gelandang Prochazka tidak berhasil mengejarnya.


Kali ini, Witan akan berduel kembali dengan Bolaji. Witan mencoba gerakan tipuan dan langsung melakukan cut inside di depan kotak penalti. Witan menendang bola dengan gangguan kecil dari Bolaji.


Bola terbang lurus ke arah gawang, kiper Takac masih bisa meraihnya bahkan menangkapnya secara langsung tanpa menepisnya.


Tendangan shoot on target kedua di babak kedua dari AS Trenčín. Sebelumnya Emeka yang menendang, tetapi kembali diselamatkan Takac


Benar-benar pertandingan yang bisa dibilang berat sebelah, AS Trenčín sekalinya ingin bermain terbuka harus dibayar dengan bocornya lini pertahanan. Beruntungnya Reza berhasil menahan setiap tembakan itu.


Para penonton dan suporter terus menyoraki masing-masing tim. Penonton dan suporter AS Trenčín juga masih terus setia meski harus sesekali menarik nafas dalam-dalam dan mencoba pasrah jikalau Reza tak mampu menahan tembakan demi tembakan dari Spartak Trnava.


Di antaranya penonton, terlihat pria paruh baya memakai blazer hitam dengan kemeja putih di dalamnya, celana kain hitam juga pada bagian bawahnya. Pria ini memakai kacamata hitam, wajahnya memiliki janggut cukup tebal dengan wajah Asia.


Tidak ada yang tahu siapa dia di tengah ramainya isi stadion. Sosok pria asing yang cukup misterius.


Kembali ke lapangan. Reza sekali lagi menyelamatkan bola tendangan bebas dari Spartak Trnava.


Ketika itu dia menangkapnya dan segera menendang jauh ke depan kepada Emeka yang memang saat itu segera berlari di antara bek tengah. Emeka berhasil melewatinya.


Emeka semakin mendekati area kotak penalti, tetapi yang tak terduga, dari samping sebuah seluncuran memotong benar-benar menghantam kakinya dengan keras. Bagian telapak sepatu tepat mengenai kakinya, bukan bola yang bergulir ringan ke arah kiper Takac.


Emeka jatuh kesakitan. Para pemain dari AS Trenčín mulai berkumpul untuk melakukan protes, sementara itu, Kostrna hanya berdiam diri setelah seluncuran memotongnya membuat Emeka mengalami cedera engkel.


Wasit pun ketika mulai didesak para pemain bahkan Reza sendiri yang sudah berada di sana, segera mengeluarkan kartu merah secara tegas.


Pada menit 78, Emeka keluar digantikan oleh Kupusovic dan Kostrna keluar karena dihadiahi kartu merah oleh wasit.


Keputusan itu sebenarnya ada sedikit perdebatan antara staf kepelatihan Spartak Trnava dengan staf wasit di pinggir lapangan. Namun, diredam oleh masing-masing pihak agar tak membuat semakin tak kondusif keadaan.

__ADS_1


Reza juga sudah bersiap empat langkah di belakang bola. Jarak bola ke garis gawang sekitar dua puluh satu meter. Reza sedikit berteriak menggunakan bahasa Inggris.


“Hei … saya tahu kau akan bergerak ke mana, pasti ke kirimu, kan? Ayo!”


Kiper Takac sendiri tak bergeming. Namun, satu hal yang pasti, dia sedikit berpikir tentang perkataan Reza yang baru saja tersebut.


Ketika peluti dibunyikan. Reza segera langkahnya. Dia ingin sekali lagi mencoba tendangan knuckle shoot nya yang sudah mati-matian dilatihnya.


Punggung kaki tepat mengenai permukaan bola pada bagian tengah ke bawah. Bola terangkat dengan rotasi yang nyaris tidak ada.


Bola bergerak seakan melayang, mencoba bergerak ke kanan ketika sudah melewati pagar pemain yang melompat. Ketika kiper bergerak ke kirinya, seketika bola berputar haluan dan bergerak ke kiri atau kanannya kiper secara aneh. Gerakan itu seakan sedang bergoyang antara kanan dan kiri.


Kiper pun mati langkah, sementara bola sudah masuk di sisi kanannya dengan mudahnya. Beberapa pemain hanya melongo dan tak percaya bola bisa bergerak di udara tanpa ada yang menyentuhnya.


Reza juga bersama rekan setimnya sudah melakukan selebrasi. Di sana, sekali lagi selebrasi ikoniknya dilakukan.


Sementara itu, komentator televisi olahraga lokal Slowakia, sedang terkejut bukan main. Dari tayangan ulang yang diperlambat, bola benar-benar bergerak ke kanan dan kiri layaknya ada yang menggerakkannya. Bola itu juga nyaris tanpa rotasi.


“Ini … apa ini kebetulan?”


“Saya rasa tidak. Entahlah, mari kita lihat ke depannya, apa yang kiper Asia ini lakukan tadi apakah kebetulan atau … memang keahlian lainnya?!”


...[Misi berhasil, hadiah telah langsung dimasukkan ke dalam Tuan]...


...[Proses penginstalan!]...


...[Penginstalan berhasil![...


Reza tersenyum senang. Akhirnya knuckle shoot sempurna telah dia miliki. Sudah ada beberapa kemampuan yang memang terlihat tak penting bagi kiper lain, tetapi sangat penting bagi Reza.


Kemampuan menggiring ala Messi. Kemampuan tendangan bebas ala megabintang itu dan dikombinasikan oleh buatan Reza sendiri. Kemampuan tendangan kalajengking ala Higuita yang sebenarnya sudah tak pernah dipakainya. Kemampuan tendangan bebas knuckle shoot sempurna dari belasan atau ratusan pemain di seluruh dunia.


Serta kemampuan yang wajib ada, kemampuan kiper legendaris Uni Soviet atau sekarang Rusia, yaitu L. Yashin.


Pertandingan AS Trenčín dengan Spartak Trnava pun berakhir dengan kemenangan 1-0. Di sisa menit pertandingan, Spartak Trnava semakin menggempur pertahanan AS Trenčín, tetapi ada Reza di bawah mistar gawang.

__ADS_1


Total Reza menyelamatkan 17 shoot on target. Berbanding terbalik dengan sedikitnya shoot on target dari AS Trenčín sebanyak 7 saja.


__ADS_2