Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 40 - Uni Emirat Arab (3)


__ADS_3

Bola kick-off dilakukan oleh Waleed. Ketika peluit berbunyi, dia segera menendang bola ke lini pertahanan.


Para pemain Indonesia mulai menekan kembali. Setiap pemain UEA yang memegang bola, maka akan didekati dengan ganas tanpa kompromi. Tentunya para pemain Uni Emirat Arab akan kesulitan dalam membangun serangan.


Indonesia juga memiliki sisi negatif dalam menekan, stamina mereka akan cepat terkuras dan kestabilan permainan akan berpengaruh akhirnya.


Reza di gawangnya hanya melihat seraya menunggu serangan dari Uni Emirat Arab, tetapi ketika menunggu, malah terjadi pelanggaran yang bagi pihak UEA adalah kesalahan fatal.


Pelanggaran terjadi akibat ketika Nabil Asyura mencoba merebut bola, dia mendapatkannya. Namun, karena pemain UEA ini sedikit kesal, dia dengan segera menarik jersey milik Nabil hingga terjadilah pelanggaran.


Titik pelanggaran ini berada pada jarak 28 meter dari mulut gawang. Reza dengan segera berlari dari gawang miliknya menuju titik pelanggaran.


Di sana sudah ada Kafiatur yang hendak bersiap di belakang bola sembari menunggu pagar hidup diciptakan oleh pemain UEA.


“Hei, saya akan mencobanya. Seperti tiga tendangan bebas saat melawan Guam,” ucap Reza seraya memegang pundak Kafiatur.


“Silahkan,” jawab Kafiatur dengan ramah.


Kafiatur mempersilahkan Reza untuk berhadapan dengan bola. Namun, Kafiatur kembali mendekati bola dan berbisik pada Reza.


“Saya akan menjadi pemancing,” bisik Kafiatur.


Reza mengangguk ringan sembari tersenyum ramah pada Kafiatur. Kemudian keduanya bersiap. Reza di sisi kanan, sementara Kafiatur di sisi kiri. Para penonton dan para pemain UEA tentunya tak tahu siapa yang akan menendang saat ini.


Namun, perasaan setiap orang memikirkan bahwa Reza lah yang menendang. Entah Reza langsung menendang ataupun mengumpan saja. Tentunya semua orang menaruh atensi tinggi pada Reza. Semua perhatian ada padanya dan Kafiatur.


Wasit meletakkan peluitnya dimulut, kemudian tiupannya yang keras sebagai tanda tendangan bebas akan segera dilakukan.


Pertama, Kafiatur maju dengan begitu meyakinkan, tetapi bukannya menendang bola, dia malah melewatinya dan menuju kotak penalti. Para pemain UEA mulai bergerak, dan terkecoh.


Dari belakangnya, Reza juga menyusul dan segera memberikan tekanan pada kaki kanannya. Tumpuannya cukup kuat, ayunan dari kaki kirinya begitu tegas. Hingga ketika dia menyentuh bola dengan sisi kaki kiri bagian dalam, beberapa rumput juga beterbangan.

__ADS_1


Bola pun melesat begitu keras. Dentumannya saja mampu didengar oleh seisi stadion yang sangat ramai tersebut. Bola melesat membentuk kurva indah.


Bola melewati pagar para pemain yang melompat. Jarak 28 meter begitu cepat dipangkas habis. Hingga bola semakin mendekati mulut gawang, posisi alur bolanya bergeser dan langsung menukik begitu indah.


Hamdan sebagai kiper tentunya tidak terlalu terkecoh. Dia dengan tumpuan dan ledakan lompatan yang hebat segera melayang dan membentuk posisi terbaik sebagai kiper di udara. Tangan kanannya terulur rapi, mencoba menepis bola.


Namun, kesialan berpihak padanya. Bola sempat disentuhnya, tetapi arah bola hanya bergeser sedikit dan menyentuh tiang bagian dalam hingga terpantul kembali ke dalam gawang.


Skor pun berubah pada menit 36 untuk keunggulan Indonesia U-17, 2-0. Gemuruh seisi stadion begitu keras, tak kalah antusias, para pemain Indonesia melakukan selebrasi di sudut lapangan.


Reza juga duduk bersila dan segera mengambil buku yang memang dia sediakan di sudut lapangan. Dia melakukan pose membaca. Tentunya para fotografer mulai menekan tombol kamera mereka begitu cepat.


Situasi itu dapat diambil gambarnya oleh mereka. Ketika selebrasi yang menjadi ikonik bagi Reza setelah menciptakan gol. Setiap gol yang dicetak, maka selebrasi itu tak luput darinya.


Setelah selesai selebrasi, semua pemain kembali pada formasi awal dan menunggu UEA melakukan kick-off.


Reza juga semakin bersiap di bawah mistar gawang. Tentunya dia berpikir bahwa UEA akan menyerang habis-habisan di penghujung babak pertama ini.


Saeed menatap Reza jauh di sana. Dia begitu kesal dengan Reza yang mampu menyelamatkan gawangnya, diikuti mampu membobol gawang lawan.


Saeed kemudian memberi umpan pada Hussain. Hussain yang di sisi kanan mulai menggiring bola mendekati tengah lapangan. Di sana dia memberikan umpan datar kepada Ali.


Ali menggiring bola dengan tiga sentuhan, kemudian menggeser bola ke tengah pada Abdalla.


Abdalla mulai melakukan scanning area. Dalam waktu tersebut, dia didekati Rizki dan juga Narendra. Mereka berdua mengawal pergerakan Abdalla.


Karena ruang yang semakin sempit, Abdalla memberikan bola kembali ke belakang. Rizki dan Narendra sendiri tersenyum bahwa pengawalan keduanya berhasil membuat tertekan Abdalla.


Menit demi menit berjalan, Uni Emirat Arab juga tak kunjung menyerang dan terus bertahan memegang kendali bola. Indonesia U-17 yang sedikit kesal mulai menekan kembali dan tentunya agresif.


Alhasil, ketika Kafiatur menekan Ali yang saat ini memegang bola, dia berhasil merebutnya dan segera melakukan umpan direct ke depan.

__ADS_1


Bola melambung tinggi menuju Narendra Tegar yang berada di depan, mendekati kotak penalti. Di sana juga ada Arkhan dan juga Nabil yang bergerak cukup sulit karena dikawal begitu ketat oleh para pemain UEA.


Ketika Narendra memberikan umpan terobosan mendatar, Nabil melewati seorang pemain dan mendapatkan bola. Dia saat ini berhadapan lagi dengan Ahmed.


Ahmed mencoba melakukan sliding tekel, tetapi Nabil dengan mudahnya menggeser bola ke belakang dan segera berputar 360°. Putaran badan yang begitu memukau dipertontonkan. Setelah putaran itu, dia berhasil melewati Ahmed dan langsung mendekati gawang.


Saat ini Nabil berhadapan dengan Hamdan. Dari arah belakang juga semakin dekat pemain UEA lainnya. Nabil dengan cepat menendang bola. Sayangnya Hamdan masih cukup percaya diri dan yakin.


Hamdan dengan mudah memeluk bola dan menyelamatkan gawangnya dari kebobolan. Setelah serangan itu, wasit pun meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.


***


Di ruang ganti Indonesia U-17. Pelatih Bima sedikit memuji performa anak didiknya yang semakin berkembang. Dia mengatakan beberapa hal yang penting, tentunya para pemain memerhatikannya.


Untuk sisa arahan lainnya, pelatih Bima hanya mengatakan agar tak kebobolan. Jaga gawang sebisa mungkin, khususnya Reza yang memang mengawal gawang Indonesia U-17.


Andrika mendekati Reza saat itu, dia berbisik sesuatu.


“Reza, jaga gawang ini untukku. Sepertinya semakin sulit mengambil posisi utama darimu, jadi aku hanya mendukungmu saat ini!”


Reza menatap lekat Andrika. Ada ketulusan hati dari manik mata hitamnya. Reza pun mengangguk ringan seraya berdiri untuk segera berkumpul membentuk lingkaran.


Semuanya meletakkan tangan ke depan dan menyeru begitu lantang. Semangat dari semua pemain begitu terdengar.


***


Di lapangan, kedua kesebelasan bersiap. Menunggu waktu kick-off yang akan dimulai. Hamdan sebagai kiper Uni Emirat Arab menatap lekat Reza yang bersiap di gawangnya. Dia cukup kesal, tetapi mau tidak mau harus terus menjaga gawangnya dari kebobolan.


“Hei, jangan sampai membuat pelanggaran bodoh!” Kiper berucap pada rekan-rekannya.


Reza sendiri saat ini melompat-lompat seraya meraih jala gawang. Dia begitu yakin untuk menjaga gawangnya hingga babak berakhir. Dia tidak ingin 2 gol keunggulan itu akan tercoreng oleh sebuah gol.

__ADS_1


“Semangat semua!” teriak Reza, tetapi teriakannya begitu kecil di tengah belasan ribu pendukung.


__ADS_2