Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 130 - Kemenangan yang Terasa Aneh


__ADS_3

Sore yang cerah di Indonesia, mereka benar-benar dalam keadaan antusias yang sangat besar dan terus bersorak-sorai senang ketika beberapa kali serangan dari Timnas Indonesia mampu menggebrak pertahanan Korea Selatan.


Indonesia benar-benar tampak berbeda, tak ada satu pun pergerakan yang sia-sia atau bahkan pergerakan egois yang membuat kesempatan itu terbuang. Pergerakan dari Indonesia dapat disandingkan Timnas Timur Tengah atau bahkan Eropa, jika memungkinkan.


Memang satu hal yang pasti, Indonesia saat ini telah berada pada titik paling berpengaruh dalam hidup mereka yang mana dapat merubah tatanan persepakbolaan Indonesia.


Di Qatar, tepatnya di kota Lusail, Stadion Lusail, kehebohan terus terjadi ketika Indonesia maupun Korea Selatan saling jual-beli serangan yang benar-benar mendebarkan.


Reza terus memberi arahan, tak lupa pula Pelatih Tae-yong menambahkannya demi kemajuan taktik yang tampaknya belum terlalu seperti keinginannya.


Namun, Pelatih Tae-yong masih cukup puas selama dua puluh menit terakhir yang mana Indonesia terlihat berbeda. Mungkin saja, jika Indonesia lima tahun lalu, Korea Selatan bisa saja sudah mencetak dua hingga tiga gol.


Pelatih Tae-yong juga menjadikan laga final ini sebagai ajang pembuktian bahwa anak asuhnya bisa mengalahkan sebangsanya dengan memalukan.


“Dari sisi kiri, awas jaga dia!”


“Kak Asnawi, gerak merapat, kemudian Bang Sandy juga bantuin!”


Reza terus-menerus memberi arahan pertahanan, dia tak terlalu tertarik untuk terus menyelamatkan gawangnya. Dia sebenarnya takut akan ada kejadian yang tak diinginkan sejauh ini.


Chang-hoon, sayap kanan Korea Selatan benar-benar memorak-porandakan sisi kiri pertahanan Indonesia yang sedang dikawal Asnawi, Sandy hingga Klok.


Cukup merepotkan, tetapi sebenarnya masih dapat diredam oleh kesolidan dari pertahanan Indonesia.


“Awas, pergerakan dari sisi kanan juga harus diwaspadai!”


“Sisi kanan, Bang Irianto, Bang Abimanyu, bolehlah merapat dikit!”


Reza tak habis-habisnya mengarahkan rekan-rekannya demi membuat pertahanan yang akan sangat sulit ditembus oleh Korea Selatan.


Ini adalah Reza, pemahaman taktik dan juga visi permainannya sudah mencapai ambang batas, sudah sangat baik sehingga mampu dimanfaatkan dengan efisien dan efektif.


Semua pergerakan benar-benar enak dipandang, terlihat saling menyatu tanpa ada ketimpangan yang membuat pertahanan ini terkadang ada kebocoran. Ini adalah pertahanan paling solid sejauh turnamen berlangsung.


Para pengamat sepakbola mulai merangkai kata-kata mereka demi mencapai tontonan yang menarik untuk diulik sedemikian rupa. Ini adalah pencapaian besar Indonesia dalam ajang Asia.

__ADS_1


“Pelatih, anak itu terlalu istimewa, dia sudah berlaga di liga Slowakia dan membawa AS Trenčín melaju ke babak enam belas besar Liga Champions Eropa.”


“Kira-kira transfer musim panas ini dia akan pergi ke mana?”


Asisten pelatih dari kepala pelatih Tae-yong sedikit bertanya, dia cukup penasaran akan jalan yang akan dipilih bintang kecil yang semakin membesar ini.


Pelatih Tae-yong menoleh kepada asistennya tersebut, dia pun berkata, “Jalan yang dia akan pilih tergantung apa tujuannya selanjutnya, bayangkan dia membawa AS Trenčín juara Liga Champions Eropa untuk pertama kali, maka tujuannya selanjutnya apa?”


Pelatih Tae-yong terdiam sejenak sembari menyimak anak asuhnya yang sedang merangkai serangan dari bawah.


Setelah menyadari sesuatu, Pelatih Tae-yong menoleh kembali kepada asistennya dan berkata, “Piala Dunia 2026.”


Sontak asisten pelatihnya terkejut bukan kepalang. Ambisi yang begitu besar bisa saja tercipta dari pikiran anak usia 17 tahun yang tak lama lagi 18 tahun di bulan Juli nanti.


Asisten pelatih itu pun menggelengkan kepalanya sembari berkata, “Anak yang ajaib. Mungkin dia akan menggemparkan dunia lagi. Mungkin dia juga terlahir untuk bersanding dengan nama-nama besar pemain sekarang seperti CR7, Messi atau bahkan Mbappe.”


Menyisihkan pembahasan mereka tentang jalur atau masa depan Reza. Mereka memilih memfokuskan diri pada apa yang ada di depan mereka, Indonesia saat ini sedang menyerang.


Dari sisi kanan, Febri berlari dengan gesit, mencoba mengecoh satu persatu pemain Korea Selatan. Didapati dirinya yang terkekang oleh dua pemain, Febri segera mengangkat bola ke tengah.


Saat itu Marselino mendapatkannya dengan dadanya, mencoba mengontrol hingga segera mengirimkannya kepada Saddil yang bergerak ke sisi kiri.


Saddil dapat menghindarinya dengan mengangkat bola sedikit beberapa centimeter dari tanah kemudian melompat demi menghindari tekelan Moon-hwan.


Saddil melewatinya, dia menusuk ke dalam kotak penalti hingga memberi umpan cut-back terukur yang dapat diterima dengan manis oleh Sananta.


Sananta menyontek saja bola, tanpa kawalan sama sekali yang membuat kiper dari Korea Selatan Bum-keun hanya mati langkah dan menghasilkan gol tepat di menit 34.


Seisi stadion bergemuruh, hingga menjalar sampai ke Indonesia yang mana seluruh tempat yang mengadakan nonton bersama layar tancap atau bahkan yang hanya nonton di rumah berseru senang.


Beberapa kota bahkan menjadi lebih ramai dari biasanya karena ada beberapa tempat yang diadakan nonton bersama dalam skala besar.


Ini adalah momen paling meledak dalam tahun 2024, yang mana Indonesia berhasil membobol gawang Korea Selatan!


“Wooo! Indonesia! Mereka! Membuat gol! Sananta! Sananta yang ajaib!” Tubagus begitu berapi-api, dia bahkan sesekali terdengar tampak membanting sesuatu.

__ADS_1


“Mantap!” pekik Reza seraya mengacungkan jempol kepada Sananta.


Pertandingan kembali dilanjutkan, tetapi seisi stadion masih saja terlalu riuh hingga Reza yang berteriak sekuat tenaga kepada Jordi dalam jarak dua meter tak terdengar sama sekali.


Hal ini membuat ada kerugian kepada Reza karena beberapa arahannya akan sulit terdengar oleh rekan-rekannya. Meskipun begitu, Reza masih berpikir positif, rekan-rekannya akan bisa bergerak tanpa kawalannya.


Rekan-rekannya sudah tahu sikap Reza yang selalu memberi arahan kepada mereka ketika ada sebuah ruang kosong. Hal ini menjadikan mereka terbiasa hingga visi permainan semakin meningkat.


Babak pertama berakhir dengan keunggulan Indonesia secara resmi tanpa sangkut-pautnya dari pihak ketiga. Itu seharusnya yang dipikirkan para bandar gila uang, istilahnya kalah taruhan.


Meski begitu, Indonesia masih menyimpan banyak kemampuan dan belum benar-benar keluar secara penuh. Hal ini membuat Pelatih Tae-yong memerintahkan para pemain Indonesia untuk mengeluarkan skill mereka yang terbaik.


Tanpa kompromi, tanpa belas kasihan, Indonesia akan menjadi Garuda sejati yang merobek-robek lawan hingga tak tersisa.


Pada babak kedua, keistimewaan dari semangat juang Indonesia yang semakin bangkit membuat sekelas Korea Selatan panik.


Hingga sebuah pelanggaran tepat di menit 60, di depan kotak penalti yang langsung dieksekusi dengan rapi oleh Reza dan menghasilkan gol kedua dari Indonesia!


Kemudian pada menit 87, Korea Selatan yang telah kalah mental di hadapan puluhan ribu suporter Indonesia dan juga kedigdayaan Indonesia menjadi semakin lengah sehingga menciptakan pelanggaran fatal lagi di depan kotak penalti sisi kanan.


Reza maju kembali menjadi orang pertama yang mengeksekusi tendangan ini. Satu hal yang pasti, dengan teknik knuckle shoot nya, tiada percobaan yang tak gol.


Indonesia 3 – 0 Korea Selatan! Apa ini? Apakah kemenangan di depan mata? Terasa aneh bagi banyak orang karena menurut mereka akan ada babak adu penalti menegangkan seperti saat menghadapi Thailand beberapa waktu lalu.


Reza sendiri tak percaya, sekitar tiga menit tambahan waktu berakhir dan membuat Indonesia sah menjadi pemenang Piala Asia!


Dan … Secara resmi, wasit Takumi meniup peluit dengan lantang!


Indonesia menang, hal yang terasa aneh, tetapi begitulah kenyataannya sehingga sulit untuk diterima oleh akal sehat banyak orang.


Selebrasi tentu dengan meriahnya, Reza diangkat-angkat sebagai pemain yang paling berkontribusi.


Penyerahan penghargaan dan juga piala megah yang bersayap dan memiliki struktur unik.


Penghargaan sendiri ada empat kategori, yaitu topscorer, kemudian kiper terbaik dan pemain terbaik, serta terakhir adalah pemain muda terbaik.

__ADS_1


Satu kalimat saja, Reza memboyong semua penghargaan itu yang membuat kemenangan ini semakin istimewa bagi Reza.


Hari bersejarah pun tercipta!


__ADS_2