Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 139 - Tendangan Kylian dan Naymar!


__ADS_3

Di suatu pagi buta, matahari saja masih bersembunyi dibalik pegunungan atau pun gedung-gedung pencakar langit.


Seorang pemuda terlihat sedang melakukan aktivitas lari pagi, dirinya yang memakai baju tanpa lengan dan celana pendek dengan earphone di telinganya.


Pemuda ini begitu menikmati lari paginya sambil mendengar musik-musik klasik hingga lagu modern, benar-benar tenang dengan peluh membasahi wajahnya.


“Haaa … Laga beberapa hari lalu benar-benar enak!” gumam pemuda itu yang ternyata adalah Reza.


Final UEFA Champion League menghadapi PSG akan dilangsungkan di stadion Wembley London, Inggris.


Kedua tim, mewakili negara mereka dalam final UCL ini, AS Trenčín mewakili Slowakia, sedangkan PSG mewakili Prancis, satu dari dua tim ini akan berlaga demi meraih trofi Si Kuping Besar!


Satu hal yang mengejutkan publik, AS Trenčín datang sebagai tim yang diremehkan, tetapi nyatanya mampu meluluhlantakkan tim-tim Eropa kelas berat lainnya.


Meski sempat kalah menghadapi Livpool pada putaran pertama, tetapi AS Trenčín bisa menunjukkan tajinya saat putaran kedua yang bisa menang telak 3-0 hingga agregat berubah 3-2 untuk kemenangan AS Trenčín.


Reza juga keluar sebagai pemain yang paling banyak mengukuhkan golnya dan menjadi topscorer UCL musim 2023/2024 dengan perolehan 10 gol.


Reza di atas Kylian yang memperoleh 9 gol.


Cukup tipis, Reza nyaris tersalip, tetapi kesempatan Kylian menyalipnya adalah juga nyaris mustahil.


PSG bertemu AS Trenčín, di mana Kylian akan kesulitan untuk membobol gawang Reza.


“Eh! Duh!”


Reza tersandung akar pohon yang mencuat, terlalu fokus kepada lari miliknya dan juga musik-musik klasiknya.


“Ahahaha!” Dengan tanpa daya, Reza hanya tertawa canggung, ditemani beberapa ekor burung yang mulai berkicau.


**


Hari demi hari, tanpa dirasa, final UEFA Champion League musim 2023/2024 telah tiba, yang mana AS Trenčín menghadapi PSG.


Kembali ke belakang, AS Trenčín sendiri juga sudah memenangkan liga dengan tanpa kekalahan atau bahkan kebobolan satu gol pun. Reza memborong penghargaan lagi.


Kiper terbaik, pemain terbaik dan juga topscorer dipegang olehnya. Sayang, meski dirinya yang sudah sebaik itu, dia tak mendapatkan pemain muda terbaik liga Slowakia, kemungkinan karena terjaring suatu regulasi juga.


Reza benar-benar menjadi yang paling menggetarkan liga Slowakia, dan kemungkinan terbesarnya itu adalah liga Slowakia terakhirnya sebelum akan hengkang ke sebuah klub yang sedang merancang tawaran.

__ADS_1


Jendela transfer musim panas tak lama lagi dibuka, mulai dari awal bulan Juni hingga akhir bulan Juni. Selama sebulan, tim-tim seluruh Eropa berburu pemain.


Reza menjadi daftar yang paling banyak dicari dan juga dilakukan penelitian data spesifik masa depan tentang prospek kiper muda ini.


Tim-tim raksasa Eropa tak langsung menawar atau mengatakan berminat, mereka tentu memiliki banyak prasyarat untuk bisa mencairkan dana demi Reza.


Sebagai catatan, Reza sudah mengantongi harga pasar kiper muda termahal di Eropa, sebesar 5 juta Euro atau jika dirupiahkan akan setara 81 miliar lebih.


Harga yang fantastis untuk seorang kiper muda berbakat, itu juga sangat cocok dan tak perlu dipikirkan.


“Auch!” Lidah Reza tergigit saat dia mengunyah pisang sebelum laga dimulai.


“Kata orang zaman dulu, kalau lidah tergigit, pasti ada yang bicarain. Ah! Akhir-akhir ini sering tergigit, sepertinya mereka lagi panas tentangku!” gumam Reza.


Laga ini adalah laga terakhirnya berseragam Slowakia, tanggal 25 Mei adalah final UCL dan juga final bagi Reza membela AS Trenčín.


“Hmm … Saya akan berlabuh ke mana, ya?” gumam Reza memikirkan dirinya.


Masa transfer dengan AS Trenčín berakhir pada awal transfer musim panas, jika dia tak segera melakukan manuver kontrak bersama tim lain, maka dia bisa saja akan dilepas gratis!


Kiper muda ini gratis? Sebenarnya ini adalah kesempatan bagi klub-klub besar, tetapi justru kerugian bagi AS Trenčín.


Laga final UCL pun secara resmi dibuka, di stadion Wembley London, Inggris, AS Trenčín dan PSG, wasit asal Inggris, Peterchild pun meniupkan peluit sebagai tanda dimulainya babak pertama.


Bola diawali dari kaki para pemain AS Trenčín, mereka mencoba bermain lebih tenang untuk saat ini, mencoba merancang serangan dari bawah tanpa tergesa-gesa atau bahkan terlalu sembrono bergerak.


“Sesuai permintaan pelatih, kita harus berlaga dengan tenang! Naikkan intensitas serangan seiring waktu berjalan!” jelas Reza mencoba mengingatkan rekannya.


Di belakang, Stojsavljevic, bek tengah yang paling penting juga hanya menganggukkan kepala. Tentunya saling paham adalah hal penting dalam pertandingan.


Mencoba terus bergerak, Witan melakukan sedikit kesalahan!


Bolanya direbut oleh Kylian yang langsung berakselerasi di sisi kiri penyerangan mencoba melewati Micuda, seorang bek kiri.


Micuda yang hendak merebutnya, sayang, langkah kakinya salah dan berakhir tertinggal dari Kylian yang terus berakselerasi hingga menembus kotak penalti.


Melakukan cut inside di dalam kotak penalti, Kylian melepaskan tendangan terukur, plesing akurat benar-benar menarget tiang jauh.


Reza mengantisipasinya, dia melompat begitu cepat, mampu bermanuver di udara dalam sekejap, tangan kirinya mengulur tegas hingga mampu menepis tendangan plesing dari Kylian.

__ADS_1


“Wohooo~ Kylian emang beda, pemain termahal mau dilawan, hihihi~” celetuk Reza dengan nada remeh.


Tendangan sudut dilancarkan, Ekitike, pemain depan PSG mencoba menyundul bola dengan memanfaatkan tinggi badan 191 cm miliknya.


Bola benar-benar terarah tajam ke sudut kanan atas gawang, Reza juga sudah terbang dan langsung menampar bola hingga menjauh dari mulut gawang.


Namun, bola hasil tamparannya, malah jatuh tepat di depan Naymar yang berada tepat di garis kotak penalti bagian dalam.


Naymar mengangkat bola, sementara itu Reza juga baru saja jatuh dan harus segera melompat.


“Saya lupa menebak pakai mata itu!” gumam Reza.


[Ding! Sistem Kiper memberitahu, jikalau Tuan mampu menjuarai UCL, maka ada sedikit hadiah kecil nanti Sistem berikan!]


“Lah, anjir! Hu!”


Reza dengan semangat langsung melompat dengan ledakan eksplosif di tanah, membuat sedikit jejak kaki tertanam sekitar satu hingga dua centimeter.


Reza melompat kembali ke sisi kanan, mencoba meraih bola yang nyaris melewati garis gawang.


Sudah sekitar 90% benda bundar itu melewati gawang, beruntungnya disaat itu pula Reza berhasil menampar kembali bola dan menjauhkannya sejauh-jauhnya.


Reza mendarat dan langsung berdiri bersiap jikalau hasil penyelamatannya kembali dikendalikan oleh para pemain PSG.


“Nyaris! Sepuluh persen lagi tuh jadi sah!” gumam Reza.


“Wah! Kerja bagus! Kerja bagus!” ungkap Stojsavljevic kemudian perlahan maju.


Serangan balik dilakukan oleh AS Trenčín setelah PSG secara beruntun menghasilkan tiga shoot on target.


AS Trenčín yang menyerang, mengandalkan kecepatan Witan, Holly maupun Gajdos atau bahkan Emeka yang juga sedang melakukan transisi positif.


“Bergerak terus! Lini belakang lagi perbaiki kebocoran! Saya akan usahakan!” pekik Reza.


Ini adalah pertandingan yang mungkin saja seru atau tidak, itu tergantung bagaimana penikmat sepakbola merasakan bagaimana serunya atau tidak.


Namun, menurut sebagian rakyat Indonesia, ini adalah pertandingan paling seru UCL, itu karena ada kiper muda kebanggaan mereka.


“Final ini akan saya selesaikan dengan cukup cepat!” gumam Reza.

__ADS_1


__ADS_2