
Pertandingan terus berlangsung cukup sengit, kedua tim saling menyerang, tetapi tak ada satupun tim yang menyerah sehingga menghasilkan sebuah skor.
Menit demi menit, serangan dari kedua tim masih begitu banyak, tak terhitung percobaan yang memang sesekali membahayakan masing-masing gawang.
Namun, Nematov atau bahkan Reza masih sangat kokoh di bawah mistar gawang, mereka begitu solid dalam menjaga dan terus menyelamatkan gawang.
Bukan hanya kedua kiper, seluruh pemain bermain dengan sangat baik, Timnas Indonesia yang sebelumnya terlalu membuang-buang peluang atau juga sering kehilangan bola, sekarang hal itu semakin sedikit.
Pelatih Shin terbilang sukses dalam merubah apa yang terjadi di pertandingan pertama dalam dua hingga tiga hari saja. Dia sendiri seperti sang pengendali, mampu membuat anak asuhnya mengikuti arahannya.
Reza yang mulai menunjukkan napas berat, dia melirik minuman di samping tiang gawang, segera mengambil dan menenggaknya sejenak sembari tetap waspada.
Berwaspada pada seluruh pemain Uzbekistan dan juga khususnya Eldor Shukurov yang memang sangat dicurigai olehnya adalah Pengguna Sistem lain.
Apapun itu, gerakan Eldor terlalu indah untuk sekelas pemain usia 17 tahun, dia juga mampu berakselerasi di atas rata-rata, keajaiban itu terlihat aneh sekaligus menakjubkan.
“Wohoo~”
Reza melompat, meraung ke arah kanan sembari menepis tendangan keras Eldor dari luar kotak penalti, kekuatannya sangat terasa hingga tangannya bergetar hebat.
“Wah …berbahaya sih,” gumam Reza.
“Awas! Dia sangat berbahaya!” seru Pelatih Shin dari pinggir lapangan, menggunakan bahasa Inggris agak kaku.
Tak banyak pemain yang mendengarnya di tengah 60.000 penonton sangking riuh dan bergemuruh.
Reza sesekali juga memberi arahan kepada rekan-rekannya agar tak terlalu meninggalkan posisi, meski begitu, rekan-rekannya tak jarang meninggalkan posisi.
Lama kelamaan, pertahanan Indonesia semakin mengalami kebocoran yang sewaktu-waktu dilewati dengan mudah oleh Eldor dan rekan-rekannya.
Reza juga harus bekerja ekstra demi menjaga kedalaman pertahanan, terus memberi arahan dan tak lupa pula mengawasi pergerakan berbahaya dari Eldor.
“Ssshh …!”
Reza melompat dengan akrobatik, tubuhnya cenderung condong ke belakang untuk meraih bola gantung yang ditendang oleh Eldor.
Rasanya, Eldor adalah penendang terbanyak sejauh ini. Dia seperti hewan buas yang terus menerus meneror mangsanya dengan segala cara.
“Anjirlah! Uzbekistan ini jelas mengandalkan Eldor!” Reza bermonolog cukup kesal.
Bola hasil halauannya mengarah jelas ke sisi kanan yang mana Jiyanov berdiri cukup bebas tanpa kawalan para bek Indonesia.
“Astaga!”
Reza memosisikan tubuhnya, dia segera melompat kembali ketika Jiyanov menendang bola ke tiang jauh tepat di sudut atas gawang, hal ini membuat Reza cukup kesulitan.
Namun, dia masih beruntung, lagipula dia sudah lebih dahulu bergerak setelah melihat menggunakan Mata Bijak, istilahnya bergerak sebelum sesuatu itu terjadi.
Reza berhasil menepis bola dengan baik dan mengeluarkannya dari garis lapangan yang membuat tendangan sudut tercipta.
Stadion terus bergemuruh, jelas ini adalah momen-momen krusial yang menegangkan di mana lima menit lagi babak pertama berakhir.
“Jaga Eldor!” seru Reza kepada Asnawi.
Dia mungkin lebih memiliki Asnawi karena fisiknya jelas kuat dan fleksibilitas Asnawi masih lebih besar daripada Jordi maupun Irianto.
__ADS_1
“Hmm …”
Reza terus memerhatikan lima detik ke depan, hingga dia terhenyak sesaat melihat Eldor yang tiba-tiba menyundul bola dari arah depan hingga mengejutkan dirinya dan itu menghasilkan sebuah gol.
Reza yang melihat itu, mencoba menghalau dan merubah masa depan itu.
“Di sini, ya?”
Reza bergeser satu langkah ke samping kiri sembari bola dilambungkan, hal yang terjadi setelahnya adalah Eldor tiba-tiba muncul dari tepi kotak penalti dan melompat dengan kencang hingga mampu menyundul bola, The Flying Dutchman!
“Wahh!”
Reza melompat, dia dapat meraih bola dengan baik, benda bundar itu merekat erat di sarung tangannya.
Reza mendarat, dia kemudian berlari di antara para pemain dan langsung menendang bola ke depan yang mana Febri sudah menunggu di sisi kanan.
Febri berakselerasi, kecepatannya mampu melebihi pemain sayap Uzbekistan, Erkinov.
Febri bisa terus berlari, dia sejenak melirik ke kiri yang mana para pemain Indonesia mulai naik untuk membantu serangan.
Kwateh dari kiri, Rafli di tengah berlari dalam garis sejajar di tengah Uzbekistan yang melakukan transisi pertahanan.
“Ambil!”
Marselino mendapatkannya di tengah, dia kemudian memberikannya kepada Evan yang langsung dilambungkan ke sisi kiri di mana Kwateh baru saja melewati bek kiri Uzbekistan.
“Ayo! Serang!” seru Reza bersemangat.
Dia juga perlahan maju hingga tepi luar kotak penalti.
Kembali kepada Kwateh yang berakselerasi di sisi kiri, dia melirik ke kanan, di sana ada Marselino yang bergerak cukup bebas dan lepas dari kawalan Davronov seorang bek tengah bertubuh besar.
Marselino menerima bola yang kemudian dia memberi umpan terobosan kepada Kwateh yang menusuk ke dalam kotak penalti.
Setelahnya, Kwateh memberi umpan cut-back yang disambar dengan manja oleh Rafli dan menghasilkan gol cukup berkelas, kiper Nematov tak berkutik.
Proses panjang menghasilkan skor tepat di menit 45!
“Goooll!” seru Reza seraya melompat senang.
Seisi stadion bergemuruh, semua berseru gembira yang mana ini adalah salah satu kelebihan suporter Indonesia yang mampu bersuara lebih keras daripada suporter lawan.
Pertandingan kembali dilanjutkan, tetapi tak lama setelahnya, wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.
***
“Haa … Haa … Haa! Capek!” keluh Reza seraya mengelap keringat memakai handuk kecil.
“Bagus! Tadi lebih baik daripada saat menghadapi Iran, tingkatkan lagi,” jelas Pelatih Shin, tentunya ditranslasikan oleh penerjemahnya.
Beberapa arahan kecil dijelaskan olehnya sembari para pemain mengistirahatkan napasnya sejenak.
***
Babak kedua dimulai oleh wasit Lee Joon, Uzbekistan sendiri melakukan dua pergantian langsung demi mencoba bermain untuk lebih terbuka.
__ADS_1
“Oke, mungkin saatnya memanfaatkannya,” gumam Reza.
Babak kedua dimulai dari kaki para pemain Uzbekistan, mereka mencoba merangkai serangan dengan perlahan-lahan tapi pasti.
Hingga menit 50, mereka kehilangan bola karena keteledoran sendiri. Hal ini dimanfaatkan Reza untuk membuat aksi ajaibnya lagi.
Dari tepi luar kotak penalti, Reza memegang kendali bola, Eldor Shukurov mendekat dengan cepat. Tubuhnya yang cenderung condong ke depan membuat dirinya berakselerasi kencang.
“Oh, tak boleh!”
Reza menggeser bola ke kiri yang saat itu Eldor hendak menyambar lurus.
Namun, dalam sekejap, Eldor bermanuver hingga mampu berbelok ke arah Reza yang saat ini hendak berakselerasi.
“Heh, dah saya tebak!”
Reza menambah kecepatannya, dia seperti bermain-main dengan bola yang membuat Eldor agak kesal.
Reza menggunakan Marseille Turn untuk mengecoh Eldor, sejenak saat keduanya saling bersinggungan, Reza berbisik dengan lembut.
“Sistem, ya?”
Eldor menjadi terguncang, dia terhenti seketika dengan mata terbelalak.
...[Ditemukan Sistem Sepakbola : Penyerang Banteng dan Cheetah!]...
“Anjirlah! Dari namanya saja mengerikan!” gumam Reza.
Dia tak memedulikannya untuk saat ini, Reza memilih berakselerasi meninggalkan Eldor yang termenung tak bisa berkata-kata.
Dalam semenit, Reza berhasil melewati tujuh pemain sekaligus yang saat ini dia sedang berhadapan dengan kiper Nematov.
Boom!
Reza menendang menggunakan teknik yang sudah lama tak digunakan, yaitu knuckle shoot.
Tendangannya bergoyang membuat Nematov kebingungan dan berhasil mengecoh.
“Yuhuuu~”
2-0, Indonesia unggul dengan mendominasi untuk saat ini.
***
Hingga pertandingan berakhir, Indonesia memenangi laga 5-0 secara mengejutkan.
Penambahan total empat gol itu jelas Reza semuanya, dia menggunakan dribble hingga ke gawang lawan dan menghasilkan tiga gol.
Kemudian satu gol miliknya lagi dari tendangan bebas keras miliknya. Jadi, Reza empat dan Rafli satu gol.
Masalah Eldor, secara mengejutkan pula menjadi pemain yang paling buruk pada babak kedua tersebut. Berapa kali dia kehilangan bola, hingga berakhir blunder.
Mungkin apa yang Reza lakukan berlebihan, menurunkan mental anak seusianya, mungkin lagi, Eldor belum terlalu kuat mentalnya dan berhasil digoyahkan oleh Reza.
“Anjay, empat gol sekaligus, dengan ini saya mencetak total lima gol!”
__ADS_1
‘Anak ini gila,’ pikir Pelatih Shin seusai konferensi pers pasca pertandingan.
Apa yang dipikirkannya, secara harfiah menyatakan Reza benar-benar akan menjadi salah satu pemain yang bisa bersanding di antara para pemain top dunia!