
Pemain dari Uni Emirat Arab, bernama Ali memegang bola. Dia dari sisi kanan melakukan overlapping hingga melewati garis tengah lapangan.
Ali melihat rekannya di sisi kiri bagian depan segera melakukan umpan diagonal. Umpan itu langsung berada di jantung pertahanan Indonesia.
Di sana ada Muhammed Jumah yang menerima bola begitu mudah. Setelah dia mendapatkan bola, lantas segera dia melakukan umpan silang menuju kotak penalti.
Di dalam kotak penalti, para pemain Indonesia mencoba melakukan duel udara. Waleed yang berdiri begitu bebas langsung menyundul ke arah gawang.
Reza dengan gesit melompat dan menepis bola menggunakan tangan kanannya. Penyelamatannya membuat bola keluar lapangan dan menghasilkan tendangan penjuru.
“Itu dia! Penyelamatan indah dari Reza!” seru Hadi Sang komentator dengan semangat.
Iqbal yang melakukan duel udara bersama Waleed harus gagal menghalau karena kalah tinggi.
Kemudian tendangan penjuru dilangsungkan, dari sudut, Ali memberikan tendangan yang membentuk kurva mengerikan.
Bola langsung mengarah ke tiang jauh. Beruntungnya Reza dengan sigap langsung menuju tiang jauh dan meninju bola yang hendak masuk ke gawang.
Dalam sepersekian detik, Reza berhasil kembali menyelamatkan gawangnya dari kebobolan. Bola itu sendiri berhasil dihalau ke depan.
Namun, dari luar kotak penalti, seorang pemain UEA, Abdalla langsung menendang bola secara first time. Dentuman tendangan terdengar di tengah gemuruh para penonton.
Bola langsung melesat dan hendak menghujam gawang Reza. Namun, uluran tangan dari Reza kembali menyelamatkan gawangnya. Bola tepat mengenai pergelangan tangannya. Tangannya terhempas, bola keluar lapangan.
Reza meringis kesakitan ketika bola tepat mengenai pergelangan tangannya, bukan sarung tangan peredamnya.
“Urrghh!”
Pergelangan tangannya langsung kesemutan, Reza seperti tak merasa tangan kanannya. Wasit menghentikan sejenak pertandingan untuk memanggil petugas medis.
__ADS_1
Para petugas medis segera merawat Reza yang masih meringis kesakitan di lapangan. Para pemain Indonesia terlihat khawatir dari raut wajahnya. Di tengah Reza yang masih menjalani perawatan, Abdalla datang mendekati Reza.
“Apa kamu baik-baik saja?” Dalam bahasa Inggris yang terdengar kaku, Abdalla mencoba menanyai kabar pada Reza.
“Urgh … ya, ya! Saya tak apa,” balas Reza sambil mencoba berdiri.
Setelah itu, para petugas medis berkata bahwa Reza masih mampu menjalani pertandingan dengan tenang tanpa khawatir. tangannya. Para petugas medis mengatakan pergelangan tangannya hanya tersentak dan tidak begitu parah.
Reza bersiap kembali di bawah mistar gawang, menunggu tendangan penjuru kedua dilancarkan. Iqbal kali ini juga tak ingin kalah dalam duel udara, dia dengan sekuat tenaga menjaga Waleed, penyerang dari UEA.
Ketika tendangan penjuru diangkat, semua pemain entah itu Indonesia maupun Uni Emirat Arab langsung bergerak ke arah datangnya bola. Kali ini bola datang ke arah jumah.
Jumah dan Rizdjar melakukan duel udara. Keduanya benar-benar melompat begitu tinggi. Hingga Jumah lebih dahulu menyentuh bola dengan kepalanya meninggalkan Rizdjar beberapa centimeter di bawahnya.
Jumah menyundul bola ke arah sudut atas gawang. Bola yang melambung membentuk parabola terlihat indah. Namun, lebih indah lagi Reza dalam melakukan penyelamatan.
Reza melompat dan segera menghalau bola tanpa kompromi. Semua orang kembali lagi bergemuruh, penyelamatan indah yang kesekian kali memanjakan mata.
Ketiganya berlari. Di depan, ada Arkhan dan juga Gilang yang secara sejajar saling berkaitan.
Kelima pemain ini membentuk formasi berlian 5 orang. Tanpa kompromi, umpan satu-dua dimainkan oleh mereka hingga membuat lini pertahanan UEA kesulitan.
Nabil Asyura datang dari belakang. Dia sebelumnya membantu pertahanan. Ketika dia sampai di depan, dia langsung dikawal begitu saja oleh pemain UEA bernama Ahmed, pemain bertahan.
Formasi yang begitu apik dimainkan. Build up secepat mungkin dilancarkan. Serangan balik yang begitu cepat memukau banyak orang.
Setelah disuguhkan penyelamatan indah dari Reza, serangan balik yang cepat langsung disuguhkan dalam tahap yang berturut-turut.
Bola saat ini dikendalikan oleh Nabil Asyura di sisi kanan penyerangan. Dia melirik ke kiri, langsung saja ketika melihat Arkhan berdiri bebas di depan kotak penalti, dia memberikan umpan diagonal.
__ADS_1
Umpan itu diterima dengan baik oleh Arkhan. Dia membelakangi gawang, juga saat ini Arkhan dikawal seorang pemain bertahan UEA. Arkhan yang kesulitan, mengumpan ke depannya, di sana ada Riski Afrizal.
Riski bersiap melakukan tendangan, tetapi pandangannya langsung ditutup begitu saja oleh pemain bertahan Uni Emirat Arab sehingga dia tak jadi menendang.
Riski melirik ke kanan, dia melihat Narendra yang bebas dan berada pada ruang kosong. Narendra kemudian menerima umpan dari Riski.
Narendra menggiring bola, satu dua sentuhan dia lakukan sebelum kaki kirinya menjadi tumpuan di dekat bola. Kaki kanan diayunkan begitu kencang hingga suara dentuman antara bola dan sepatu terdengar.
Bola melesat, para pemain bertahan UEA mencoba menghalau bola dengan tubuh mereka. Namun, bola lebih dahulu melewati para pemain dan menargetkan sudut atas gawang.
Kiper Uni Emirat Arab, Hamdan, mencoba melesat melompat ke arah kanan. Tangan kanannya diulurkan sepanjang yang dia bisa.
Sentuhan kecil dari ujung jarinya mengenai bola. Bola bergeser sehingga membentur mistar gawang dan keluar dari lapangan.
Para penonton langsung mendesah kesal karena tak jadi gol, kemudian kembali bergemuruh untuk mendukung Indonesia dengan yel-yel dan chant khusus milik mereka.
“Ah! Hampir saja!” Narendra mengeluh seraya menendang rumput.
Tendangan penjuru dilancarkan oleh Kafiatur. Dia memberikan bola ke arah tiang jauh, di sana sudah ada Nabil Asyura yang menunggu.
Nabil berduel dengan salah satu pemain bertahan UEA, Rashid dalam mengambil bola. Namun, Nabil Asyura lebih dahulu menyentuh bola dengan kepalanya dan diarahkan ke gawang.
Bola yang cukup bebas, mulai melayang ke arah gawang. Sementara itu, Hamdan yang melihat bola dengan bebas masuk ke gawang hanya mati langkah.
Skor pun berubah untuk keunggulan Indonesia U-17 pada menit ke 13. Masih menit yang cukup awal, tetapi serangan dari kedua tim benar-benar memanjakan mata dan seperti tak terasa sudah sampai pada menit 13.
Reza di gawangnya hanya berselebrasi dengan mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi. Dia berteriak begitu keras sebagai halnya mengekspresikan perasaannya yang sangat senang.
Setelah selebrasi dari semua pemain, mereka kembali pada formasi awal untuk memulai kick-off lagi.
__ADS_1
Dalam masa build up, sesekali dalam tayangan televisi diputar proses gol terjadi dan juga proses penyelamatan dari Reza. Tentunya semua hal itu dilihat begitu jelas oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
Betapa ajaibnya Reza menyelamatkan gawang, yang menurut banyak orang sudah pasti gol dan Indonesia akan kebobolan. Namun, Reza dengan refleks dan pemahamannya mematahkan pemikiran banyak orang.