
Reza menyimpan sepatunya di dekat pintu keluar, sarung tangannya dia gantung di tempat yang biasanya digunakan. Topi pun demikian halnya.
Reza memasuki kamarnya, dia menghempaskan tubuh ke atas kasur sembari melihat-lihat menu latihan para pesepakbola dunia di laman website. Dia terus mencari untuk sebuah menu latihan yang lengkap, tetapi sama sekali tak ditemukan.
Reza pun berpikir, dia harus bertanya kepada pelatih kiper yang bernama Vino. Pelatih kiper tersebut adalah yang berpengalaman di bidangnya, bisa dibilang pelatih Vino telah dikontrak oleh klub sekolah SMA Harapan sejak pertama kali didirikan klub tersebut, yaitu sejak 21 tahun lalu.
Selama itu, klub ini menjuarai Youth Tournament sebanyak 10 kali. 4 kali juara secara beruntun mereka terima saat musim 2015/2016 hingga 2018/2019. Sejak musim 2019/2020 hingga musim 2021/2022, mereka sama sekali tak menduduki posisi pertama dan dikuasai oleh beberapa tim tangguh lainnya, seperti SMA Jaya Bangsa di musim yang baru selesai kemarin.
Kembali ke pembahasan pelatih Vino, berkat dia lah yang melatih kiper-kiper generasi sebelum Riyandi dengan tegas dan ketat menghasilkan kiper terbaik selama 4 musim tersebut. Satu diantara para kiper tersebut telah masuk di jajaran skuad timnas timnas senior, yaitu Winata.
“Hmm … memang selama ini jadwal latihan kiper sedikit lebih ketat dari pemain lainnya. Saya, Kak Riyandi dan juga Kak Seno yang sudah lebih dahulu keluar klub entah karena apa harus datang lebih awal untuk latihan.
Sekitar 30 menit sebelum jam latihan bersama. Para kiper tentunya diberikan beberapa latihan mendasar, seperti cara menjatuhkan tubuh dengan benar tanpa ada indikasi cidera dan sebagainya.
Saya harus meminta porsi latihan tambahan kepada pelatih Vino!”
Reza pun menutup layar smartphone nya kemudian dia letakkan di atas lemari kecil samping tempat tidur. Dia pun mengistirahatkan tubuhnya saat itu juga.
***
Matahari mulai menunjukkan wujudnya dari balik gedung-gedung tinggi. Ayam mulai menunjukkan suara megahnya, burung-burung beterbangan seraya berkicau ria.
Pagi itu, Reza sedikit terlambat bangun. Dia harus dibangunkan oleh ibunya yang memasuki kamarnya.
“Hei, Eca! Jam 8 kamu 'kan latihan, ayo bangun.” Citra membuka gorden jendela yang membuat cahaya mentari pagi memasuki kamar.
Cahaya itu langsung menyoroti Reza yang bermalas-malasan.
“Ini sudah jam 7.”
Sontak Reza langsung tersadar dan bersiap. Dia mengambil handuknya dan langsung menuju kamar mandi untuk membuat tubuhnya segar. Terdengar teriakkan rasa dingin dari dalam kamar mandi yang membuat ibunya menggelengkan kepalanya.
Di meja makan, ibunya menghidangkan sarapan telur mata sapi yang menyehatkan. Pintu kamar Reza terbuka menampakkan Reza sudah bersiap dengan seragam latihannya yang berwarna putih dengan corak kuning dan juga merah pada bagian lengan serta kerahnya.
“Hei! Ini masih jam 06:30, Eca!” Ibunya hanya menertawakan Reza yang sudah benar-benar siap.
“Huh?!”
Reza tak bisa berkata-kata.
***
__ADS_1
Di lapangan SMA Harapan sudah ada beberapa staf kepelatihan yang sudah mulai menyiapkan peralatan latihan. Waktu juga menunjukkan pukul 7 pagi.
Terlihat Reza sendiri yang membantu pelatih Sofyan menyusun piringan berwarna kuning untuk diletakkan di atas tanah. Benda itu sebagai tanda saat melakukan beberapa teknik latihan, ada juga tiang lunak setinggi dada yang disusun sejajar.
Beberapa kerucut juga menghiasi lapangan. Reza terus membantu hingga waktu semakin mendekati jam latihan.
Riyandi juga sudah datang, dia dan Reza melakukan pemanasan kecil sebelum dipanggil pelatih Vino untuk menuju ke gawang.
Di sana, pelatih Vino yang bertubuh ramping dan tinggi dengan kulit kuning langsat, bola mata berwarna coklat dengan lesung pipi di bagian kanan, rambut belah tengah membuat kaum hawa merasa pelatih ini masih berusia 20 tahun! Padahal pelatih Vino telah menginjak usia 38 tahun.
Ya, wajahnya memang terlihat awet muda, sehingga anggota klub menjulukinya sebagai vampir karena tak pernah tua.
“Oke, lakukan seperti biasa. Gerak refleks harus ditingkatkan, kemudian cara menjatuhkan badan yang baik, lompatan, cara menekuk kaki yang baik saat menyelamatkan bola bawah jika mati langkah.
Kemudian–”
“Pelatih! Saya ingin latihan tambahan, menguatkan tubuh saya agar tak terhempas seperti kemarin. Terutama tangan ramping saya ini.” Reza menginterupsi penjelasan pelatih Vino.
“Semangat kamu bagus, seperti Riyandi dulu. Apa kamu masih ingat Yan? Saat kamu meminta latihan tambahan, tetapi diakhir–”
“Pelatih! Sudahlah, jangan diumbar itu.” Riyandi nampak tak terima.
Reza hanya menatap keduanya dengan bingung.
Banyak siswa yang tak memiliki kemampuan sebagai kiper, dan hanya ingin mencetak gol di depan. Padahal kiper 'kan bisa, seperti kamu Reza!”
Reza hanya menganggukkan kepalanya. Dari manik matanya yang segelap jurang saja sudah terlihat betapa seriusnya hal yang menjadi keinginannya tersebut.
Porsi latihan tambahan bagi Reza pun dilakukan. Setelah semua anggota klub datang, Pelatih Sofyan mengumpulkan mereka untuk mengevaluasi pertandingan kemarin.
“Yah … ada kemajuan sejak melawan SMKN 2. Namun, pertahanan masih terlalu longgar. Saya ingin skema turun ke pertahanan saat diserang itu semakin diperbagus, jangan ceroboh!
Kemudian … untuk efisiensi mendapatkan peluang cukup bagus, hanya tinggal penyelesaiannya saja.
Hmm … evaluasi hari ini cukup, marilah kita perkuat tim ini selama seminggu ini sampai Minggu, 3 Juli nantinya saat melawan SMA 1 Palu di kandang nya!”
Para pemain pun bubar untuk melakukan latihan sesuai yang diperintahkan. Sementara itu, Reza dan Riyandi bersama pelatih Vino serta pelatih fisik bernama Candra yang memiliki tubuh berotot pergi ke ruang gym sekolah.
Kebetulan gym itu tidak dipakai klub ekskul lainnya, jadi klub sepakbola lah yang berkuasa terlebih dahulu pada hari itu.
Keempatnya memasuki ruangan gym, di sana terlihat bermacam-macam alat olahraga tersusun rapi. Mulai dari treadmill, squat rack, smith machine, rowing machine, dan lain sebagainya.
__ADS_1
Tentunya semua alat itu memiliki fungsi masing-masing.
“Ya … seperti merasa nostalgia yaa saat ka–”
“Pelatih!” Riyandi menatap datar pelatih Vino yang terkekeh kecil.
Pelatih Vino kemudian memasang wajah serius menatap pelatih Candra, suasana di ruangan gym yang hening membuat rasa dingin menyeruak masuk ke dalam pori-pori.
“Baiklah, untuk mengawali itu, kamu harus pemanasan terlebih dahulu kemudian mari kita mulai latihan hari ini di mulai dari crunch 1 set sebanyak 10-12 kali, postur papan 3 kali sambil bertahan sesuai kemampuan, Sit up 2 set masing-masing 10-12 kali, chin up 2 set masing-masing 10 kali dan leg lift sambil bergelantung 2 set masing-masing 10-12 kali! Lakukan selama 10 menit!”
Reza langsung seperti tersambar petir mendengar porsi latihan yang diberikan oleh pelatih Candra begitu mengerikan. Ada beberapa teknik yang selama ini di klub selalu dia lakukan, tetapi sebagian besar belum dilakukan. Jadi dia akan segera melakukan itu dengan batas waktu 10 menit.
“Pelatih ….” Reza memberikan tatapan berbinar.
“Kau yang minta, kau yang tanggung sendiri.” Pelatih Candra tak berbelas kasih.
“Maafkan saya, Reza!” ucap Riyandi dengan pelan yang hanya bisa terdengar oleh Reza, pelatih Vino sendiri hanya diam.
“Jika sudah mampu melakukan itu, lakukan yang selanjutnya.
Lakukan postur jembatan 1 set sebanyak 12 kali, menekuk lutut di atas bola 2 set masing-masing 8-12 kali, postur papan menyamping 3 kali sambil bertahan sesuai kemampuan, flutter kicks 1 set sebanyak 15-20 kali dan bicycle crunch 2 set masing-masing 15 kali lakukan selama 15 menit!"
“Huh?!” Lutut Reza seketika lemas tak berdaya.
“Latihan ini seperti pernah saya dengar ….” Riyandi terlihat sedikit kebingungan, porsi latihan tambahan yang dia lakukan dulu sedikit berbeda.
“Kemudian jika sudah selesai, ada sesi terakhir, yaitu berlari menggunakan kinetic treadmil selama 5 menit, menggunakan mesin elliptical selama 5 menit, bersepeda statis 5 menit, lompat tali 10 kali dan mendayung menggunakan mesin selama 5 menit!”
Reza hampir saja pingsan mendengar porsi latihan tambahan begitu berat baginya. Namun, tujuannya hanyalah satu, menguatkan tubuhnya dan menjadi kiper yang memiliki tubuh proporsional dan baik dalam mengawal gawangnya dari kebobolan.
Semua sesi latihan itu akan dilakukan Reza selama seminggu ini setiap latihan bersama. Reza diharuskan menyelesaikan 1 minggu ini secara sempurna, latihan itu dia lakukan selama 50 menit penuh tanpa henti. Jika mampu menyelesaikan latihan berat itu selama seminggu, maka akan dinaikkan porsi latihan setiap jenis gerakan.
Tentunya dibarengi mengonsumsi makanan protein tinggi seperti telur ayam, kacang-kacangan, ikan dan makanan lainnya yang memiliki protein tinggi. Reza juga diharuskan mengonsumsi makanan berkarbohidrat kompleks seperti sayur-sayuran, buah-buahan dan juga biji-bijian utuh.
Semua yang dijelaskan pelatih Vino adalah rangkaian aturan yang ditetapkan staf ahli gizi saat melihat postur badan Reza, dan juga kesehatannya. Semuanya dipikirkan dengan matang-matang.
Selama latihan Reza juga diharuskan minum air dengan teratur agar tidak dehidrasi. Sesuai takaran yang sesuai, Reza menuruti semua hal tersebut.
Tentunya Reza tak sendiri dalam menerima berbagai macam program latihan, banyak rekannya yang mendapatkan hal itu, tetapi programnya sedikit ringan dari Reza. Jadi, Reza tak sendiri di gym melakukan semua itu bersama pelatih fisik Candra.
Dia sedikit berbahagia, tetapi tak begitu bahagia sebab program latihannya benar-benar berat.
__ADS_1
Seperti kata pepatah, penyesalan datang terlambat. Itu yang terjadi kepada Reza ketika meminta latihan tambahan.
Namun, Reza tak ingin patah semangat, dia akan melakukan segalanya demi menguatkan dirinya sebagai palang pintu terakhir di timnya.