Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 38 - Uni Emirat Arab (1)


__ADS_3

Setelah pertandingan yang begitu berat sebelah, para pemain diperintahkan untuk melakukan recovery lebih lanjut. Mereka akan beristirahat sejenak hari itu.


Keesokan harinya, para pemain Indonesia U-17 kembali berlatih. Namun, intensitas latihannya tidak begitu berat daripada awal-awal. Itu karena waktu turnamen Kualifikasi yang begitu mepet sehingga akan sulit mengadakan latihan berat, stamina para pemain kemungkinan besar akan jatuh.


Reza sendiri saat sedang beristirahat di pinggir lapangan. Dia meminum minuman isotonik bernutrisi untuk menaikkan stamina miliknya. Napasnya begitu cepat naik turun, rasa lelah tentunya sangat menyengsarakan.


“Hei, Reza. Penyelamatan yang bagus kemarin,” ucap Nabil Asyura sembari duduk di samping Reza.


Reza menatap sejenak Asyura. Pemuda di sampingnya begitu ceria. Bagaimana tidak ceria, 4 gol dia cetak. Reza sebenarnya cukup senang hasil pertandingan kemarin, 3 gol dia cetak dari tendangan bebas dan 4 penyelamatan krusial bagi dirinya.


“Besok lawan sesungguhnya. Uni Emirat Arab saat kemarin kata pelatih menang telak dari Palestina, 4-0.”


Reza hanya mengangguk ringan. Dia sebenarnya tidak begitu memerdulikan skor yang tercipta oleh tim lain, yang dia paling pikirkan adalah kemampuannya dalam menjaga gawang. Menurutnya, kemampuannya belum benar-benar keluar 100%.


Reza sudah lama memikirkannya. Dia ingin mengeluarkan semuanya. Namun, entah bagaimana caranya. Dia menanyai Sistem pun tak ada jawaban pasti.


[Tuan harap cari tahu sendiri]


Seperti itulah jawaban Sistem hingga Reza merasa bosan dengannya. Alhasil Reza sudah tak lagi menyanyai Sistem perihal kemampuannya yang belum 100% keluar tersebut.


Di tengah keduanya sedang melamun. Suara nyaring peluit pun terdengar di telinga keduanya. Lantas dengan segera keduanya mendekati barisan yang mulai rapi.


“Oke, saya akan langsung saja. Besok kita akan melawan Uni Emirat Arab. Rotasi pemain tentu saya lakukan.


Rizdjar, Sulthan, Iqbal, Abdillah. Kalian berempat berdiri sejajar di depan Reza. Lini belakang masih cukup solid, jadi rotasi belum saat ini.


Kemudian untuk lini tengah ada Kafiatur sebagai pengatur serangan ditemani oleh Muhammad Riski Afrizal dan Narendra Tegar. Kalian harus memperdalam kedalaman lini tengah!


Maju sedikit, saya masih gunakan Asyura sebagai ujung dari salah satu tiga tombak kita. Dia tentunya ditemani oleh Arkhan dan juga Gilang. Lini serang masih seperti sebelumnya.”


Mendengar penjelasan yang begitu panjang dari pelatih Bima, para pemain mengangguk ringan. Rasanya formasi kali ini akan berbeda. Tak ingin berlama-lama lagi, karena waktu sudah sore, pelatih Bima membubarkan para pemain dan memperingati mereka agar tak lambat untuk datang besok.


“Semuanya, bubar!”


***


Reza saat ini berada di kamar asramanya. Dia mencoba menelpon ibunya.

__ADS_1


Lama nada tunggu berbunyi, akhirnya dari seberang panggiln diangkat.


“Malam, Bu! Apa Eca tidak ganggu?”


“Tidak, Nak. Oh, iya! Wah pertandingan tadi malam itu sangat keren. Eca cetak tiga gol, kan? Itu bagus, Nak!”


Reza kemudian mulai berbicara banyak kepada ibunya. Hingga tak terasa waktu semakin larut dan dari pintu kamar terdengar ketukan keras sebanyak 3 kali.


“Bu, sudah dulu yaa!”


“Oke, Eca!”


Reza dengan segera menyimpan smartphone nya dan segera tidur. Dia tidak ingin dihukum oleh pelatih karena tidak disiplin dan tidur sesuai jam yang telah diatur.


***


Kamis, 6 Oktober 2022


Pagi yang cerah, matahari bersinar. Burung-burung terbang begitu bebas di langit, awan yang bagai gulali itu terlihat indah. Langit biru begitu mempesona.


Semua pemain Indonesia telah berada di lapangan latihan. Pelatih Bima memberi arahan pada anak didiknya untuk segera melakukan latihan kecil hingga siang hari, kemudian mereka akan beristirahat sampai sore hari.


Waktu yang begitu ketat hari ini, semua pemain akan segera memahami seluruh taktik pelatih Bima tanpa terkecuali. Taktik itu harus segera dipahami, karena menurut pelatih Bima, saat melawan Guam, taktik yang dia berikan masih belum 100% digunakan.


Reza juga saat ini bersama Andrika dan Ikram sedang berlatih latihan Kiper dengan pelatih Markus. Ketiganya berlatih begitu giat, tentunya setiap dari mereka bersaing untuk menjadi kiper utama.


Reza yang memegang kiper utama hanya bisa tersenyum pasrah melihat rekan setimnya seperti itu.


Semuanya berlatih, hingga tak terasa waktu semakin dekat pada pertandingan kedua mereka.


***


Ribuan penonton dari seluruh penjuru tanah air mulai memadati stadion kebanggaan Indonesia. Stadion yang begitu bersejarah dan sudah lama tak dipakai dalam sebuah pertandingan, akhirnya terpilih menjadi kandang Indonesia U-17 dalam Kualifikasi Piala Asia U-17 2023.


Para penonton begitu antusias. Bahkan terlihat semakin banyak daripada laga pertama. Mereka tentunya sudah melihat laga pertama yang begitu berat sebelah, tetapi performa kiper baru itu juga terlihat jelas.


Di tengah para penonton yang membludak. Bus tim Indonesia U-17 telah datang.

__ADS_1


Semua pemain dan staf kepelatihan langsung turun kemudian menuju ruang ganti.


Tak lama setelah bus Indonesia U-17 datang, bus dari tim Uni Emirat Arab U-17 pun datang. Mereka terlihat tinggi pada seusia mereka dan juga cukup berisi.


Di ruang ganti Indonesia U-17, pelatih Bima memberi arahan pendek kepada anak didiknya. Sementara itu, anak didiknya juga memakai jersey dengan atasan berwarna merah, bagian bawah berwarna merah juga.


“Oke, kick-off beberapa menit lagi. Kita bersiap!”


***


Kedua kesebelasan berada di lorong menuju lapangan. Kedua kesebelasan menunggu wasit untuk berjalan.


Reza menatap kiper di sampingnya. Kiper dari Uni Emirat Arab menoleh kemudian tersenyum begitu ramah. Entah apa maksud dari senyuman itu, tetapi Reza merasa senyuman itu ada kesan ancaman.


“Pendek.” Sang kiper berucap dalam berbahasa Inggris.


Jantung Reza seketika berdegup kencang. Rasa amarah langsung naik hingga ke ubun-ubun.


“Fyuuh … kualitas lompatan dan refleks yang berbicara,” balas Reza seraya memegang tengkuknya.


Ketika kiper dari UEA ingin membalas ucapan Reza, wasit sudah maju dan segera diikuti oleh dua barisan tersebut.


***


Setelah sesi salaman, koin tos dan sesi foto bersama, bola kick-off saat ini dipegang oleh Uni Emirat Arab.


Formasi Indonesia U-17 sudah terlihat, begitu halnya UEA yang telah siap melawan Indonesia.


“Ya, di mana pun kamu berada, marilah kita mendukung negara tercinta kita, Indonesia U-17!


Kita akan melawan Uni Emirat Arab. Saya berharap Indonesia bisa memenangkan pertandingan kali ini. Uni Emirat Arab sendiri berada pada posisi kedua klasemen, dibawah Indonesia. Mereka hanya selisih gol dari Indonesia!


Kita harus memberikan 2D, Doa dan Dukungan kepada Indonesia U-17!”


Komentator bernama Hadi tersebut sangat bersemangat dalam memimpin jalannya komentator Kualifikasi Piala Asia U-17 2023.


Ketika wasit meniup peluit kick-off, gemuruh di stadion terdengar begitu riuh.

__ADS_1


Seorang pemain UEA memberikan bola ke belakang sebagai awalan kick-off.


__ADS_2