Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 73 - Lanjutan Liga Super Slowakia


__ADS_3

Melakukan kegiatan yang berulang sebenarnya sangat membosankan dan menjenuhkan. Entah sudah berapa lama kita melakukan hal itu, akan tetapi keyakinan membawa kita pada sebuah hasil dari membosankan itu.


Hari yang membosankan bagi Reza, jika dibilang membosankan, sebenarnya tidak. Itu karena memang seperti itu kegiatan seorang pemain sepakbola profesional dalam berkarir. Mereka akan terus berlatih, kemudian pulang ke tempat tinggal dan sesekali melakukan hal yang memang kesukaan mereka.


Reza melakukan itu merasa mulai bosan, tetapi di satu sisi ada hasil yang didapatkannya. Seperti kata pepatah, usaha tak akan mengkhianati hasil. Jika kau berusaha dengan segenap tenaga, hujan badai atau apapun yang menghalang tak akan membuatmu gentar dan menghasilkan hal yang kita inginkan.


Bagi Reza, ini adalah kegiatan impiannya sejak masih dini. Namun, perlahan rasa jenuh mulai muncul di hatinya, entah mengapa. Dengan segudang motivasi, Reza mencoba menghilangkan rasa jenuh itu dengan tujuan hanya satu.


Mengangkat trofi Piala Dunia kelak di masa depan.


Mimpi yang bodoh, kata orang banyak. Namun dengan pembelaan besar terhadap mimpinya, Reza akan menunjukkan bahwa Indonesia berhak mengangkat trofi itu dan menjadi negara yang kuat dalam pesepakbolaan di dunia di masa depan. Ingat itu!


Reza yang saat ini kembali sadar dari lamunannya akan mimpi dan hal kebosanannya, kembali berlatih bersama rekan setimnya. Sejak beberapa waktu lalu bertukar motivasi dari Witan, Reza mulai kembali mendapatkan penampilan terbaiknya untuk saat ini. Dia menjadi lebih percaya diri untuk terus maju.


Hari ini telah menginjak hari Rabu, 15 Februari 2023. Hari Sabtu, 18 Februari 2023 pukul 14.00 nanti adalah laga lanjutan Liga Super Slowakia yang akan menjamu Zlaté Moravce. Klub tempat di mana satu pemain Indonesia juga bernaung di sana, yaitu Egy Maulana.


Pertandingan ini akan menjadi derby tersendiri bagi ketiga pemain asal Indonesia. Dua melawan satu. Reza dan Witan akan melawan Egy di klub yang berbeda.


Reza tentunya terus berlatih, evaluasi dari pelatih beberapa waktu kemarin membuatnya semakin terdorong untuk tak henti-hentinya berlatih. Kata pelatih kiper Maros Ferenc, Reza sudah cukup baik dalam refleks, akan tetapi ada suatu gerakan yang kurang dalam pengambilan titik poros saat lompatan.


Reza yang merasa memang kurang akhirnya terus berlatih dan berlatih tanpa kenal lelah. Hal inilah membuat dirinya dijuluki Sang Pekerja Keras, The Hard Worker.


Hari terus berlalu, hingga tak terasa sudah hari Jumat. Besok adalah matchday AS Trenčín melawan Zlaté Moravce.


Pada Jumat ini, penjelasan lebih detail tentang taktik dan beragam macam hal yang akan membuat permainan indah tercipta. Reza kemudian kembali dipercaya menjadi pemimpin di bawah mistar gawang.


Untuk lini belakang, ada satu perubahan pemain dan sisanya masih sama, kemudian ada pergeseran posisi.


Pada bek tengah, ada Pires dan juga Stojsavljevic. Di sisi kiri ada Kozlovsky kemudian pada sisi kanan terlihat nama Duriska dalam starting line-up.


Di lini tengah, ada gelandang bertahan Bainovic di tengah posisi agak ke belakang. Di sisi kiri depan, Artur Gajdos dan di samping kanannya Holly berada.

__ADS_1


Kemudian di lini depan, tiga ujung tombak sudah terpilih pada starting line-up. Di sisi kiri, Eynel Soares yang akan berperan menjadi sang pelari dalam memberi umpan cantik. Di tengah ada Chinonso Emeka yang harus bisa mencari ruang tembak atau juga menjadi pengumpan. Kemudian di sisi kanan ada Matus Kmet.


Formasi ini yang akan diturunkan esok hari dari Pelatih Marian Zimen. Dia cukup yakin dengan formasi dan taktiknya, dia bisa mengalahkan Zlaté Moravce.


Reza terus mencoba memahami setiap kata per kalimat, dia tidak ingin ada yang terlewat dalam penjelasan taktiknya nantinya.


Setelah diskusi taktik dan lain sebagainya, mereka dipersilahkan untuk kembali berlatih di lapangan. Hanya cukup sejenak saja dan harus istirahat dengan baik karena pertandingan besok dilaksanakan siang menjelang sore hari.


Ini juga menjadi kesempatan Reza mengetes topinya yang lama tak dia gunakan semenjak dihadiahi oleh ibunya. Sejak diberikan, Reza belum mengenakan sama sekali, karena dia juga belum merasa harus dikenakan. Saat inilah waktu yang tepat untuk digunakan.


***


Matahari terik bersinar terang menghujam ratusan manusia di bumi. Mereka yang berbondong-bondong melakukan pemeriksaan tiket stadion akhirnya bisa masuk dan mencari nomor area yang sesuai dengan tiket mereka.


Sabtu, 18 Februari 2023 pukul 13.00. Para penonton dan suporter sudah masuk stadion. Mereka menunggu tim lebih awal, lagipula ada keuntungan tim kandang, jadi mereka tak perlu ke kota lain untuk menonton.


Di Indonesia, salah satu stasiun televisi juga sudah bersiap dengan tayangan mereka. Di Indonesia, sudah masuk malam hari. Jadi mungkin saja akan sedikit yang menontonnya, apalagi hanya tim asing tersebut.


Ya, meski Witan tak masuk starting line-up, para penonton dan suporter juga tetap menunggu di mana Witan dimasukkan.


Di ruang ganti AS Trenčín. Mereka sedang membahas beberapa hal penting. Masih memakai jersey biasa, belum jersey putih-putih mereka.


Setelah penjelasan yang cukup panjang dari Pelatih Marian Zimen, mereka mengganti jersey dengan warna dasar putih-putih. Ada sedikit corak merah pada bagian lengan jersey dan pundak.


Untuk Reza sendiri memakai jersey warna dasar abu-abu yang agak lebih gelap. Dengan baju lengan panjang hitamnya, dia semakin terlihat bagus. Kemudian ada tambahan topi putih bertuliskan namanya di sisi kanan dan di sisi kiri adalah bendera Indonesia.


Waktu terus berjalan, tim Zlaté Moravce sendiri juga sudah datang. Menit demi menit menunggu, waktu kick-off pun tak lama lagi, sekitar 10 menit.


13.50.


Para pemain berdiri di lorong stadion. Reza melihat kiper Zlaté Moravce yang tinggi jangkung. Dia menatap berurutan dan akhirnya saling kontak mata bersama Egy. Egy tersenyum ramah kepada Reza, dia pun membalasnya.

__ADS_1


Egy menatap dari depan ke belakang, wajahnya berubah jelek. Rekan timnasnya tak masuk starting line-up, dia agak bersedih dan tak bisa melakukan duel dari awal permainan.


Kedua kesebelasan berjalan dipimpin oleh keempat wasit. Berbaris di lapangan menghadap tribun utama, saling bersalaman dan berfoto ria.


Koin tos dengan kapten AS, Trenčín Bainovic dan kapten Zlaté Moravce, Michal Pinter. Seusai koin tos, keduanya berfoto bersama wasit sejenak dan bertukar logo ataupun sejenis kain berumbai sesuai logo klub.


Bainovic memenangkan koin tos dan memilih bola. Alhasil, AS Trenčín akan menguasai bola pertama mereka.


Kembali ke posisi, wasit menatap jam di tangannya. Setelah tepat pukul 14.00, kick-off pekan keduapuluh pun dimulai dari kaki Emeka.


Dia mengumpan kepada Bainovic ke belakang. Dari lini belakang pun, dimulailah serangan milik AS Trenčín.


Mereka diawal 5 menit pertama, melakukan kontrol bola untuk menjaga persentase penguasaan bola dalam rangka membangun serangan yang lebih efektif dan terstruktur rapi.


Reza menatap bola yang terus bergulir di antara kaki rekan setimnya. Sesekali dia diberikan umpan yang diteruskannya kembali ke arah sang pemberi umpan awal.


Setelah menyentuh menit keenam ke atas, mulai bola maju yang dimulai dari sisi kanan pertahanan. Duriska membawa bola ke depan hingga mendekati garis tengah lapangan.


Di sana, dia didekati pemain Zlaté Moravce, Almeida. Tanpa kompromi, konfrontasi fisik terjadi, kedua tubuh yang besar saling bersinggungan hingga Almeida berhasil merebut bola.


Namun, dari arah samping, seluncuran memotong menghantam bola dan membuatnya keluar lapangan. Bainovic lah yang baru saja melakukannya.


Bola keluar pertanda, permainan yang sebenarnya pun dimulai. Permainan dengan intensitas tinggi, stamina akan terkuras banyak mulai menit ini.


Melihat itu, Reza memperbaiki posisi topinya dan menatap tajam ke arah Egy. Yang ditatap merasa merinding, dia akhirnya kontak mata kembali dengan Reza.


“Kak Egy …”


“Reza Kusuma, kiper muda asal Indonesia yang tiba-tiba terkenal …”


Keduanya bergumam. Tak ada yang bisa mendengarnya. Gumaman keduanya membuat kesan rivalitas semakin panas, meskipun Reza lebih muda dari Egy, itu bukan masalah dalam hal rivalitas lapangan.

__ADS_1


__ADS_2