Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 109 - Manuver Indah!


__ADS_3

Pertandingan kembali dilanjutkan yang mana Milan mulai sedikit menurunkan intensitas permainan.


Kemungkinan terbesar, Milan ingin membuat babak pertama ini berakhir unggul yang kemudian di babak kedua juga harus mereka tahan dan meraih kemenangan.


Semua ambisi itu memang harus ada pada setiap orang, terutama para atlet olahraga. Mereka dituntut agar meraih sebuah penghargaan atau juga hal prestisius lainnya.


Kemenangan adalah ambisi para atlet olahraga.


Menit demi menit, pertandingan terus berjalan yang mana kedua tim saling serang hingga serangan puncaknya saat ini, dimenit 35.


Reza yang saat ini masih juga tetap fokus di bawah mistar gawang sesekali memberi arahan kepada rekannya agar pertahanan tak terlalu mengalami kebocoran.


Reza juga sesekali menggelengkan kepalanya secara spontan, rasa pusing dan berdenyut masih sesekali terasa. Meski sudah dirawat, dia masih kurang puas dan mungkin saja akan terganggu.


“Terpaksa. Mata Bijak Mode serius delapan puluh persen adalah caraku.” Reza berpendapat, lagipula itu adalah teknik terkuatnya saat ini.


Dia menyalakan Mata Bijaknya, matanya yang segelap malam seperti bercahaya. Pupilnya menunjukkan kesan cahaya dingin yang bisa saja membuat merinding jika ada yang menyadarinya. Ini adalah jenis penggunaan Mata Bijak Mode Serius 80%.


“Egh! Perasaan ini …” gumam Stojsavljevic seraya melirik Reza.


Stojsavljevic agak terkejut, tatapan Reza benar-benar dalam serasa dia akan terhisap. Mata yang begitu tegas, dingin dan seperti hendak membunuh.


“Jangan-jangan …”


Ketika Reza mendapatkan bola, dia pun perlahan maju dengan tetap pada pandangannya yang tajam. Kakinya juga menari-nari menguasai bola.


Zlatan menyadari pergerakan Reza, dia hendak mencoba merebut bola.


Namun, tanpa dia sangka, Reza membuat gerakan dummy, yaitu gerakan tipuan seorang pemain untuk mengecoh pemain lawan. Misalnya, seorang pemain berpura-pura ingin menendang bola, padahal ia justru menggiring bola tersebut ke arah lain. Jika dilakukan dengan benar, dummy bisa sangat menipu lawan.


Gerakan inilah yang membuat Zlatan tertegun sesaat setelah dilewati dengan mudahnya oleh Reza. Satu pemain yang membuatnya seperti pecundang kelas teri.


“Anak itu … Mungkin saja masa depan negara mereka,” gumam Zlatan.


Melanjutkan gerakan lainnya, Reza berhadapan dengan dua pemain yang mencoba mengawalnya. Dia melirik ke kiri dan kanan, tatapannya masih sedingin es.


“Pergerakannya terlalu melebar, tak ada dukungan,” gumam Reza.


Alhasil, perubahan langkah kaki membuat dua pemain ini langsung mengambil gerakan antisipasi dari awal.


Diaz dan juga Messias seperti sedang bermain kucing-kucingan bersama Reza.


Sebuah skill yang mengejutkan sekali lagi dikeluarkan oleh Reza.


Reza membawa bola mengikuti tubuh yang berputar, ketika uluran kaki dari Diaz, Reza langsung menyentuh bola hingga melewati di antara kedua kaki Diaz.


Sementara itu, Messias terjatuh karena kehilangan keseimbangan, kakinya terasa berat saat melakukan duel bersama Reza yang tinggi tetapi terbilang sangat lincah.


Kebanyakan pemain tinggi akan sulit bermanuver, apalagi kiper yang memang kebanyakan tugasnya mengawal gawang.

__ADS_1


Namun, berbeda dengan Reza, kiper tinggi yang memiliki bekal skill mumpuni demi bermanuver ria di lapangan. Paduan skill Messi dan juga Mata Bijak benar-benar tak terbatas.


Segala kombinasi bisa diciptakan. Entah itu melakukan sedikit langkah besar yang kemudian backheel untuk mengumpan setelah melihat Mata Bijak.


Kembali kepada Reza yang saat ini sudah membebaskan diri dari penjagaan Diaz dan juga Messias.


Lantas terus bergerak, beberapa kali rekannya terus meminta bola, tetapi keegoisan Reza sangat besar hingga dia tak melirik sedikitpun rekannya dalam proses solo run ini.


Terus bergerak, dari tengah mencoba ke sisi sayap, kemudian karena terlalu padat, dia akan kembali ke tengah, hal itu terus dilakukan membuat para pemain Milan menjadi agak panik.


“Woy, Za! Sini umpan!” keluh Witan melihat keegoisan Reza. “Tapi kalau kau punya rencana, saya dukung!”


Reza melirik sejenak Witan, sebelum dia menunjuk ke depan untuk Witan mencoba bergerak.


Bek kiri Milan, Hernandez menjadi terkecoh. Dia bergerak mencoba mengawal pergerakan Witan di sisi sayap kanan.


Namun, itu adalah rencana dari Reza. Dia pun langsung mengambil posisi yang mana Hernandez tinggalkan.


Lantas Reza bergerak cukup bebas sebelum Kjaer datang menghambatnya.


“Hmm … Kiper yang bisa seperti ini hanya ada satu dari jutaan pemain. Kau … hebat,” ucap Kjaer mencoba membuyarkan kefokusan Reza.


“Ya, terima kasih!”


Srak!


Bola itu melewati atas kepala Kjaer yang terkejut sekaligus terkesima.


Reza melakukan overlap, hingga dia menyentuh bola secara kencang. Punggung kakinya menghantam permukaan bola bagian bawah yang nyaris tepat pada titik tengah.


Bola terangkat, pergerakannya aneh.


Inilah teknik knuckle shoot, sebuah tendangan yang membuat kiper-kiper kelas dunia tak berkutik.


Tendangan ini membuat Maignan melongo dan melirik ke kanan.


Dia yang hendak bergerak ke kiri malah tak jadi akibat bola bergoyang ke kanan hingga dia hanya bisa mati langkah.


Bola masuk. Itu tepat pada menit yang ketiga puluh tujuh.


“Yooiii! Anak ini membuat ulah lagi!” celetuk Witan sambil mengusap-usap kepala Reza yang saat ini melakukan selebrasi ikoniknya.


“Ahahaha~ Maaf semuanya, saya sangat egois.”


Rekan-rekannya sendiri hanya saling melempar senyuman. Buat apa meminta maaf, lagipula percobaan ini menghasilkan gol yang ajaib.


Manuver-manuver indah dari Reza tentu akan mengejutkan publik.


Meski Reza sudah beberapa kali solo run seperti itu, tetapi yang sekarang adalah terbaik dari terbaik.

__ADS_1


Manuvernya terlihat mulus tanpa stagnasi di atas rumput stadion Giuseppe. Bola begitu bergulir nyaman dan merekat erat di kakinya.


Pergerakannya mampu menipu para pemain kelas profesional yang seharusnya telah lebih lama merumput daripada Reza yang kesannya adalah ‘Anak Bawang’.


Setelah melakukan selebrasi, Reza mencoba berdiri tetapi tubuhnya ambruk seketika seperti tak bertenaga.


Hal itu membuat rekan-rekannya yang hendak kembali ke posisi awalnya menjadi panik dan segera memanggil petugas medis.


Beberapa pemain Milan juga ikut merasa panik. Mereka telah sangat nyaman melihat pertunjukan dari Reza, mereka tak mau Reza cedera begitu saja setelah manuver indahnya.


“Za? Hei, kau kenapa?” Witan mencoba menyadarkan Reza.


“Air~” lirih Reza.


Sontak Witan langsung menyergah petugas medis klub yang baru saja datang. Dia mengambil sebotol minuman dan segera memberinya kepada Reza yang terkapar.


“Nih!”


Reza duduk, dia menenggaknya begitu cepat hingga botol berkapasitas 600 ml itu habis sampai tetes terakhir.


“Aahh~ segar!”


Satu trik. Dengan kecepatan pengeluaran dari kotak penyimpanan Sistem Kiper.


Reza mengeluarkan air isotonik bernutrisi spesial sesaat dia menenggak air biasa itu. Setetes saja dicampur kepada air biasa, itu tetap berkhasiat dan mengembalikan sekitar 20% tenaga yang terbuang.


“Nah … Hahaha!”


Petugas medis yang datang terheran-heran, sementara wasit segera menyuruh Reza untuk memeriksa sebentar.


“Saya tak apa, tadi agak goyah saja!” jelas Reza.


Pelatih Marian yang di pinggir lapangan benar-benar keringat dingin. Dia tak mau anak asuhnya mengalami cedera. Apalagi pemain super penting seperti Reza.


***


Babak pertama telah usai. Beberapa percobaan sebelum berakhirnya babak pertama terus dilakukan dari kedua tim.


Namun, tak ada yang membuahkan hasil.


Hingga babak kedua dimainkan. Reza yang sudah meminum sebotol minuman isotonik bernutrisi spesial di ruang ganti masih merasa lelah.


Benar-benar dampak penggunaan mode serius dari Mata Bijak adalah kelelahan tiada tara. Bisa saja membuat pengguna pingsan atau paling parah meregang nyawa.


Namun, Reza masih memakainya dalam mode serius yang sebenarnya tak 100% serius, jadi dia hanya merasa staminanya terkuras habis saja akibat penggunaan Mode Serius 80% dari Mata Bijak.


Reza tak berniat lagi melakukan manuver indah tanpa stagnasi miliknya itu, dia akan memakainya sekali dalam sebulan saja. Itu karena mode serius ini memiliki resiko besar.


Semua penjelasan itu dikemukakan oleh Sistem Kiper setelah Reza bertanya-tanya tentang skill-nya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2