Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 35 - Guam (1)


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu oleh semua pencinta sepakbola adalah ketika timnas Indonesia di segala usia bertanding, Timnas Day!


Ribuan penonton datang dari segala penjuru Indonesia untuk bersatu mendukung Timnas Indonesia. Dalam satu stadion, hanya satu hati, yaitu Indonesia.


Entah itu Bonek, The Jak, ataupun Viking. Semuanya bersatu untuk mendukung Timnas Indonesia.


Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, tempat yang menjadi tuan rumah bagi Indonesia pada Kualifikasi Piala Asia U-17 grup B.


Di stadion inilah ribuan penggemar sepakbola berkumpul demi satu tujuan, mendukung negara tercinta.


***


Sebuah bus beriringan datang bersama ribuan penonton yang memadati gerbang dari segala sisi. Bus ini sendiri dikawal dengan beberapa motor patroli polisi.


“Beginilah rasanya,” ucap Asyura kepada Reza yang saat ini terpukau.


Semua pemain satu persatu turun dan langsung menuju ruang ganti. Di sana tentu saja pelatih Bima akan segera memberikan beberapa arahan dan juga semangat motivasi yang begitu tinggi.


Saat berada di ruang ganti, suasana yang begitu ramai terdengar. Tentunya bukan ramai dengan sia-sia, ramai dalam artian para pelatih mulai menjelaskan apa yang harus dilakukan.


“Oke, strategi kita sudah cukup baik. Empat bek ini diandalkan!


Rizdjar, Sulthan, Iqbal, Abdillah. Kalian berempat berdiri sejajar di depan Reza!


Kemudian untuk lini tengah ada Kafiatur sebagai pengatur serangan ditemani oleh Zidan dan juga Figo. Kalian harus benar-benar jeli dalam permainan bola tengah, jangan lengah.


Maju sedikit, ada Asyura sebagai ujung dari salah satu tiga tombak kita. Dia tentunya ditemani oleh Arkhan dan juga Gilang.


Saya ingin mencoba itu, jadi tidak perlu protes. Lagipula kita telah setuju beberapa hari lalu!”


Pelatih Bima benar-benar mengerahkan skuad terbaik melawan Guam. Dia tidak ingin terlena dengan Guam yang kualitasnya jauh di bawah Indonesia, dia masih begitu waspada.


“Debutmu di timnas,” ucap Gilang di samping Reza.


“Debutmu juga,” balas Reza.


Di tengah keduanya berbincang, waktu semakin dekat menuju kick-off pertandingan pertama Kualifikasi Piala Asia U-17 2023.

__ADS_1


Hingga ketika semuanya sudah bersiap, semua pemain membentuk lingkaran dan segera berseru begitu bersemangat. Senyuman penuh sukacita terpatri pada masing-masing dari mereka, tak terkecuali Reza yang begitu bahagia.


***


Kedua kesebelasan berjalan di lorong untuk menuju lapangan. Ketika wasit berjalan, kedua kesebelasan mengikutinya.


Saat semuanya telah berada di lapangan, tepuk tangan meriah dari ribuan bahkan puluhan ribu penonton yang memadati stadion megah tersebut. Meski hanya timnas U-17, setidaknya itu masih terbilang antusias.


Ada beberapa negara, kelompok usia di bawahnya cukup sepi saat bertanding, bahkan mereka hanya bertanding di stadion kampus. Di Indonesia? Stadion megah disediakan.


Indonesia sendiri saat ini memakai jersey kebanggaan merah-merah dengan lambang garuda di sisi kiri. Reza sendiri memakai jersey kiper berwarna biru-biru langit.


“Ya, dimana pun kamu berada, kita akan segera memulai kick-off babak pertama dari Kualifikasi Piala Asia U-17. Indonesia melawan Guam!


Pelatih Bima nampak membawa dua nama baru saat ini. Eh … Reza Kusuma seorang kiper dan Gilang Pratama seorang penyerang. Keduanya langsung debut sebagai starter! Mari kita lihat performa mereka!”


Seorang komentator saluran televisi swasta mulai mengeluarkan ucapan-ucapan ajaibnya. Dia segera berkomentar, entah apapun itu untuk meramaikan suasana Timnas Day tersebut di seluruh televisi yang ada di Indonesia.


Di lapangan, Iqbal bersama kapten dari tim Guam, Erwin **.


Ketiganya melihat permukaan koin. Iqbal memenangkan permukaan koin berwarna kuning dengan lambang federasi sepakbola Asia.


“Kita kick-off, kawan-kawan!” seru Iqbal sembari langsung menuju posisinya.


Semuanya bersiap di posisi, wasit melihat jam tangannya. Dia pun segera meniup peluit sembari menunjuk bola yang ada di kaki-kaki Asyura.


Ketika peluit ditiup, gemuruh dari ribuan penonton langsung begitu ramai. Bahkan suara keras pelatih Bima yang memberi beberapa arahan pun berakhir tak dapat didengar dengan baik.


Dengan itu, laga perdana Kualifikasi Piala Asia U-17 grup B telah dimulai dari kaki Asyura.


Dia memberikan bola kepada Arkhan. Di sana, sisi lapangan sebelah kiri benar-benar kosong sehingga dengan mudahnya diolah oleh Arkhan.


Para pemain Guam hanya mencoba menjaga kedalaman saja, tak begitu mementingkan pergerakan berbahaya dari timnas U-17.


“Figo! Terima ini!” Arkhan mengumpan kepada Figo yang mendekatinya.


Mereka berdua saling mengumpan sebelum Figo dengan segera menggeser bola ke tengah lapangan. Di sana ada Kafiatur yang sedang melakukan scanning area.

__ADS_1


Di menit-menit awal, tentunya para pemain entah itu dari Guam atau Indonesia masih belum cukup panas. Maka dari itu, siapa yang lengah di menit awal, dia menerima akibatnya.


Ketika itu, Kafiatur mengajak lari salah satu pemain Guam. Ketika merasa kesulitan, dia memberikan umpan diagonal ke depan.


Di sisi kanan, Zidan sudah berlari untuk mengejar bola daerah tersebut. Sembari mempertahankan keseimbangan, seseorang melewatinya dari samping.


Dari sudut mata Zidan, sudah ada Gilang yang melakukan pergerakan tanpa bola begitu cepat. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Zidan memberikan umpan mendatar melewati pemain lawan yang lengah.


Gilang yang mendapatkan bola tersebut segera menambah kecepatan larinya. Dia bersama Asyura juga sedang menyerang habis-habisan. Beberapa pemain tengah timnas U-17 setidaknya mulai membantu serangan.


Kafiatur yang melihat ruang kosong di depan kotak penalti, dengan segera berteriak kepada Gilang.


“Kosong!”


Gilang langsung menendang bola melewati pemain Guam yang baru saja datang kepadanya pada celah di antara kedua kaki pemain tersebut. Ketika itu, Asyura juga segera bertukar posisi dengan Gilang untuk mengambil kesempatan bola rebound nantinya.


Kafiatur yang mendapatkan bola, dia langsung menatap tajam gawang. Itu dia, posisi kiper lawan terlalu maju atau bisa dibilang telah kehilangan posisi.


Kafiatur dengan cerdik menendang bola gantung. Dia me-lob bola sehingga kiper berpostur cukup pendek itu harus melihat benda bulat melewati kepalanya begitu mudah dan masuk ke gawang.


Pada menit 2, timnas U-17 telah unggul untuk pertama kali. Itu masih awal, masih banyak yang harus dilakukan untuk membobol gawang.


Reza di gawang sekarang bergumam begitu pasrah. “Semoga ada pelanggaran, yakali saya bisa nyetak gol.”


Setelah gol itu, selebrasi kecil-kecilan di sudut lapangan pun terjadi. Sorak-sorai penonton terdengar begitu riuh menambah atmosfer yang semakin menggebu-gebu.


Pertandingan kembali dilanjutkan dengan keunggulan Indonesia dalam 2 menit serangan.


Bola kembali dimainkan di kaki-kaki para pemain Guam. Mereka dengan begitu gugup beberapa kali hampir kehilangan bola akibat ditekan. Namun, beruntungnya mereka dengan segera menggeser bola ke belakang.


Kelengahan dan kesalahan fatal pun terjadi. Ketika mereka menggeser bola ke sisi pertahanan, Asyura yang menyadari umpan lawan sedikit lemah dengan tegas mencuri bola.


Asyura pun berlari meninggalkan bek Guam yang tercengang. Sekarang dia berhadap-hadapan dengan kiper bernama Jacob Anthony.


Jacob sekali lagi harus dibobol dengan tendangan yang memalukan. Bola yang ditendang Asyura masuk di antara kedua kakinya dan bergulir cepat menuju gawang.


Menit keempat adalah gol yang kedua.

__ADS_1


__ADS_2