Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 34 - Latihan Menjelang Laga


__ADS_3

Reza telah selesai beres-beres ruangan miliknya. Dari dalam koper, Reza mengeluarkan sebuah bingkai foto berwarna coklat dengan ukiran indah.


Pada bagian dalam bingkai, berada sebuah foto yang tak kalah indah. Terlihat sepasang orangtua yang sedang memeluk anak kecil yang begitu imut di antara keduanya.


“Ayah … dimana sebenarnya kamu?” gumam Reza, setelahnya diletakkannya foto tersebut.


Reza kemudian beranjak menuju pintu ruangan. Sesaat dia membukanya, terlihat Asyura dalam keadaan mengangkat tangannya ke depan seperti ingin mengetuk.


“Baru juga mau panggil. Itu … semua pemain disuruh kumpul!”


Reza hanya mengangguk ringan sembari mengikuti Asyura pergi menuju lapangan latihan. Di sana, sudah ada beberapa pelatih yang tak dikenali Reza. Ada yang Reza kenali, salah satunya pelatih Bima.


Semua pemain mulai satu persatu berkumpul di lapangan dan berbaris begitu rapi sesuai arahan para pelatih.


“Baik, beberapa di antara kalian pasti bertanya tentang siapa pemain baru selain Reza, 'kan?” Pelatih Bima menyapukan pandangannya ke seluruh anak asuhnya.


Tanpa menunggu jawaban dari semua orang, pelatih Bima pergi menuju salah satu bangunan. Beberapa saat kemudian dia keluar bersama seorang pemuda yang menunduk. Rambut segelap malamnya cukup panjang hingga menutupi matanya. Tubuhnya cukup tinggi dengan postur badan tegap.


“Ini dia.”


Semuanya dalam keadaan kebingungan, hanya Reza yang tahu secara langsung identitas pemuda baru tersebut.


“Gilang?” ucap Reza, sontak seluruh pasang mata menatapnya.


“Reza?” Kali ini pemuda itu menunjukkan matanya.


Warna mata hitam itu terlihat elegan, tetapi disatu sisi menatap dingin ke beberapa orang. Pemuda yang bernama Gilang mendekat ke arah Reza, kemudian sebuah tinjuan dihempaskan ke arah Reza.


Bagian wajah Reza terkena telak tinjuan itu hingga dia sedikit goyang dan hampir jatuh. Reza kemudian menatap suram ke arah Gilang.


“Perilakumu sejak SD tidak berubah,” ucap Reza begitu dingin.


Di tengah semua orang tercengang, pelatih Bima sendiri tak menyangka dua anggota baru tim saling mengenal dan memiliki masa lalu yang terlihat rumit. Tak ingin situasi semakin buruk, pelatih Bima langsung menarik Gilang ke depan semua orang.


“Perkenalkan dirimu!”

__ADS_1


“Saya Gilang Pratama. Penyerang andal kelahiran Palu, tetapi merantau bersama orangtua ke tanah Jawa. Orang yang membobol 16 kali kiper itu, kemudian topscorer Youth Tournament sektor Jawa Tengah,” ucap Gilang seraya melebarkan kedua tangannya begitu angkuh.


“Pelatih, kenapa membawa dia yang seperti itu. Saya tahu penglihatan pelatih akan kemampuan tak bisa dianggap remeh, tetapi saya tahu pelatih mampu melihat sifat seseorang.” Reza menyela sembari menunjuk Gilang.


“Ya, tak apa. Kita coba saja.”


Perkataan pelatih Bima hanya ditanggapi oleh tatapan kebingungan dari semua orang. Bahkan beberapa staf kepelatihan juga merasa bingung akan pilihan pelatih Bima.


Yang membuat semua orang bingung lagi, bagaimana Reza bisa kebobolan 16 gol selama dia menjadi kiper terbaik awal musim Youth Tournament sektor Sulawesi Tengah.


“Enambelas gol itu saat SD dulu,” ucap Reza sambil terus menatap tajam Gilang.


Tanpa memerdulikan situasi yang begitu buruk, pelatih Bima mulai membuka sesi latihan awal Pemusatan Latihan.


Pada sesi ini, beberapa hal harus dilakukan bersama pelatih fisik. Mulai dari melihat seberapa baik tubuh mereka dan lain sebagainya.


Hasil dari tes InBody yang dilakukan oleh staf kepelatihan khususnya pelatih fisik, hampir 70 persen pemain mempunyai kelebihan lemak di tubuhnya dan massa otot kurang. Itulah yang membuat para pelatih mulai melakukan ‘weight training’ selama itu beberapa hari setelahnya.


Semuanya dilakukan begitu ketat, setelahnya latihan ketat lainnya menunggu. Beberapa kiper juga dilatih begitu keras bersama pelatih kiper Markus.


Markus adalah salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Penampilan yang terbaiknya berada di antara tahun 2008 dan 2010 saat pagelaran Piala AFF.


Kembali ke area latihan para kiper, saat ini Reza, Andrika dan Ikram sedang melatih daya refleks, kekuatan lompatan dan lain sebagainya untuk tolak ukur nantinya.


Reza yang gawangnya tak kebobolan sama sekali dalam latihan daya refleks pun semakin memukau banyak orang. Semua orang merasa pilihan pelatih Bima mengundang Reza tak salah.


Apalagi semua orang juga memerhatikan Youth Tournament sektor Sulawesi Tengah. Tim SMA Harapan adalah yang paling mendominasi, kebobolan pun hanya 2 saja saat Reza mengawal gawangnya.


“Bagus!” puji Markus.


“Nah, setelah itu, coba lah melakukan gerakan penyelamatan setelah itu bergerak ke arah bola kedua.


Itu adalah hal yang sulit saat terjadi kekacauan di kotak penalti. Kalian harus tegas, insting dijalankan!”


Pelatih Markus terus menjelaskan hal-hal yang penting bagi kiper.

__ADS_1


Reza, Andrika, dan Ikram menyimak semua hal tersebut dan dipelajari sedalam mungkin. Latihan-latihan yang mereka jalani juga begitu berat jadi coba pahamilah sebanyak mungkin apa yang dijelaskan oleh para pelatih.


Semua pemain terus berlatih. Hari demi hari dijalani dengan begitu berat, tentunya tak hanya latihan, porsi makanan sehat dan tidur yang cukup harus mereka laksanakan tanpa kompromi.


Semuanya begitu ketat dilakukan oleh pelatih Bima. Dia ingin membuat anak didiknya kembali berjaya di Kualifikasi Piala Asia nantinya, bukan hanya berjaya di Asia Tenggara saja, melainkan berjaya di kancah seluruh Asia.


Reza juga setiap malam berkomunikasi dengan ibunya tentang latihan yang begitu berat. Ibunya hanya bisa mendukung anaknya tersebut dari jauh sambil mendoakan yang terbaik bagi anaknya.


***


Pagi telah tiba, tetapi matahari masih bersembunyi dibalik gedung-gedung pencakar langit. Langit masih sedikit gelap dengan cahaya kemerahan pada bagian Timur.


Pagi yang awal itu, Reza bangun lebih awal untuk melakukan lari pagi di sekitaran lapangan latihan. Sudah 5 hari dia ada di Pemusatan Latihan ini, dia juga semakin akrab terhadap semua anggota tim.


Hari ini adalah Sabtu, 1 Oktober 2022. Tak lama lagi laga perdana akan dilangsungkan.


Timnas U-17 sendiri tergabung dalam grup B bersama Malaysia, Palestina, Guam dan juga Uni Emirat Arab.


Tidak begitu mudah bagi timnas U-17 sebenarnya, tetapi tentunya dengan tekad yang berapi-api, mau lawan siapapun pasti akan mengerahkan seluruh tenaga dan kekuatan besar mereka.


Pada laga perdana tanggal 4 Oktober nanti, Indonesia akan melawan Guam. Secara kualitas, Guam jauh di bawah Indonesia, tetapi bola itu bundar. Apapun bisa terjadi.


Maka dari itu pelatih Bima tak menginginkan anak didiknya begitu meremehkan negara Guam. Sebab bisa saja Guam mengejutkan banyak pihak dengan tampil gemilang, siapa yang tahu, bukan?


Kembali pada Reza yang sedang melakukan kegiatan lari pagi miliknya sembari mendengarkan beberapa lagu menenangkan. Di tengah lari paginya, dia mendapati Gilang sedang mencoba mendahuluinya.


Reza memperlambat langkahnya hingga setara dengan Gilang.


Keduanya pun berlari dalam diam tanpa sepatah katapun. Ketika Reza hendak membuka mulutnya, Gilang dengan cepat berdehem dan langsung berkata.


“Jaga gawangmu, jangan sampai kebobolan lagi.”


Setelahnya, Gilang langsung menambah kecepatan larinya hingga tak terkejar oleh Reza. Reza juga merasa kecepatan lari Gilang berada di atas David Si Pelari tercepat klub.


“Baiklah, tanggal 4 adalah pembuktiannya!”

__ADS_1


Mulai hari itu, Reza terus membiasakan diri dengan kemampuan baru dari sistem. Meski sudah memakai kemampuan itu selama kurang lebih 4 bulan, tetapi tubuhnya tidak terlalu bisa memanfaatkannya dan sulit beradaptasi. Namun, di mata banyak orang, Reza benar-benar ajaib sebagai Kiper.


***


__ADS_2