Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 89 - Laga Pembuka, Jepang U-17 Vs. Indonesia U-17


__ADS_3

2 Mei 2023, semua tim yang telah melaju ke putaran final dari hasil kualifikasi beberapa waktu lalu telah bersiap dengan lebih baik.


Beberapa hotel dan juga Training Ground telah digunakan dengan cepat hingga total sepuluh Training Ground di Tokyo nyaris habis. Salah satu Training Ground itu, digunakan oleh Timnas Indonesia U-17.


Mereka akan bersua dalam laga pembuka Piala Asia AFC U-17 2023 yang akan dilaksanakan di Stadion Ajinomoto. Salah satu stadion yang digunakan pada pagelaran ini.


Stadion yang berkapasitas sekitar 50.000 kursi, membuatnya menjadi salah satu stadion terbesar yang digunakan dalam turnamen tahun ini.


Saat ini, Timnas Indonesia U-17 sedang bersiap di Training Ground mereka. Pelatih Bima memilah pemain terbaik dan juga lapis kedua yang akan dia gunakan nantinya.


Skuad kali ini juga nyaris tak berubah sejak kualifikasi beberapa waktu lalu. Skuad yang sudah ditata rapi, dirangkai hingga menjadi satu kesatuan, tak mungkin lagi harus dibongkar hanya untuk mencari pemain baru lainnya.


Skuad ini sudah terbilang cukup kuat menantang tim-tim digdaya dari Asia. Misalnya, Jepang, tim pada pertandingan pembuka mereka.


“Reza, kau akan tetap menjadi pilihan utama. Jaga kesehatan tubuhmu, jangan sampai–”


Reza langsung menyela, “Ya, Pelatih! Saya akan berjuang sekuat tenaga!”


Melihat sikap Reza, Pelatih Bima hanya tersenyum. Dia akhirnya akan meracik pemain yang kelak bisa digunakan oleh Pelatih S. Tae-yong di Timnas Indonesia senior.


Pada tanggal 2 Mei ini, persiapan terbilang hampir selesai.


Pelatih Bima telah merangkai formasi yang sangat tepat untuk meredam dominasi tim Jepang. Ini adalah hasil eksperimennya juga.


Lini belakang, masih dengan nama-nama yang familiar dan mudah diingat. Kemampuan mereka bisa dibilang yang terbaik diusia muda ini.


Wing-back, di isi oleh Rizdjar dan juga Habil Akbar yang akan bertugas melebar ke sisi sayap demi membantu penyerangan, mereka juga dihadapi tugas utama sebagai bek, yaitu menjaga kedalaman pertahanan.


Sementara itu, pada bek tengah, ada Iqbal yang masih tetap pada posisinya dan juga plot miliknya. Sebagai kapten, dia cenderung harus mengarahkan rekannya, harus jeli terhadap apapun itu, dan menghalau serangan. Terbilang dia menyerupai sweeper back.


Di tengah, dengan lima pemain membentuk satu kesatuan.


Di sisi kiri, dengan plot yang terbilang eksperimen, di sana berdiri Arkhan yang bertugas untuk menyisir area sisi kiri. Arkhan juga harus kreatif disatu sisi.


Pada sisi kanan, ada nama Nabil yang sebelumnya dia harusnya penyerang, sekarang diplot sebagai gelandang sayap dalam mengkoordinir serangan dari lini tengah, sama halnya dengan Arkhan.

__ADS_1


Di tengah, tiga pemain berdiri tak sejajar. Satu di antaranya condong ke belakang, diplot sebagai gelandang bertahan. Sisanya adalah gelandang kreatif dan juga pemecah alur bola.


Sebagai gelandang bertahan, terdapat nama Achmad Zidan yang bertugas menjadi lapis pertama dalam pertahanan. Jikalau dia tak mampu, setidaknya dia mengganggu konsentrasi penyerang lawan agar para bek memiliki waktu merapat.


Kemudian sebagai gelandang kreatif ada Narendra yang mencoba melakukan tugasnya. Sebagai yang merangkai serangan, dia tak serta-merta diandalkan juga dalam keadaan laga pembuka ini.


Untuk gelandang pemecah alur bola, Femas adalah orang yang terbilang antara tepat dan salah. Mungkin, menurut pemahaman awalnya, Femas terlihat tak cocok, tetapi ini adalah Pelatih Bima yang mencoba eksperimen.


Beralih ke depan, dua pemain lain akan menjadi tombak paling tajam Indonesia U-17. Menjadi Garuda yang akan terbang dan menerkam musuhnya untuk melakukan aksi terbaik.


Yanuar dan Riski adalah duet paling baru saat ini.


Ini adalah formasi tebak-tebakan ala Pelatih Bima. 3-5-2 Menyimpang, salah satu formasi yang agak aneh untuk seorang peminat formasi umum seperti 4-3-3.


Kembali lagi kepada pemahaman, dengan bekal 4 hari Pemusatan Latihan, mereka telah mematangkan segala hal yang memang harus diperbaiki.


***


Laga pembuka, sebuah laga Piala Asia AFC U-17 2023 yang akan mempertemukan Jepang yang menjadi kandidat pemenang dan Indonesia yang katanya menjadi kandidat lumbung gol para tim kuat.


3 Mei 2023, laga antara Jepang dan Indonesia, akan disiarkan oleh sebuah stasiun televisi nasional asal Indonesia, TripleTV.


Dengan komentator profesional, kata-kata pembuka yang begitu menaikkan darah semangat pantang menyerah. Kewibawaan para komentator sangat terasa dan saat ini mereka sedang membahas taktik kedua tim.


15 menit sebelum laga dimulai, kedua tim telah berada di stadion yang sudah dipenuhi oleh penonton dan suporter. Sekitar hampir setengahnya terisi, sebagian besar pendukung Jepang.


Namun, pendukung Indonesia juga tak kalah banyak, dan hampir menyaingi suara pendukung Jepang yang nyatanya masih lebih banyak lagi.


Reza, ini adalah pagelaran terbesar untuk negaranya saat ini. Sebelumnya, dia hanya bermain di Kualifikasi, sekarang apa yang dituju dikualifikasi telah diraih.


Reza juga ingin menghadang balas dendam Jepang. Itu karena … Timnas Indonesia U-20, sekitar dua minggu lalu, memenangi Piala Asia AFC U-20 2023, melawan Jepang di final.


Tentunya, Timnas Jepang U-17 kali ini akan membalas dendam milik kakak-kakaknya.


***

__ADS_1


“Woooo! Kick-off telah dimulai dari kaki para pemain Jepang! Lihat, mereka! Umpan mereka sangat cepat dan mengimbangi kecepatan pemain Indonesia, atau bahkan melebihi!”


“Ini … oh! Tidak! Mereka akan menyerang didetik-detik awal ini!”


Komentator telah heboh. Di stadion bahkan lebih heboh ketika seorang pemain Jepang, Michiwaki Yutaka, penyerang sayap yang bergerak begitu bebas di sisi kanan.


“Jaga dia!” titah Reza sembari menunjuk kesal.


Rizdjar mencoba mengawal Yutaka, dengan kegesitannya, nyaris saja dia bebas. Beruntung Rizdjar dibantu oleh Achmad agar pergerakan Yutaka tidak begitu bebas.


Melihat Yutaka kesulitan, Reza kembali berseru, “Tetap kawal! Jangan lupa yang lain!”


Beberapa pemain Jepang mulai bergerak dengan suatu koordinasi yang terlihat aneh, tetapi itu adalah bahaya tingkat tinggi.


Yutaka langsung mengarahkan kembali bola ke belakang, di belakangnya sudah ada Yotaro Nakajima yang langsung menendang kembali bola itu.


Namun, arahnya sudah terlihat jelas. Masuk ke dalam kotak penalti yang sangat membahayakan gawang!


Reza yang melihat itu, dia melirik ke kanan dan kirinya. Keputusannya hanya sepersekian detik, dia pun segera keluar dari areanya dan memetik bola di udara tanpa hambatan.


Tap!


Reza mendarat dengan nyaman, dihempaskannya bola itu ke depan sebagai serangan balik.


“Serang balik! Skema turun mereka terlambat!” teriak Pelatih Bima ditengah kebisingam stadion.


Bola itu didapatkan oleh Nabil dan dia langsung berlari melebar di sisi kanan. Dengan kontrol ciamik, dia mencoba memperlambat alur sedikit untuk menunggu rekan setim naik ke depan.


“Terima ini!” seru Nabil.


Bola didapatkan oleh Riski yang cukup bebas di depan kotak penalti, sekitar 24 meter dari mulut gawang.


Riski diapit langsung oleh dua pemain Jepang. Namun, tak membuatnya kesulitan.


Sontak dengan mengambil ancang-ancang, Riski pun menerbangkan bola itu ke arah gawang Jepang.

__ADS_1


Bola melesat cepat, tetapi sayangnya tepisan dari kiper bernama Wataru berhasil menyelamatkan gawangnya.


__ADS_2