Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 29 - Tarik Ulur dan Pelanggaran


__ADS_3

Babak pertama telah usai, semua pemain mulai memasuki ruang ganti dengan berbagai ekspresi. Ada yang kesal, ada yang sedikit frustasi dan berbagai macam ekspresi.


Reza sendiri terus memikirkan beberapa hal yang harus dilakukan pada babak kedua.


Saat di ruangan ganti, para pemain menunggu pelatih Sofyan datang. Beberapa perbincangan terjadi, hingga gagang pintu bergerak yang membuat mereka terdiam.


Ketika daun pintu terbuka, pelatih Sofyan dan asisten pelatih Berto datang sembari membawa beberapa papan kecil di tangan mereka. Papan itu adalah papan taktik portabel yang mudah di bawa.


Pelatih Sofyan menuju papan taktik yang lebih besar. Di sana dia melihat seluruh penjuru ruangan untuk menebak suasana yang terjadi.


“Baiklah, sepertinya serangan kita terus patah di lini belakang mereka, khususnya Adrian. Solusinya bagaimana?” ucap pelatih Sofyan dengan suara datarnya.


Semuanya hening tak mencoba menjawab sedikit pun hingga ketika pelatih Sofyan mulai membuka mulut untuk berbicara, sebuah tangan terangkat ke atas.


Dia yang tak lain tak bukan adalah Reza!


“Rencana ‘itu’?” ucapnya dengan sedikit rancu.


“Oh, sepertinya kau berpikir menggunakan ‘itu’? Hmmm … boleh,” balas pelatih Sofyan.


Dia kemudian menuliskan beberapa kata di papan taktik. Ketika dia selesai menulis, bacaan serentak dari para pemain mulai terdengar.


“Tarik ulur?”


Semua pemain kelas 10 sedikit kebingungan dengan istilah itu, kecuali Reza. Pemain kelas 11 dan 12 tercengang bahwa pelatih akan memakai cara yang begitu menjengkelkan lawan.


“Okey, semua pemain senior memahami itu. Untuk pemain yang baru masuk, maka beradaptasi lah!


Rencana ini adalah sebuah rencana yang membuat lawan pasti kesal. Rencana yang mengandalkan kecepatan dan membuat mereka melakukan kesalahan dan menciptakan pelanggaran!”


Semua kelas 10 mulai paham. Rencana ini juga sebenarnya banyak digunakan oleh tim-tim papan atas di seluruh dunia, tetapi mereka melakukan itu dengan begitu natural dan tidak dapat dipikirkan.


Reza kemudian berdiri. Ketika seluruh pasang mata menatapnya, dia membuka suara.


“Yup, kita mengandalkan kecepatan David untuk menerobos pertahanan, kemudian entah itu Adrian atau pemain lawan lainnya pasti kemungkinan melakukan pelanggaran akan besar.


Itu terbukti saat David mencoba melewati Adrian dengan bola chip. Beruntungnya Adrian sempat menendang bola keluar lapangan, bagaimana jika tidak? Maka pelanggaran akan terjadi!


Bukan cuma Adrian, pasti Kak Danar dan Kak Dennis juga memiliki kecepatan. Kemudian Auff dan juga Cipto jelas juga, jadi kesempatan itu semakin besar!”


Reza menjelaskan begitu detail rencana yang dia pahami dari pelatih Sofyan. Pelatih Sofyan sendiri hanya mengangguk ringan seraya menyunggingkan senyuman misterius.


“Bagaimana dengan mereka yang dijuluki tim paling fair play? Pelanggaran mereka hanya berjumlah 20 musim kemarin dari seluruh pertandingan!” Pelatih Berto menginterupsi.


Pelatih Berto bukan tanpa alasan mencoba menginterupsi penjelasan Reza, dia ingin mencoba melihat seberapa jauh Reza memahami rencana Tarik Ulur tersebut.


“Begini, kita hanya dapat mengandalkan kesialan mereka?” Reza memiringkan kepala sebab dia sendiri sedikit bingung dengan pertanyaan pelatih Berto.

__ADS_1


Pelatih Berto mengerutkan keningnya. Pelatih Sofyan sendiri mulai menahan tawa hingga dia tak dapat menahannya.


“Hahaha! Itu juga jawaban yang akan saya jawab, Berto!”


Semua pemain mulai tersenyum. Pelatih Berto yang berniat menjebak Reza dengan pertanyaannya malah terjebak sendiri dengan kalimat itu.


“Baiklah, waktu istirahat beberapa menit lagi selesai. Ayo bersiap!” Pelatih Sofyan yang merasa semuanya beres pun menyelesaikan rapat 15 menit tersebut.


Semua pemain berkumpul membentuk lingkaran, masing-masing tangan diulurkan ke depan. Kemudian dengan dipimpin oleh Bagus, semuanya anggota klub berseru lantang.


“SMA Harapan! Let's play!” serentak mereka semua.


***


Di lapangan, kedua kesebelasan telah bersiap untuk menunggu wasit meniup peluit. Ketika wasit meniup peluit, bola pun ditendang oleh pemain depan SMAN 1.


Kick-off babak kedua telah dimulai.


Bola pun terus bergulir di kaki-kaki para pemain lawan, tak mencoba menyerang dan hanya terus memainkan bola di area kekuasaan mereka.


Permainan yang membosankan kembali tercipta. Bahkan beberapa penonton mulai mengeluh dan yel-yel yang terus mereka teriakkan mulai meredup seperti tak ada semangat lagi.


Namun, ketika mereka melihat pergerakan David di tengah lapangan. Semua mata mulai bergetar, itu adalah pencarian posisi yang pas sebagai penyerang murni.


David mulai memberikan umpan pendek kepada Teguh di belakangnya yang setelahnya dia berlari dan terus berlari.


Teguh melakukan pemindaian lapangan, otaknya bekerja begitu keras untuk memvisualisasikan seluruh kawan-kawannya dan pergerakan bagaimana yang harus mereka lakukan.


Di saat melakukan pemindaian, tanpa dia sadari bolanya direbut oleh pemain lawan.


Teguh yang menyadarinya pun berbalik dan langsung mengejar pemain lawan. Dari arah belakang juga ada Haikal yang berlari dan langsung meluncur begitu deras di atas permukaan rumput.


Sliding tekel yang begitu beresiko dia lakukan. Bola tersentuh dan lepas dari penguasaan. Pemain lawan terjatuh.


Wasit mengulurkan kedua tangannya ke depan bahwa pertandingan terus dilanjutkan. Teguh kembali mendapatkan bola, lantas dia overlapping sambil sesekali memindai.


Tak terasa dia sudah setengah dari lapangan lawan. Lawan yang melakukan taktik parkir bus pun hanya terus menunggu waktu yang pas.


Teguh memberikan umpan mendatar ke arah kiri yang Danar sambut dengan baik. Danar pun mulai menyusuri sisi lapangan sambil terus melihat ke kanan.


Danar juga berhenti sebab dia sedang dijaga oleh dua pemain sekaligus. Danar yang melihat ruang begitu sempit hanya kembali mengumpan ke belakang.


“Dapat!”


Teguh mendapatkan bola dan langsung umpan lambung ke depan menusuk jantung pertahanan lawan. Teguh sempat melihat celah di antara pemain lawan yang langsung dia manfaatkan.


David yang melihat itu pun mulai berlari dan berduel dengan Adrian.

__ADS_1


Adrian tak mau kalah, dia mulai melakukan teknik pertahanannya. Tubuhnya yang begitu kokoh mulai membuat David kewalahan.


Sepersekian detik kemudian ketika Adrian ingin menjauhkan bola, David sudah lebih dahulu menyentuh bola ke depan dan menjauhkan bola dari uluran kaki Adrian. Adrian pun langsung menendang kaki David dengan keras karena dia benar-benar telah salah target!


David dan Adrian jatuh bersamaan. Wasit meniup peluit bahwa itu tanda pelanggaran.


Dia pun berlari ke arah David yang masih meringis kesakitan dan memegang kakinya. Dia juga melirik Adrian yang memegang hal serupa.


Wasit memanggil petugas medis kedua tim. Setelah melakukan perawatan kecil, Adrian bisa berdiri, tetapi berbeda dengan David yang harus ditandu ke pinggir lapangan untuk mendapatkan perawatan lebih.


Adrian pun dihadiahi kartu kuning pertamanya di Youth Tournament musim 2022/2023.


Di pinggir lapangan, pelatih Udin hanya berteriak kesal. Botol minuman di atas tanah dia tendang begitu keras hingga mengenai anak asuhnya sendiri.


“Pelanggaran bodoh!!”


Sementara itu, pelatih Sofyan tersenyum penuh kebanggaan. Dia juga melirik Reza yang berlari kecil menuju titik pelanggaran. Namun, dia sedikit menyayangi rencana ini harus membuat anak asuhnya kesakitan.


Reza kemudian dengan yakin semakin mendekati titik pelanggaran sebab akan menjadi eksekutor tendangan bebas!


Pagar hidup disiapkan oleh kiper lawan. Sejauh 9 meter dari bola, pagar hidup itu begitu sulit untuk ditembus jika dilihat dengan sekilas.


Namun, bagi Reza dia melihat celah kecil tepat di samping pemain pagar hidup. Ruang itu dia akan manfaatkan sebagai jalur tendangannya.


Para pemain bersiap, Reza sendiri berada di belakang bola sambil terus memerhatikan kawan-kawannya yang menaruh harapan padanya. Jarak antara bola dan gawang sebesar 27 meter. Jarak yang cukup jauh, tetapi Reza sendiri yakin.


Menit juga menyentuh angka 67. Maka dari itu mereka ingin Reza kembali membobol gawang lawan.


Reza bersiap, ketika wasit meniup peluit, Reza pun langsung berlari begitu kencang ke arah bola.


Kaki kanannya menapak kuat sebagai tumpuan sekitar beberapa centimeter di belakang bola. Kaki kirinya diayunkan dengan anggun, tubuh yang condong ke depan samping layaknya profesional tendangan bebas.


Bola pun tiba-tiba hilang dari atas tanah, hanya tersisa beberapa tanah dan rumput yang beterbangan ketika menghadapi tekanan tendangan itu.


Bola melambung rendah. Tak ada yang mengira, bola tepat membentuk busur melewati samping pagar hidup. Bola dengan tegas langsung menarget sudut gawang bagian bawah.


Bola jatuh yang menakjubkan, akurasi mengerikan, lengkungan besar yang indah. Semua itu ada pada tendangan bebas Reza!


Bola pun jatuh tepat sebelum masuk ke gawang. Bola memantul yang membuat kiper salah arah dalam penempatan uluran tangan sehingga bola dengan mudah melewati atas tangan kiper lawan.


Itu dia gol telah tercipta dari tendangan bebas milik Reza!


Gemuruh di stadion langsung pecah. Para penggemar SMA Harapan yang kalah jumlah dari penggemar SMAN 1 seperti mendapatkan energi kuat untuk berteriak melebihi kerasnya penggemar tim lawan.


Reza dan kawan-kawannya melakukan selebrasi singkat di sudut lapangan. Reza duduk bersila sambil mengambil sebuah buku yang telah tersedia di pinggir lapangan.


Reza pun bersila sambil menunjukkan dia membaca begitu serius dengan buku dihadapannya.

__ADS_1


Apa yang Reza tak tahu adalah selebrasinya akan menjadi sebuah ikonik bagi dirinya sendiri di masa depan.


__ADS_2