Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 48 - Malaysia (3)


__ADS_3

Setelah melakukan selebrasi, para pemain Indonesia U-17 kembali ke formasi awal.


Pada menit 14 dari Malaysia, dan dimenit 23 Indonesia membalas gol tersebut. Cukup cepat tanpa menunggu lama.


Setelahnya, Reza juga akan kembali memfokuskan dirinya agar tak kebobolan lagi. Apalagi gol blunder dari rekannya. Dia masih waspada terhadap Sulthan yang mentalnya sedikit goyah akibat tekanan gol blundernya.


“Rapatkan pertahanan, jangan sampai lengah!” seru Reza.


Kali ini pertandingan berjalan hampir seimbang lagi. Serangan dari kedua tim membuat pertandingan menjadi seru. Apalagi dengan penyelamatan indah yang terus dilakukan Reza dan juga Farish.


Reza kemudian membawa bola ke depan mendekati lingkaran tengah lapangan. Dia melirik rekan-rekannya yang maju.


“Maju! Maju! Kita akan terus menyerang diakhir babak pertama ini!” seru Reza begitu keras.


Para pemain pun tak menjadi ragu untuk maju. Bahkan lini pertahanan terlihat begitu tinggi dengan sedikit bumbu jebakan offside nya. Reza juga bagai gelandang playmaker yang mengatur serangan dengan kesadaran taktis dan visi permainan tinggi.


Reza terus mengarahkan rekan setimnya tanpa takut bola yang dikendalikan akan dicuri lawan. Dia juga sedikit mengecoh Anjasmirza dengan melakukan gerakan satu-dua bersama Iqbal.


Aksi berani Reza kembali ditunjukkan. Dia memukau banyak orang sekali lagi dengan kelihaiannya mengolah bola tanpa takut kehilangannya.


Para pemain Malaysia yang merasa dipermainkan pun menjadi kesal. Beberapa kali pelanggaran di lini tengah terjadi, bahkan pada babak pertama ini Malaysia sudah mendapatkan dua kartu kuning dari pemainnya.


Malaysia yang menjadi tak sabaran pun maju secara spartan tanpa memedulikan lini pertahanan. Maju tanpa rencana, itulah yang membuat bencana bagi mereka.


Reza yang mendapatkan bola hasil umpan dari Kafiatur tak menyia-nyiakan kesempatan. Dia segera melakukan umpan diagonal ke depan kepada Gilang.


Entah aksi ini seperti seorang gelandang serang, tetapi Reza tak peduli. Bahkan setelah dia memberi umpan diagonal itu, dia segera berlari maju seraya berteriak pada keempat bek untuk berjaga ke belakang.


Alhasil momentum serangan bagi keempat pemain belakang Indonesia U-17 harus pupus. Mereka pun kembali turun ke belakang untuk menjaga gawang jika pemain Indonesia U-17 kehilangan bola.


Reza saat ini berada pada posisi area kekuasaan Malaysia. Di tengah, dia melirik kanan dan kirinya. Gilang yang berlari di sisi kiri saat ini dikawal oleh dua pemain Malaysia.


Reza sendiri ditatap begitu intens oleh tiga pemain Malaysia. Mereka tak akan pernah melepas penjagaannya dari Reza.

__ADS_1


Di menit 35. Momentum pecah bagi Indonesia U-17. Gilang yang membawa bola memiliki kesempatan melakukan potongan ke dalam. Alhasil ketika potongan ke dalamnya berhasil, dia dengan tegas menendang bola menggunakan kaki kanannya.


Bola melesat ke arah Farish. Farish menepis bola yang jalur bola langsung berubah kembali ke kotak penalti. Aiman tak menyia-nyiakan kesempatan, dia langsung menyapu bola jauh ke depan.


Di dekat titik tengah, Hanif mendapatkan bola dengan mengontrolnya menggunakan dada. Dia kemudian melihat Reza yang menuju kotak penalti tanpa ragu.


Hanif kemudian memberi umpan lambung tepat di depan Reza. Reza yang mendapatkan umpan manis mencoba menendang secara first time tanpa mengontrolnya.


Dia sempat menendangnya, tetapi ada Adib yang menghalau jalur bola menggunakan tubuhnya. Alhasil bola terpantul kembali ke arah Reza. Bola terbang beberapa saat di udara sebelum Reza bersiap mengambil ancang-ancang.


Reza berbalik membelakangi gawang dan mulai melompat dengan kedua kaki sebagai tolakan. Saat beberapa puluh centimeter di atas tanah, sebagai tolakannya, kaki kanan diayunkan untuk awalan bagi kaki kiri terayun menyentuh bola.


Aksi Reza membuat seisi stadion menahan nafas. Para pemain juga secara tiba-tiba tercengang dan sedikit linglung dengan aksi tendangan salto Reza.


Bola kemudian melesat ketika mengenai punggung kaki kiri. Bola begitu keras menghujam gawang Malaysia. Farish sendiri hanya mati langkah melihat tendangan yang berjulukan Bicycle Kick dilakukan oleh Reza yang seorang kiper.


Bola benar-benar bagai torpedo menghujam sisi kiri gawang tanpa pengawalan dari Farish. Alhasil gol kedua bagi Indonesia dan juga Reza dalam pertandingan melawan Malaysia.


“Te–Tendangan macam apa itu?!! Reza! Itu dia! Saya bahkan speechless melihat tendangan itu!” Bung Rendra pun tak bisa berkata lebih, dia benar-benar terbungkam.


Seisi stadion pun bergemuruh. Apalagi di tribun utama yang sekelompok pekerja kantoran sedang bersemangat seraya melompat-lompat.


Mereka adalah rekan-rekannya Citra, ibu dari Reza. Mereka benar-benar menonton laga terakhir itu. Sebenarnya juga ada tujuan untuk urusan pekerjaan di Jakarta. Jadi meski harus memakan waktu 2 jam dari Jakarta ke Bogor untuk ke stadion PakanJati, mereka tak kecewa.


Karena telah disuguhi pertandingan yang memukau. Apalagi anaknya Citra yang menjadi bintang baru di tim Indonesia U-17. Total saat ini Reza mencetak 7 gol, selisih 1 dari Nabil Asyura yang masih mencetak 6 gol.


Kiper Indonesia U-17 juga menjadi top scorer grup B di Kualifikasi Piala Asia U-17 ini. Benar-benar hal yang tak terpikirkan, seorang kiper bisa menjadi top scorer.


Reza menatap tribun utama. Dia juga telah dikabari ibunya bahwa Citra dan rekan kerjanya telah berada di Jakarta untuk menonton laga terakhir Indonesia. Reza yang awalnya ingin menjemput ibunya di bandara malah diberitahu bahwa ibunya telah sampai dan berada di hotel yang ditanggung oleh kantor tempatnya bekerja.


Reza pun juga tak bisa keluar asrama kepelatihan walau memakai alasan bertemu ibunya. Dia harus tetap berada di sana hingga Pemusatan Latihan selesai tanggal 15 Oktober nantinya. Citra sendiri harus segera pulang bersama rekan kerjanya setelah urusan kantornya selesai pada tanggal 12 Oktober nantinya.


“Ibu!” teriak Reza. Dia berpikir entah itu terdengar atau tidak, yang pasti dia telah melihat ibunya melambai padanya.

__ADS_1


Setelah selebrasi itu, permainan berjalan sangat membosankan hingga akhir babak pertama. Kedua kesebelasan memasuki ruang ganti.


Di ruang ganti Malaysia, suasana suram tercipta berbanding terbalik dengan suasana ruang ganti Indonesia yang berbahagia dengan euforianya.


“Intinya … begitulah,” ucap pelatih Bima seraya menunjuk papan taktik.


Riski Afrisal akan diganti oleh Achmad Zidan kemudian Andre digantikan oleh Abdillah. Itu demi kedalaman skuad yang terjaga diakhir babak kedua.


***


Pertandingan babak kedua berjalan. Namun, hanya satu kata bagi para suporter Indonesia pikirkan. Habis. Malaysia telah habis, karena mereka benar-benar kesulitan membangun penyerangan.


Ketika penyerangan berhasil dibangun dan membahayakan gawang Indonesia U-17, selalu saja Reza yang akan menjadi tembok kokoh. Meski dengan skor Malaysia satu yang membuat gawang Reza tercoreng, tetapi kemampuannya sama sekali tak turun.


Bahkan semakin apik. Hingga akhir laga usai, semuanya benar-benar kelelahan secara fisik dan mental. Para pemain Malaysia yang kesal hanya bisa mengeluarkan air mata kesedihan mereka.


Mereka telah berpikir bahwa negaranya tak akan bisa lagi merebut posisi pertama Indonesia U-17. Apalagi laga pamungkas mereka nanti tanggal 12 Oktober melawan UEA. Mereka wajib menang jika ingin berada di posisi kedua yang memang berkesempatan lolos ke Piala Asia U-17 2023.


Namun, mereka harus bersaing poin dan skor gol bersama 5 Runner-up lainnya.


Sesuai aturan AFC. Yang lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2023 hanyalah 10 juara grup dari A hingga grup J kemudian 6 Runner-up terbaik dari semua grup.


Kemudian poin serta skor yang dihitung juga hanya berlaku untuk posisi 1 dan posisi 3. Jadi mau sebesar apapun skor sebuah tim dalam memenangi pertandingan melawan tim posisi 4, maka itu tak terhitung.


Maka Malaysia masih memiliki peluang, hanya saja masih banyak grup lain yang baru memainkan pertandingan mereka. Jadi Malaysia hanya bisa berharap bahwa mereka dapat lolos menjadi 6 Runner-up terbaik.


Kembali di lapangan, para pemain Indonesia melakukan aksi mengelilingi lapangan untuk menghormati para suporter yang begitu setia menemani jalannya empat pertandingan mereka.


...----------------...


...Arc 2 End...


...Kualifikasi Piala Asia U-17 2023...

__ADS_1


__ADS_2