
11 Juli 2026
Pertandingan yang sangat dinanti-nanti telah tiba. Indonesia akan bertanding melawan Spanyol di enam belas besar Piala Dunia 2026 yang diadakan di stadion megah NRG di Houston, Amerika Serikat.
Sebelum pertandingan dimulai, stadion NRG dipenuhi dengan lautan warna putih dan merah bercampur oranye, warna kebangsaan Indonesia serta juga Spanyol, dari ribuan suporter fanatik yang memadati tribun stadion.
Para pemain Indonesia siap bertanding dengan kepercayaan diri yang tinggi dan semangat yang membara, memakai jersey putih-putih mereka yang terlihat begitu bersih. Lini belakang diisi oleh tiga pemain tangguh yaitu Kakang, Haikal dan Ferrari, yang telah membuktikan kemampuan mereka di pertandingan sebelumnya, tembok yang cukup sulit ditembus.
Sementara itu, lini tengah diperkuat oleh Rustamsyah di sisi kanan, Marselino sebagai gelandang serang di tengah yang diharuskan menjadi pengatur serangan lapangan tengah, dan Robi sebagai gelandang bertahan yang mampu memotong alur bola dari serangan Spanyol. Di sisi kiri ada Samir, yang terkenal dengan skillnya dalam mengoper bola dan menciptakan peluang.
Di lini depan, terdapat Sananta yang akan menjadi ujung tombak serangan timnas Indonesia, didukung oleh Kwateh di sisi kiri dan Witan di sisi kanan.
Kiper andalan Indonesia, Reza Kusuma, juga siap memberikan pertahanan yang kuat dan nyaris tak tertembus, sehingga memungkinkan tim Indonesia untuk menyerang dengan leluasa, begitu digdaya di bawah mistar gawang, nyaris tak dapat dihancurkan.
Pertandingan dimulai dengan sangat dramatis dan penuh ketegangan. Spanyol yang merupakan tim unggulan memulai pertandingan dengan menekan pertahanan Indonesia pada menit-menit awal. Namun, dengan kerja sama yang solid antara lini belakang dan kiper, semuanya itu terpatahkan.
“Sisi kiri agak kosong, isi itu!” seru Reza.
Di tengah stadion yang semakin bergemuruh, Reza nyaris tak mendengar sama sekali teriakan dari rekan-rekannya, benar-benar kehilangan arah karena suara yang terlalu bising.
“Punya suporter fanatik, Ultras Garuda, memang ajaib karena menambah daya semangat para pemain, tapi kalian terlalu ribut. Suporter Spanyol saja tenggelam suaranya,” gumam Reza sambil mengedarkan pandangan.
Marselino yang menguasai bola, segera berkata, “Robi, mundur sejenak! Saya punya ide!”
Robi mengangguk paham yang kemudian membalasnya, “Ya, aman, saya akan mundur dan melihat apa rencanamu!”
Dalam sekejap Robi hingga Reza terkejut akan manuver Marselino, dia begitu lihai mengendalikan bola, melewati Asensio, penyerang dari Spanyol.
Marselino melirik beberapa rekannya, itu karena merasa para pemain Spanyol terpancing akan Marselino yang memainkan bola.
Alhasil, Marselino langsung mengambil pose berakselerasi, kemudian berseru, “Maju semua!”
Bagai pasukan spartan yang dikomandoi oleh pemimpinnya, sekitar 8 pemain Indonesia maju secara terkoordinasi, begitu enak untuk dipandang karena sangat terstruktur hingga seperti sebuah formasi perang yang sangat baik.
__ADS_1
“Bagus, ini dia, pengatur serangan selain saya!” ucap Reza sambil ikut maju.
Sekarang, lini belakang menyisakan Haikal, Kakang dan juga Ferrari. Mereka ditugaskan sebagai pemain paling penting jika bola terlepas dari alur serangan agresif Indonesia, mereka bertiga akan menjadi kiper pengganti dan tak peduli kartu merah.
Mereka hanya membuat kepercayaan tinggi kepada Reza bahwa jika terjadi penalti, Reza mampu menghalau tendangan penalti, karena itu semua telah terbukti sejak awal debut profesional Reza.
Dalam proses serangan ini, seluruh penjuru stadion bergemuruh, Pelatih Tae-yong juga berteriak sangat antusias, sebagian pemain pengganti dan staf kepelatihan lainnya mulai berdiri begitu bersemangat menunggu bagaimana sebuah gol akan tercipta.
Di Indonesia, secara eksklusif, di seluruh stasiun televisi ditayangkan, membuat hak siar yang sangat langka terjadi di Indonesia, berbagai televisi menyiarkan pertandingan terbaik abad ini.
“Oh! Me–Mereka menyerang! Reza, Marselino, Robi, Witan semuanya, semuanya menyerang!!” seru komentator Tubagus.
Dari tayangan semua televisi, proses serangan itu dipertontonkan, seluruh Indonesia mampu melihat keajaiban ini di mana Indonesia mampu mengimbangi atau bahkan mencoba menjadi tim kuat pada turnamen piala dunia tahun ini.
“Reza! Ayo, maju! Maju … Akhh!”
Meski begitu, serangan yang terbangun atas momentum terbaik akhirnya dipatahkan oleh Gavi, dengan kelihaiannya dan kecerdikannya, Gavi mampu merebut bola yang dikendalikan oleh Samir.
“Tidak usah mundur, saya punya trik!” pekik Reza.
“Semuanya, kurung Gavi, buat formasi poligon bintang delapan sisi, ah, iya Oktagram!” seru Reza.
Jika dilihat dari atas, benar-benar membentuk jalur delapan sisi saat disambungkan, Gavi yang terkurung, benar-benar mengalami kebuntuan karena rekan-rekannya yang lain sangat dikawal ketat juga.
Reza, maju menjadikan dirinya sebagai pusat dari formasi ini, langsung menyerang Gavi secara cepat tanpa aba-aba, melakukan permainan kaki, hingga Reza secara sah dan tanpa pelanggaran mampu merebut bola dari kaki Gavi.
“Ah! Sialan!” umpat Gavi.
Gavi yang jatuh tersungkur bangkit dan mencoba mengejar Reza dan rekan-rekannya yang kembali menyerang.
Pedri dan Rodri, masing-masing gelandang tengah dan bertahan, mereka mencoba melakukan koneksi antar rekannya.
Beberapa pemain Spanyol bergerak mencoba mengurung delapan pemain Indonesia.
__ADS_1
Dari arah belakang, mencoba mendekati Samir dan juga Marselino, gelandang tengah Soler serta bek tengah Garcia, kemudian Robi dan Rustamsyah dijaga ketat oleh Rodri dan Pedri.
Witan, Sananta serta Kwateh, dan juga Reza langsung diterjunkan pengawalan ketat, dari bek tengah Torres dan bek kiri Balde secara zonasi.
Kemudian dari arah depan, ada Laporte dan Gavi yang menambah pertahanan, tersisa Asensio dan Fati saja di depan.
Hal ini membuat delapan pemain Indonesia menghadapi delapan juga pemain Spanyol.
Namun, hal yang paling berbeda adalah, betapa licinnya Reza jika telah mengendalikan bola, dia begitu gesit, sangat cepat hingga para pemain lawan sering jatuh bangun dalam mengatasi betapa gesitnya Reza.
Saat ini, ketika Reza memegang bola, mendekati area kotak penalti dari depan, Reza menatap kiper Simon yang sangat fokus dalam posisi bersiap-siap jika sewaktu-waktu ada serangan jarak jauh dari luar kotak penalti.
“Yap, ini baru seru, saya saja pusing kalau lama-kelamaan pakai Mata Masa Depan, jadi harus dilakukan dengan baik. Spanyol adalah tim tiki-taka lainnya, bahkan pencetus kali, ya?” gumam Reza.
Di depannya, ada Gavi yang menghadangnya tanpa kompromi, Reza berkata dengan bahasa Inggris, “Oh, hai. Apa kabar, Gavi?”
Gavi tetap saja fokus ke bola yang dimainkan oleh Reza di kakinya, terus bergerak tanpa henti hingga tanpa sadar Reza melakukan angkatan bola, ini adalah rainbow flick yang membuat Gavi mendengus kesal.
"Sialan!”
“Jangan mengumpat, tidak sopan!” seru Reza sesaat melewati Gavi.
Sesaat bola masih berada di atas permukaan tanah, sekitar 30 centimeter, Reza mengayunkan kaki kanannya dengan tegas dan kuat.
Perkenaan antara bola dan kaki benar-benar membuat bola itu melesat melewati dua pemain Spanyol yang menjaga ruang tembaknya.
Namun, bola seakan tidak ingin berhenti, membentuk goyangan aneh di udara, itu adalah knuckle shoot yang akhir-akhir ini trending karena Reza selalu menggunakannya.
“GOOOAALL!!!”
Seisi stadion meledak, teriakan para suporter ketika bola itu menghunjam jala gawang, benar-benar ledakan euforia yang tanpa batas.
Reza berlari dengan ekspresif ke sudut lapangan, berseluncur menggunakan lututnya dan langsung bersila untuk melakukan selebrasi ikoniknya.
__ADS_1
“Itu dia! Serangan terkoordinir dan diselesaikan dengan baik oleh Reza, umpan satu-dua kalian bagus!” seru Pelatih Tae-yong dari bangku pemain, dia lebih memilih mengekspresikan kebahagiaannya di sana.