Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 122 - Pemberi Kejutan


__ADS_3

Evan memberi umpan langsung ke sisi kanan yang mana saat itu Witan sedang bergerak tanpa bola dengan sangat bebas.


Meski begitu, baru saja menerimanya, Witan justru langsung dihadang oleh Nagatomo dan Morita yang semakin menetralisir pergerakan Witan.


Beruntungnya, Witan bisa segera memberi umpan ke sisi kiri yang mana sudah ada Marselino di sana.


Setelahnya, Marselino mulai berakselerasi, sedikit melakukan pergerakan tipuan yang ampuh dan berbahaya.


Endo yang mencoba menjaga kedalaman lapangan tengah langsung bergeser kepada Marselino.


“Sisi kiri, di sana kosong!” pekik Reza.


Meski samar-samar, Marselino masih mampu mendengarnya dan melakukan apa yang diarahkan oleh kapten tim saat ini.


Memberi umpan lambung, Saddil dengan lihai menerimanya menggunakan dada yang langsung menggeser bola ke depan meninggalkan Ito yang mati langkah.


“Bagus, saya akan ikut maju!” ucap Reza.


Posisi bergeser, Jordi yang akan menjadi pemain terakhir untuk sementara waktu, nyawanya dipermainan ini ada pada kesempatan penyerangan.


Jordi tak akan menyesal jika Indonesia gagal menyerang dan justru diserang balik, dia akan mengorbankan diri, yaitu diganjar kartu merah nantinya.


“Jangan khawatir, aman-aman,” ucap Reza yang setelahnya langsung pergi berlari.


Hingga tepi garis tengah lapangan, Reza mengedarkan pandangan untuk memindai area yang memiliki kesempatan dalam merangkai serangan dan menciptakan peluang berbahaya.


Saddil sendiri masih mencoba menguasai bola, dia terus saja dikawal oleh satu hingga dua pemain Jepang.


Merasa kesulitan, Saddil memundurkan bola yang langsung diterima dengan baik oleh Reza.


Menit pertandingan telah menyentuh angka 23, masih cukup lama hingga jeda waktu babak pertama datang.


Reza pun perlahan maju, dia didekati oleh dua pemain Jepang, Kamada dan juga Doan.


Mungkin akan terlihat tak asing lagi bagi banyak orang, kemungkinan terbesar, Reza akan kembali menunjukkan skill mumpuni miliknya.


Kamada tidak begitu terpancing, dia masih setia menunggu di belakang Doan untuk memberi perlindungan.


Reza hendak bergerak ke kanan, tak tertipu, Doan lantas menyergah demi menyentuh sedikit saja bola.


Hal yang mengejutkan, Reza menjepit bola menggunakan kedua kaki dan langsung melompat demi menghindari sapuan Doan.


Gerakan selanjutnya, ketika Reza mendarat, dia lantas memutar bola mengikuti gerakan tubuhnya, Doan terlewati secara mengejutkan.


Kamada yang memberi perlindungan di belakang Doan lantas bergerak, tetapi karena kurangnya pendekatan, dia mengalami kebuntuan akan pergerakan sehingga Reza kembali langsung melakukan gerakan dummy.


Kamada tidak begitu tertipu, tetapi gerakan yang begitu mulus tanpa halangan ini mengakibatkan Reza bisa melewatinya dengan bantuan gerakan lanjutan kakinya.


“Yosh, memang kakiku sudah terlalu lentur, gerakan ini seharusnya agak sulit meski sudah mempunyai skill Messi,” gumam Reza.

__ADS_1


Dia melanjutkan pergerakan, memberi umpan kepada Kambuaya yang condong ke depan.


Kambuaya agak salah paham, dia justru melompat demi melewatkan bola menuju Witan yang memang melakukan pergerakan.


“Heh! Astaga, kenapa menghindar!”


Reza nyaris mengumpat, dia lantas langsung berlari kembali ke gawangnya karena Morita memotong jalur umpan.


“Ah! Kenapa saya umpan ke dia juga? Salah ambil keputusan, padahal sudah dilihat di Mata Bijak, tiba-tiba berubah juga.”


Reza berakselerasi sangat cepat, di tengah transisi menyerang dari Jepang yang juga mengandalkan kecepatan kaki-kaki kuat mereka.


Morita memang melihat Reza masih mencoba berlari, dia langsung melambungkan bola berniat menyetak gol dari tengah lapangan.


Bola melambung, Reza masih berada di tepi kotak penalti.


Bola semakin mendekat dan hendak masuk, Reza sendiri sudah melewati Jordi yang memang juga ikut berlari.


Kecepatannya benar-benar mengerikan, seperti cheetah yang sedang mengejar mangsanya.


Dalam sepersekian detik kemudian, Reza menghempaskan tangannya ke depan mengikuti gerakan tubuh yang berputar sesaat bola datang.


Berhasil dihalau dengan susah payah!


“Huh, nyaris anjir!”


Saya tahu ini kesalahan keputusannya, tetapi saya rasa lagi, Reza sebelumnya berniat memberi kepada Kambuaya, tetapi salah paham pun terjadi.”


Komentator memberi tanggapan di tengah Indonesia yang kembali merangkai serangan dari bawah, ya, dari nol karena serangan yang dirancang tadi berantakan.


“Memang, ya, pasti sulit juga meski sudah berlatih bersama. Hubungan antar pemain itu terkadang terputus,” gumam Reza.


Menyisihkan apa yang sudah terjadi untuk sementara, Reza mulai merangkai serangan dibantu dengan Jordi, Irianto dan juga Asnawi.


Terlepas dari kesalahan sebelumnya, Indonesia tak begitu memikirkannya.


Pelatih Shin hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pasrah, lagipula itu sudah terjadi dan tak bisa berbuat banyak lagi, intinya dia hanya bisa memberi arahan membantu Reza juga.


Dari kaki lincah Reza, menunjukkan lagi bagaimana dia melewati tiga pemain dalam jarak yang tak begitu berjauhan.


Pertama, Maeda, malah tertipu sehingga gerakan nutmeg mempermalukannya.


Kedua, Kamada, gerakan rainbow flick ala Reza terbentuk kembali dan menipu Kamada yang justru terjerembab karena mencoba meraih Reza yang tiga langkah lebih jauh darinya.


Ketiga, Doan, dia dilewati secara mengejutkan memakai teknik yang sebenarnya sudah banyak dipakai oleh para pemain profesional.


Teknik menari-nari menguasai bola, gerakan selanjutnya adalah gerakan tipuan dan Doan pun tertipu.


Menit terus berjalan, dalam lima menit saat ini, Indonesia mendominasi mencoba menyerang.

__ADS_1


Waktu semakin mepet menuju jeda babak pertama, tetapi Indonesia masih saja menggeluti taktik menyerang mereka.


Reza tidak ingin solo run, dia ingin bekerja sama dengan rekannya, menciptakan umpan gemilang demi penyerang-penyerang haus gol yang terkucilkan akibat kemampuannya mencetak gol yang melebihi penyerang andal di tim.


Hingga tepat semenit sebelum babak pertama berakhir, dari kaki Reza yang saat ini berdiri di tengah lapangan, langsung melambungkan bola tepat ke jantung pertahanan Jepang.


Dalam sepersekian detik, pertahanan Jepang sempat lengah, Sananta bisa bergerak bebas yang langsung mendapatkan bola di belakang garis pertahanan.


Sananta hanya tinggal mencungkil bola di atas kiper Jepang, Gonda, yang istilahnya keluar dari posisi sebenarnya.


Gonda tak mampu meraih bola gantung, Sananta pun menghasilkan gol dari umpan terbaik Reza.


“Goooll!”


Sananta menunjuk Reza, para pemain berselebrasi, Reza sendiri hanya berseru seraya melompat-lompat riang.


Dia kembali ke posisi, menunggu pertandingan dilanjutkan.


Namun, setelah Jepang menendang bola kick-off, wasit lantas meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.


***


“Kau hampir membuat bencana,” ucap Pelatih Shin yang langsung diterjemahkan dari bahasa Korea menjadi Indonesia oleh penerjemah andalnya.


“Ya, maaf, deh. Keputusanku tadi juga kesalahpahaman Bang Kambuaya nyaris membuat blunder,” jelas Reza yang ditanggapi anggukan oleh Kambuaya.


“Lain kali pahami pergerakan rekanmu dulu,” balas Pelatih Shin.


‘Yaa … Awalnya saat menggunakan Mata Bijak, Bang Kambuaya tidak membiarkan bola, tetapi tiba-tiba masa depan beberapa detik itu berubah. Mungkin karena keputusan bisa saja berubah sepersekian detik kemudian,’ pikir Reza.


***


Babak kedua pun dimulai, tiga pemain langsung diganti oleh Pelatih Shin, diantaranya Saddil digantikan Egy, kemudian Evan digantikan Abimanyu dan Kambuaya digantikan Rafli.


Taktik juga berubah, Indonesia secara mengejutkan sepertinya akan menjadi tim yang bertahan demi mempertahankan skor sejauh ini.


Tidak biasanya, Pelatih Shin nampak berhati-hati untuk saat ini.


Terlepas dari itu semua, Indonesia pun terbukti mampu meraih kemenangan meski terus digempur habis-habisan.


Beruntungnya, Reza masih dalam keadaan prima, bahkan melebihi masa primanya ini, lebih kepada masa keemasan dan kejayaan diusia sedini ini.


Indoesia, melaju ke babak perempat final Piala Asia AFC 2023 setelah mengalahkan Jepang 1-0 untuk pertama kalinya dan melanjutkan catatan sejarah yang awalnya Indonesia lolos ke babak enam belas besar untuk pertama kali.


Indonesia menyatat sejarah baru, setelah 13 tahun tak lolos Piala Asia, ketika masuk lagi, mereka langsung membuat kejutan menjadi tim kuda hitam yang digdaya.


Indonesia menjadi tim pembuat kejutan di Piala Asia dalam dua dekade terakhir, sejak beberapa tim lain yang juga pernah memberi kejutan.


Namun, Indonesia menjadi yang paling trending saat ini.

__ADS_1


__ADS_2