Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 146 - Piala Dunia 2026


__ADS_3

Pagi yang cerah, hanya kecerahannya benar-benar kalah saing terhadap para pemain Indonesia yang pertama kali berlaga di piala dunia, itu semua berkat kerja keras mereka.


Kepengurusan PSSI sekarang benar-benar sukses membuat banyak pemain muda yang diorbitkan sebagai masa depan Timnas Indonesia.


Salah satu pemain muda seperti Marselino yang tiba-tiba saja pindah ke klub Premier League, meski hanya di Leeds United, setidaknya dia bisa membawa Leeds perlahan ke papan tengah klasemen.


Kemudian, Witan yang sudah mampu membawa Sunderland promosi ke Premier League, hingga membawanya langsung ke papan tengah, sebagai target klub itu sendiri.


Beberapa pemain muda lainnya juga seperti Iqbal, kemudian Ferrari, dan lainnya juga mulai diorbitkan sedemikian rupa demi mencapai kesuksesan besar di masa depan.


Ini adalah tahun-tahun yang begitu berbahagia, tahun-tahun emas di mana Timnas Indonesia mampu berbicara banyak di kualifikasi piala dunia dengan tanpa kekalahan meski harus kebobolan dua gol.


Reza tak masalah, lagi pula dirinya sudah merasa bosan terus menggunakan Mata Masa Depan, maka dari itu sesekali dia tak pakai dalam satu pertandingan penuh, hingga terkadang penyelamatannya agak sembrono.


Namun, tentu para pemain dan pelatih tak mempermasalahkannya, lagi pula Reza juga telah menunjukkan kelasnya yang sudah tak dapat disandingkan lagi dengan beberapa kiper terbaik Indonesia, atau bahkan kiper terbaik Asia.


Untuk dunia, Reza sebenarnya sama halnya dengan kiper-kiper lainnya, hanya saja ada perbedaan mencolok, harga pasar Reza perlahan-lahan naik tidak langsung tiba-tiba dihargai termahal.


Sekarang, Reza seharga 545 miliar rupiah, cukup mahal untuk kiper berusia 20 tahun pada 26 Juni 2026 nanti.


“Laga perdana Piala Dunia 2026, Indonesia menghadapi Argentina tanggal 26 Juni, dan itu bertepatan dengan hari ulang tahunku!” seru Reza.


Dia saat ini berlatih bersama rekan-rekannya, tentu untuk menghadapi lawan-lawan gila yang akan menghalangi perjalanan mereka.


“Reza, seperti biasa, jangan main-main sekarang!” seru Witan yang langsung melesatkan tendangan.


Latihan mereka diawali dengan pemanasan kemudian beberapa hal demi menjaga gawang dan menghasilkan sebuah skor, formasi dan taktik harus benar-benar dipahami.


“Kalian semua … Saya … Akan mengundurkan diri jika kalah di sini,” jelas Pelatih Tae-yong yang sudah cukup lancar berbahasa Indonesia.


“Iya, Pelatih! Kami akan berjuang sekuat tenaga!” seru serentak seluruh pemain.


Kali ini, banyak pemain yang masih begitu muda, bahkan pemain tertua saja sekitar 27 tahun. Ini adalah skuad dengan rata-rata usia termuda pada piala dunia edisi tahun tersebut.


“Ibu, Vera!” seru Reza.

__ADS_1


Keluarga para pemain diberikan tempat untuk menonton mereka berlatih dan juga menonton mereka saat bertanding, keluarga para pemain tentu kepentingan bersama demi mendukung siapa pun itu.


“Semangat, Za!” seru Vera.


“Semangat, sayang!” seru istri dari Witan.


Beberapa keluarga pemain lainnya juga berseru, mereka begitu antusias karena mendapatkan ruang untuk mendukung salah satu keluarga mereka baik saat latihan maupun bertanding.


Tahun ini, Indonesia menjadi nomor satu di Asia Tenggara bahkan kemungkinan Asia, itu karena Jepang, Iran, atau bahkan Korea Selatan juga sudah mengalami kekalahan dari Indonesia.


Maka dari itu, orang-orang mulai mengenal seberapa menakutkan burung garuda yang telah terbang tinggi, begitu agresif dan ambisius untuk menjatuhkan mangsanya.


“Reza, kau tau, Kawasaki Frontale nawarin saya ke sana!” ungkap Nabil Asyura, salah satu pemain muda yang dipanggil ke Timnas Senior.


“Bagus sih, masuk aja, setidaknya kita harus keluar, karena menurutku liga di Indonesia belum begitu stabil dalam membina pemain mudanya,” jelas Reza sambil sedikit meregangkan otot-otot tubuhnya.


“Yaaa … Ada baiknya sih, katanya musim panas ini mereka bakalan nawarin, Persib harus lepas,” balas Nabil Asyura.


“Reza! Kau sudah lupain saya, ya! Adoooh! Kita ‘kan sudah berkumpul di Timnas Indonesia, masa kau tak pedulikan kakakmu ini!”


“Ya, kita harus fokus juga, Kak Fajar! Saya tau kita berkumpul, hanya saja jelas impian kita waktu kecil, kita tidak bisa saling bobol,” ungkap Reza.


“Reza, kau sudah besar, sudah mampu berpikir kritis dan tidak begitu menyia-nyiakan kesempatan saat ini,” tutur Fajar dengan tatapan mata yang lesu.


“Iya, nih, Reza sudah sombong!” Sebuah tangan merangkul pundak Reza.


Reza menoleh dan terlihat I Nyoman, salah satu penyerang andal jebolan Youth Tournament Indonesian yang semakin diperbagus kompetisi dan melahirkan banyak pemain berbakat, salah satunya seperti I Nyoman dan beberapa pemain lainnya.


“Hehehe, maaf deh! Saya terlalu serius!” ucap Reza dengan senyuman kikuknya.


“Ini nih, si tengil berulah lagi!” ucap Haikal, dia jebolan Youth Tournament Indonesian dan sedang berada di klub Bali United yang mana telah dipanggil Pelatih Tae-yong.


“Kita reuni kecil-kecilan sih, meski tidak semuanya bertemu,” ucap Reza.


“Hei, kalian~! Ngapain kumpul-kumpul habis latihan nih,” sahut Todd Ferre, salah satu gelandang terbaik Indonesia era Pelatih Tae-yong, pemain berusia 27 tahun.

__ADS_1


“Kakak kita nih, dia pemain paling senior!” seru Reza.


“Haha! Kalian ini~!”


Semuanya tertawa dengan bahagia, sepertinya ini adalah momen paling memorial dalam diri mereka. Kapan lagi berkumpul seperti ini, dengan segala macam kelebihan dan kekurangan, bersatu demi mencapai tujuan besar.


Tentunya mereka akan berpisah lagi setelah laga ini, mereka akan mengurus masing-masing klub mereka dan akan sulit untuk bersama seperti saat ini.


“Pelatih tajam juga mencari bakat-bakat muda,” ungkap I Nyoman.


“Ini semua berkat Reza, dia mengubah tatanan persepakbolaan Indonesia menjadi semakin maju! Patut diapresiasi, yakan!” seru Witan langsung menarik Reza.


“Ya, begitulah.”


Setelah sempat beristirahat, mereka pun memasuki ruang taktik, di mana akan segera dibahas bagaimana formasi dan taktik yang pas untuk menghadapi Argentina pada laga perdana grup B nantinya.


Indonesia sendiri tergabung dalam grup B berisi tim seperti Argentina, Jerman dan juga Italia.


Bagi banyak orang, ini adalah grup neraka di mana mempertemukan negara-negara kuat, Indonesia juga dikatakan akan mampu bersaing menghadapi tiga tim tersebut.


“Baguslah, tantangan dari tim juara bertahan akan segera dihadapi, taktik milik saya, yaitu serang dan tarik ulur, buat mereka kesal dengan kita dan manfaatkan kesempatan!” jelas Pelatih Tae-yong.


Menggeser pin magnet yang berada di papan taktik besar, beberapa pin magnet pemain digeser ke lini depan, itu dimaksudkan untuk mereka inilah yang akan diprioritaskan dalam penyerangan.


Bahkan Reza juga wajib menyerang, kemampuannya sudah tak bisa didebatkan lagi, sudah sangat hebat, kiper muda yang berbakat dari Indonesia adalah mimpi buruk bagi banyak tim.


26 Juni 2026, NRG Stadium, Houston.


Stadion berkapasitas 75.000 penonton itu telah dipenuhi oleh lautan merah dan juga biru, nyaris seimbang hanya saja lautan merah terlihat lebih agresif dengan teriakannya yang menggelegar.


Ini adalah pendukung dari Indonesia dan juga Argentina, bertemu dalam satu stadion, benar-benar terjadi pertempuran argumen yang sangat panas di saat malam yang semakin suram ini.


“Bagus! Saya rasa, kalian memahaminya! Ayo, kalahkan juara bertahan Piala Dunia 2022 itu!” seru Pelatih Tae-yong.


Seluruh pemain Indonesia berseru, ruang ganti itu menggema dengan teriakan semangat mereka.

__ADS_1


__ADS_2