Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 102 - Awal Musim yang Baik


__ADS_3

Menjalani hari yang berat pastinya dialami oleh nyaris semua orang. Mana ada orang yang tak mengalami hari berat.


Siapa pun orangnya pasti akan mengalami hari yang berat, begitulah yang dirasakan oleh Reza saat ini.


Meski karirnya mulai naik, tetapi perasaan berat yang harus terus meninggalkan ibu tercintanya di rumah sendirian demi meraih impiannya.


Selepas Piala Asia AFC U-17 2023, Reza saat itu mendapatkan beberapa tawaran transfer dari banyak klub yang terkenal di Asia. Salah satunya klub asal Jepang, Kashima Antl.


Klub tersukses di Japan League. Meski begitu, Reza secara langsung mengatakan kepada agennya jikalau ada yang menawarnya, maka tolak.


Reza saat ini masih benar-benar fokus membela AS Trenčín, lagipula AS Trenčín telah memegang tiket menuju putaran final UEFA Champions League musim 2023/2024.


Setelah memenangkan kualifikasi ketiga yang saat itu menghadapi salah satu tim kuat di Serie-A, liga Italia, yaitu Inter.


Dengan perlawanan sengit, AS Trenčín berhasil memenangkan laga dengan skor mencolok dan juga menjadi laga kualifikasi terseru sepanjang satu dekade terakhir, dengan skor 5-4 untuk kemenangan AS Trenčín.


Meski saat itu Reza yang baru masuk lagi sejak pemanggilan Timnas dan hanya menonton dari tribun stadion. AS Trenčín tentu sekarang akan bertambah semangat karena punggawa tembok kokoh mereka telah datang.


Sebagai catatan, turnamen Piala Asia AFC 2023 Qatar diundur karena sebab pada pertengahan tahun ini, mereka sedang mengalami panas ekstrim.


Maka pengunduran waktu itu, kemungkinan laga dimulai pada bulan Desember hingga Januari, hari dimana memiliki cuaca yang agak dingin.


Reza juga berkesempatan dalam membela Timnas Indonesia Senior, tetapi itu juga tergantung apakah Tae-yong tertarik memanggil Reza.


Kembali ke Reza saat ini sedang berlari di treadmill yang ada di ruang gym AS Trenčín.


Reza sedang bersiap dengan selesainya liburan musim panas.


Sebelumnya, seusai turnamen Piala Asia AFC U-17 2023, Reza sudah mengklaim akan mengambil bagian libur selama liburan musim panas, mulai 5 Juni hingga 30 Juni.


Liburan itu dimanfaatkan bersama ibunya di Palu, melakukan aktivitas seumurannya, bahkan sempat kencan bersama Vera. Lagipula tiba-tiba saja saat itu, kedua belah pihak sisi ibu langsung mengadakan kencan anak mereka.


Mengingat semua itu, Reza nyaris jatuh dari treadmill nya yang terus menambah dan mengurangi kecepatan sesuai interval yang telah diatur. Beruntungnya ada Witan saat itu melakukan rehat sejenak dan segera membantunya.


Beberapa pemain lain, mencoba memanfaatkan tiga hari sebelum liburan berakhir untuk memanaskan tubuh mereka. Hal itu agar tubuh dari libur panjang menjadi terbiasa kembali.


“Pasti lagi puber, ya?” celetuk Witan diikuti tawa renyahnya.


“Aiish! Kenapa Kakak betul sekali,” ketus Reza.


“Hei, kita berdua ini adalah pemain pertama Indonesia yang menginjakkan kaki di turnamen bergengsi liga Eropa! UEFA Champions League!” Witan memindahkan topik menjadi ke intinya.

__ADS_1


Reza mendengus dingin kemudian berkata, “Heh! Begitulah, di mana ada saya, maka tim itu menang! Hahaha!”


“Candaanmu seperti kerupuk, garing!” Witan meninggalkannya dan berlanjut melakukan olahraga lain.


Reza sendiri hanya tersenyum tipis.


‘Timnas U-20 kalah di semifinal pada Piala Dunia U-20 2023, yaa … Itu sih kemajuan sekali!’ batin Reza mengingat.


Menjadi seorang pemain yang memiliki jadwal padat adalah impian Reza, dia ingin terus bertanding dan bertanding.


Untuk satu hal, Reza sudah mampu melihat satu hingga sepuluh detik ke depan sesuai keinginannya.


Memang terlihat sangat tak masuk akal, tetapi itulah yang diberikan oleh Sistem Kiper setelah persentase popularitasnya penuh dan kemampuan itu telah diterimanya.


“Mungkin … Gawangku tak akan kebobolan lagi,” gumam Reza.


Tiba-tiba saja matanya memvisualisasikan sebuah proyeksi beberapa orang sedang berjalan, mereka datang kepada dirinya dan berbincang-bincang pun terjadi.


Sekitar lima detik kemudian, Stojsavljevic dan Gajdos datang seraya membawa sebotol minuman menyegarkan. Keduanya pun mengajak sejenak Reza untuk berbincang.


“Wah, lihat siapa yang juara Asia!” celetuk Gajdos.


“Ayolah, kawan. Kalian sudah tahu, tetapi terus saja diungkit. Lagipula tujuanku bukan hanyalah itu, masih ada yang lebih besar!


Gajdos dan Stojsavljevic terenyak. Mereka hanya terdiam saling berpandangan, apa yang ada dipikiran mereka adalah suatu hal yang memang dipikirkan banyak orang.


Bagaimana bisa anak Asia ini begitu percaya diri?!


Ya, begitulah impian seorang pemuda yang mendapatkan keajaiban sejak setahun lalu.


“Oh, iya! Selamat menyentuh usia yang ketujuh belas tahun, saya tahu ini terlambat! Ini ada hadiah untukmu!” Gajdos memberi sebuah bingkisan.


Reza pun merasa senang dan berterima kasih. Setelahnya dia membukanya, di dalam bingkisan itu terdapat sebuah sarung tangan kiper berwarna merah.


“Ah … Te-terima kasih!”


‘Sarung tangan yang kedua puluh tiga,’ batin Reza.


Beberapa teman dan rekan timnya sempat mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya, hingga sebagian dari mereka memberikan sarung tangan kiper sebagai hadiah.


‘Yaa … Untuk menghargai mereka, saya akan ganti-ganti sarung tangan.’

__ADS_1


***


9 Juli 2023, laga pertama AS Trenčín di musim 2023/2024.


Liga Super Slowakia, AS Trenčín berniat akan meraih posisi klasemen pertama setelah tiga pembelian pemain dan pengeluaran dua pemain lainnya.


Laga ini mempertemukan AS Trenčín dengan Slovan Bratislava. Mungkin kebanyakan orang akan menganggap laga ini dimenangkan Slovan Bratislava, tim tersukses di Liga Super Slowakia.


Ketika laga dimulai, semuanya cukup antusias hingga stadion Slovan Bratislava nyaris dipenuhi oleh para pendukung, sebagian itu adalah penggemar Reza lintas negara.


Laga itu menjadi suatu kejutan, sekaligus hari tersial bagi klub Slovan Bratislava. Saat itu, AS Trenčín memenangi laga dengan skor yang sangat mencolok dan membantai Slovan Bratislava.


Slovan Bratislava 0 - 4 AS Trenčín. Skor yang sangat telak dan menghajar harga diri Slovan Bratislava.


Penyumbang gol itu sendiri dari Reza dan juga Emeka. Reza melakukan hattrick pertamanya di klub AS Trenčín, dua dari golnya dilakukan dengan solo run memanfaatkan penglihatan 10 detik ke depannya, serta tendangan bebas miliknya.


Hal itu yang membuatnya benar-benar mudah dalam bergerak, bahkan nyaris tak tersentuh dalam adu fisik. Gol ini sekaligus menambah beberapa rekor Reza sebagai pemain profesional.


Selepas pertandingan itu, minggu berikutnya mereka menjamu Spartak Trnava.


Kejutan lagi dipertontonkan oleh AS Trenčín dengan memenangi laga, memiliki 3 gol tanpa balas.


Sekali lagi penyumbang paling berkontribusi ialah Reza dengan dua golnya. Cara mencetak golnya telah diingat oleh banyak orang, solo run dari gawang ke gawang.


Reza mencetak sejarah, mencetak rekor. Apapun itu, Reza hanya berfokus mencetak gol dan juga mengawal gawangnya.


Reza juga menjadi kiper yang paling banyak melakukan penyelamatan dalam dua laga pertama musim 2023/2024.


Mencoba meraih sesuatu yang lebih tinggi, pastinya akan diawali dengan ujian berat.


Reza yang pertama kali mencoba penglihatan 10 detik ke depan, merasakan muntah-muntah, mual hingga pusing. Hal itu karena proyeksi dari masa depan itu sendiri memiliki warna yang memusingkan, mengambang tak jelas hingga pergerakan acak masa depan, di beberapa bagian nyaris terdistori.


Belasan percobaan, hingga Reza mampu beradaptasi dengan kemampuan diluar nalar miliknya.


“Terima kasih, Sistem Kiper!”


...[Selama itu baik untuk Tuan, maka Sistem juga senang!]...


...----------------...


...Arc 6 Start...

__ADS_1


...Kiper Legendaris...


__ADS_2