Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 71 - Debut Gemilang Membawa Kontrak Profesional


__ADS_3

Reza bersama kapten tim yang saat itu baru dimainkan pada menit ke 80, Filip Bainovic menggantikan Holly saat itu.


Reza, Bainovic dan pelatih Marian Zimen mengadakan konferensi pasca pertandingan. Reza dipilih untuk melakukan konferensi pers bersama Bainovic oleh pelatih dengan alasan debutnya yang gemilang.


Reza mendapatkan sorotan lebih saat itu, entah mengapa tiba-tiba saja pemain asal Asia Tenggara, khususnya Indonesia bisa secepat itu bersinar terang di Eropa. Witan sendiri bahkan ada secercah rasa iri di hatinya, akan tetapi harapan untuk Garuda Asia menjadi Yang Terkuat ada pada tangan ajaib Reza.


Di tengah konferensi pers yang membahas ulasan terakhir pertandingan, ada juga disela-sela itu sebuah kode bahwa apakah Reza bisa dipercaya dengan melakukan teken kontrak profesional lebih awal dari apa yang dipikirkan.


Pelatih Marian Zimen sendiri hanya terdiam. Dia pun menjawab dengan asal. “Tergantung pihak klub, saya pelatih kepala tak bisa mengintervensi lebih dalam tentang itu.”


Padahal nyatanya, dia adalah manajer klub yang merangkap sebagai pelatih kepala juga. Alhasil, para wartawan hanya bisa menghela nafas mendengar perkataan Marian Zimen. Mereka hanya bisa dikejutkan nantinya saat ada kabar tentang Reza.


Marian Zimen di sana hanya tersenyum misterius sambil sesekali melirik Reza yang hanya terdiam.


Reza sendiri hanya diam sembari tersenyum kecil melihat sikap wartawan yang terlalu mendominasi dan menyudutkan dirinya atas hal-hal yang bersangkutan dengan karirnya.


***


“Haaa! Akhirnya bisa istirahat sejenak …”


Reza merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk. Tubuhnya kelelahan pasca pertandingan, membuatnya tertidur pulas hingga keesokan harinya tanpa tahu pihak klub sedang melakukan perundingan yang tak mereka bayangkan sebelumnya sejak kontrak awal bersama Reza.


Di gedung para pengurus klub. Mereka sedang dalam situasi yang dingin dan cukup tegang.


“Zimen, apa anak itu bisa konsisten? Walau penampilan debutnya gemilang, tetapi saya agak ragu.” Asisten pelatih Pavol Mlynar mencoba sedikit mengintervensi keputusan Marian Zimen.


“Ayolah, Mlynar. Kamu tidak tahu, mata saya bisa melihat potensi menakjubkan miliknya.”


“Saya rasa keputusan Manajer cukup baik,” sahut Maros Ferenc, pelatih kiper AS Trenčín.


Salah seorang pria lagi, hanya diam sambil menganalisis data diri milik Reza. Dia sesekali menggangguk paham.

__ADS_1


“Mlynar, kita harus segera mengontrak penuh dia.” Kepala Analisis pun buka suara, dia adalah Peter Klescik.


Alhasil kesepakatan bersama dengan sedikit keraguan dari asisten pelatih Mlynar menjadikan resminya kontrak profesional akan datang kepada Reza Kusuma yang saat ini sedang mengembara di alam mimpinya.


***


Pagi harinya. Cuaca cukup cerah, beberapa ekor burung beterbangan ria di atas lapangan latihan. Di lapangan latihan, banyak para pemain sedang melakukan kegiatan mereka.


Reza sendiri harus sekolah hingga siang hari. Selama periode tersebut, sesekali dia berlatih diam-diam pada masa istirahat sekolah. Entah diam-diam atau terlihat, Reza sebenarnya tak ambil pusing, masalahnya saat ini atensi orang-orang kepada dirinya cukup besar.


Setelah menjelang sore, Reza bergabung dengan latihan rekan-rekannya. Di sana, setelah berlatih sekitar sejam, Reza beristirahat sembari meminum air mineral yang segar.


...[Hadiah Debut Gemilang sudah didapatkan, tunggu kejutannya!]...


Tiba-tiba saja notifikasi dari sistem mengejutkannya hingga menyemburkan air di mulutnya keluar.


“Haa … bikin kaget.”


Reza mampu menepis bola pertama yang menyasar bagian tengah sisi kiri gawang. Kemudian dengan tolakan cepat dari tubuhnya, Reza langsung menerkam bola kedua yang menyusur tanah ke arah kanan gawang.


Namun, bola ketiga tak berhasil dia tangkap ataupun menepisnya. Ya, Reza masih manusia biasa dengan kemampuan spesial dari sistem, bukan manusia pemilik tangan memanjang bagai karet yang menepis segala bahaya datang.


Di tengah latihannya, Reza dipanggil ke gedung klub. Di sana, dia dipimpin oleh asisten pelatih sekaligus merangkap sebagai asisten manajer, Pavol Mlynar.


Keduanya berjalan ke salah satu ruangan manajer klub. Di pintu tertulis Marian Zimen.


Pintu dibuka perlahan oleh Mlynar, membuat kesan misterius bagi Reza. Ketika melangkahkan kaki ke dalam ruangan, Reza sedikit terkejut dengan keberadaan agennya.


“Lah? Pak Bryan ada di sini?” ucap Reza langsung.


Bryan sendiri hanya tersenyum dan mengarahkan Reza untuk duduk di sampingnya. Keduanya duduk menghadap Marian Zimen secara langsung. Mata mereka saling bertemu, kesan aneh mulai terasa bagi Reza.

__ADS_1


“Ini …”


Marian Zimen menyodorkan sebuah kertas yang cukup cantik. Kertas ini seperti ijazah bagi Reza. Kertas keras dengan ukiran emas mengelilingi kertas.


Reza membaca judul kertas tersebut. Professional Contract, begitulah yang tertera pada bagian atas kertas. Reza membulatkan matanya, dia menatap sejenak Bryan yang tersenyum senang.


“Kau … klien pertamaku yang mendapatkan kontrak profesional secepat ini. Debut gemilangmu membawa kontrak profesional ada di hadapanmu saat ini.”


Reza sedikit bergetar. Dia tidak begitu berekspektasi bahwa kontrak profesional akan datang secepat ini. Malah dia merasa kontrak itu tak akan datang selama masa setengah musim oleh kontrak awal klub.


Reza mulai melihat kertas kontrak itu. Di sana tertera klausul tandatangan kontrak.


Mengatakan bahwa Reza akan dikontrak semusim lagi sejak penandatanganan. Gaji Reza sendiri tiba-tiba naik cukup drastis. 1.000 Euro per bulan, itu benar-benar terlihat banyak. 250 Euro per minggu. Jumlah fantastis bagi dirinya yang masih muda dan belum terlalu berpengalaman.


Kemudian ada juga klausul tentang perpanjangan kontrak bila performa Reza masih dibutuhkan pada tim, tentunya dengan kenaikan gaji dan beberapa hal lainnya.


Ada juga bonus penyelamatan bola, bonus mencetak gol dan beberapa bonus sisanya.


Jika semua sudah ditotal dalam sebulan, Reza bisa mendapatkan rata-rata gaji sekitar 1.100 hingga 1.500 Euro per bulan. Itu tergantung bagaimana beberapa bonus yang dia dapatkan.


Untuk harga pasaran Reza juga meningkat cukup drastis. Saat ini dia menyentuh angka 20.000 Euro secara langsung sekitar beberapa jam lalu dari situs Transfermarkt.


Jika dirupiahkan maka sekitar 331,53 juta rupiah. Yup, cukup menggiurkan bagi klub jika mereka melepas Reza sebagai tawaran transfer. Namun, saat ini mana mau mereka melepas bintang baru ini, mereka ingin mengembangkan potensi Reza dan baru melepasnya, tentunya dengan pasaran yang terus naik.


Reza pun menelpon sejenak ibunya. Dia memberitahu bahwa dia akan mendapatkan kontrak profesional. Pengurusannya dibantu agen Bryan yang tiba-tiba saja ada di Slowakia, padahal dia baru memposting di Instabook tentang perjalanan ke Jepang demi klien-nya sekitar empat hari lalu.


Setelah pengurusan beberapa saat, Reza akhirnya meletakkan tanda tangannya sebagai pemain bersangkutan di atas kertas kontrak profesional yang sangat penting untuk menunjang karirnya secepat mungkin.


“Selamat, pemain Reza!” ucap Marian Zimen dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih.


Reza terkejut. Namun, keterkejutannya hilang begitu saja ketika pengakuan Marian Zimen yang cukup memalukan.

__ADS_1


“Saya belajar tiga kata ini selama beberapa jam,” ungkap Marian Zimen memakai bahasa Inggris kembali.


__ADS_2