Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 56 - Perjuangan Dramatis


__ADS_3

Reza hanya bisa terdiam mendengar dan melihat murkanya pelatih Sofyan. Dia melirik Arkhan yang menunduk tanpa merespon, kesuramannya terlihat jelas.


“Baiklah! Babak kedua kalian harus memperbaikinya!” Setelah menenangkan diri beberapa saat, pelatih Sofyan memberi arahan.


Pelatih Sofyan kemudian berjalan menuju bangku tempat Arkhan duduk. Dia berdiam di sana menunggu Arkhan merespon keberadaannya.


Arkhan seperti tak memiliki harapan bermain pun, dengan berat hati digantikan oleh Haikal. Dia tidak ingin pertahanan semakin lengah dengan Arkhan yang sudah tak memiliki harapan bermain lagi


“Kamu saya ganti,” kata pelatih Sofyan sambil memegang kedua pundak Arkhan.


Arkhan mendongakkan kepalanya. Matanya menatap dengan penuh kepasrahan, dia juga tersenyum getir karena akan tahu berakhir seperti ini. Arkhan mengangguk berat menyetujui keputusan pelatih Sofyan.


Sementara itu, Haikal yang akan kembali bermain segera melakukan pemanasan kecil. Semua pemain kembali bersiap untuk babak kedua!


***


Babak kedua pun dimulai dengan para pemain SMKN 7 Ampana yang menurunkan intensitas permainan. Benar-benar ingin menahan hasil itu tanpa menyerang dengan spartan lagi.


“Di sana! Isi ruang itu, saya akan kawal dia!” Teguh mengarahkan lini tengah dengan lihai.


Reza sendiri juga mengarahkan lini belakang agar merapatkan barisan saat SMKN 7 Ampana sedang merangkai serangan.


Lini tengah yang sulit dilewati membuat SMKN 7 Ampana memundurkan bola kembali ke belakang lini pertahanan mereka. Mereka tentunya tak ingin mengambil resiko disaat tim lawan sedang dalam kondisi formasi penuh.


Salah satu pemain SMKN 7 Ampana kemudian langsung nelambungkan bola tepat melewati titik tengah lapangan dari lini belakang.


Para pemain SMA Harapan memandang bola yang langsung jatuh di sekitaran posisi Danar, sisi kiri pertahanan SMA Harapan.


Danar pun melakukan duel udara dengan salah satu pemain lawan. Namun, tubuhnya yang tak kuat pun harus jatuh dan membiarkan lawan mengambil bola kemudian melewatinya.


Lawan menyusuri sisi kiri pertahanan SMA Harapan. Reza pun segera mengarahkan para pemain bertahan untuk merapat dan membentuk formasi penuh.


“Kak Amin! Tahu, kan?” Reza berseru pada Amin untuk memberi kode.


Amin pun segera mendekati pemain yang memegang kendali bola. Pemain bernama Surya itu berhadapan dengan Amin. Keduanya melakukan konfrontasi fisik. Hingga Surya yang memang sedikit lebih besar tubuhnya mampu memenangkan konfrontasi fisik.


Amin tanpa dorongan pun terjungkal ke depan akibat keseimbangannya yang goyah. Wasit pun hanya memberi arahan untuk melanjutkan permainan. Ya, jelas itu bukan pelanggaran.


Surya kemudian melakukan gerakan menusuk ke jantung pertahanan. Dia mencoba mengecoh Haikal. Namun, tentu dia akan kesulitan akibat Haikal yang memang sudah meningkatnya kemampuannya.


Karena terlalu lama, para pemain SMA Harapan mulai membangun pertahanan zonasi yang sangat aman. Teguh sendiri berada beberapa meter di depan kotak penalti, begitu juga Jaka.

__ADS_1


Bagus dan Cipto sendiri masih berada di area tengah lapangan. Angga yang memang posisinya sebagai gelandang tengah mulai menyimpang dari posisi yang diberikan pelatih Sofyan. Dia kali ini layaknya gelandang tengah box-to-box!


“Angga melupakan posisinya!” Pelatih Berto memberikan penjelasan pada pelatih Sofyan.


“Ya, saya tahu.”


Kembali ke Surya yang kembali memberikan bola ke belakangnya. Di sana ada rekannya yang sedang melakukan konfrontasi fisik bersama Amin lagi.


“Terlalu beresiko jika direbut!” gumam Surya.


Dia pun langsung kembali berlari menjauhi kotak penalti. Para pemain SMA Harapan mulai sedikit memajukan lini pertahanan, tetapi tanpa diduga, kilatan cahaya putih dari mata Surya membuatnya mendapatkan momentum.


Dia menatap jelas rekannya yang tiba-tiba berlari di dalam kotak penalti tanpa penjagaan. Surya tersenyum penuh kemenangan, dia langsung mengangkat bola dan tepat datang kepada Arya, penyerang SMKN 7 Ampana.


“Huh?!”


Reza sekali lagi tak mampu bereaksi. Mau sehebat apapun kemampuannya, bagaimana jika pandangannya dihalangi oleh rekan sendiri. Rafli yang tak sengaja menghalangi pandangan Reza membuat dia tak mampu menyelamatkan bola.


Hasil tendangan Arya dengan mudahnya melewati Rafli dan Haikal yang mencoba menghalangi ruang tembak. Hanya saja, menghalangi ruang tembak sekaligus penglihatan Reza!


Srug!


Bola langsung menghujam jala gawang Reza untuk kedua kalinya pada pertandingan ini. Sontak seisi stadion kecil itu langsung berteriak kesal. Benar-benar tak sesuai ekspektasi yang mengatakan jelas bahwa SMA Harapan akan memenangi pertandingan ini.


Dia pun sontak ditenangkan oleh staf wasit di pinggir lapangan dan staf kepelatihan lainnya. Pelatih Berto sendiri hanya bisa mengucapkan bahwa pelatih Sofyan harus bersabar dan terus mengamati.


“David kau akan gantikan Angga! Katakan kepada Cipto dia akan bergeser ke kiri, Bagus ke tengah dan kau di sisi kanan!” ucap pelatih Sofyan dengan tegas sambil mengamati para pemain SMKN 7 Ampana yang sedang berselebrasi.


Reza sendiri saat ini mengambil bola dan dengan kesal menendangnya ke depan. Dia … yang baru datang dua minggu sejak membela timnas usia muda, benar-benar harus diuji dengan timnya yang bisa dikatakan mulai oleng karena terlalu terlena.


Pertahanan yang awalnya solid, lini tengah kreatif, dan lini depan haus akan gol menjadi keropos dan seperti tak berfungsi semestinya.


“Ayolah teman-teman! Lakukan seperti biasa saja!” seru Reza sambil menatap David yang telah siap di pinggir lapangan.


‘Angga akan diganti, apakah dengan ini lini depan bisa lebih hidup?’ pikir Reza.


“Kenapa kalian tidak seperti biasa kah? Ayolah, benar apa kata Reza. Lakukan seperti biasa!” sahut Bagus mendatangi lini belakang.


“Sudahlah, tidak perlu saling menyalahkan. Kita harus saling introspeksi diri!” sanggah Amin sambil merangkul pundak Bagus.


Pertandingan pun dilanjutkan kembali. David sudah masuk menggantikan Angga yang tidak begitu hidup dalam serangan.

__ADS_1


“Hei, rencana waktu itu bisa kali dicoba lagi?” teriak Reza.


‘Tarik ulur?’ pikir semua teman-temannya.


Akhirnya sebuah rencana tarik ulur dilakukan. Beberapa kali David dengan pantang menyerah melakukan Dummy Runner, atau bisa disebut lari pancingan yang akan berlari dan terus berpindah tempat untuk memancing bek lawan agar ikut dengannya dan menciptakan ruang agar pemain lain dapat masuk ke barisan pertahanan lawan.


Hingga kesempatan pun tercipta. Ketika David mendapatkan bola dan bek lawan mendekatinya, dia berbalik 360° mengecoh bek tersebut. Kemudian dia memberikan umpan terobosan ke depan.


Bagus mendapatkannya. Sontak tanpa menyia-nyiakan kesempatan, dia menendang bola sekuat tenaga tanpa kawalan pemain lawan. Bola melesat membelah angin.


Kiper lawan mencoba terbang menyelamatkan gawangnya, tetapi kecepatan bola lebih cepat dari refleksnya sehingga bola pun menghujam jala gawang.


2-1. Setelah itu, tanpa selebrasi apapun. Bagus dengan cepat mengambil bola dan meletakkannya di titik tengah lapangan.


Mereka dikejar oleh waktu. Menit sekarang menunjukkan 80. Tersisa 10 menit waktu normal untuk menyamakan kedudukan. Mereka akan berjuang dengan penuh saat ini.


Reza bahkan langsung maju seperti aksi-aksi nya yang persis saat dia membela timnas usia muda. Dia mengendalikan bola begitu lihai.


Saat penyerang lawan mencoba merebut bola, Reza melakukan gerakan tipuan hingga melewati pemain itu. Setelahnya Reza memberikan direct ball yang langsung jatuh di jantung pertahanan lawan.


Bagus mendapatkannya, tetapi dia dikawal seorang pemain. Remy, pemain bertahan SMKN 7 Ampana mengawal ketat pergerakan Bagus. Hingga tanpa sadar tangannya menarik jersey Bagus yang terus berlari itu.


Alhasil Bagus terjatuh dan menghasilkan sebuah pelanggaran yang benar-benar terlihat jelas tanpa ada keputusan kontroversi dari wasit itu sendiri.


Jaraknya 22 meter. Reza dengan meyakinkan maju dan bersiap di belakang bola sambil menunggu pagar pemain ditata rapi oleh kiper lawan.


“Buat gol!” seru Bagus dan menuju area kotak penalti.


Hampir seluruh pemain SMA Harapan berada di lini pertahanan lawan. Benar-benar berisiko jikalau bola rebound direbut pemain lawan maka bencana baru tercipta.


Reza bersiap. Dia melakukan tendangan bebas seperti yang sebelum-sebelumnya. Tanpa ada perubahan gerakan, Reza masih begitu rapi melakukan tendangan bebas ini.


“Semoga gol!” gumam Reza dan langsung berlari kecil ke arah bola.


Bola pun ditendang menggunakan kaki kiri. Bola membentuk kurva indah saat di udara, menukik tajam setelah melewati pagar pemain. Kembali lagi tendangan bebas ikonik bagi Reza tercipta.


Di bangku pemain SMA Harapan sedang menunggu keajaiban. Jantung mereka berdegup cepat sangking serius dan tegangnya situasi saat ini. Bahkan seisi stadion kecil berkapasitas 2000 itu dan hanya terisi 500 saja sempat terdiam.


Ketika bola mendekati gawang, kiper SMKN 7 Ampana yang memang agak pendek itu pun tak mampu meraih bola yang berada di sudut kiri atas gawang. Bola pun berakhir masuk tepat dimenit 83.


Reza pun melakukan selebrasi ikoniknya bersama teman-teman setimnya.

__ADS_1


Itu dia perjuangan yang dramatis bagi tim SMA Harapan. Hingga akhir babak, skor imbang 2-2 tak berubah yang membuat kemenangan beruntun SMA Harapan dipatahkan dengan hasil imbang.


__ADS_2