Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 87 - Pemusatan Latihan Dimulai


__ADS_3

Rabu, 26 April 2023, pukul 09.00 pagi. Reza bersiap untuk berangkat menuju Bali, tempat berlangsungnya Pemusatan Latihan singkat yang diadakan oleh Pelatih Bima.


Tanpa diiringi siapapun, Reza memilih berangkat cukup senyap dan hanya diketahui oleh ibunya, Agen Bryan dan juga rekan setim sepakbolanya.


Di dalam pesawat, Reza menatap keluar jendela. Matanya menunjukkan tekad yang membara, terlihat begitu serius dan seperti tak bisa diganggu sedikit pun.


“Haaa … naik pesawat … lagi,” lirih Reza dan langsung merilekskan tubuh dan pikirannya.


***


Sebuah pesawat terbang rendah dan mendarat dengan cukup mulus. Pesawat itu perlahan mendekat ke parkiran pesawat untuk dilakukan penurunan penumpang.


Reza menuruni tangga. Dia segera berseru, “Selamat datang Bali!”


Reza yang hanya memakai tas selempang berisi topi dan juga sarung tangannya. Dia juga membawa tas jinjing berisi sepatu miliknya, serta beberapa lembar pakaian untuk digunakan di tempat Pemusatan Latihan dan juga nantinya digunakan di Jepang sana.


Reza memasuki gedung bandara. Sudah ada Pelatih Bima dan asistennya yang menunggu Reza. Di belakangnya juga terdapat sekelompok pemain Timnas U-17 lainnya yang berdiri begitu santai, beberapa di antaranya berbincang ringan.


“Nah, pemain terakhir pun datang dengan penerbangan dari Kota Palu!” ucap Pelatih Bima, “Ayo, kita ke tempatnya!” lanjutnya.


Mereka pun berangkat menggunakan bus yang sudah tersedia di bandara menuju Traning Ground Bali United yang berada si Gianyar.


Memang hotel tempat mereka menginap jaraknya cukup jauh menuju ke Training Ground, tetapi itu tak menyurutkan semangat mereka demi berlatih yang terbaik. Terutama fisik para pemain harus terus digencarkan agar mereka mampu bersaing dalam perebutan bola bersama tim-tim kuat lainnya.


Cukup lama dalam perjalanan bersama menuju Training Ground Bali United yang memiliki fasilitas sangat lengkap dan juga baik. Memasuki lingkungan Training Ground, terlihat begitu ramai dengan beberapa orang yang sedang melakukan aktivitas.


“Nah … selama empat hari, kalian akan saya latih sebaik mungkin. Terutama fisik kalian!” seru Pelatih Bima.

__ADS_1


Untuk skuad kali ini, nyaris tak berubah. Benar-benar skuad saat Kualifikasi beberapa waktu lalu. Beberapa di antaranya juga mulai terlihat perbedaan selama sekitar enam bulan terakhir. Sebagian dari mereka tubuhnya sedikit berubah, dengan otot-otot tubuh yang semakin mengencang.


Tujuan Pelatih Bima bukan tanpa alasan untuk menggenjot bentuk fisik terbaik timnya. Karena selama kualifikasi waktu itu, sebagian pemain sering tak bisa adu badan karena tubuh yang cenderung lemah secara fisik.


“Semuanya, mulai hari ini … lakukanlah!” seru Nabil Asyura dengan semangat.


Mereka pun langsung menyebar untuk mempersiapkan segalanya di gedung serba guna saat itu. Orang-orang yang melakukan aktivitas sedikit penasaran dengan para pemuda yang bersemangat dalam melakukan latihan mereka.


Sontak latihan mereka di lapangan dipenuhi beberapa penonton yang penasaran. Para pemain Timnas U-17 sendiri saat ini sedang melakukan pemanasan sebelum berlatih yang lebih ketat.


Para pemain melakukan pemanasan dengan melakukan gerakan di tempat, lalu di sambung dengan pergerakan dinamis.


Setelah 1 set semuanya selesai, para pemain mulai melakukan joging ringan dari gawang ke tengah lapangan, itu di lakukan bolak balik selama beberapa menit.


Setelah beberapa kali bolak balik, para pemain mengganti pemanasannya dengan gerakan kaki dan ketangkasan.


Dilanjut dengan lari maju mundur melalui batasan kerucut, para pemain mulai mengeluarkan keringat dan merasa kelelahan. Apalagi yang fisiknya sangat buruk, mereka sudah basah kuyup. Itu mengapa Pelatih Bima menggenjot fisik mereka lebih baik lagi.


Setelah pemanasan, Pelatih Bima meminta para staf pelatih fisik untuk memulai latihan fisik untuk para pemain.


Pelatihan fisik akan membuat para pemain menjadi lebih bugar dan beberapa di antaranya akan mendapatkan otot-otot yang mulai memanas.


Pelatihan langsung di mulai dengan melatih daya tahan tubuh. Untuk melatih daya tahan tubuh, para pemain melakukan joging ringan lagi seperti pemanasan namun jaraknya pendek, itu untuk mengecek detak jantung para pemain terlebih dulu.


Namun meski jaraknya pendek, joging itu diatur oleh pelatih fisik, dimana pemain harus melakukan joging 30 detik, lalu sprint selama 15 detik lalu kembali joging 30 detik lagi dan sprint lagi. Hal itu dilakukan beberapa kali dalam jarak interval yang cukup berdekatan.


Setelah itu, pelatihan di lanjutkan dengan program cutting.

__ADS_1


Pelatihan cutting ini untuk membentuk tubuh supaya tidak mempunyai lemak dan hanya membentuk otot. Setelah beberapa latihan daya tahan tubuh lainnya seperti box jump, pelatihan dilanjutkan ke tahap pelatihan kekuatan.


Para pemain melakukan push-up, back-up, squat


jump dan squat thrust. Untuk angkat beban, bench press dan lunge belum dilakukan. Itu pada hari kedua Pemusatan Latihan nanti.


Setelah beberapa set pelatihan kekuatan, pelatih fisik langsung melanjutkan menuju ke pelatihan kecepatan yang semakin intens. Pelatihan kecepatan ini, dimulai dari shuttle run, dimana lari bolak balik, dengan jarak yang sudah di tentukan, ini dilakukan beberapa set.


Setelah shuttle run, pelatihan kecepatan lainnya yaitu sprint jarak pendek. Pelatihan selanjutnya adalah melatih ketangkasan, dimana melakukan sikap lilin dan mencium lutut juga melakukan plank. Semuanya dilakukan secara bertahap dengan jarak interval cukup berdekatan juga.


Dengan beberapa set dilakukannya pelatihan ketangkasan, otot-otot para pemain mulai tertarik, tapi para pemain masih harus melanjutkan pelatihan.


Pelatihan selanjutnya adalah melatih kelincahan, dimana lari zig-zag seperti pemanasan tadi tapi sekarang di atur dengan waktu yang sudah di tetapkan oleh pelatih fisik, tentunya semakin intens lagi.


Latihan fisik selesai, lalu dilanjutkan dengan latihan teknik selama 20 menit.


Dimana ini untuk melatih seperti kontrol bola, passing, heading, menendang dan pergerakan. Ini di lakukan agar para pemain menjadi lebih naik tekniknya dan tidak keteteran. Terutama para kiper seperti Reza dan juga Andrika. Mereka akan berlatih gerak refleks dan lain sebagainya.


Setelah 20 menit kemudian, pelatihan dilanjutkan dengan pelatihan taktik. Dimana pelatih memberikan beberapa instruksi untuk para pemain sesuai dengan keinginan pelatih. Pemahaman taktik harus segera dilakukan kepada para pemain.


Setelah pelatihan teknik, pelatihan dilanjutkan untuk membangun chemistry di antara para pemain yaitu mini game selama 20 menit. Para pemain juga di bagi timnya.


Setelah pelatihan para pemain dalam mini game, pelatih juga langsung melakukan pendinginan untuk para pemain agar tidak cedera.


Di akhiri dengan pendinginan, para pemain akhirnya bisa cukup bernapas lega dengan intensitas pelatihan yang terbilang tinggi.


Reza bernapas lega, baru kali ini pelatihannya semakin intens sejak dilatih oleh Pelatih Sofyan saat di SMA Harapan dulu.

__ADS_1


“Nah … sekarang, kalian akan berlatih dengan bebas. Beberapa jam lagi, berkumpullah di ruang serba guna kemudian kalian boleh pulang ke hotel!” jelas Pelatih Bima.


__ADS_2