Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris

Sistem Sepakbola : Kiper Legendaris
Chapter 80 - Scorpion Kick untuk Cetak Skor!


__ADS_3

Pertandingan antara AS Trenčín dan Podbrezová berjalan cukup lancar. Kedua tim juga bergerak aktif, meski Podbrezová agak mengendurkan serangan aktif mereka.


Podbrezová sudah tak memiliki tujuan untuk menang. Namun, satu hal yang pasti, mereka tentunya tak ingin mengalami kekalahan memalukan pada laga liga terakhir. Setidaknya hasil imbang sudah cukup bagus. Makanya mereka juga masih mencoba merangkai pertahanan sebaik mungkin.


AS Trenčín juga dengan gencar terus menerus mengambil inisiatif menyerang. Lagipula pada laga terakhir ini, ada bonus besar menanti mereka karena sudah mencapai target klub di awal musim, yaitu posisi keempat pada klasemen.


Setidaknya sejak Reza datang. Sebelum Reza datang, mereka cukup terseok-seok dan memiliki jumlah kemasukan yang lebih banyak daripada jumlah mencetak. Itu membuat jumlah keseluruhan skor mereka menjadi negatif atau minus.


Di pinggir lapangan, Pelatih Marian Zimen hanya duduk di bangku pemain. Dia menatap lekat setiap pemain di timnya. Gerakan mereka cukup terkoordinir, tetapi masih sangat kurang untuk bersaing di babak play-off, babak kualifikasi UEFA Champions League atau bahkan babak grup itu sendiri.


Persaingan ketat. Di mana ketika babak play-off selesai, dari enam tim yang berlaga hanya tim posisi posisi satu saja masuk babak kualifikasi UEFA Champions League. Sisanya, mereka akan berjuang di babak kualifikasi maupun play-off UEFA Conference League.


Pelatih Marian Zimen menyimpan target besar. Dia ingin dengan skuad sekarang, bisa masuk setidaknya hingga babak grup UEFA Champions League. Dia akan membuat kejutan, menjadi tim kuda hitam yang mengejutkan Eropa.


Meninggalkan beberapa pikiran Pelatih Marian Zimen, saat ini di lapangan, tim Podbrezová sedang melakukan sepak pojok. Dilambungkan bola ke kotak penalti, tetapi lompatan tinggi dari Reza membuatnya memetik bola itu dengan mudahnya.


Tinggi Reza 182 cm. Lompatan vertikalnya setinggi 70 cm jika diukur secara jelas. Apalagi dengan panjang lengannya. Itu benar-benar memudahkannya dalam memetik bola di udara. Reza dianugerahi sebuah tinggi yang sangat cocok sebagai kiper.


Awal mula saat di klub SMA Harapan tingginya sekitar 175 cm, hingga sekarang tingginya cukup naik pesat. Tingginya ini juga akan terus bertambah seiring waktu.


“Ambil ini …!”


Reza menendang jauh bola ke depan. Di depan, Kmet mendapatkannya. Pemain ini menggiring secara cepat bola dalam skema serangan balik yang tajam.


Dari arah depannya, seorang pemain lawan melakukan seluncuran memotong yang cukup membahayakan. Beruntungnya, Kmet memiliki kemampuan mumpuni. Dia mengangkat bola sambil melompat untuk menghindarinya.


Setelahnya, Kmet berlari tanpa kenal lelah menuju pertahanan Podbrezová. Di sisi tengah, ada Azango yang bersiap menerima umpan dari Kmet kapan pun itu.


Kmet mencoba sedikit egois, dia terus menggiring bola hingga mendekati kotak penalti. Memasuki kotak penalti sekitar satu meter, Kmet kemudian menghempaskan bola itu ke arah gawang secara terukur.


Bola berotasi sangat cepat, tercipta lengkungan indah dari hasil tendangan kaki kanan Kmet. Sayangnya, kiper Podbrezová, Ludha dalam performa terbaiknya untuk hari ini sehingga dapat menghalau bola.

__ADS_1


Bola keluar lapangan dan menghasilkan sepak pojok dimenit 34.


Kmet mengambil sepak pojok. Dia mengangkat tangannya sebagai kode, kemudian melepas umpan lambung. Namun, sayang umpannya agak aneh. Bola cenderung berputar keluar lapangan.


Sepak pojok yang disia-siakan olehnya. Para pemain pun kembali ke posisi mereka masing-masing.


Pertandingan kembali dilanjutkan. Tendangan gawang dari Ludha menyentuh tengah lapangan. Di tengah, Bainovic melakukan duel udara bersama Oravec.


Oravec dapat menyentuh bola dengan kepalanya dan mengarahkannya ke depan, Paraj sudah menunggu.


Paraj mendapatkan bola. Dari arah belakang, sudah ada penjagaan ketat. Stojsavljevic dan Pires bekerja sama.


Paraj yang kehilangan momentum pun kembali mengumpan ke belakang menunggu rangkaian skema serangan baru dari rekan-rekannya.


Babak pertama berakhir imbang. Serangan intens dari AS Trenčín tak membuahkan skor karena Podbrezová benar-benar bertahan mati-matian, menyerupai taktik parkir bus.


Di ruang ganti tim, AS Trenčín.


Pelatih Marian Zimen sedikit memberikan arahan untuk anak asuhnya tetap bermain terbuka pada babak kedua. Untuk sisi bek sayap harus lebih kreatif dan sadar diri. Bek sayap bisa maju untuk melakukan overlap ketika lini tengah maupun depan agak goyah. Bek sayap sendiri diisi oleh Kozlovsky dan juga Duriska.


Lini depan yang diisi pada sisi kiri ada Soares harus lebih giat dalam bergerak tanpa bola. Azango sebagai pivot juga harus bisa memanfaatkan ruang tembak atau ruang melakukan gerakan. Kemudian Kmet, dia juga harus sama seperti Soares.


“Pelatih, dibeberapa kesempatan sepak pojok saya ingin maju!” Angkat tangan, Reza pun segera melakukan interupsi.


“Tekad yang bagus. Itu terserah kamu, tetapi kamu harus melihat situasi dan jangan asal maju.”


“Pelatih, saya rasa beberapa gerakanku terus dikawal ketat!” Azango memberikan apa yang dia rasakan.


Pelatih Marian Zimen menatap Azango. “Maka lepaslah dari kawalan itu!”


Semuanya pun diberi arahan pribadi. Sebagai pelatih yang baik sekaligus tegas, Marian Zimen tidak ingin anak asuhnya mengalami kesalahan sekecil apapun. Ya, jikalau memang terjadi kesalahan, itu patut dimaklumi, namanya juga manusia tempatnya kesalahan.

__ADS_1


Babak kedua pun segera dimulai. Bola dimulai dari kaki pemain AS Trenčín. Mengikuti arahan dan taktik Pelatih Marian Zimen, para pemain mulai bisa bermain lebih terbuka dan tidak begitu merasa gugup.


Serangan dari sisi sayap juga lebih gencar dilakukan. Dari tengah tak jarang juga, tetapi lebih sering melalui sisi sayap.


Pada menit 56, sepak pojok untuk AS Trenčín dilakukan. Reza pun maju dengan berkoordinasi terlebih dahulu.


Kmet dipojok lapangan, dia menatap Reza yang sudah di dalam kotak penalti. Posisinya berada tepat digaris lurus mulut gawang, berdiri tepat di atas garis kotak penalti. Itu berarti jarak 16 meter lebih saat itu.


Reza mengangkat tangannya. Dia siap menerima umpan.


Kmet melakukan umpan. Bola naik dan menukik ke arah Reza yang saat itu dikawal dua orang pemain lawan.


Namun, kawalannya tak membuat Reza berhenti bergerak. Dia malah semakin yakin untuk mencoba suatu hal dalam mencetak gol.


Menghadap tegas gawang. Kedua kakinya dikuatkan, setelahnya ledakan lompatan membuatnya dia menyerupai tendangan kalajengking milik Higuita. Reza mengayunkan tegas kaki kirinya ke atas depan seperti ekor kalajengking yang menyerang ketika bola datang. Kaki kanannya sebagai tumpuan di udara.


Aksinya membuat banyak orang terpukau. Gerakannya sangat sempurna di atas permukaan tanah, sekitar 60 cm.


Ketika bola datang, layaknya bola ingin segera ditendang oleh kakinya, bola mendekat ke arah kaki kiri Reza yang bersiap diayunkan ke atas depan.


Bola berhasil melesat kencang ke arah gawang. Sambil mendarat dengan kedua tangannya dan segera melakukan gerakan lanjutan lainnya, Reza melihat bola yang sudah masuk menghujam gawang.


Ludha sendiri hanya berdiri kaku dengan lutut yang agak ditekuk dan kedua tangan waspada di samping tubuh. Ludha telah … kehilangan momentum dan terkejut dengan tendangan itu.


Melihat bola masuk, Reza berlari ke pojok lapangan untuk melakukan selebrasi ikoniknya. Reza sedikit merasa lucu, tendangan kalajengkingnya mampu digunakan untuk mencetak gol.


“Heh … seperti yang saya lihat. Seperti Ibrahimovic, ya, dia sih pakai satu kaki dan kaki lainnya masih menapak. Saya malah lebih menyerupai Higuita, hehe~”


Setelahnya, pertandingan kembali berlanjut. Podbrezová pun bangun dari tidurnya, mereka mulai menaikkan intensitas permainan semakin tinggi.


Namun, setiap mereka menyerang meski melewati pemain AS Trenčín, mereka selalu putus ketika ada Reza di bawah mistar gawang.

__ADS_1


Reza masih sangat kokoh dan sejauh ini belum kebobolan pada liga. Memang satu hal yang bagus. Awal karir profesionalnya, dia bisa konsisten.


Laga terakhir Liga Super Slowakia musim 2022/2023 pun telah usai kedua tim.


__ADS_2