
Pada malam yang semakin kelam dan juga misterius, malam ini membuat orang-orang ingin segera mengurung diri di dalam selimut, tetapi para penikmat sepakbola malah berteriak dengan keras.
Para penikmat sepakbola jelas sedang menonton final UCL terpanas dan terseru dalam beberapa dekade, insiden-insiden kecil di dalam lapangan membuat intensitas pertandingan menjadi semakin tak kondusif.
Meski telah diredam saat jeda babak pertama, tetapi saat memasuki babak kedua, baik PSG maupun AS Trenčín saling tak mau mengalah dalam perebutan bola yang keras.
Pelanggaran bertebaran di mana-mana, kartu kuning telah diangkat total sebanyak sembilan kartu yang mana tujuh kartu kepada pemain PSG dan sisanya kepada pemain AS Trenčín.
Meski begitu, pemain PSG yang memegang kartu tersisa lima di lapangan, karena dua lainnya telah ditarik untuk meminimalisir pergerakan pelanggaran lagi.
“Sekarang menit lima puluh tujuh, ayo, teman-teman, tetap semangat menghadapi gempuran PSG!” seru Reza.
Gelombang serangan tiada henti terus dilancarkan PSG tanpa belas kasihan, tetapi jelas Reza adalah kiper terbaik AS Trenčín yang dimiliki Indonesia.
Reza menjadi pemain yang paling terbaik sebagai kiper dalam ajang turnamen UCL ini, dia hanya pernah kebobolan sekali saja, saat menghadapi tendangan Zlatan saat fase grup lalu.
“Gerak ke kiri, di sana ada yang kosong!” seru Reza.
Dari sisi kiri pertahanan AS Trenčín, PSG mencoba merangsak masuk melalui Naymar, skill-skill milik Naymar ditunjukkan bahkan rainbow flick ditunjukkan olehnya.
“Wah! Rainbow flick, ya? Apa saya tunjukin, ya, di depannya secara langsung?” gumam Reza mencoba mencari ide untuk mengakhiri laga ini dengan lebih memorial.
Naymar yang menusuk ke dalam kotak penalti, tiba-tiba terkejut akan Reza yang langsung datang berlari menyergah ke arah bola.
Naymar yang sejenak terenyak membiarkan bola direbut oleh Reza sebelum dia sadari, Reza mendapatkan bola dan langsung berakselerasi.
“Naymar, ikuti saya!” seru Reza dalam bahasa Inggris yang nampak mengejek.
Reza bisa sombong karena memiliki kemampuan tinggi, tetapi dia jelas melakukan itu hanya untuk menambah intrik dalam suatu pertandingan, banyak pemain terkena yang sering menambahkan intrik demikian halnya.
Dalam prosesnya, Reza melewati Nbappe yang hanya bisa terdiam melihat skill yang ditunjukkan olehnya. Hal ini seperti Nbappe terkena mental rusak, dirinya yang sudah semahal itu masih bisa dipecundangi.
Merangsak hingga tepat ke tengah lapangan, rekan-rekannya Reza mulai maju mencoba memberikan kesan bahwa Reza akan melakukan umpan kombinasi, itu demi membingungkan lawan.
“Reza! Sisi kanan kosong, ke sini!”
Setelah Witan berteriak memakai bahasa Inggris, sontak dua pemain, di antaranya Varratti dan juga Ruiz mendekati Witan yang jelas keduanya telah terkecoh.
Reza lantas dengan mudahnya melewati posisi yang ditinggali oleh dua pemain tersebut.
__ADS_1
“Astaga! Jangan tinggalkan posisi, anak itu gila!” pekik pelatih PSG, Galtiyer.
Pelatih Galtiyer hanya bisa membanting botol minuman dengan ekspresif, tak bisa berkata-kata dengan anak asuhnya yang harus kelimpungan hanya dengan satu orang saja.
Sementara itu, Pelatih Marian, tersenyum penuh kemenangan, dia seperti telah mendapatkan jackpot paling beruntung dalam hidupnya.
“Reza sini saja!” seru Emeka.
Seperti tak bisa belajar dari kesalahan, pemain PSG pun mendekati Emeka yang lantas Reza melewati posisi bek tengah, Kinpenbe.
“Heh! Kalian salah dalam menilai pelarianku ini!” seru Reza.
Sekarang dia saling berhadap-hadapan dengan kiper PSG, Meslier, yang mencoba maju untuk menutup ruang tembak.
Namun, bukan Reza jika dia tak bisa memahami gerakan selanjutnya dari kiper tersebut, maka Reza dengan cepat memberi bola gantung kepada sang kiper.
Alhasil kiper itu hanya bisa mencoba melompat kecil tanpa bisa bersusah payah lagi, bola juga telah bergelinding masuk ke dalam gawang.
Skor berubah untuk AS Trenčín yang semakin menjauhkan posisinya dari PSG, 2-0.
“Mantap!”
Di dalam baju Reza ada sebuah kaus yang bertuliskan kalimat cukup sedih.
“Saya akan pergi setelah ini, semoga tim ini berjaya ke depannya!”
Seperti itulah jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, cukup dalam dan juga pengharapan dari Reza saat dia meninggalkan tim ini, AS Trenčín masih bisa berjaya ke depannya dan tak hanya mengandalkan Reza seorang diri.
Memakai baju, Reza pun dihadiahi kartu kuning, tetapi itu tak masalah baginya, kartu kuning itu adalah yang pertama dalam karirnya, cukup memorial juga.
Kembali ke posisi, pertandingan kembali dilanjutkan dengan PSG yang seperti tak memiliki harapan lagi, karena mereka tahu seberapa tangguhnya Reza di bawah mistar gawang.
“Umm … Sepertinya mereka mulai jatuh deh,” celetuk Reza tanpa sadar.
Reza pun tak berniat lagi untuk mencetak gol, takutnya dirinya akan menjadi bahan pergunjingan para pendukung PSG yang benci terhadap dirinya.
Reza, memang hanyalah kiper AS Trenčín yang membela klubnya dengan sekuat tenaga, tetapi sikapnya yang terkadang membawa kontroversi seperti ingin memprovokasi akan menjadi bahan perbincangan tim yang dikalahkan olehnya.
“Yaaa … mari kita melakukan penjagaan sedikit saja!”
__ADS_1
Menit demi menit, AS Trenčín, secara resmi memenangi pertandingan final UCL musim 2023/2024, mencetak sejarah baru menjadi tim kuda hitam yang langsung meraih Si Kuping Besar.
AS Trenčín, klub asal Slowakia yang mengangkat trofi Si Kuping Besar, proses perayaan yang sangat meriah di stadion diiringi lagu tema dari UCL.
Sebelum proses pengangkatan piala, akan diumumkan siapa-siapa saja yang akan meraih penghargaan.
Tentunya, satu hal yang dipikirkan banyak orang, kali ini Reza yang akan memborongnya tanpa ampun.
Penghargaan Kiper Terbaik UCL, Reza mendapatkannya dan menambah koleksi penghargaan pribadi.
Penghargaan Topscorer UCL, membuat dirinya menjadi kiper termuda yang mencetak gol di final UCL, bahkan itu pertama dalam sejarah, jadi jelas Reza mencetak sejarah baru.
Kemudian untuk Pemain Terbaik, secara mengejutkan Witan menjadi Pemain Terbaik UCL, perolehan poinnya sedikit di atas Reza sehingga Witan jelas berhak mengangkat penghargaan pribadi pertamanya di Eropa.
“Pemain termuda yang sukses, Reza Kusuma!”
Sekali lagi, Reza mendapatkan penghargaan Pemain Termuda Terbaik yang sukses di UCL. Memborong adalah prinsip Reza, begitulah keadaannya.
Setelah sesi penghargaan, proses perayaan yang disertai nyanyian-nyanyian dari para pendukung menambah suasana semakin hangat dan antusiasnya.
Si Kuping Besar, untuk pemain yang mengangkatnya pertama kali adalah Reza.
“Ugh! Berat juga sih,” gumam Reza.
Mengangkatnya, konfeti diluncurkan memenuhi permukaan rumput stadion, seluruh pemain berseru senang dan melompat-lompat di atas panggung yang telah disiapkan.
AS Trenčín, mencetak sejarah baru, tim kuda hitam yang langsung menang, begitu pun Reza yang mencetak beberapa sejarah baru macam kiper termuda pertama yang mencetak gol di final UCL.
Semuanya bersuka cita, menikmati malam yang panjang itu dengan mimpi yang begitu indah.
Pesona stadion, diikuti perayaan keliling lapangan untuk memberi penghormatan kepada pendukung yang telah setia selama ini mendukung di mana pun AS Trenčín berada.
“Terima kasih semua!” pekik Reza.
Dia membuka bajunya, mengambil spidol dan memberi tanda tangan, kemudian setelahnya Reza melempar baju itu dengan kencang memakai tenaga penuhnya.
Baju itu terbang hingga sampai ke lantai tribun tertinggi, di sana, seorang anak kecil yang duduk di kursi roda mendapatkannya dengan bahagia.
Reza yang memegang pengeras suara langsung berseru, “Jangan coba-coba merebut apa yang menjadi miliknya. Nanti saya buatkan merchandise Khusus dari sponsor saya!” jelas Reza diakhiri tawaan kecil.
__ADS_1